Anda di halaman 1dari 19

Peritonitis

Kevin Dyonghar

Peritonitis
Definisi
Peritonitis merupakan proses inflamasi dari
peritoneum

Klasifikasi
1.Primer
2.Sekunder
3.Tersier

Peritonitis primer
Terjadi karena penyebaran infeksi dari darah

dan kelenjar limfe ke dalam peritoneum.


Sangat jarang terjadi < 1%
Biasanya muncul terutama pada orang dengan

akumulasi cairan pada rongga abdomen


Akumulasi cairan tersebut menimbulkan

lingkungan yang baik untuk pertumbuhan


bakteri

Peritonitis sekunder
Terjadi karena masuknya bakteri atau enzime

ke dalam peritoneum dari traktus


gastrointestinal maupun traktus bilier

Dapat terjadi karena ulkus yang menembus

dinding gaster atau usus ketika ada ruptur


dari appendiks atau divertikulum

Selain itu, dapat juga terjadi karena adanya

usus yang pecah ataupun cidera pada organ


dalam yang berdarah ke dalam rongga
peritoneum

Peritonitis tersier
Terjadi pada pasien dengan komplikasi

peritonitis sekunder
Didefinisikan sebagai persisten atau

rekurensi infeksi intraabdomen yang telah


diterapi dengan terapi adekuat terhadap
peritonitis sekunder.

Etiologi
Peritonitis bisa terjadi karena proses infeksi

dalamabdomenmelaluiperforasidindingp
erut,misalnya pada ruptur apendiks atau
divertikulum colon.
Penyakit ini bisa juga terjadi karena adanya
iritasi bahan kimia, misalnya asam
lambung dari perforasi ulkus gastrikum
Pada wanita, peritonitis juga terjadi
terutama karena terdapat infeksi tuba
falopii atau ruptur kista ovarium

MANIFESTASI KLINIS
Symptoms
Symptoms

= Nyeri perut
= Demam
= Anorexia
= Nausea /
vomitus

Sign
General

= Demam
= Tanda tanda syok
Hipovolemik/septik
Abdominal
= Guarding +
= Rebound tenderness
= Rigid
= Bunyi usus tidak ada
= BAB & Flatus negatif

Anamnesis
Nyeri abdomen muncul tiba2, awalnya

bersifat tumpul dan tidak spesifik kemudian


menjadi nyeri hebat dan terlokalisasi
Mual dan muntah
Perut Kembung
Kelainan defekasi dan sembelit
Demam

Pemeriksaan fisik abdomen


Inspeksi :
adakah jaringan parut bekas operasi
Perut membuncit, tegang

Pemeriksaan fisik abdomen


Palpasi
Nyeri tekan
Defens muskular

Pemeriksaan fisik abdomen


Auskultasi
Minta pasien untuk menunjuk dengan satu
jari area daerah yang paling terasa sakit di
abdomen, auskultasi dimulai dari arah yang
berlawanan dari yang ditunjuik pasien.

Penurunan suara bising usus.


Pasien dengan peritonitis umum, bising usus akan
melemah atau menghilang sama sekali,

Pemeriksaan fisik abdomen


Perkusi
Nyeri ketok
Pemeriksaan pekak hepar
Hipertimpani

Pemeriksaan penunjang
Laboratorium
Nilai hemoglobin dan hemotokrit
Hitung leukosit
Hitung trombosit dan dan faktor koagulasi,
Radiologi :
Foto abdomen 3 posisi (AP, Lateral, LLD)
USG abdomen

Penatalaksanaan
Prinsip umum pengobatan adalah

mengistirahatkan saluran cerna dengan


memuasakan pasien,
pemberian antibiotik yang sesuai,
penggantian cairan dan elektrolit yang hilang

yang dilakukan secara intravena,


pembuangan fokus septik (apendiks) atau
penyebab radang lainnya,

Prinsip umum dalam menangani infeksi

intraabdominal ada 4
(1) kontrol infeksi yang terjadi,
(2) membersihkan bakteri
(3) memperbaiki fungsi organ, dan
(4) mengontrol proses inflamasi.

Eksplorasi laparatomi segera perlu

dilakukan pada pasien dengan akut


peritonitis.

Prognosis
Angka mortalitas umumnya adalah 40%.
Faktor-faktor yang mempengaruhi prognosis,
antara lain:
1. jenis infeksinya/penyakit primer
2. durasi/lama sakit sebelum infeksi
3. keganasan
4. gagal organ sebelum terapi
5. gangguan imunologis
6. usia dan keadaan umum penderita

Prognosis
Keterlambatan penanganan 6 jam

meningkatkan angka mortalitas sebanyak


10-30%.
Peritonitis yang berlanjut, abses abdomen
yang persisten mengakibatkan prognosis
yang jelek.