Anda di halaman 1dari 24

Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang,

Ditjen PP & PL Depkes RI

Tujuan Program
Tujuan Umum :
Filariasis tidak menjadi masalah kesehatan
masyarakat Indonesia thn 2020

Tujuan Khusus :
1.

Menurunnya Mikrofilaria Rate < 1% di


Kabupaten/Kota

2.

Mencegah dan membatasi kecacatan karena


filariasis

Salah satu strategi utama eliminasi filariasis


pemutusan rantai penularan

Untuk mematikan semua mikrofilaria yang ada


dalam darah setiap penduduk dalam waktu
yang bersamaan rantai penularan putus

Dilaksanakan di daerah endemis filariasis (Mf


rate > 1%)

Unit pelaksanaan (IU) Kabupaten/Kota

Semua penduduk di daerah endemis filariasis


Pengobatan dpt ditunda sementara bagi :
1. Anak berusia < 2 tahun
2. Ibu menyusui
2. Ibu hamil
3. Penderita ggn fs ginjal
4. Penderita ggn fungsi hati (gagal hati kronik,
akut)
5. Penderita epilepsi
6. Sedang sakit berat
7. Penderita kronis filariasis dalam serangan akut
8. Anak dengan marasmus dan atau kwasiorkor
9. Penduduk usia lanjut ( 75 tahun)

DIETHYL CARBAMAZINE CITRATE (DEC)

ALBENDAZOLE

OBAT REAKSI PENGOBATAN


Paracetamol, CTM, Antasida doen, Salep antibiotika,
antibiotika oral, Kortikosteroid injeksi, Adrenalin injeksi,
infus set, cairan infus Ringer Laktat.

Albendazole 400 mg
Diethylcarbamazine 100 mg

Obat : DEC, Albendazole, Paracetamol


Dosis : DEC 6 mg/kgBB, Albendazole 400 mg
semua umur, Paracetamol 10 mg/Kg BB sekali
pemberian
Cara : diberikan sekali setahun selama minimal 5
tahun berturut-turut
Perhitungan dosis obat berdasarkan umur.
UMUR
(Tahun)

DEC (100 mg)


Tablet

Abendazole (400 mg)


Tablet

Parasetamol (500
mg) Tablet

2-5

0,25

6 - 14

0,5

> 14

A.

PERSIAPAN

1.

Penyiapan masyarakat
Pelaksana TPE (Kader)
Kegiatan

a.
b.

Memberikan info kpd masy ttg tempat, waktu dll mengenai


filariasis dan POMP filariasis
Pendataan sasaran/ penduduk dan mengisi kartu pengobatan
Seleksi penduduk yg ditunda pengobatannya
Pendataan kasus kronis filariasis

Penyediaan bahan, alat & obat

2.
a.

b.

Bahan & alat (kartu pengobatan, form pelaporan pengobatan,


Form sensus, form pendataan kasus kronis, media penyuluhan,
alat tulis)
Obat DEC, Albendazol, Paracetamol, Obat reaksi pengobatan :
Jumlah kebutuhan sesuai dg jumlah sasaran

B.

PELAKSANAAN POMP

1. Pelaksana
TPE/kader dg pengawasan petugas Puskesmas di
pos-pos pengobatan atau kunjungan dari rumah ke
rumah
2. Kegiatan
a.
Menyiapkan pos pengobatan, obat, kartu
pengobatan dan air minum
b.
Mengundang penduduk utk datang ke pos
c.
Memberikan obat & minum obat di depan TPE
d.
Mendatangi rumah penduduk yg tdk datang ke pos
e.
Mencatat jenis reaksi pengobatan dan melaporkan
kpd petugas Puskesmas
f.
Membuat laporan

Sosialisasikan kpd masyarakat pentingnya


minum obat fil dan kemungkinan reaksi
pengobatan.
Seleksi cermat penduduk sasaran.
Sosialisasikan RS rujukan kpd masyarakat.
Dokter dan tenaga kesehatan harus ada &
terjangkau dlm 5 hari ssdh pengobatan.
Stok obat utk ttlksn kejadian ikutan
dipastikan ada & cukup.
Minum obat filariasis ssdh makan dan
didepan TPE.

OBAT FILARIASIS
Obat Utama :
1. Diethylcarmazine Citrate (DEC)
2. Albendazole
3. Paracetamol
Obat Reaksi Pengobatan :
1.
Paracetamol
2.
Antasida
3.
CTM
4.
Prednison tablet 5 mg
5.
Deksametason 0,5 mg (tablet & injeksi)
6.
Adrenalin injeksi
7.
Amoksisilin

1.

2.

