Anda di halaman 1dari 23

PENYUSUNAN PROFIL

PERMUKIMAN TINGKAT
KAB/KOTA

CAKUPAN ISI

1) TUJUAN PEMBELAJARAN
2) POSISI KEGIATAN, TUJUAN DAN KELUARAN PENYUSUNAN PROFIL
PERMUKIMAN
3) KETENTUAN UMUM
4) LANGAH-LANGKAH PENYUSUNAN
5) PERSIAPAN
6) IDENTIFIKASI AWAL LOKASI KUMUH
7) FGD AWAL
8) OBSERVASI & VERIFIKASI LAPANGAN
9) DATA PROFIL PERMUKIMAN KUMUH
10) PENYUSUNAN PROFIL PERMUKIMAN KELURAHAN
11) PENYUSUNAN PROFIL PERMUKIMAN TINGKAT KOTA

TUJUAN PEMBELAJARAN
PESERTA
MEMILIKI
KETERAMPILAN
MENYUSUN
PROFIL
PERMUKIMAN
BERDASARKAN DATA BASELINE
PESERTA MEMILIKI PEMAHAMAN BAHWA
DATABASELINE SEBAGAI SALAH SATU
SUMBER DATA PERMUKIMAN KOTA DAN
DASAR PENENTUN PERENCANAAN SERTA
PROGRAM DIKOTA DALAM PENANGANAN
KUMUH

POSISI KEGIATAN, TUJUAN & KELUARAN


PENYUSUNAN
PROFIL KOTA

MERUPAKAN
LANJUTAN
PENDATAAN BASELINE 100-0-100;
MERUPAKAN TAHAPAN PERSIAPAN
DALAM SIKLUS KOTA (PROFIL
KOTA)
/
SIKLUS
KELURAHAN
(PROFIL KELURAHAN).

KELUARAN
PENYUSUNAN
PROFIL KEL

Profil Permukiman Desa/Kelurahan;


dan
Profil
Permukiman
Tingkat
Kab./Kota

KETENTUAN UMUM PENYUSUNAN PROFIL


PERMUKIMAN
PROFIL PERMUKIMAN ADALAH PROFIL DATA DAN INFORMASI YANG
MENCAKUP LEBIH DARI SATUAN PERUMAHAN, MEMPUNYAI PRASARANA,
SARANA, UTILITAS UMUM, MEMPUNYAI PENUNJANG KEGIATAN FUNGSI LAIN
DI KAWASAN PERKOTAAN/PERDESAAN;
PENGGAMBARAN PROFIL MENGGUNAKAN 7 INDIKATOR KUMUH BAIK DATA
FISIK MAUPUN NON FISIK TERKAIT PERMUKIMAN;
INFORMASI AWAL LOKASI KUMUH DAPAT MENGACU PADA: SK KUMUH
BUPATI/WALIKOTA, DATA BASELINE 100 0 100 (5 INDIKATOR TERPILIH < 80%),
DATA BPS, DOK SPPIP/RKPKP, INFORMASI MASYARAKAT;
DILOKASI YANG TERDAPAT INFORMASI AWAL KUMUH DILAKUKAN PROSES
MENENTUKAN DELINEASI & LUAS RIIL KUMUH MELALUI OBSERVASI DI LAPANGAN.
HASIL DELINEASI KUMUH, TIDAK DIMAKSUDKAN UNTUK MENGGANTIKAN LOKASI
PERMUKIMAN KUMUH YANG SUDAH DITETAPKAN SEBELUMNYA, AKAN TETAPI MERUPAKAN
PELENGKAP DATA DAN INFORMASI YANG DAPAT MEMPERKAYA PEMERINTAH DAERAH
UNTUK MENYAJIKAN INFORMASI MENGENAI PERMUKIMAN KUMUH DI WILAYAHNYA.

