Anda di halaman 1dari 25

Formulation, development and

evaluation of transdermal drug


delivery system of Glimepiride

BY:
YAN HENDRIKA
157014048

Pendahuluan
Glimepirid,kelas sulfonylurea, untuk mengobati

hiperglikemia pada NIDDM.


ES hipoglikemik yang fatal, gangguan saluran cerna
seperti muak, muntah, anoreksia, dan nafsu makan
meningkat.
Penggunaan jangka panjang
Glimepirid menunjukkan koef. Partisi yang
menguntungkan
Penelitian ini merumuskan sistem matriks transdermal
glimepirid menggunakan citosan dan evaluasi in vivo-in
vitro

Bahan
Glimepirid
Chitosan
Asam Laktat
Reagent grade Analisis

Metoda
Persiapan matrix trandermal patch
Lapisan monolitik transdermal disiapkan dengan
metode Film Casting.
- Citosan 4% v/v dilarutkan dalam asam laktat.
- Campuran diaduk diatas lapisan teflon dengan
pengaduk magnet hingga didapat larutan yg baik
- Tambahkan glimepirid dan lanjutkan pengadukan
1.

- Campuran yang dihasilkan dipindahkan ke


lapisan teflon yang telah dilapisi aluminium foil
sebagai membran pendukung.
Dikeringkan dalam oven suhu 40C selama 6
jam.
Ditutupi dengan corong terbalik untuk untuk
mengendalikan laju pengeringan
Polimer dipotong ukuran 1x1 cm

Karakterisasi Fisikokimia
Ketebalan: diukur menggunakan sekrup cauge
Penampilan fisik: kekeruhan/ transparansi/

kehalusan/keriput/ kelembapan/ fleksibelitas/


kekuatan/ kelengketan.
Keseragaman bobot: 10 buah ditimbang dan
dirata2kan
Kandungan kimia: 1 buah pacth+20 metanol
dalam labu ukur>> analisis dengan spektro UV
pada 228 nm, 6x pengulangan

tudy pelepasan obat secara in vitro


>Dilakukan dalam modifiksi sel franz
Desain modifikasi difusi sel Franz
Terdiri dari kompartemen donor atas dan

kompartemen reseptor bawah yang dikelilingi


lapisan air untuk menjaga suhu 32C (USP).
Untuk keseragaman solusi di kompartemen
reseptor diaduk dengan kecepatan 600 rpm.
Volume dipertahankan 60 ml.
Kompartemen reseptor diambil cuplikan sampling
dengan interval waktu tertentu kemudian diukur
abs dengan UV. Media reseptor buffer phosfate
dngan 30% PEG-400 sebagai pelarut

Studi permeasi di kulit tikus


Kulit punggung dipotong, rambut dan jaringan

dibawahnya di bersihkan
Kulit di secara menyeluruh dengan aquades dan air
saline, direndam dalam air saline dan dicuci dengan
aquades beberapa kali.
Kulit dipotong sesuai kebutuhan dipasang antara
kompartemen difusi sel dengan bagian stata
korneum menghadap kompartemen donor. Diamkan
semalaman pada cairan reseptor untuk stabilisasi
dan optimlisasi.

Matriks yang akan diuji ditempatkan diatas kulit,

ditutup dengan aluminium foil. Kompartemen


donor dijepit, untuk menghindari gelembung udara
masuk kedalam chamber reseptor.
Sampel 3 ml di ambil setiap 48 jam, disaring, lalu
dianalisis dengan UV pada 228 nm

Studi Invivo
Iritasi kulit
Menggunakan 24 ekor tikus dibagi dalam 4 kelompok.
I>> Tidak ada perlakuan
II>> Patch Kosong
III>>> Patch yang mengandung obat
IV>> Larutan formalin 0,8% (sebagai iritan standar)
Patch dilepaskan setelah 48 jam, diganti dengan yg
baru pada hari 2, 4, 6 selama 7 harii
1.

Evaluasi Farmakokinetik pada tikus


2 kelompok tikus masing2 6 ekor:

Diberi suspensi oral glimepirid 4 mg/ hari


2. Patch glimepirid 17 cm2 ditempel dikulit, diikat
dengan pita perekat.
0,3 ml sampel darah vena ekor diambil pada wktu
tertentu, disentrifugasi 4000 rpm, suhu 0-4C 30
menit untuk mendapatkan plasma. Disimpan pd
-20C sebelum dianalisis
1.

Ekstraksi plasma dan Analisis dengan kromatografi


Menggunakan HPTLC
300 l plasma+300 etil asetat di vortex selama 2

menit untk mendapatkan ekstrak obat dr plasma.


Sentrifugasi 3500 rpm pada 0-4C selama 45 menit
untuk mengendapkan protein
Dianalisis dengan HPTLC

Evaluasi farmakodinamik pada tikus diabetes


Tikus wistar jantan>>puasakan 30 jam>>

stereptozotocin 50 mg/ kg i.p>> diukur kadar gula


darah setelah 24 jam>> didapatkan mencit
diabetes>> bagi 2 kelompok (6 ekor masing2)

Grup I: suspensi oral glimepirid 10 mg/ kg


Grup II: Patch 17 cm2 yang mengandung glimepirid

Darah vena ekor diambil dan diukur kadar glukosa darah


pada jam 0 dan setiap 1 jam

HASIL

Karakterisasi Fisika- Kimia

Keseragaman matriks dibuktikan dengan rendahnya


standar deviasi berat dan ketebalan pengukuran dan
kandungan isi obat itu dalam batas yang diizinkan

Studi permeabilitas secara In Vitro

P1, P2, P3 dan P4, merilis total26,7%, 27,9%, 33,3% dan 23,2% dalam

48 jam
P5 merilis 50% pada jam ke-18 dan total 71,4% di 48 jam.
P6 dirilis 50% dan 80% pada 8 dan 30 jam dan total 93,6% di 48 jam.
>>> P6 dipilih sebagai formulasi yang akan dioptimalkan.

Studi Iritasi kulit

Tidak ada tanda-tanda eritema dan edema yang diamati dalam uji ini
Kelompok kontrol positif yang menunjukkan eritema dan edema

maksimum
Perbedaan yang signifikan (P <0,01) adalah antara patch dan
kelompok formalin.

Studi farmakodinamik

Studi farmakokinetik
Menunjukkan bahwa glimepiride diserap perlahan-lahan,
tapi terus menerus dari
transdermal patch.
Meskipun peningkatan konsentrasi obat lebih lambat tapi
berkelanjutan efektif tingkat waktu yang lama.
AUC secara signifikan lebih tinggi pada patch yang juga
menunjukkan peningkatan bioavailabilitas
obat dibandingkan dengan pemberian suspensi oral.

Kesimpulan
Patch transdermal jauh lebih baik tingkat terapeutik
obat dalam darah dan untuk jangka waktu lama juga.
Sifat non-iritan dari patch juga keuntungan
menggunakan polimer mukoadhesif alami.
Teknologi ini dapat dikembangkan untuk pengobatan
antidiabetes lain.

Efek penurunan glukosa darah dari patch dipengaruhi

laju pelepasan berkelanjutan dan pelepasan yang


dikendalikan
Pelepasan terkontrol dari patch lebih baik dari pada
penggunaan glimepirid konvensional

Thanks