Anda di halaman 1dari 25

FORMULATION AND

EVALUATION OF
ARIPIPRAZOLE LOADED
LIPOSOMES FOR BRAIN
DRUG DELIVERY

FORMULASI DAN EVALUASI


ARIPIRAZOLE MENGGUNAKAN
LIPOSOME PENGHANTARAN
OBAT KE OTAK

Introduction
Aripiprazole adalah dopamin baru reseptor D2 agonis
parsial yang digunakan dalam pengobatan gangguan
psikotik. Selain aktivitas agonis parsial di D2 reseptor,
Aripiprazole juga merupakan agonis parsial pada
reseptor 5-HT1A dan profil antagonis pada reseptor 5HT2A.
Liposom adalah sistem pengiriman obat koloid, memiliki
dua lapisan Phosphatidyl terdiri dari hidrofobik dan
hidrofilik secara bersamaan, sehingga dapat
menkapsulasi gugus obat lipophillic dan hidrofilik.
Biasanya biokompatibel, biodegradable dan tidak
beracun.
Aripiprazole yang terperangkap dalam liposom dapat
lebih baik mengantarkan otak dan meningkatkan
keberhasilan terapi dan memiliki waktu retensi di otak.

MATERIALS

Aripiprazole
Soyalecithin
Cholesterol
Egg phosphatidylcholine
Dan bahan kimia lain

METHODS
1. Pembuatan kurva kalibrasi Aripiprazole
100mg Aripiprazole dilarutkan dalam 100 ml
metanol. Dari 10ml ini diambil dan
diencerkan dengan MeOH ad 100 ml. Dari
10ml ini diambil dan dibuat hingga 100 ml
dengan pH 7,4 penyangga fosfat. Dari
larutan stok ini (10g / ml) dibuat
serangkaian konsentrasi 2, 4, 6 dan 8g / ml,
sampel dipindai menggunakan UVspektrofotometer.
Absorbansi tercatat sebesar 254nm.

2. Studi preformulasi
2.1. Karakterisasi Obat dan eksipien
Studi Kompatibilitas Aripiprazole, soya lecithin, egg
PC dan
kolesterol dengan spektroskopi IR. Kompatibilitas
fisikokimia antara Aripiprazole, soya lecithin, egg
PC dan kolesterol yang digunakan dalam penelitian
ini dilakukan dengan studi IR Spectral
menggunakan spektrofotometer inframerah Perkin
Elmer Fourier, pada panjang gelombang antara
4000cm-1 hingga 400cm-1 . Spektrum Aripiprazole,
soya lecithin, egg PC dan kolesterol yang diperoleh
kemudian dibandingkan.

2.2. Formulasi LiposomAripiprazole


Liposom aripiprazole diformulasi
dengan teknik hidrasi film tipis. Fase
larutan obat - lipid dibuat dengan
melarutkan obat, fosfatidilkolin dari
sumber yang berbeda ( kedelai ,
telur ) , dengan dan tanpa kolesterol
dalam 15 ml campuran pelarut
kloroform dan metanol ( 2 : 1 v / v )

Campuran yang diperoleh ditempatkan di labu


dan diRotary Vacuum kec. 100 rpm dan suhu
60o C dan tekanan 760 mmHg sampai pelarut
menguap dan lapisan lipid tipis mengendap di
dinding labu .
Lalu , 20 ml dapar phospat pH 7,4 dimasukkan
kelabu untuk hidrasi film lipid tipis
mempertahankan di bawah kondisi yang sama.
Dispersi yang diperoleh didiamkan pada suhu
ruangan selama 2-3 jam hingga pengembangan
lapisan film lipid selesai. Selanjutnya mereduksi
dg vibra cell probe sonicator pada 80 % amp
dan pulse pada 50 selama 3 menit
menghasilkan suspensi Liposomal .

3. Evaluasi Aripiprazole
liposom
3.1. Penentuan persentase obat
terperangkap dengan metode
sentrifugasi

Penentuan obat yang tidak


terperangkap
10 ml suspensi liposomal dalam dua tabung terpisah
disentrifugasi pada 15.000 rpm dengan suhu 40 o C.
Supernatan didekantasi dan endapan yang dihasilkan
ditambahkan dengan 5 ml dapar fosfat pH7.4 selama
30 menit dipertahankan di bawah kondisi yang sama .
Supernatan didekantasi dan Proses diulang lagi.
dengan menambahkan dengan 5 ml dapar fosfat
pH7.4 untuk memastikan pemindahan obat yg tidak
terperangkap. Besarnya obat yang tidak
terperangkap (yaitu aliquot supernatan) diukur pada
254nm oleh spektrofotometer UV - Visible dengan
pengenceran yang cocok .

Penentuan obat yang


terperangkap
2ml larutan liposomal dicampur
dengan 2ml dari 10 % larutan triton
X 100 dan disentrifugasi pada
15.000rpm , dipertahankan pada 40o
C selama 1 jam, isi disaring melalui
filter membran 0.45 menggunakan
filter vakum . Filtrat dianalisis dengan
spektrofotometer UV 254nm dengan
pengenceran yang cocok .

