Anda di halaman 1dari 32

Biofisika Radiasi

MEKANISME INTERAKSI
RADIASI DENGAN MATERI
Rahadi Wirawan

INTERAKSI RADIASI DENGAN MATERI


Interaksi partikel bermuatan (Heavy charged
particle) dengan bahan/materi
Partikel
bermuatan
ketika
melewati
bahan/materi mengalami kehilangan energi
melalui ionisasi dan eksitasi atom

Maksimum energi yang ditransfer dalam suatu


tumbukan tunggal diformulasikan sebagai berikut:

Dalam keadaan relativistik :


dengan

Untuk keadaan ekstrem,


dimana

Persamaan di atas tereduksi


menjadi

Stopping power/Daya henti (SP)


Definisi: Laju pengurangan energi linier
dalam materi

dE

dx

MeV cm
1

SP merupakan parameter penting dalam


fisika radiasi dan dosimetri

probabilitas terjadinya tumbukan elektron or


tampang lintang makroskopik/atenuasi (cm-1),
dan Qavg adalah energi rata-rata yang hilang
saat tumbukan

Parameter yang terkait dengan SP adalah


LET (Linear energy transfer)-laju transfer
energi yang diekspresikan keVm-1 di udara.

Perhitungan stopping power semiklasik


Thn. 1913 Bohr, mengemukakan formulasi
stopping power untuk partikel bermuatan
Momentum:
Heavy
particle

Gaya
Coulomb

2k0 ze 2
p
Vb

Energi yang ditransfer:

p2
2k02 z 2 e 4
Q

2m
mV 2b 2

dengan b adalah parameter impact

Total laju kehilangan energi:

Formulasi semiklasik stopping power:

dengan f adalah frekuensi orbital, n


elektron persatuan volum

densitas

Formulasi Bethe untuk stopping power:


Menggunakan mekanika kuantum relativistik, Bethe
memperoleh formulasi stopping power untuk partikel
bermuatan besar dalam suatu medium uniform:

Jika terdiri atas Ni atom cm-3 dengan nomor atom Zi


dan mean energi eksitasi Ii , maka dalam persamaan
Bethe dapat dilakukan substitusi untuk

n ln I N i Z i ln I i
i

Range/Batas Pergerakan Partikel


Jarak yang ditempuh partikel sebelum akhirnya diam
T

dE
R (T )

dx
0

dE

dengan T adalah energi kinetik partikel bermuatan

Interaksi elektron dengan bahan/material


Mekanisme kehilangan energi
Seperti halnya partikel bermuatan, partikel beta
dapat mengeksitasi dan mengionisasi atom.
Stopping power melalui tumbukan untuk elektron
dan positron:

dengan
Untuk elektron
positron

dimana =T/mc2 adalah energi kinetik T partikel - atau


+ per energi diam elektron mc2.

dengan

Stopping power total:

dengan

Range/Batas Pergerakan Partikel

Interaksi foton dengan bahan/material


Tak seperti partikel bermuatan, foton secara
kelistrikan netral dan dapat bergerak dalam range
jarak tertentu sebelum berinteraksi.
Ketika berinteraksi, foton dapat diserap, hilang
atau dihamburkan, mengalami perubahan
arah perjalanannya dengan atau tanpa
kehilangan energinya.

Mekanisme deposisi energi foton: absorpsi


fotolistrik,
hamburan
Compton,
produksi
pasangan, reaksi fotonuklir.

Interaksi foton gamma dengan material


Dalam interaksi, peluang untuk terjadinya interaksi
diungkapkan dalam 2 parameter tampang lintang
yaitu:
tampang lintang makroskopik (koefisien atenuasi )
tampang lintang mikroskopik, (peluang interaksi
persatuan panjang per densitas atom bahan, )
(Hussein, 2011):

A

N
NA

dengan N adalah densitas atom


bahan, adalah densitas bahan, A
adalah massa atom dan NA adalah
bilangan Avogadro.

Selain itu, parameter lain yang juga berperan dalam


interaksi berkas radiasi atau foton adalah jarak bebas
rata-rata . Parameter ini menyatakan pergerakan yang
ditempuh foton sebelum terjadi interaksi berikutnya
(Hussein, 2011):

x exp( x )dx
0

exp( x )dx
0

Efek Fotolistrik (PE)


Pada interaksi fotolistrik, foton mengalami suatu interaksi dengan
atom absorber yang mengakibatkan fotoelektron keluar dari salah
satu kulit atom.
Besarnya energi kinetik fotoelektron :

E pe E E b
dengan Eb adalah energi ikat fotoelektron pada kulit atom.

Peluang foton mengalami interaksi fotolistrik dideskripsikan melalui


parameter tampang lintang reaksi dengan besarnya koefisien
atenuasi (PE):
PE

N A
N
Z n
x
konstanta x 3,5 x A
A
A
E

Secara spesifik tampang lintang interaksi untuk kulit K


diungkapkan melalui persamaan (Ahmed, 2007):

32
E / 0,511MeV 7

1/ 2

4 Z 5 Th cm 2 / atom

Hamburan Compton (CS)


Energi foton terhambur Esc (MeV)

E SC
1

E
0,511

(1 cos )

Sebagian energi diberikan kepada


elektron penghambur (elektron recoil)
Ee.

