Anda di halaman 1dari 21

Peluang Dan Chi

Kuadrat

Peluang Dalam ilmu


Genetika
Menyangkut

derajat kepastian
Segregasi (pemisahan) dan
rekombinasi gen berdasarkan
hukum peluang
Genotip AA peluang
gamet A = 100 % atau 1
gamet a = 0

Persilangan

dihibrid antara babi hitam yang


berselempang putih (warna putih melingkar
di sekeliling punggung) heterozigot (BbHh x
BbHh) Peluang terbentuknya gamet BH, Bh,
bH, bh masing-masing

Warna

hitam dominan terhadap merah dan


pola selempang putih dominan terhadap
polos

Rasio

Babi
Babi
Babi
Babi

seluruh fenotip yang muncul :

hitam berselempang putih = 9/16


hitam polos = 3/16
merah berselempang putih =3/16
merah polos = 1/16

Ekspresi Binomial
Digunakan

untuk kejadian yang


hanya memiliki 2 alternatif
kemungkinan yang akan muncul ex :
jenis kelamin ternak yang baru lahir,
macam gamet yang dihasilkan oleh
individu heterozigot

Rumusnya

(p + q)n

p = peluang munculnya kejadian pertama


q= peluang munculnya kejadian kedua
n= jumlah kejadian

Ciri-ciri ekspresi binomial


1.

Jumlah kombinasi kejadian yang akan


muncul adalah (n+1) dengan n= jumlah
kejadian

Jika seekor sapi memiliki 2 ekor anak,


kemungkinan kombinasi kejadian yang
muncul yang berhubungan dengan jenis
kelamin ada 3 macam yaitu
(p + q)2 = p2 + 2pq + q2
p= peluang munculnya anak jantan
q= peluang munculnya anak betina
p2= peluang kedua anaknya adalah jantan
q2= peluang kedua anaknya adalah betina
2pq= peluang anaknya 1 jantan dan 1 betina

2.

Pangkat dari ekspresi ini mengikuti


pola tertentu. Pangkat p (kejadian 1)
dimulai oleh jumlah kejadian (n)
selanjutnya menurun sampai
pangkatnya 0 (nol). Pangkat q
(kejadian kedua) meningkat dimulai
dari q0 sampai qn

3.

Koefisien kombinasi kejadian


mengikuti aturan segitiga pascal
denga koefisiennya adalah jumlah dari
2 angka pada kolom diatasnya

Aturan Segitiga Pascal


Pangkat

Koefisien

Total

1 6

1 7

1 8

28

15

10

35

36

20

56

10

21

1 9
36

3
4

1
5

15
35

70
84

8
16
1
6

32
1

21 7

56

28

126 126

64
1

128

8 1

256

84

512

Penggunaan Ekspresi
Binomial
Jika

seekor sapi memiliki 4 ekor anak


maka peluang induk tersebut memiliki 3
anak jantan dan 1 anak betina adalah :
(p + q)4 = p4 + 4p3q + 6p2q2 + 4pq3 + q4
Jika p = peluang munculnya anaknya
jantan = 1/2
Jika q = peluang munculnya anak betina
= 1/2
Maka
4p3q = 4 (1/2)3(1/2) = 0.25

Uji Chi- Kuadrat


Rasio

fenotip yang dihasilkan dari


persilangan antar individu heterozigot = 3 :
1 jika diturunkan secara dominan penuh.
Jika persilangan ini menghasilkan 40 ekor
anak maka diharapkan muncul 25 ekor
anak fenotip dominan penuh dan 15 ekor
fenotip resesif.
Untuk menguji apakah hasil persilangan
yang kita dapatkan menyimpang dari rasio
harapan atau tidak bisa digunakan uji-chi
kuadrat

Rumus Uji Chi- kuadrat

Dimana :
X2

= chi kuadrat

= nilai pengamatan

= nilai harapan

= sigma (jumlah dari nilai nilai)

Contoh Penggunaan Uji Chi Kuadrat


1. Persilangan Monohibrid
Persilangan sapi bertanduk heterozigot dengan
sapi tidak bertanduk heterozigot, dihasilkan 40
ekor anak terdiri dari 25 ekor sapi yang tidak
bertanduk dan 15 ekor bertanduk. Kita ingin
mengetahui apakah hasil persilangan ini
menyimpang dari rasio harapan 3 : 1

Perhitungan Chi Kuadrat untuk rasio 3 : 1

Pengamatan (O)
Harapan (E)
(O E)
(O E)2
(O- E)2 / E
X2 = 0.83 + 2.5 =
3.33

Fenotip
Tidak bertanduk
Bertanduk
25
15
30
10
-5
5
25
25
0.83
2.5

Untuk menentukan apakah rasio diatas


menyimpang atau tidak nilai X2hitung harus
dibandingkan dengan nilai X2tabel

Tabel Chi Kuadrat


Deraja
t
Bebas

Peluang suatu Kesempatan Terjadi


0.70

0.50

0.30

0.20

0.10

0.05

0.01

0.15

0.46

1.07

1.64

2.71

3.84

6.64

0.71

1.39

2.41

3.22

4.60

5.99

9.21

1.52

2.37

3.67

4.64

6.25

7.82

11.35

2.20

3.36

4.88

5.99

7.78

9.49

13.28

3.00

4.35

6.06

7.29

9.24

11.07

15.09

3.83

5.35

7.23

8.56

10.64

12.59

16.81

4.67

6.35

8.38

9.80

12.02

14.07

18.48

5.53

7.34

9.52

11.03

13.36

15.51

20.09

Pada kolom pertama disajikan derajat

bebas. Derajat bebas pada kasus diatas


adalah (n-1) dengan n = jumlah kelas yang
muncul. Jumlah kelas pada kasus diatas
adalah jumlah fenotip yang ada dikurangi
dengan 1 atau 2-1 =1.
Nilai pada tabel menggunakan

