Anda di halaman 1dari 35

Sub Pokok Bahasan:

A. Pengertian Kimia Organik


B. Ikatan Kimia pada Senyawa Organik
C. Tatanama Senyawa Organik

PENGERTIAN ILMU KIMIA


Ilmu Kimia mempelajari perubahan materi
Materi
Materi bentuk lain
- bentuk - bentuk
- sifat
- sifat
Contoh:
Minyak bumi
bahan bakar,
plastik, polimer, pupuk, pestisida, dsb.
Batubara (C)
Bahan bakar gas atau cairan
CH4 (metana)
CH3OH (metanol)
Proses kimia pada umumnya akan menurunkan kualitas lingkungan.
Contoh: polutan dari kendaraan bermotor

Primary Pollutants
CO

CO2
SO2 NO NO2
Most hydrocarbons
Most suspended
particles
Sources

Natural

Mobile

Stationary

Secondary Pollutants
SO3
HNO3 H2SO4
H2O2
O3 PANs
Most NO3 and SO24 salts

Acid Rain Chemistry


Wind
Transformation to
sulfuric acid (H2SO4)
and nitric acid (HNO3)

Nitric oxide (NO)

Acid fog

Ocean

Windborne ammonia gas


and particles of cultivated soil
partially neutralize acids and
form dry sulfate and nitrate salts
Sulfur dioxide (SO2)
and NO

Dry acid
deposition
(sulfur dioxide
gas and particles
of sulfate and
nitrate salts)
Farm

Wet acid deposition


(droplets of H2SO4 and
HNO3 dissolved in rain
and snow)

Lakes in
deep soil
high in limestone
are buffered

Lakes in shallow
soil low in
limestone
become
acidic

Acid Rain Effects


What are the effects?
In Soils:
H+ displaces cations in clay and
humus, resulting in nutrient
depletion

Perubahan pada Daur Karbon: Efek Rumah


Kaca (Peningkatan kandungan CO2
atmosfer dan suhu)
Sebab:
1) Pembakaran bahan bakar fosil
2) Penebangan hutan

Akibat:
1) Kandungan CO2 di atmosfer
meningkat, panas matahari
yang terjebak di atmosfer
meningkat.
2) Suhu meningkat.

Materi adalah setiap benda/bahan yang membutuhkan dimensi


ruang dan jumlahnya dapat diukur oleh satuan yang disebut
massa
Sifat Materi:
1.Fisika (warna, kilap, kekerasan)
2.Kimia
Homogen

Heterogen
Campuran

Unsur

Zat
Perubaha
n
Kimia

Perubaha
n fisika
Senyawa

A.Definisi Kimia Organik


Istilah kimia organik digunakan pertama kali
pada tahun 1807.
The term Organic
chemistry study of compounds derived
from natural sources atau Kimia Organik:
cabang ilmu kimia yang mempelajari mengenai
struktur serta pembentukan senyawa karbon, yang
berasal dari makhluk hidup atau senyawa-senyawa
yang dapat diturunkan termasuk reaksi yang terlibat,
mekanisme reaksi, serta ikatan dan juga kekuatan
ikatan antar atom didalam senyawa karbon.

Pada tahun 1828, Friedrich


Wohler, menemukan bahwa
senyawa organik dapat disintesis
di laboratorium (UREA), sehingga
definisi kimia organik mengalami
perubahan.
Organic chemistry is the study of
carbon compounds, atau kimia
yang mempelajari senyawasenyawa karbon yang
mengandung ikatan CC, ikatan
CH atau keduanya

1850 Kimia dari senyawa yang datang dari


benda hidup muncul istilah organik
1900 ahli kimia mensintesa senyawa kimia
baru di lab yang tidak ada hubunganya
dengan makhluk hidup

KIMIA KARBON

Materi

tanaman / hewan
Makanan
Bahan farmasi/ kosmetik
Plastik
Komponen minyak bumi
Pakaian

Jumlah senyawa organik yang


sudah dapat disintesis di
laboratorium jauh lebih banyak
dibandingkan jumlah senyawa
organik alami.
Contoh senyawa organik sintetik:
vitamin, asam amino, zat pewarna,
kamfer, plastik, deterjen, dan
insektisida.