Ee E ESC

Energi Ee merupakan energi yang


tersimpan dalam material. Untuk suatu
hamburan tunggal, energi maks. yang
tersimpan dalam material/ detektor
(Cherry dkk., 2003):

MeV

E2
Ee
( MeV )
E 0,2555

Distribusi angular hamburan gamma yang diprediksikan melalui


formulasi Klein-Nishina untuk diferensial tampang lintang
hamburan (Knoll, 1989),

d
1

Zr02
d
1 (1 cos )

1 cos 2

2 (1 cos ) 2
1

2
(1 cos )[1 (1 cos )]

dengan h/m0c2 dan r0 merupakan radius elektron klasik, serta


adalah sudut hamburan foton terhadap arah semula. Sedangkan
untuk tampang lintang hamburan elektron dituliskan pada
persamaan (Parks, 2009):
2

E
1 i (1 cos ) m c 2
2
0
2

E
E
m
c

E
d
f
f
0

2
i
2

r0 sin

sin
2


dE e
E i E i E f
E i sin

dengan Ei,Ef adalah energi foton datang dan energi foton


hambur, m0c2 adalah energi diam elektron dan r0 merupakan
radius elektron klasik, serta adalah sudut hamburan foton
terhadap arah semula.
Besarnya tampang lintang (formulasi Klein-Nishina) (Arya, 1966)

dengan re adalah jari-jari klasik elektron (2,82 fm) dan =h/m0c2


Koefisien atenuasi hamburan Compton:

CS ( E )

N
A

A (E)
C

Produksi Pasangan (PP)


Untuk proses interaksi produksi pasangan, terjadi
konversi sinar gamma menjadi pasangan elektronpositron.
Proses ini terjadi dalam medan Coulomb inti.
Energi yang diserap dalam material melalui produksi
pasangan dituliskan pada persamaan

E e E 1.022

( MeV )

Besarnya tampang lintang untuk interaksi ini bergantung


pada energi sinar gamma (E) dan nomor atom (Z) bahan
yang diungkapkan melalui hubungan

Z 2 f ( E , Z )

Secara keseluruhan, kontribusi dari proses-proses interaksi


yang terjadi dideskripsikan dalam parameter koefisien atenuasi
linier total bahan yang merupakan gabungan dari koefisien
atenuasi masing-masing interaksi yang terjadi

(E) i (E)
i

PE ( E ) CS ( E ) PP ( E )

NA
( E ) ( E ) ( E )
A

Besarnya koefisien atenuasi massa (/) dinyatakan

NA
( E ) ( E ) ( E )

Untuk bahan tidak homogen (campuran) dengan fraksi massa


(wj) dari komponen-komponen penyusun. Besarnya densitas
atom bahan penyusun (Nj) dan besarnya koefisien atenuasi
massa bahan dinyatakan

j N A wj N A
Nj

Aj
Aj

w j i

dengan indeks j menyatakan komponen penyusun, wj adalah


fraksi massa komponen penyusun campuran j dan indeks i
berkaitan dengan jenis interaksi yang terjadi dalam bahan.

Reaksi Fotonuklir
Foton dapat diserap oleh inti atom, dan mengeluarkan nukleon
(fotodesintegrasi)
Contoh:
sinar gamma yang diserap oleh inti
sebuah neutron.
206
82

Pb , n

206
82

Pb dengan mengemisikan

205
82

Pb

Terdapat energi ambang (threshold) untuk terjadinya


fotodesintegrasi.
Threshold untuk reaksi (,p) cenderung lebih besar
dibandingkan dengan reaksi (,n) disebabkan tolakan
penghalang Coulomb yang harus diatas proton ketika keluar
dari inti.
Probabilitas terjadinya lebih kecil dibandingkan kombinasi
PE, Compton, dan Produksi Pasangan.
Reaksi fotonuklir yang juga dapat terjadi (,2n) atau (,np)
Absorpsi foton juga dapat menginduksi fisi pada inti berat

Gambar Respon pengukuran radiasi dari suatu sumber


gamma dari efek fotolistrik dan hamburan Compton
(diadopsi dari Parks, 2009).

Gambar. Spektrum dari detektor dengan ukuran berbeda


(diadopsi dari Gilmore, 2008).

Koefisien Atenuasi ( )
tampang lintang makroskopik (koefisien atenuasi )

Koefisien transfer energi dan koefisien penyerapan


energi (dalam Dosimetri)
PE :

CS :
PP :

Fraksi energi foton datang yang ditransfer


ke elektron
(fotoelektron dan elektron Auger)
diekspresikan sebagai 1- /hv, dimana
adalah rata-rata energi yang diemisikan
sebagai radiasi fluoresen yang mengikuti
absorpsi fotolistrik
Fraksi rata-rata energi foton datang yang
dikonversi menjadi energi kinetik awal
elektron Compton
2mc2 merupakan energi diam pasangan