Anda di halaman 1dari 13

PERKEMBANGAN

ARSITEKTUR
BYZANTIUM
KELOMPOK 6
NURFADILAH F 221 14 014

Letak Geografis, geografi dan iklim kekaisaran Byzantium

Bizantin adalah suatu imperium berkuasa pada


wilayah hampir seluruh pantai laut Mediterania
termaksut sebagian Asia Minor, pada 330 sampai
1453. pada tahun 330 pendiri imperium konstantin
memindakan pusat pemerintahan dari Roma ke
Istambul (Turki). Sejak saat itu nama kota kemudian
diganti menjadi Konstantinople dan sering disebut
Roma Baru. Kota ini terletak disemenanjung yang
berda pada titik simpul antara ujung selatan selat
Bosporus dengan laut Marmora.
kota Konstantiniple cukup strategis sebagai pusat
kekuasaan Byzantin yang wilayahnya mencangkup
sebagian besar Eropa dan Asia Minor. Alam sekitar
Konstantinople
berbukit-bukit
mempunyai
pemandangan yang cukup indah ke arah selat
Bosporus dan selatan laut Marmora. Kota ini menjadi
simpul perdagangan dari wilayah sekitar laut hitam
dendan wilayah laut Mediterania dan antara Asia dan
Eropa.
keadaan alam yang mendukung khususya
perairan yang sangat cocok untuk pelabuhan di
Konstantinople dengan adanya Golden Horn. Pda

Golden Horn

Sejarah Arsitektur Byzantium


Byzantine merupakan salah satu koloni Yunani sejak tahun 600 SM dan dijadikan pusat pemerintahan Kekaisaran Romawi pada
tahun 330. Selama jaman pertengahan (middle ages),kota ini menjadi benteng pertahanan orang-orang Kristen dari serangan bangsa
Barbar dariBarat. Honorius, imperior pertama dari Barat setelah wilayah dan pemerintahan KekaisaranRoma dibagi menjadi dua,
memindahkan kediaman dan pusat pemerintahan Kekaisaran Baratdi Ravenna, sebuah kota di pantai Mediterania bagian timur-utara
dari Italia. SedangkanKonstantinopel tetap menjadi pusat pemerintahan Kekaisaran Timur.
Pengaruh Bizantinemenjadi dominan dalam arsitektur.Kekuasaan Byzantium berpusat di Constantinople (Istanbul-Turki)
merupakanKekuasaan dibawah Roma di Eropa hingga ke Timur atau sering disebut Roma kedua, yangmenguasai jalur perdagangan
laut yang menghubungkan benua Eropa dan Afrika hingga keAsia,merupakan wilayah otonom dengan perdaban menuju millenium
dibandingkan kekaisaran Roma sendiri. dareah ini merupakan perpanjangan Roma di bagian timur, atau sering disebut kerajaan
Roma timur.
Faktor-faktor

yang mempengaruhi kebudayaan Byzantine antara lain:

Pengaruh

kebudayaan Romawi.

Pengaruh

agama Kristen.

Beberapa

pengaruh kebudayaan yang berasal dari Timur.

Kota Ravenna dan Konstantinopel menjadi poros pemerintahan Byzantine dan


pusat perkembangan budaya serta arsitektur. Kekaisaran Byzantine berlangsung lebih dari 1000tahun, mulai abad ke-4M sampai
tahun 1453. Selama berdirinya, merupakan satu kekuatan penting di bidang ekonomi, budaya dan militer di Eropa

1. Hagia Sophia

HAGIA SOPHIA (AYA SOPHIA)


Arsitek : Anthemius dari Tralles dan Isodorus dari Militus
Tahun : 330 M
Lokasi : Istanbul Turkey
Fungsi : Gereja, mesjid dan museum.
Sejarah singkat :

