Anda di halaman 1dari 20

V.

MENYEIMBANGKAN MASSA-MASSA
BERPUTAR
Percepatan mekanisme mengakibatkan gaya kelembaman
(gaya inersia) pada mekanisme dan gaya kelembaman ini
dapat menimbulkan goncangan (shaking force) pada
konstruksi atau mesin.
Tiga cara/kondisi membuat seimbang massa-massa berputar,
yaitu:
- Membuat seimbang sebuah massa yang berputar.
- Membuat seimbang beberapa massa berputar dalam
bidang
melintang/datar yang sama.
- Membuat seimbang beberapa massa yang berputar yang
terletang dalam beberapa bidang melintang/datar.

DINAMIKA Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UNUD

5.1. Membuat Seimbang Sebuah Massa yang Berputar.


M

M
R

Me

Me

Re
R cos

Keseimbangan statis :
Keseimbangan statis dicapai jika jumlah total momen oleh
gaya berat dari sistem massa terhadap sumbu putar
(poros) sama dengan nol.
M.g.R cos - Me.g.Re cos = 0
Me .Re = M.R

(5.1)

DINAMIKA Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UNUD

Keseimbangan dinamis :
Keseimbangan dinamis dicapai bila total gaya inersia
yang timbul akibat putaran sama dengan nol.
M.R.2 - Me.Re.2 = 0
Me.Re = M.R

(5.2)

Dari persamaan (5.1) dan (5.2) terlihat keseimbangan


statis dan dinamis dicapai bila memenuhi persyaratan :
Me.Re = M.R
Bila harga Re ditentukan maka harga Me dapat dihitung.

DINAMIKA Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UNUD

5.2. Membuat Seimbang Beberapa Massa Berputar Dalam Bidang


Melintang/Datar
M2yang Sama.
M1

M1

R2

M3

M3
A

M2

R1
1

R3

e
Re
Me

Me

Keseimbangan statis.
Keseimbangan statis dicapai bila jumlah momen oleh gaya berat dari massa-massa tersebut terhadap poros
sama dengan nol.

M1.g.R1 cos 1 + M2.g.R2 cos 2 + M3.g.R3 cos 3 +Me.g.Re cos e = 0


Mi.Ri cos i + Me.Re cos e = 0

(5.3)

DINAMIKA Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UNUD

Keseimbangan dinamis :
Keseimbangan dinamis dicapai apabila jumlah gaya inersia
akibat putaran sama dengan nol.

Arah horisontal :
M1.R1.2 cos 1 + M2.R2.2 cos 2+ M3.R3.2 cos 3 + Me.Re.2 cos e = 0
(5.4)

Mi.Ri cos i + Me.Re cos e = 0

Arah vertikal :
M1.R1.2 sin 1 + M2.R2.2 sin 2+ M3.R3.2 sin 3 + Me.Re.2 sin e = 0
(5.5)

Mi.Ri sin i + Me.Re sin e = 0


(5.3) = (5.4)

Jadi, keseimbangan statis dan dinamis dicapai bila


memenuhi persyaratan :
Mi.Ri cos i + Me.Re cos e = 0
Mi.Ri sin i + Me.Re sin e = 0

Bila harga Re ditentukan


maka harga Me dan e
dapat dihitung.

DINAMIKA Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UNUD

Dengan cara grafis:


Jumlahkan gaya-gaya inersia sama dengan nol, secara vektorial
dituliskan :
3

M R
i

i 1

M e Re 2 0

M2
R2

M3
3

M1
2

atau

M R
i 1

M e Re 0

M3.R3

R1

3
1

R3

Me.Re

M2.R2

2
M1.R1

Re

Me

o
DINAMIKA Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UNUD

5.3. Membuat Seimbang Beberapa Massa yang Berputar yang


Terletak Dalam Beberapa Bidang Melintang/Datar.
A

M1

M1
M3

M3

R1
3

R3

R2
M2

M2

Ketidakseimbangan sistem muncul akibat :


- Jumlah gaya inersia yang timbul tidak sama dengan nol.
- Jumlah momen (kopel) yang timbul tidak sama dengan nol.
DINAMIKA Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UNUD

Menentukan massa penyeimbang.


Dengan cara analitis :

MA

M1

M3

M1

RA

M3

R1

a1

R3

a2

2
R2
M2

ab
a3

RB

M2

MB

DINAMIKA Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UNUD

Keseimbangan statis :
Keseimbangan statis terjadi apabila jumlah momen
oleh gaya berat terhadap poros sama dengan nol.
3

(M gR cos ) M
i

i 1

gR A cos A M B gR B cos B 0

(M R cos ) M
i

i 1

R A cos A M B RB cos B 0

(5.7)

Bila sistem diputar 900 berlawanan arah jarum jam,


maka keseimbangan statis menjadi :

M gR cos(
3

i 1

90 o ) M A gR A cos( A 90 o ) M B gR B cos( B 90 o ) 0

(M R sin ) M
i 1

R A sin A M B R B sin B 0

(5.8)

DINAMIKA Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UNUD

Keseimbangan dinamis :
Keseimbangan dinamis dipenuhi bila jumlah gaya
inersia yang timbul sama dengan nol, dan jumlah
momen oleh gaya inersia sama dengan nol.
a. Keseimbangan gaya inersia arah horisontal.
3

(M R
i 1

cos i ) M A R A 2 cos A M B RB 2 cos B 0

(M R cos ) M
i 1

R A cos A M B R B cos B 0

(5.9)

b. Keseimbangan gaya inersia arah vertikal.


3

2
2
2
(
M
R

sin

M
R

sin

M
R

sin B 0
i i
i
A A
A
B B
i 1
3

(M R sin ) M
i 1

R A sin A M B RB sin B 0

(5.10)

DINAMIKA Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UNUD


10

Keseimbangan momen terhadap bidang A oleh gayagaya inersia, arah horisontal.


