Anda di halaman 1dari 37

Amelia Nur Rohmah

Annisa Insan Akbari


Asvi Puji Fauziah
Gesha Dika Asprilla
Nailis Fathna M.
Rizkia Trifallah

Bahan Pemeriksaan dan


Pengolahannya

Bahan pemeriksaan merupakan segala macam


benda apa saja yang dianggap tercemar oleh
suatu penyakit hewan atau jasad renik
penyebab penyakit hewan termasuk bagianbagian tubuh hewan atau berupa hewannya
sendiri yang mati, sakit atau tersangka sakit
perlu dikirim secara cepat dengan
memperhatikan ketentuan yang diperlukan.

Syarat-syarat bahan pemeriksaan


yang akan diperiksa di
laboratorium

Jenisnya sesuai jenis pemeriksaan.


Volume mencukupi.
Kondisi baik : tidak lisis, segar/tidak kadaluwarsa, tidak
berubah warna, tidak berubah bentuk, steril (untuk
kultur kuman).
Pemakaian antikoagulan atau pengawet tepat.
Ditampung dalam wadah yang memenuhi syarat.
Identitas benar sesuai dengan data pasien.

Sebelum pengambilan spesimen, periksa form permintaan


laboratorium. Identitas pasien harus ditulis dengan benar (nama, umur,
jenis kelamin, nomor rekam medis, dsb) disertai diagnosis atau
keterangan klinis. Periksa apakah identitas telah ditulis dengan benar
sesuai dengan pasien yang akan diambil spesimen.
Tanyakan persiapan yang telah dilakukan oleh pasien, misalnya diet,
puasa. Tanyakan juga mengenai obat-obatan yang dikonsumsi, minum
alkohol, merokok, dsb. Catat apabila pasien telah mengkonsumsi obatobatan tertentu, merokok, minum alkohol, pasca transfusi, dsb.
Catatan ini nantinya harus disertakan pada lembar hasil laboratorium.

Pemberian label
Pada lembar permintaan pemeriksaan bisa dicantumkan:
Nama lengkap pasien
Umur dan jenis kelamin pasien
Nomor catatan medik pasien
Nama dokter pengirim
Alamat lengkap rumah sakit atau dokter pengirim
Deskripsi singkat dan jelas asal spesimen
Tanggal dan jam pengambilan spesimen
Diagnosis atau keadaan klinis pasien saat pengambilan spesimen
Permintaan pemeriksaan laboratorium mikobiologi (Aerob, Anaerob, dan Gram) dan
Pemeriksaan Laboratorium lainnya.

Jenis Bahan Pemeriksaan

DARAH
URIN
LCS
SPUTUM
FESES

DARAH
Darahadalahcairanyang terdapat pada semua makhluk
hidup (kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi
mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh
jaringantubuh, mengangkut bahan-bahan
kimiahasilmetabolisme, dan juga sebagai pertahanan
tubuh terhadapvirus ataubakteri.

1. Cara Pengambilan dan Penanganan

Darah Kapiler
Pada orang dewasa diambil pada ujung jari atau anak daun telinga, sedangkan pada bayi
atau anak kecil dapat diambil di tumit atau ibu jari kaki.
Darah Vena
Pada orang dewasa dipakai salah satu vena dalam fossa cubiti, pada bayi dapat
digunakan vena jugularis superficialis atau sinus sagittalis superior.Pertama dilakukan
palpasi untuk mencari letak vena yang akan diambil. Sebelum pengambilan kulit
sekitarnya diusap dengan antiseptic.Karena organisme pada bakteri jumlahnya kecil,
sebaiknya segera diinokulasikan kedalam media kultur setelah pengambilan.

Bila darah dibiarkan terlalu lama maka bahan-bahan yang


terkandung dalam darah akan lisis atau menggumpal untuk itu
darah biasaya diberi antikoagulan, yaitu:
Ethylene Diamine Tetra Acetat (EDTA) dapat digunakan dalam
bentuk padat dengan perbandingan 1 : 1.
Heparin dapat digunakan dalam bentuk cair atau padat.