Medicines

DNA

Active Pharmaceutical Ingredients


Excipients
Fuels

Materials

Essential oils

Pigments

IKATAN KIMIA DALAM SENYAWA


ORGANIK
IKATAN KOVALEN ATOM KARBON
Atom karbon biasanya membentuk ikatan kovalen
dengan atom lain melalui pemakaian elektron
secara bersama.
Misalnya pada senyawa metana (CH4) , karbon
bergabung dengan empat atom hidrogen (masingmasing memasok satu elektron valensi) dengan
menggunakan bersama empat pasang elektron.
Karbon dapat juga menggunakan pasangan

1.IKATAN KOVALEN MURNI


Atom karbon mempunyai kemampuan
untuk berbagi elektron tidak saja dengan
atom yang berbeda tetapi juga dengan
atom karbon lainnya.
Ikatan C-C pada etana dan ikatan H-H
pada molekul H2 ialah ikatan kovalen
murni, dengan elektron yang digunakan
bersama secara adil di antara 2 atom
karbon yang identik.

2. IKATAN KOVALEN POLAR


Ialah ikatan kovalen yang pasangan
elektronnya tidak terbagi merata di
antara kedua atomnya.
Contoh: Ikatan pada molekul H-Cl.
Atom Cl lebih elektronegatif daripada
atom H. Polarisasi ikatan ini dinyatakan
dengan tanda panah yang matanya
mengarah ke negatif dan ekornya diberi
tanda plus. Atau, muatan parsial ditulis
dengan + atau - (delta plus atau delta
minus).

Contoh:
H : Cl :

+
atau

H : Cl :

+ atau HCl :

Pasangan elektron pengikatan yang terbagi tidak


secara merata, lebih condong ke arah Cl
Dalam Tabel Berkala, dari kiri ke kanan dalam
periode tertentu, unsur menjadi lebih
elektronegatif, karena meningkatnya nomor atom
atau muatan pada inti.
Dari atas ke bawah dalam golongan tertentu,
unsur menjadi kurang elektronegatif karena
elektron valensi terlindungi dari inti akibat
meningkatnya jumlah elektron di kulit dalam.

Atom di sebelah kanan ikatan berikut lebih


elektronegatif dibandingkan atom di sebelahh
kiri:
CN

CCl

HO

BrCl

CO

CBr

HS

SiC

Tugas:
1. Ramalkan polaritas ikatan ClP dan ikatan
SO
2.Nyatakan polarisasi ikatan pada struktur
tetraklorometana (CCl4)

3. IKATAN KOVALEN MAJEMUK


Perhatikan ikatan pada CO2
O : : C : : O atau O=C=O
Dua pasangan elektron digunakan
bersama di antara karbon dan oksigen.
Ikatan ini dinamakan ikatan rangkap
(double bond).
Setiap atom oksigen juga memiliki dua
pasangan elektron non pengikatan atau
pasangan elektron bebas.

HCN (Hidrogen Sianida) adalah contoh


senyawa sederhana dengan ikatan
rangkap tiga (triple bond) yaitu ikatan
dengan penggunaan bersama tiga pasang
elektron.
H:C:::N: atau H-CN: atau H-CN

TATA NAMA SENYAWA ORGANIK


Terdapat > 10 juta senyawa organik (sampai
2005)
Bagaimana mengidentifikasinya?
PERLU PENAMAAN!
Terdapat dua sistem penamaan:
1.Sistem TRIVIAL: Penamaan berdasarkan sumber
senyawa berasal, atau sifat-sifat yang dimiliki,
atau nama penemu atau daerah ditemukan.
2.Sistem IUPAC (International Union of pure and applied
chemistry) (http://www.iupac.org/): Penamaan secara
saintifik & paling luas diterima. Penamaan senyawa
organik dengan melihat senyawa tersebut sebagai
turunan hidrokarbon rantai lurus.