3.2. Studi difusi Invitro (teknik


dialisis)
Suspensi Liposomal yg setara dg 5 mg
Aripiprazole ditempatkan dalam kantong dialisis
( 12.000 Da-pore size ) yang sebelumnya
direndam semalam dalam air suling dan disegel
di kedua ujungnya . Kantong dialisis direndam
dalam gelas yang berisi 250 ml dapar fosfat pH
7,4 , suhu dipertahankan 37 0,5 o C dengan
kecepatan 80rpm. 3ml sampel diambil secara
berkala dan diganti dengan buffer segar . Jumlah
obat menyebar dapat diukur pada 254 nm
dengan UV spektrofotometer .

3.3. Sem Analisis


Satu tetes suspensi liposomal
Aripiprazole diencerkan ditempatkan
pada kaca bersih dan dianalisis
menggunakan SEM HITACHI S - 3700
N.

3.4. Penentuan rata-rata ukuran


partikel dan distribusi ukuran

Rata-rata ukuran partikel dan


distribusi ukuran formulasi
liposomal Aripiprazole
diperkirakan menggunakan
Horiba Nanopartica SZ - 100.
Jumlah dan ukuran rata-rata
partikel berbeda ditentukan
dengan ukuran rata-rata partikel.

3.5. Penentuan potensial


zeta

Potensi zeta formulasi liposomal


Aripiprazole diestimasi dengan
menggunakan Horbia
Nanopartical SZ - 100

Hasil dan Pembahasan


Hasil spektrum IR Aripiprazole, fosfolipid dan
kolesterol dan campuran fisik Aripiprazole,
fosfolipid dan kolesterol menyatakan bahwa
puncak karakteristik Aripiprazole sampel yang
sebagian besar identik dengan puncak dalam
campuran fisik Aripiprazole, fosfolipid dan
kolesterol. Fosfolipid dan kolesterol yang melekat
tidak memberikan peubahan dan menunjukkan
kompatibilitas. formulasi enkapsulasi liposom
mempunyai kemampuan untuk mempertahankan
molekul obat dicairan inti atau dalam membran
lapisan bi bilayer dari vesikel

Aripiprazole adalah obat lipofilik,


Aripiprazole terjebak dimembran
bilayer vesikel liposomal.
Jumlah obat yang terjerat pada liposom
meningkat dengan peningkatan
konsentrasi kolesterol hingga rasio
tertentu (1: 1, fosfolipid: kolesterol).
Disebabkan karena akibat dari
hidrofobisitas membran bilayere
kolesterol yang dapat mendukung
masuknya molekul hidrofobik

Dalam studi difusi in vitro liposom


Aripiprazole menunjukkan bahwa profil
pelepasan
obat
menurun
dengan
peningkatan konsentrasi kolesterol. Hal ini
mungkin disebabkan karena kolesterol
mendorong Aripiprazole ke inti yang dapat
menurunkan
pelepasan
dengan
meningkatnya
konsentrasi
kolesterol.
Selanjutnya,
meningkatkan
konsentrasi
kolesterol
menghasilkan
lebih
banyak
lapiasan lipid utuh sebagai penghalang
pelepasan obat dan penurunan kebocoran
dengan meningkatkan fluiditas membran
bilayer dan mengurangi permeabilitas,

Dalam studi difusi in vitro liposom


Aripiprazole menunjukkan difusi
Aripiprazole mengikuti kinetika orde 1
dan mekanisme Peppas. Aplikasi
Persamaan Korsmeyer Peppas data dari
formulasi mengungkapkan bahwa
mekanisme difusi Aripiprazole liposom
didominai difusi Non-Fickian
(kemiringan> 0,5).

Berdasarkan % obat terjerat dan % Pelepasan


obat, formulasi F3 dan F7 dianggap optimal.
Selanjutnya, % penjerapan dan pelepasan obat
dari formulasi fosfatidil kolin egg (F7)
menunjukkan ketahanan dan sifat kaku dari
egg fosfatidil kolin bila dibandingkan dengan
soyalecithin.
Liposom dipindai dengan mikroskop elektron
(SEM), partikel tampak berbentuk bulat. Ketika
dikenakan Horiba NanoPartica A2, distribusi
ukuran partikel formulasi liposomal optimalkan
(F7) berkisar 60-250 nm dan ukuran partikel
rata-rata ditemukan menjadi 120.9 nm
menunjukkan baik dalam liposomals

Conclusion
Berdasarkan profil pelepasan dan
efisiensi penjerapan, formulasi F3 dan F7
dianggap
formulasi optimal. Selain itu efisiensi %
penjeratan obat dan% pelepasan obat
dari formulasi fosfatidil kolin (F7) diamati.
Hal ini disebabkan oleh ketahanan dan
sifat kaku kolin fosfatidil telur bila
dibandingkan dengan soyalecithin.

Thanks
^_^