2. Pengiriman

Setelah spesimen terkumpul masing-masing dalam wadah/botol kecil, kemudian


dimasukan dalam wadah/tempat yang lebih besar dengan diberi es sebagai pengawet
sementara (cool box).
Wadah spesimen kecil diatur sedemikian rupa sehingga tidak mudah terbalik atau
tumpah.
Wadah diberi label yang berisi tentang identitas yang meliputi : tanggal pengiriman,
jenis dan jumlah sampel, jenis pemeriksaan yang diminta, jenis pengawet, dan tanda
tangan pengirim.
Sampel dikirim ke laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan, Balai
Laboratorium Kesehatan atau laboratorium lainnya.
Transportasi pengiriman harus secepat mungkin sampai ke laboratorium, pengiriman
spesimen maksimum 3 hari.

3. Penyimpanan

Darah bila dibiarkan akan membeku, maka untuk


menghindari hal tersebut darah ditambah antikoagulan
disimpan di lemari pendingin pada suhu 2-80C. Biasanya
darah tersebut hanya tahan kurang dari 2 hari

4. Pemeriksaan

Pemeriksaan bakteriologi darah dilakukan dengan pemeriksaan kultur


darah dengan cara, minimal 10 ml darah diambil melalui pungsi vena
dan disuntikkan ke dalam dua atau lebih "botol darah" dengan media
khusus untuk organisme aerobik dan anaerobik. Sebuah media yang
umum digunakan untuk anaerob adalah thioglycollate kaldu. Media
yang umum digunakan untuk bakteri aerob adalah bullion broth.
Darah dikumpulkan menggunakan teknik aseptik. Hal ini
membutuhkan baik bagian atas botol kultur dan situs venipuncture
pasien dibersihkan sebelum pengumpulan dengan alcohol 70%.

URINE

Urinatau air seni atau air kencing adalah cairan


sisa yang diekskresikanolehginjalyang kemudian
akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui
prosesurinasi. Urin disaring di dalam ginjal,
dibawa melalui ureter menuju kandung kemih,
akhirnya dibuang keluar tubuh melalui uretra.

1. Cara Pengambilan dan Penanganan


Berdasarkan cara pengambilan
Mid stream urin atau urin porsi tengah
Aliran pertama urin dibuang, urin pertengahan ditampung dan urin yang terakhir tidak
ditampung. Aliran pertama urine berfungsi untuk menyiram sel-sel dan mikroba dari luar
uretra agar tidak mencemari spesimen urin.
Urin Cateter
Dalam keadaan khusus, misalnya pasien dalam keadaan koma atau pasien gelisah,
diperlukan kateterisasi kandung kemih melalui uretra. Untuk menampung urin dari
kateter, lakukan desinfeksi pada bagian selang kateter dengan menggunakan alkohol
70%. Aspirasi urin dengan menggunakan spuit sebanyak 10 12 ml. Masukkan urin ke
dalam wadah dan tutup rapat.

Supra Pubic Aspiration


Aspirasi jarum suprapubik trans abdominal kandung kemih dikerjakan bila urin porsi
tengah sulit didapatkan dan merupakan cara mendapatkan sampel urin yang paling
murni. Pengumpulan urin aspirasi suprapubik harus dilakukan pada kandung kemih yang
penuh.
Berdasarkan waktu
Urin Pagi
Urin yang ditampung pada pagi hari yang pertama kali keluar, dipakai karena urin pagi
lebih pekat daripada urin siang.
Urin Sewaktu
Urin yang ditampung tanpa ditentukan waktunya.
Urin 2 Jam Post Prandial
Urin yang ditampung 2 jam setelah makan.
Urin 24 Jam
Urin yang ditampung selama 24 jam.