3

(M R
i 1

cos i ai ) M A R A 2 cos A a A M B RB 2 cos B a B 0

(M R cos a ) M
i 1

R B cos B a B 0

(5.11)

Keseimbangan momen terhadap bidang A oleh gayagaya inersia, arah vertikal.


3

(M R
i 1

sin i ai ) M A R A 2 sin A a A M B RB 2 sin B a B 0

(M R sin a ) M
i 1

RB sin B a B 0

(5.12)

DINAMIKA Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UNUD


11

Memperhatikan pers. (5.7), (5.8), (5.9), (5.10), (5.11), dan (5.12), ternya
(5.7) = (5.9) dan (5.8) = (5.10)

Dengan demikian, syarat kesetimbangan statis dan dinamis terpenuhi ap


3

(M R cos ) M
i 1

R A cos A M B RB cos B 0

(5.9)

R A sin A M B R B sin B 0

(5.10)

(M R sin ) M
i 1

(M R cos a ) M
i 1

R B cos B a B 0

R B sin B a B 0

(M R sin a ) M
i 1

(5.11)

(5.12)

Apabila 2 besaran ditentukan, maka 4 besaran yang lain bisa dihitung


DINAMIKA Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UNUD
12

Menentukan massa penyeimbang dengan cara grafis


Keseimbangan gaya kelembaman dan keseimbangan
momen dapat dituliskan secara vektorial:
F = 0,
3

(M R
i 1

) M A R A 2 M B R B 2 0

(M R ) M
i 1

R A M B RB 0

(5.13)

M = 0,
3

(M R
i

i 1

ai ) M B RB 2 a B 0

(M R a ) M
i 1

RB a B 0

(5.14)

DINAMIKA Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UNUD


13

Contoh :
W1

B
W3

W1
W3
R3

a1

R1
3

a2

R2
W2

W2

a3
aB

Sebuah sistem massa berotasi seperti gambar


W1 = 10 lb, R1 = 6 in,
a1 = -3 in,
1
W2 = 16 lb, R2 = 4 in,
a2 = 8 in,
2
W3 = 5 lb,
R3 = 9 in,
a3 = 20 in,
3
aB = 25 in

diatas, diketahui :
= 30o
= 300o
= 135o

Tentukan bobot WA dan WB pada bidang A dan B pada jarak RA = RB =


10 in dari poros agar sistem seimbang.
DINAMIKA Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UNUD
14

Penyelesaian:
Cara analitis

(5.9)

(5.10)

(5.11)

(5.12)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

WR.cos

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

No

W
(lb)

R
(in)

a
(in)

Cos

Sin

1
2
3
A
B

10
16
5
WA
WB

6
4
9
10
10

-3
6
20
0
25

+ 0.866
+ 0,500
- 0,707
cos A
cosB

+ 0,500
- 0,866
- 0,707
sinA
sin B

+ 52
+ 32
- 31,8
10WAcosA
10WBcosB

=0

WR.sin

WR.a.cos

WR.a.sin

+ 30
- 55,4
+ 31,8
10WAsinA
10WBsinB

- 156
- 256
- 636
0
250WBcosB

- 90
- 443
+ 636
0
250WBsinB

=0

=0

=0

DINAMIKA Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UNUD


15

Bila kolom (7), (8), (9), dan (10) masing-masing dijumlahkan


didapatkan persamaan :
W R cos = 0,
10WAcos A + 10WB cos B + 52,2 = 0

(1)

W R sin = 0,
10WA sin A + 10WB sin B + 6,4 = 0

(2)

W R a cos = 0,
250WB cos B - 536 = 0

(3)

W R a sin = 0,
250WB sin B + 103 = 0

(4)

DINAMIKA Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UNUD


16

Bila persamaan (3) dan (4) dikwadratkan dan dijumlahkan,


maka:
(250 WB)2 (sin2 B + cos2 B) = 5362 + 1032

WB

536 2 103 2
2,18lb
2
250

Bila persamaan (4) dibagi persamaan (3), maka:

sin B
103
tg B
cos B
,536

Jadi B = 349,10

DINAMIKA Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UNUD


17

Masukkan harga WB da B ke dalam persamaan (1) dan


(2), didapat :
10 WA cos A = ( - 21,8 cos 349,1o ) - 52,2
10 WA sin A = ( - 21,8 sin 349,1o ) - 6,4
Kwadratkan dan kemudian jumlahkan, maka didapat WA = 7,36
lb.

Persamaan (2) dibagi dengan persamaan (1) didapat tg A =


0,031, sehingga didapat A = 182o.

DINAMIKA Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UNUD


18

Cara grafis.

W1

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

No.

WR

WRa

1
2
3
A
B

10
16
5
WA
WB

6
4
9
10
10

60
64
45
10WA
10WB

-3
+8
+ 20
0
+ 25

- 180
512
900
0
250 WB

B
W3

W1

W3
R3

a1

(6)

R1
3

a2

R2
W2

W2

a3
aB
DINAMIKA Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UNUD
19

WRa
- 180
512
900
0
250 WB

WR

WR

60
64
45
1 0 WA

60
64
45
1 0 WA

!0 WB

20,8

20,8

Skala 1 cm = 10 lb
60

64

250 WB

10 WA
45

0
- 180

250 WB = 520

WA = 6,8 lb

WB = 2,08 lb

B = 3500

10 WA= 68

900

A = 1840
512

Harga WB dimasukkan ke kolom 4

W1

W3
R3

R1
3

Skala 1 cm = 100 lb in
2
R2
W2
DINAMIKA Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UNUD
20