Anda di halaman 1dari 20

INTEGRASI DATA BASELINE

DALAM PERENCANAAN PENANGANAN KUMUH


TINGKAT KOTA

CAKUPAN ISI
1. Pendahuluan
2. Tujuan Pendataan Baseline
3. Status Data Baseline Nasional
4. Metode Pendataan Baseline
5. Gambaran Isi Data Baseline
6. Pengelolaan Data Baseline
7. Pemanfaatan Data Baseline
8. Kapankah Data Baseline Diperlukan RP2KPKP

1.PENDAHULUAN

Pemerintah Indonesia melalui RPJMN III 2015-2019 telah menetapkan gerakan 100-0100, yaitu target pencapaian akses air minum 100%, mengurangi kawasan kumuh
hingga 0%, dan menyediakan akses sanitasi layak 100% pada akhir tahun 2019
Perlu kolaborasi semua pihak yaitu Pemerintah Kabupaten/Kota, masyarakat, swasta
dan kelompok peduli lain
Sebagai tahap awal yang penting dalam kolaborasi tersebut maka perlu dilakukan
Pendataan 100-0-100 sebagai data Baseline.

2. TUJUAN PENDATAAN BASELINE


TUJUAN :
Membantu Pemerintah Kabupaten/Kota untuk mendapatkan data baseline
permukiman kumuh di wilayahnya;
Mengumpulkan data dasar kondisi permukiman kumuh;
Menyusun profil kawasan permukiman

3. STATUS DATA BASELINE NASIONAL


Target lokasi pendataan adalah 11.067 kelurahan/desa
Data kelurahan yang telah masuk 11.062 atau 99.96% (terdapat 5 kelurahan yang
belum masuk yaitu 4 Kelurahan di Kota Batam dan 1 Kelurahan di Kota Salatiga)
Jumlah pendataan tingkat RT yang telah masuk dari 11.062 Kelurahan mencakup
319.091 RT.
Jumlah kelurahan yang masuk SK Kumuh sebanyak dari 11.062 Kelurahan
terdapat: 2.594 Kelurahan dengan jumlah RT 28.606 yang masuk kumuh, dengan
luas permukiman 54.251 Ha

4. METODE PENDATAAN BASELINE


A. FGD : Digunakan pada saat penggalian data awal di tingkat desa/kelurahan yang
melibatkan unsur masyarakat di desa/kelurahan tersebut. FGD lebih detil juga akan
dilakukan di tingkat basis (komunitas terkecil) untuk menggali data utama.
B. Wawancara : Digabungkan dengan teknik FGD, dimana prosesnya dilakukan dengan
wawancara khususnya kepada warga dan informan kunci yang berada di tingkat
basis (rt/dusun)
C. Transek: Akan dilakukan terutama untuk verifikasi dan klarifikasi data hasil FGD
tingkat basis, terutama secara visual maupun verbal kepada masyarakat langsung
atau lokasi sasaran

5. GAMBARAN BENTUK DATA BASELINE


Satuan wilayah pengumpulan data baseline yang digunakan adalah berbasis satuan
wilayah administratif RT/ lingkungan/ dusun
A. Data rumah tangga, meliputi data :

B. Data lingkungan, meliputi data :

Keteraturan bangunan,

Akses jalan lingkungan,

Kepadatan bangunan,

Drainase lingkungan &

Kondisi fisik bangunan,

Pengamanan bahaya kebakaran.

Penyediaan air minum/baku,


Pengelolaan air limbah &
Pengelolaan persampahan;

Lanjutan......
Ke-2 data dasar tersebut dikompilasi sesuai paramater 7 indikator kumuh yang
dituangkan dalam produk :
a. Logbook tingkat RT/lingkungan/dusun
b. Profil permukiman atau profil permasalahan permukiman tk. kel/desa
Nilai parameter yang terbaca dari hasil kompilasi data dasar poin a & b
Merupakan nilai berbasis satuan wilayah administratif rukun tetangga/
lingkungan/dusun atau tingkat kelurahan/desa

CONTOH PROFIL PERMUKIMAN KOTA METRO


Berdasarkan hasil baseline diperoleh gambaran kondisi perumahan dan permukiman
pada wilayah sasaran program P2KKP/KOTAKU di Kota Metro Provinsi LAMPUNG
sebagaimana disajikan berikut:

Gambaran permasalahan 7 indikator kumuh sasaran P2KKP/KOTAKU


Kota Metro diuraikan sebagai berikut:

Gambaran permasalahan masing-masing dari 7 indikator kumuh sasaran


P2KKP/KOTAKU Kota Metro diuraikan sebagai berikut:

CONTOH DATABASELINE PROFIL PERMUKIMAN KELURAHAN

Lanjutan......

CONTOH DATABASELINE PROFIL INDIKATOR AKSESIBILITAS LINGKUNGAN

CONTOH PROFIL INDIKATOR AIR MINUM/BAKU

CONTOH PETA TEMATIK PERMASALAHAN DRAINASE


Saluran drainase utama
kawasan yang mengalami
pendangkalan dan penuh
sampah
Dimensi (0,8 sd1,2) x(1,5)
Saluran Drainase di
lingkungan dan tidak
terintegrasi dengan saluran
utama. Saluran ini dari pipa
paralon
Area genangan mencakup
seluruh wilayah:
1. Waktu puncak hujan
tahunan genagann
mencapai keytinggian 1,2
dengan lama waktu
genagan 7 hari
2. Waktu hujan ringan sd
sedang ketinggian genangan
yang dipengaruhi ROB
mencapai ketinggian 50 Cm.
Lama genangan 4 sd 5 jam

Arah Aliran Air

6. DATA BASELINE

P2KKP/KOTAKU
DIKELOLA OLEH

BKM/LKM
KELURAHAN/DES
A
TERSEDIA
DATA BASELINE
BY NAMA BY ADDRES
DITIAP RT/RW

KORKOT/KMW
TERSEDIA
DATA BASELINE
HASIL KOMPILASI
TINGKAT
RT/RW/KEL/DESA,
TERMASUK ANALISIS
TAMPILAN GRAFIS

7. PEMANFAATAN DATA BASELINE

Pada desa/kelurahan bukan lokasi P2KKP/KOTAKU

Metode dan format pendataan data baseline P2KKP/KOTAKU

Tenaga fasilitator/ surveyor kolaborasi dengan berbagai pihak

Pada desa/lkelurahan lokasi P2KKP/KOTAKU, ditindak lanjuti dengan


Pemutakhiran profil permukiman kumuh
Verifikasi dan delineasi ulang sesuai kondisi riil di lapangan
Penyusunan peta tematik 7 indikator bebasis digital

8. KAPANKAH
DATA
BASELINE
P2KKP/KOTAKU
DIPERLUKAN
RP2KPKP?

Kegiatan RP2KPKP: Tahap Penyiapan Data Profil


Permukiman Kumuh

KOORDINASI
DENGAN PIHAK
P2KKP UNTUK
KOTA YANG
TELAH MEMILIKI
BASELINE

Kegiatan RP2KPKP Tahap: B.5 Survey Dan Pengolahan Data


Permukiman Kumuh
Mengolah
Basis
Data
Permukiman Yang Ada Di Kota
Menjadi
Profil
Permukiman
Kumuh Kota/Perkotaan. (Basis
Data Yang Bisa Dimanfaatkan
Diantaranya Adalah Baseline)

TERIMA KASIH