Terletak di Istanbul, Turkey. Dibangun pada masa kaisar


pertama Constantin dan diperbaiki kembali setelah terbakar dan
hancur oleh Kaisar Yustinianus pada tahun 517 AD. Bangunan ini
merupakan masterpiece dari masa Byzantium terbesar dan
tertinggi diantara gereja lain di Konstantinopel. Gereja ini menjadi
pusat pemerintahan dunia Kristen Orthodoks
Berkali-kali bangunan Hagia Sophia mengalami perbaikan
dan renovasi, kebanyakan disebabkan oleh gempa bumi,
ketidakstabilan struktur, dan kerusakan akibat perang.
Sampai pada masa Pemerintahan Kaisar Justinianus (527-565),
Hagia Sophia menjadi lebih besar danmegah, namun tidak
mengubah konsep awal dari arsitektur Byzantine pada denah dan
tampilan bangunannya

Denah Bangunan Hagia Sophia

Fungsi Ruang
Narthex
Eisle
Porch
Minaret
Apse
Babtistery
Axedra

Bentuk
utama Hagia Sophia

Denah
adalah ruang
tengah
berbentuk
bujur
sangkar
yang
berukuran32,6 x 32,6 m Di sudut-sudutnya
terdapat kolom struktural yang sangat masif
dan besar. Kolom ini menyangga pelengkung
setengah lingkaran yang menyangga kubah
utama.
Lebar gereja mencapai 305 meter dan tinggi
548 meter, bentuk dasar bangunan segiempat
dengan luas 18.000 M dengan sekeliling dinding
yang dihias mosaic warna warni serta cemerlang
keemasan. Arsitek (pada zaman Yustinianus)
adalah Isodorus dari Miletus danAnthemius dari
Tralles. Bangunan ini pada tahun 1453 M,
diduduki oleh bangsa Turki dan diubah menjadi
Masjid, dengan menghilangkan bagian-bagian
yang berhias gambar makhluk

Sistemkonstruksi
struktur beton
Konstruksi
Sistem
dari Romawi
dikembangkan dengan pesat. Kubah yang
merupakan ciri dari daerah timur, menjadi
model
atap
Byzantine
yang
merupakan penggabungan dari Konstruksi
kubah
dan
sudut
model Yunani
dan Romawi. Karena
dominan bentuk
dari seluruh
bangunan menggunakan
bentuk lingkaran
dan lengkung
dengan
bentang lebih lebar.Type-type kubah yang
diletakkan diatas denah segi-4 dilengkapi
dengan jendela kecil-kecil diatas, disebut
Pendetive, dimana pada masa Romawi
kubahnya hanya menutup bentuk denah
melingkar
atau polygonal.
Sedangkan
bahan pendetive tersebut dipakai bahan bata
atau batu apung yang disebut Purnise Kubah
dibuat tanpa menggunakan penunjang
sementara
Atap
Kubah
Sebagai
Simbol Kekuasaan Yang Maha Esa.

Pada bangunan Hagia Sophia


sistem struktur yang digunakan adalah
Dinding Pemikul (Bearing Wall). Pada
dinding, penggunanaan batu bata
terlebih dahulu diselesaikan dan
dibiarkan mapan sebelum lapisan
permukaan interior dan lantai marmer
dipasang, bagian komponen bangunan
yang berdiri sendiri ini menjadi
karakterisik dari konstruksi Byzantium.
Penggunaan batu bata yang sama
dengan bata Romawi, sekitar 15 inchi
tebalnya, dandiletakkan pada lapisan
tebal mortar. Mortar sebagai perekat
antara batu bata berupa campuranantara
kapur dan pasir, dengan pecahan tanah
liat, keramik atau bata, yang hasilnya
samakerasnya dengan bangunan terbaik
di Roma

Material

Secara keseluruhan lantai bangunan Hagia


Sophia, material yang digunakanrata-rata
adalah marmer, yang didatangkan dari
pulau-pulau di Laut Mediterania bagian
timur.

Memakai bahan bata, dan bagian dalam


(interiornya) dilapisi dengan mozaik yang
terbuat dari pualan warna warni yang
menggambarkan ajarannya.

Busur lingkaran dipakai untuk


menunjang galerydan bukaan pada pintu
dan jendela.Jendela-jendela kecil
lingkaran mengelilingidasar kubah endetive

Kolomnya konstruktif dengan kepala tiang


(capital) bergaya korintia dan komposit

Secara keseluruhan pandang, gereja Hagia


Sophia merupakan kelompok banyak kubah
yang mengelilingi kubah utama secara
simetris, sehingga berkesan vertikal.

Ornamen Hagia Sophia