TATA NAMA SENYAWA ORGANIK

Senyawa karbon/organik

Senyawa anorganik

membentuk ikatan
kovalen
dapat membentuk rantai
karbon
non elektrolit
reaksi berlangsung
lambat
titik didih dan titik lebur
rendah
larut dalam pelarut
organik

membentuk ikatan ion


tidak dapat membentuk
rantai karbon
elektrolit
reaksi berlangsung cepat
titik didih dan titik lebur
tinggi
larut dalam pelarut
pengion

Klasifikasi didasarkan pada GUGUS FUNGSI


Tiga kelompok utama :

Hidrokarbon
Senyawa yang mengandung oksigen
Senyawa yang mengandung nitrogen

2.1. Hidrokarbon Jenuh (Alkana = Parafin)

Hanya mengandung ikatan kovalen tunggal


Rumus molekul: Cn H2n+2
Mempunyai afinitas kecil terhadap pereaksi kimia
(Parafin berasal dari kata parum = kecil; affinis =
reaktivitas)
Secara lambat bereaksi dengan halogen pada suhu
kamar.
Reaksi dapat dipercepat dng bantuan cahaya dan
suhu tinggi.

CH4 + Cl2

CH3Cl + HCl

C7H16 + 11 O2

7 CO2 + 8 H2O

Ho = -4812 kJ/mol

Tabel 1. Hubungan antara bobot molekul dengan titik didih


No

Senyawa

Rumus
Molekul

Titik didih

Metana

CH4

-161,5

Etana

C2H6

-88,6

Propana

C3 H 8

-42,1

Butana

C4H10

-0,5

C4H10

-11,7

Isobutana
(isomer butana)

Pentana

C5 H12

36,1

Isopentana
(isomer pentana)

C5 H12

27,9

*) kenaikan bobot molekul berbanding lurus dengan


kenaikan titik didih
*) makin banyak percabangan, makin rendah titik didihnya

Struktur Alkana
1.Alifatik
2.Siklik (cincin) = Alisiklik
Senyawa Siklik mempunyai rumus: CnH2n
Contoh:
Siklopropana (C3 H6 ))

Siklobutana (C4 H8 )

Siklopentana (C5 H10 )

Sikloheksana

Sudut ikatan pada siklopropana adalah 60o


sedangkan sudut normal pada senyawa alifatik
= 109,5o
Hal ini menyebabkan ikatan pada siklopropana
sangat strained (rapat), sehingga cincin
mudah terbuka. Siklopropana adalah senyawa
yang paling reaktif dibandingkan semua alkana.

a.

Alkena

Kedua atom C yang terikat melalui ikatan


rangkap mempunyai 2 jenis ikatan, yaitu ikatan
(Thau) dan ikatan (phi)

Atom karbon dapat berotasi dengan bebas pada ikatan


tunggal, tetapi tidak dapat berotasi pada ikatan rangkap,
karena ikatan rangkap bersifat kaku.

Hal tersebut memungkinkan adanya isomer


geometri, contoh pada senyawa butena.
Alkena lebih reaktif dibandingkan
Alkana
Ikatan phi relatif lemah, sehingga
dapat diputuskan dengan mudah
melalui reaksi adisi
Etena merupakan bahan dasar industri
polietilen

b. Alkuna
Dua atom C dihubungkan melalui ikatan
rangkap 3 dan terikat dengan 2 jenis ikatan,
yaitu ikatan (Thau) dan ikatan (phi)
Sifat kimia alkuna mirip Alkena, tetapi Alkuna
lebih cepat bereaksi karena mempunyai 2
ikatan (phi).
Senyawa yang paling sederhana: Etuna
(Asetilena)
Senyawa ini mudah terbakar melalui reaksi:
H-C C-H + 5 O2 (g) 4 CO2 + 2 H2O
-2511,2 kJ.

H=

Mempunyai struktur lingkar

Ikatan antara 2 atom karbon dalam cincin


benzena bukan merupakan ikatan tunggal atau
ikatan rangkap

Ikatan tersebut merupakan ikatan yang berada


antara tunggal dan rangkap (suatu hibrid)

Semua ikatan adalah ekivalen dan mempunyai


orde ikatan 1

Struktur benzena seringkali dilukiskan dengan


1 lingkaran dalam cincin molekul. Hal ini untuk
menegaskan bahwa semua ikatan C-C adalah
ekivalen, dan elektron-elektron pada ikatan phi
terdelokalisasi (tersebar) ke seluruh cincin.
Beberapa contoh senyawa hidrokarbon
aromatik penting dan derivatnya mengandung
lebih dari 1 cincin:
a.Naftalena (C10H8) ditemukan dalam tanaman
kamfer (kapur barus)
b.Antrasena (C14H10) ditemukan dalam batubara
c.Benzpirena (C20H12) ditemukan dalam asap
rokok