2. Pengiriman
Waktu pengiriman jangan melampaui masa stabilitas bahan
pemeriksaan
Tidak terkena sinar matahari langsung.
Kemasan harus memenuhi syarat keamanan kerja laboratorium
termasuk pemberian label
Suhu pengiriman harus memenuhi syarat.
Sebelum mengirim bahan pemeriksaan ke laboratorium, pastikan
bahwa bahan pemeriksaan telah memenuhi persyaratan seperti
yang tertera dalam persyaratan masing-masing pemeriksaan.

Apabila bahan pemeriksaan tidak memenuhi syarat agar diambil


/ dikirim ulang.
Pengiriman bahan pemeriksaan disertai formulir permintaan
yang diisi data yang lengkap.
Secepatnya bahan pemeriksaan dikirim ke laboratorium.
Penundaan pengiriman spesimen ke laboratorium dapat
dilakukan selambat-lambatnya 2 jam setelah pengambilan
bahan pemeriksaan.

3. Penyimpanan

Cara penyimpanan, yaitu:


Disimpan pada suhu kamar.
Disimpan dalam lemari es suhu 2-8C.
Dapat diberikan bahan pengawet.

4. Pemeriksaan Biakan Urin

Prosedur kultur urin


1. Menggunakan calibrated loops
- 1L : MSU, suprapubic cath
- 10L: nefrostomi, ureteric and suprapubic aspirates
2.Media :
Agar darah merupakan salah satu agar pembiakan yang umum digunakan.
Mengandung sel darah yang dapat berasal dari hewan (misal: domba); banyak bakteri
yang dapat tumbuh pada media ini.

3. McConkey
Media agar ini adalah media yang spesifik untuk pertumbuhan bakteri
gram negatif. Yang paling umum adalah E. coli, yang mana pada agar ini
akan terlihat sebagai suatu koloni berwarna merah karena adanya
indikator pH. Ada dua versi agar ini: pertama, adalah yang ditambahkan
gula laktosa kedalamnya dan yang kedua tanpa penambahan gula.
Karena E. coli memfermentasi gula menjadi asam maka akan muncuk
warna merah pada agar.
4. Metode streak out
5. Inkubasi 24 jam (16-18), 35-37C, O2
6. Jangan membuka sampel lebih dari 10 menit. Urine yang dibiarkan
terbuka di suhu ruang dapat mempengaruhi jumlah koloni

Interpretasi Hasil
Setelah diperoleh biakan urin, maka dilakukan
interpretasi. Pada biakan urin dinilai jenis
mikroorganisme, kuantitas koloni (dalam satuan CFU),
serta tes sensitivitas terhadap antimikroba (dalam satuan
millimeter luas zona hambatan).

LIQUOR CEREBRO SPINALIS


LCS (Liquor Cerebro Spinalis) atau lebih dikenal
dengan cairan otak adalah cairan yang berasal
dari pleksus koroideus ventrikel intrakarnium,
menempati ventrikel-ventrikel tersebut serta
ruang subaraknoid di atas permukaan otak dan di
sekitar medula spinalis.

1. Cara Pengambilan
Pengambilan sampel dilakukan dengan cara pungsi lumbal. Prosedur melakukan
pungsi lumbal yaitu :
Pasien dalam posisi miring. Leher fleksi maksimal (dahi ditarik ke arah lutut),
ektremitas bawah fleksi maksimum (lutut ditarik ke arah dahi), dan sumbu
kraniospinal (kolumna vertebralis) sejajar dengan tempat tidur.
Tentukan daerah pungsi lumbal di antara vertebra L4 dan L5 dengan menemukan garis
potong sumbu kraniospinal (kolumna vertebralis) dan garis antara kedua spina
iskhiadika anterior superior (SIAS) kiri dan kanan.Pungsi dapat pula dilakukan L2 dan
L3 namun tidak boleh pada bayi.
Lakukan tindakan antisepsis pada kulit sekitar daerah pungsi radius 10 cm dengan
larutan povidon iodin diikuti dengan larutan alkohol 70% dan tutup dengan duk steril
dimana daerah pungsi lumbal dibiarkan terbuka.

