Anda di halaman 1dari 6

Akuntansi Konvensional

Akuntansi
Konvensional

Konsep Dasar

Harga Historis

1. Tujuan Akuntansi
2. Pendapatan
3. Biaya yg Melekat
4. Aliran Biaya

Penggunaan
Objektivitas
Kritik Terhadap
Ak. Konvensional
1. Evaluasi vs Prediksi
2. Investasi Awal vs Perubahan Invest.
3. Biaya Terjadi sepanjang Waktu
4. Dlm Harga Historis
tidak sepenuhnya Objektif

Konsep Dasar

Harga Historis

Kritik Terhadap Akuntansi Konvensional


Ketika asset dibeli, harga historis memang tetap karena
menunjukkan harga masa kini, tetapi berlalunya waktu,
harga historis hampir tidak relevan lagi.
Dalam kondisi terjadi kenaikan harga, laba perusahaan
akan terlalu tinggi, karena penyusutan asset yang terlalu
kecil. Masalah ini menjadi bahaya, karena dividen
dibagikan berdasarkan laba akuntansi, begitu juga pajak.
Satu-satunya alasan penggunaan harga historis yang
cukup kuat adalah adanya asumsi kelangsungan usaha

Kesimpulan
Pada dasarnya penggunaan akuntansi konvensional
berbasis pada empat hal, yaitu :
Pertama, pertanggungjawaban manajer pada pemilik.
Kedua, diawali dengan pengakuan pendapatan, diikuti
dengan mempertemukan dengan biaya.
Ketiga, penggunaan penilaian harga historis.
Keempat, yang dicatat adalah aliran biaya, yaitu alokasi
biaya dan bahwa harga historis merupakan gabungan dari
berbagai unsur yang membentuk harga historis.