pembanding 3.84 untuk tingkat


kepercayaan 5 % dan 6.64 untuk tingkat
kepercayaan 1 %. Tingkat kepercayaan 1
% dan 5 % adalah tingkat kepercayaan
yang umum digunakan.

Ada 3 kemungkinan dalam pengambilan kesimpulan :


1.Jika X2hitung < X2tabel , disimpulkan bahwa hasilnya tidak
berbeda nyata. Dengan kata lain, hasil persilangan
diatas tidak menyimpang dari rasio harapan
2.Jika X2hitung > X2tabel pada tingkat kepercayaan 5 %,
tetapi lebih kecil dari nilai X2tabel pada tingkat
kepercayaan 1 %, disimpulkan bahwa hasil
persilangan diatas berbeda nyata. Dengan kata lain,
hasil persilangan diatas menyimpang dari rasio
harapan 3 :1
3.Jika nilai X2hitung > X2tabel pada tingkat kepercayaan 1
%, disimpulkan bahwa hasil persilangan diatas sangat
berbeda nyata. Dengan kata lain hasil persilangan
diatas sangat menyimpang dari rasio harapan

Persilangan Dihibrid
Persilangan sapi berwarna hitam dan tidak
bertanduk heterozigot dihasilkan sebanyak
208 anak yang terdiri dari

107 sapi hitam tidak bertanduk


48 sapi hitam bertanduk
47 sapi merah tidak bertanduk
6 sapi merah bertanduk

Akan diuji apakah rasio fenotip hasil


persilangan ini menyimpang dari nilai
harapan 9 : 3 : 3 : 1

Tabel Perhitungan Chi Kuadrat Untuk Rasio 9


3:3:1
Fenotip
Hitam
Hitam
Merah
Tidak
Bertandu
Tidak
bertanduk
k
Bertanduk
107
48
47

Pengamatan
(O)
Harapan (E)
117
39
39
(O E)
-10
9
8
(O E)2
100
81
64
(O- E)2 / E
0.85
2.07
1.64
X2 = 0.85 + 2.07 + 1.64 + 3.77 = 8.32

Merah
Bertand
uk
6
13
-7
49
3.77

Pada kasus diatas derajat bebas kelas fenotip


yang ada adalah 4-1 = 3
Nilai chi kuadrat pada tingkat kepercayaan 5
% dan 1 % masing masing 7.82 dan 11.35
Hasil perhitungan Chi kuadrat hitung > chi
kuadrat tabel pada tingkat kepercayaan 5 %
tetapi masih lebih kecil dari chi kuadrat pada
tingkat kepercayaan 1 % sehingga disimpulkan
bahwa rasio fenotip hasil persilangan diatas
menyimpang dari rasio fenotip harapan 9 : 3 :
3:1
Ada 2 kelemahan utama Uji Chi kuadrat
1.Harus digunakan angka nyata dalam
perhitungan. Data persentase tidak bisa diuji
dengan Chi kuadrat
2.Uji ini tidak dapat digunakan bila jumlah nilai
harapan dalam suatu kelas fenotip kurang dari
5

Sekor kucing betina menghasilkan 5 ekor anak. Berapa peluang (a)


4 jantan 1 betina (b) 3 jantan, 2 betina
(c) 1 jantan, 4 betina dan (d) semua anaknya betina

Hasil perkawinan antara 2 ekor sapi tidak bertanduk heterozigot


disilangkan untuk mendapatkan :
a. 4 ekor anak tdk bertanduk dan 2 ekor anak yg bertanduk
P = peluang munculnya sapi tdk bertanduk (3/4), q = peluang
munculnya sapi bertanduk (1/4).
b. 3 anak tdk bertanduk dan 3 ekor anak bertanduk
c. 2 ekor anak tdk bertanduk dan 4 ekor anak bertanduk

Persilangan sapi berwarna hitam dan tidak berpunuk


heterozigot dihasilkan sebanyak 256 anak yang terdiri
dari
140 sapi hitam tidak berpunuk
52 sapi hitam berpunuk
54 sapi merah tidak berpunuk
10 sapi merah berpunuk

Akan diuji apakah rasio fenotip hasil persilangan ini


menyimpang dari nilai harapan 9 : 3 : 3 : 1

Fenotip
Hitam
Hitam
Merah
Merah
Tidak
Berpun
Tidak
Berpun
berpunu
uk
Berpunuk
uk
k
Pengamatan
140
52
54
10
(O)
Harapan (E)
144
48
48
16
(O E)
-4
4
6
-6
(O E)2
16
16
36
36
(O- E)2 / E
0.11
0,33
0,75
2,25
X2 = 0.11 + 0,33 + 0.75 + 2.25 = 3,44