Tentukan kembali daerah pungsi dengan menekan ibu jari tangan yang telah
memakai sarung tangan steril selama 15-30 detik yang akan menandai titik
pungsi tersebut selama 1 menit.
Tusukkan jarum spinal/styletpada tempat yang telah ditentukan. Masukkan
jarum perlahan-lahan menyusur tulang vertebra sebelah proksimal dengan
mulut jarum terbuka ke atas sampai menembus duramater. Jarak antara kulit
dan ruang subarakhnoid berbeda pada tiap anak tergantung umur dan
keadaan gizi. Umumnya 1,5-2,5 cm pada bayi dan meningkat menjadi 5 cm
pada umur 3-5 tahun. Pada remaja jaraknya 6-8 cm.
Lepaskanstyletperlahan-lahan dan cairan keluar. Untuk mendapatkan aliran
cairan yang lebih baik, jarum diputar hingga mulut jarum mengarah ke
kranial. Ambil cairan untuk pemeriksaan.
Cabut jarum dan tutup lubang tusukan dengan plester

2. Pengiriman

Spesimen yang sudah diambil harus segera


dikirim ke laboratorium untuk diperiksa, karena
stabilitas spesimen dapat berubah

3. Penyimpanan
Kirim sesegera mungkin pada suu ruangan, tidak boleh didinginkan
Spesimen ditampung pada 4 tabung penampung cairan otak.
Pemeriksaan tiap tabung berbeda yaitu:
1.

Tabung Penampungan Pertama untuk Pemeriksaan Makroskopis atau dibuang untuk


menghindari faktor pungsi traumatik.

2.

Tabung Penampungan Kedua untuk Pemeriksaan Kimia dan Serologis serta


Pemeriksaan Imunologis lainnya. Dapat dilakukan pula Pemeriksaan Makroskopik.

3.

Tabung Penampungan Ketiga untuk Pemeriksaan Bakteriologis

4.

Tabung Penampungan Keempat untuk Pemeriksaan Mikroskopis

4. Pemeriksaan LCS
Pemeriksaan LCS pada tabung penampungan ketiga untuk
pemeriksaan bakteriologi sangat penting pada kasus yang dicurigai
meningitis, pada perdarahan subaraknoid, atau pada perdarahan
intrakranium lainnya. Dan meningitis lazim disebabkan oleh
Neisseria meningitidis, Haemophilus influenza, Streptococcus
pneumonia, Streptokokus grup B, Escherichia coli dan
Enterobacteriaciae lain serta Listeria Monocytogenes.
Pemeriksaan bakteri pada LCS meliputi pemeriksaan uji
laboratorium diagnostik, pewarnaan gram,aglutinasi partikel, reaksi
katalse dan oksidase bakteri, reaksi biokimia, uji kepekaan
antimikroba, pengenceran agar, dan difusi agar

SPUTUM
Sputum adalah sekret mukus yang dihasilkan dari
paru-paru, bronkus dan trakea, bukan bahan
yang berasal dari tenggorokan, hidung, atau
mulut.
Sputum yang dihasilkan sewaktu membersihkan
tenggorokan, kemungkinan berasal dari sinus,
atau saluran hidung, bukan berasal dari saluran
napas bagian bawah

1. Cara Pengambilan

Sputum sewaktu (S)


ketika penderita pertama kali datang ke Unit Pelayanan Kesehatan (UPK)
Sputum pagi (P)
Beri pot dahak pada saat pasien pulang untuk keperluan pengumpulan dahak
untuk dibawa pada hari berikutnya
Sputum sewaktu (S)
pada saat penderita tiba dilaboratorium, penderita diminta mengeluarkan
sputumnya lagi. Kumpulkan dahak spesimen ketiga di laboratorium pada saat
pasien kembali ke laboratorium pada hari kedua saat membawa dahak pagi

2. Pengiriman

Pengirimanspesimenke
laboratoriumharussecepat mungkin. Bila tidak
memungkinkan, pengiriman sputum dilakukan
dalam cool box (2-8oC) kecuali pengiriman
kurang dari 1 jam.

