Anda di halaman 1dari 30

REPLIKASI DNA

KELOMPOK 9:
RAHARJA KUNCARA 4411414006
EVI SETYOWATI 44114140
SUSANTI
4411414038

Company

LOGO

REPLIKASI DNA
Replikasi adalah proses duplikasi DNA di dalam
nucleus
Replikasi DNA dapat dikatakan sebagai proses
yang mengawali pertumbuhan sel, meskipun
sebenarnya pertumbuhan merupakan suatu
resultan banyak proses yang saling berkaitan satu
sama lain.
Replikasi DNA terjadi pada fase S sebelum sel
membelah (fase M) Proses replikasi dimulai pada
pangkal replikasi

REPLIKASI DNA
DNA helikase berfungsi untuk membuka rantai
ganda DNA induk
Enzim primase berfungsi membentuk RNA primer
yang merupakan segmen pendek DNA sebagai
pemula terjadinya sintesis
Rantai DNA yang terbentuk dan bersambungan
secara kontinyu disebut leading strand
Replikasi DNA terjadi semikonservatif karena
double helix

KOMPONEN-KOMPONEN REPLIKASI
DNA cetakan, yaitu molekul DNA atau RNA yang
akan direplikasi. Molekul deoksiribonukleotida,
yaitu dATP, dTTP, dCTP, dan dGTP.
Deoksiribonukleotida terdiri atas tiga komponen
yaitu: Basa purin atau pirimidin
Gula 5- karbon (deoksiribosa)
Gugus fosfat

Enzim DNA polimerase, yaitu enzim utama yang


mengkatalisis proses polimerase nukleotida menjadi
untaian DNA. Pada eukariotik terdapat lima macam DNA
polimerase yaitu DNA polimerase , DNA polimerase ,
DNA polimerase , DNA polimerase , dan DNA
polimerase .
Enzim primase yaitu, enzim yang mengkatalisis sintesis
primer untuk memulai replikasi DNA.
Enzim pembuka ikatan untaian DNA induk, yaitu enzim
helikase dan enzim lain yang membantu proses tersebut
yaitu enzim girase

Molekul protein yang menstabilkan untaian DNA


yang sudah terbuka, yaitu protein SSBP (single
strand binding protein)
Enzim DNA ligase, yaitu suatu enzim yang
berfungsi untuk meyambung fragmen-fragmen
DNA
Syarat-Syarat Terjadinya Replikasi
Titik awal replikasi

Hipotesis Mekanisme Replikasi DNA


Sebelum mekanisme replikasi DNA dapat dibuktikan secara
eksperimental oleh Matthew dan Franklin Sthal pada tahun 1958,
ada tiga hipotesis yang berkembang mengenai mekanisme replikasi
DNA, antara lain model replikasi secara:
1. Konservatif
sepasang DNA turunan (anak) akan memiliki untai yang membawa penuh DNA induk,
dan sepasang DNA turunan akan memperoleh sepasang untai baru.
2. Semikonservatif
dua pasang untai DNA turunan akan membawa masing-masing satu untai DNA induk.
3. Dispersif
setiap untai DNA turunan memiliki fragmen-fragmen pendek dari untai DNA induk,
sehingga DNA anakan terdiri atas campuran molekul lama (berasal dari DNA induk)
dan molekul hasil sintesis baru.

Gambar macam-macam bentuk hipotesis mekanisme replikasi DNA

Mekanisme Replikasi DNA Semi-Konservatif


Tahapan mekanisme replikasi DNA semikonservatif secara
garis besar adalah:
pemisahan (denaturation, denaturasi) untaian DNA
induk,
peng-awal-an (initiation, inisiasi) sintesis DNA,
pemanjangan (elongation, elongasi) untaian DNA,
ligasi (ligation) fragmen-fragmen DNA, dan
peng-akhir-an (termination, terminasi) sintesis DNA.

tahapan replikasi DNA semikonservatif


keterangan:
(1) Lagging strand
(2) Leading strand
(3) DNA polimerase
(4) Enzim DNA ligase
(5) Primer
(6) Primase
(7) Fragmen Okazaki
(8) Molekul DNA polymerase
(9) Enzim helikase
(10) Protein pengikat untaian tunggal
(11) Topoisomerase

Heliks ganda DNA (merah) dibuka menjadi dua untai tunggal oleh
enzim helikase (9) dengan bantuan topoisomerase (11) yang
mengurangi tegangan untai DNA.

Untaian DNA tunggal dilekati oleh protein-protein pengikat untaian


tunggal (10) untuk mencegahnya membentuk heliks ganda
kembali.
Primase (6) membentuk oligonukleotida RNA yang disebut primer
(5)

Molekul DNA polimerase (3) & (8) melekat pada seuntai tunggal
DNA dan bergerak sepanjang untai tersebut memperpanjang
primer, membentuk untaian tunggal DNA baru yang disebut
leading strand (2) dan lagging strand (1).

DNA polimerase yang membentuk lagging strand mensintesis segmensegmen polinukleotida diskontinu (disebut fragmen Okazaki (7).
Enzim DNA ligase (4) kemudian menyambungkan potongan-potongan
lagging strand.