Terhadap Mikrofilaria, yaitu :


- Mematikan mikrofilaria.
Terhadap Makrofilaria, yaitu :
- Mematikan makrofilaria.
- menghambat reproduksi makrofilaria.

Absorbsi & Ekskresi DEC


- Absorbsi cepat di saluran cerna.
- Diekskresi dalam 48 jam mlli urin.

Mekanisme Kerja Albendazole


1.

2.
3.

Meningkatkan efek DEC dlm


mematikan mikrofilaria.
Melemahkan otot makrofilaria.
Sebagai obat cacing usus.

Absorbsi & Ekskresi DEC


- Absorbsi cepat di saluran cerna.
- Diekskresi dalam 48 jam mlli urin.

Umur (tahun)

DEC
(tablet 100
mg)

Albendazole
(tablet 400
mg)

Paracetamol
(tablet 500
mg)

2-5

0,25

6-14

0,5

14

Pengobatan Massal

DEC
2-5 th
1
6-14 th
14 th
3

Albendaz
ole

Paraceta
mol

0,25

0,5

Pengobatan
Penderita
Filariasis
(Individual)
DEC

Paraceta
mol

3x100
mg
sehari
selama
10 hari

3x500
mg
sehari
selama 3
hari

Gejala Umum Pada 3


(respon imun,
matinya
mikroflaria)

Gejala Lokal
(respon imun,
matinya
makrofilaria)

Sakit kepala, pusing,


hari
demam, mual, muntah,
pertam nafsu mkn turun,nyeri
a
otot, nyeri sendi,lemas
1-3
Limfadenitis, limfangitis,
minggu adenlimfangitis,
funikulitis, epididimitis,
orkitis, orkalgia,abses,
ulkus, limfedema.

Ringan

Demam, pusing,sakit kepala, nyeri otot, nyeri


sendi,lemas, mual, muntah, nafsu makan
berkurang, keluar cacing.

Sedang

Diare, eritema, urtikaria,limfadenitis,


limfangitis, adenolimfangitis, nodul subkutan,
abses, orkitis, orkalgia, epididimitis,
funukulitis.

Berat

Asma bronkial, angioedema, ikterus,


kolestasis, serangan epistaksis.

Mengancam Syok anafilaktik, spasme larings


nyawa

GAMBAR KEJADIAN IKUTAN


PASCA PENGOBATAN FILARIASIS

LIMFADENITIS

URTIKARIA

ABSES

Klasifikasi

Gejala

Penanggulangan

Ringan

Demam, pusing, sakit


kepala, nyeri otot, nyeri
sensi, lemas.

Istirahatkan.
Berikan paracetamol (10
mg/KgBB/kali) setiap 4 jam.
Bila dlm 3 hr demam ttp
berlanjut rujuk PKM

Mual, muntah, nafsu makan


berkurang.

Istirahatkan.
Berikan minum air hangat.
Bila gejala tdk berkurang
berikan antasida ssi dosis.
Berikan obat anti muntah
bila perlu.

Keluar cacing.

Berikan penjelasan bahwa


kejadian tsb tdk berbahaya
bahkan menguntungkan.

KLASIFIKASI

GEJALA

PENANGGULANGAN

Sedang

Diare

Nilai derajat dehidrasi :


1.Tanpa dehidrasi banyak
minum, bila perlu berikan oralit .
2.Dehidrasi ringan berikan
oralit.
3.Dehidrasi sedang & Berat
rujuk ke PKM/ RS.

Eritema & Urtikaria

Ringan berikan CTM dan KS


oral.
Bertambah berat Injeksi KS di
PKM / RS.

Limfadenitis,
limfangitis,
adenolimfangitis

Kompres daerah meradang &


berikan antibiotik & analgetik.

Nodul subkutan

A & antiseptik eksisi nodul


berikan AB & AG.

Abses

A & antiseptik insisi abses


drainase AB & AG

Klasifikasi

Gejala

Penanggulangan

Berat

Asma bronkiale,
angioedema, ikterus,
kolestasis, serangan
epilepsi.

Rujuk RS

Mengancam nyawa

Syok anafilaktik, spasme


larings.

Rujuk RS

PENCAPAIN PENGOBATAN FILARIASIS


2014
1. SILUNGKANG OSO = 62,53
2. SILUNGKANG DUO = 56,78
3.SILUNGKANG TIGO = 66,90
4. MUAROKALABAN = 84,51
5. TARATAK BANCAH = 82,80
PUSKESMAS
= 74,14

Rencana Tindak Lanjut


1.PENYULUHAN
2.PENDEKATAN TOMA
3.PENAYANGAN FILM FILARIASIS
4.POSTER

TERIMA KASIH