3. Penyimpanan

Penyimpanan pada pot steril berpenutup.


Semua spesimen harus dikirim ke laboratorium secepat mungkin
segera setelah pengambilan

4. Pemeriksaan

Kultur (menentukan jenis mikroorganisme). Untuk keperluan pemeriksaan ini,


sputum harus dikumpulkan sebelum dilakukan terapi antibiotic dan
setelahnya untuk menentukan kemanjuran terapi. (mengidentifikasi kanker
paru-paru dan jenis selnya) seringkali dilakukan secara serial 3 kali dari
sputum yang diambil di pagi hari.
Pewarnaan Gram. Biasanya pemeriksaan ini memberikan cukup informasi
tentang organism yang cukup untuk menegakkan diagnose presumtif.
Pemeriksaan bakteri tahan asam. Diperlukan serial 3 hari berturut-turut di
pagi hari, untuk mengidentifikasi ada tidaknya kuman tuberkulosis.

FESES
Feses adalah produk buangan saluran pencernaan yang
dikeluarkan melalui anus. Pengerasan feses dapat
menyebabkan meningkatnya waktu dan menurunnya
frekuensi buang air besar antara pengeluarannya atau
pembuangannya disebut dengan konstipasi atau
sembelit. Dan sebaliknya, bila pengerasan tinja atau
feses terganggu, menyebabkan menurunnya waktu dan
meningkatnya frekuensi buang air besar disebut dengan
diare atau mencret.

1. Cara Pengambilan

Feses Segar
Sebaiknya feses pagi hari atau baru dan defekasi spontan. Ambil tinja bagian tengahnya
sebesar ujung ibu jari, masukkan kedalam wadah dan tutup rapat.
Rectal Swab
Tangan kiri petugas pengambil swab membuka lubang anus dan tangan kanan
memasukan lidi kapas seteril ke dalam lubang anus dengan cara memutar sampai kurang
lebih 2-3 cm ke dalam lubang anus. Setelah itu lidi kapas ditarik ke luar dengan sambil
tetap diputar. Selanjutnya lidi kapas tadi dimasukkan dalam media carry and blair sampai
terbenam ke dalam media.

2. Pengiriman
Waktu pengiriman jangan melampaui masa stabilitas bahan
pemeriksaan
Tidak terkena sinar matahari langsung.
Kemasan harus memenuhi syarat keamanan kerja laboratorium
termasuk pemberian label
Suhu pengiriman harus memenuhi syarat.
Sebelum mengirim bahan pemeriksaan ke laboratorium, pastikan
bahwa bahan pemeriksaan telah memenuhi persyaratan seperti
yang tertera dalam persyaratan masing-masing pemeriksaan.

3. Penyimpanan

Cara penyimpanan spesimen feses:


Feses tahan kurang dari 1 jam pada suhu ruang untuk transport.
Bila lebih dari 1 jam digunakan media transpot yaitu media Carry
and Blair, Stuarts medium, Pepton water.
Penyimpanan: kurang dari 24 jam pada suhu ruang, lebih dari 24
jam pada suhu 4C.

4. Pemeriksaan

Pemeriksaan Kultur feses :


Biakan ini bisa dilakukan dengan biakan langsung dimana Feses diinokulasi
pada agar : MacConkey (MC), Salmonella-Shigella (SS atau Hektoen Enteric
Agar) dan Campylobacter agar-agar (CAMPY). Semua media yang sudah
diinokulasi bakteri diinkubasi selama 24 jam pada 37oC, kecuali
Campylobacter yang harus diinkubasi pada 42oC selama 48 jam dengan CO2
(5-10%) menggunakan sunggkup lilin atau gaspak Campylobacter.
Uji biokimia
Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi bakteri bila baklteri
tersebut terdapat di dalam feses seperti Salmonella typhi, Shigella sp, dan
Vibrio cholerae.