Anda di halaman 1dari 14

REAKTOR CSTR

Daniel Baginda Oloan Sitoru (3335142836)


M. Fakhri Basyir
(3335141376)
M. Risad Wicaksono (3335140280)
Yudith Raka Aditya
(3335140314)
Kelompok 10

CONTINUOUS STIRRED-TANK
REACTOR
CSTR adalah reaktor
model berupa tangki
berpengaduk dan
diasumsikan pengaduk
yang bekerja dalam tanki
sangat sempurna
sehingga konsentrasi
tiap komponen dalam
reaktor seragam sebesar
konsentrasi aliran yang
keluar dari reaktor

Prinsip Kerja

satu atau lebih reagen


fluida dimasukkan pada
tangki sebuah reaktor
yang dilengkapi dengan
kipas atau impeller
impeller mengaduk
cairan untuk
memastikan cairan
tersebut tercampur
rata
ada waktu suatu cairan
berada di dalam
tabung tersebut
sebelum keluar

Reactor CSTR. Check of a condition of the case.

Beberapa aspek penting dalam


CSTR

Dalam keadaan tetap, fluida yang masuk


harus sama dengan fluida yang keluar
Semua kalkulasi yang dilakukan CSTR
diasumsikan sebagai pencampuran
sempurna
Untuk mendapatkan hasil yang lebih banyak
dalam waktu yang sama, dapat dilakukan
dengan memparalelkan CSTR ini

PRINSIP KERJA

SPM-2100 CSTR

SPM-2100 Continuous Stirred Tank Reactor (CSTR)


dapat digunakan untuk mereaksikan 2 macam gas.
Reaksinya dapat terjadi dalam keadaan endoterm
maupun eksoterm. Contohnya : reaksi antara etilen
(reaktan A) dengan benzena (reaktan B) yang terjadi
dalam keadaan eksoterm, untuk memproduksi
etilbenzena (produk C), bahan kimia yang
digunakana dalam pembuatan monomer stirena.

Reaktan A dan B dimasukkan ke dalam CSTR agar


kedua reaktan tersebut tercampur dengan
sempurna menggunakan pemutar bermotor
(motorized agitator).

CSTR dengan
cooling jacket

Pada CSTR di samping yang


terjadi adalah reaksi tunggal
dalam keadaan eksoterm yang
tidak dapat balik (irreversible).
dapat dilihat bahwa aliran fluida
dimasukkan secara terusmenerus ke dalam reactor dan
aliran fluida lainnya dikeluarkan
terus-menerus dari reactor. Sejak
reactor tersebut menggabungkan
dengan sempurna, aliran keluar
memiliki konsentrasi dan
temperatur yang sama dengan
fluida dalam reaktor. Menyadari
bahwa lapisan disekitar reaktor
juga masuk dan keluar aliranaliran, pelapis diasumsikan
bergabung dengan sempurna dan
pada temperatur yang lebih
rendah dari reaktor. Energi lalu
melewati dinding reaktor menuju
pelapis, memindahkan panas

Banyak contoh reaktor yang digunakan dalam industri yang serupa


dengan reaktor di atas. Contohnya adalah tipe-tipe dari reaktor
polmerisasi yang memproduksi polimer yang digunakan dalam
produk plastik seperti pendingin polistirena atau botol plastic.

Kerugian CSTR

Rata-rata reaksi volumetrik yang


lebih rendah akan menghasilkan
produktivitas rendah.
Tidak sesuai untuk keseluruhan
emulsi proses polimerisasi pada
tahap pertama penggunaan CSTR
Timbul endapan di dasar akibat gaya
sentrifugal CSTR
Tidak dapat merubah grade dari RTD
profile sesering mungkin karena
dapat mengurangi fleksibilitas reaktor
Biaya tinggi, semakin besar CSTR
yang digunakan atau semakin banyak
CSTR kecil yang digunakan semakin
besar biaya yang dikeluarkan
Waktu menunggu (proses) yang lebih
lama

Keuntungan CSTR

Operasi dalam keadaan tetap


menyebabkan peralatan produk lebih stabil
Penggunaan energi yang kualitasnya
meningkat
Produktivitas yang lebih tinggi dalam
reduksi pada periode tidak aktif(pengisian,
pemanasan, pendinginan, dan
pengosongan).
Campuran lebih rata karena penggunaan
teknik pengadukan (stiring)

Neraca massa

Terima Kasih Atas


Perhatiannya