Inisiasi.
DNA dalam sel-sel eukaryotik memiliki ARCs (autonomously
replicating sequence) yang berperan sebagai asal muasal replikasi
dan mereka saling berlawanan dari asal bakterial (ORI). ARCs terdiri
atas 11 pasangan landasan rentetan tambah dua atau tiga rentetan
nucleotida pendek tambahan dengan 100 hingga 200 pasangan
landasan sepanjang area DNA.
Grup utama dari enam protein, secara kolektif dikenal dikenal
sebagai ORC (Origin Recognition Complex), mengikat asal muasal
replikasi, menandai replikasi DNA dengan tepat pada saat waktu
yang sesuai melalui siklus sel. Pengenalan situs awal replikasi, oleh
suatu protein komponen polymerase DnaA yang dihasilkan oleh gen
dnaA.

Terbentuknya Garpu Replikasi.


Garpu replikasi atau cabang replikasi (replication fork) ialah
struktur yang terbentuk ketika DNA bereplikasi. Garpu replikasi ini
dibentuk akibat enzim helikase yang memutus ikatan-ikatan
hidrogen yang menyatukan kedua untaian DNA, membuat
terbukanya untaian ganda tersebut menjadi dua cabang yang
masing-masing terdiri dari sebuah untaian tunggal DNA.
Masing-masing cabang tersebut menjadi cetakan untuk
pembentukan dua untaian DNA baru berdasarkan urutan
nukleotida komplementernya. DNA polimerase membentuk untaian
DNA baru dengan memperpanjang oligonukleotida (RNA) yang
dibentuk oleh enzim primase dan disebut primer.

Pembentukan Leading strand.


Pada replikasi DNA, untaian pengawal (leading strand)
ialah untaian DNA disintesis dengan arah 53 secara
berkesinambungan. Pada untaian ini, DNA polimerase
mampu membentuk DNA menggunakan ujung 3-OH
bebas dari sebuah primer RNA dan sintesis DNA
berlangsung secara berkesinambungan, searah dengan
arah pergerakan garpu replikasi.

Pembentukan Lagging strand.


Lagging strand ialah untaian DNA yang terletak pada sisi
yang berseberangan dengan leading strand pada garpu
replikasi. Untaian ini disintesis dalam segmen-segmen
yang disebut fragmen Okazaki. Panjang fragmen okazaki
mencapai sekitar 2.000 nukleotides panjang dalam selsel bakterial dan sekitar 200 panjang nukelotides dalam
sel-sel eukaryotic. Pada untaian ini, primase membentuk
primer RNA. DNA polimerase dengan demikian dapat
menggunakan gugus OH 3 bebas pada primer RNA
tersebut untuk mensintesis DNA dengan arah 53.

Modifikasi Post-Replikasi DNA,


Setelah DNA direplikasikan, dua helaian tersintesis
terbaru
dipasangkan
ke
modifikasi
enzimatik.
Perubahan-perubahan
ini
biasanya
melibatkan
penambahan
molekul-molekul
tertentu
untuk
mengkhususkan titik-titik sepanjang helix ganda.

Enzim-enzim yang berperan dalam proses replikasi


DNA
Helikase (DnaB)
memutuskan ikatan-ikatan hidrogen yang menyatukan
kedua untaian DNA sehingga terbentuk garpu/cabang
replikasi
Topoisomerase
mengurangi ketegangan superheliks DNA dengan
menciptakan istirahat sementara pada satu atau kedua
untai DNA

Primase
mensintesis RNA-primer
menghentikan perkembangan garpu/cabang replikasi
untuk mencegah leading strand melampaui lagging
strand
mengawali pembentukan DNA baru pada leading
strand atau DNA fragmen Okazaki pada lagging strand
oleh DNA Polimerase

DNA polimerase
enzim utama yang mengkatalisi proses polimerisasi nukleotida menjadi
untaian DNA
menambahkan nukleotida bebas hanya pada ujung 3' dari rantai yang
baru terbentuk, sehingga terjadinya elongasi (pemanjangan) pada rantai
baru dengan arah dari ujung 5' ke ujung 3'
menggunakan gugus OH 3' bebas pada RNA-primer untuk mensintesis
DNA dengan arah 5'3'
hanya bisa menambahkan nukleotida ke ujung 3' yang sudah ada,
karena itu butuh primer sehingga nukleotida dapat ditambahkan

DNA ligase
menggabung fragmen-fragmen okazaki (lagging
strand) saat proses replikasi
menyambung potongan-potongan DNA yang baru
disintesis

REPLIKASI DNA PROKARIOT


Proses replikasi DNA sel prokariotik lebih sederhana.
Replikasi terjadi dalam sitoplasma sel prokariotik.
Replikasi dimaulai pada tempat awal replikasi yangada
pada E.coli dikenal sebagai Ori (origin of replication).

Pembentukan garpu replikasi


Dalam pembentukan garpu replikasi lilitan DNA dilepas
oleh enzim girase. Kemudian enzim helikase akan
memutus ikatan-ikatan hidrogen sehingga akan
memisahkan untaian ganda DNA (double strand DNA)
menjadi dua untaian tunggal DNA (single strand DNA).
Dua untaian tunggal DNA yang sudah terpisah akan
distabilkan oleh protein