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN PROFIL PERUMAHAN


DAN PERMUKIMAN TINGKAT KOTA

Tidak
KEL/DESA
Y
a

KAB/KOTA

KEL/DESA YANG TIDAK MEMILIKI


IDENTIFIKASI AWAL LOKASI KUMUH,
LANGSUNG
MENYUSUN
PROFIL
PERMUKIMAN
(TANPA
PROFIL
KUMUH)

PERSIAPAN
TIM KORKOT MENGKOORDINASIKAN KEPADA PEMDA UNTUK PENYEDIAAN PETA DASAR
DIGITAL KEL/DESA, KAB/KOTA BERSKALA 1:5000, TERMASUK PETA JARINGAN
INFRASTRUKTUR KOTA
MELAKUKAN IDENTIFIKASI AWAL LOKASI KUMUH (SK BUPATI/WALIKOTA/DATA TEDUGA
KUMUH 5 INDIKATOR BASELINE/DATA KUMUH BPS/DOK. PERENCANAAN PERMUKIMAN
KOTA; SEPERTI DOK. RKPKP/SPPIP)

BILA SALAH SATU ATAU LEBIH DARI KE-3 SUMBER DATA TERSEBUT ADA PADA SUATU
KEL/DESA MAKA PERLU DILAKUKAN PROSES LANJUTAN UNTUK MENENTUKAN LUAS RIIL
KUMUH DENGAN DELINEASI. DAN SEBALIKNYA BILA TIDAK ADA MAKA TIDAK PERLU
DILAKUKAN DELINEASI KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DIKEL/DESA.

MENGIDENTIFIKASI AWAL LOKASI KUMUH


SUMBER DATA IDENTIFIKASI AWAL LOKASI PERMUKIMAN KUMUH:

LOKASI KUMUH SESUAI SK


BUPATI/WALIKOTA

BASELINE: DUGAAN KUMUH


MELALUI 5 INDIKATOR KUMUH

DATA KUMUH BPS/DATA KUMUH DARI DOKUMEN


PERENCANAAN TERKAIT PERUMAHAN &
PERMUKIMAN KAB/KOTA YANG LEGAL (RKPKP, SPPIP,
DLL)

FGD AWAL DELINEASI PERMUKIMAN KUMUH

DILAKSANAKAN PADA KEL/DESA YANG MEMILIKI


IDENTIFIKASI AWAL LOKASI KUMUH
FGD
AWAL
DIIKUTI
OLEH
LKM/TIPP/LURAH/KADES/ KETUA RW/KETUA RT
MENDISKUSIKAN HASIL IDENTIFIKASI AWAL
LOKASI KUMUH: KONDISI 5 INDIKATOR KUMUH,
CAKUPAN AREA LOKASI KUMUH, BATAS-BATAS
AWAL
DELINEASI,
MENGAMBARKAN
PETA
DELINEASI AWAL & RENCANA OBSERVASI
LAPANGAN
OUTPUT: PETA DELINEASI AWAL & RKTL
OBSERVASI LAPANGAN

OBSERVASI & VERIFIKASI DELINEASI KUMUH


OBSERVASI DAN VERIFIKASI KAWASAN KUMUH
DILAKUKAN UNTUK MEMASTIKAN KONDISI DAN
PERMASALAHAN KAWASAN KUMUH DAN GARIS
BATAS
DELINIASI.
DENGAN
MENGGUNAKAN PETA HASIL INDIKASI
AWAL:
MELAKUKAN PENGAMATAN SECARA VISUAL
LOKASI-LOKASI/RT YANG TERDUGA KUMUH, UNTUK
MEMASTIKAN KONDISI KEKUMUHAN INDIKATOR
KUMUH
MELAKUKAN VERIFIKASI BATASAN DELINEASI
KUMUH KEMUDIAN DITUANGKAN KE DALAM PETA
MENGUMPULKAN/MEMVERIFIKASI DATA-DATA
TERKAIT 7 INDIKATOR KUMUH (SESUAI FORMAT
DATA RUMAH TANGGA & DATA LINGKUNGAN YANG
DIGUNAKAN PADA PENDATAAN BASELINE)
MELAKUKAN DOKUMENTASI VISUAL, TITIK-TITIK
HASIL OBSERVASI DAN VERIFIKASI KAWASAN
STARTEGIS INDIKATOR KUMUH
KUMUH
DIMUNGKINKAN
ADANYA
KAWASAN
TERDELINESI LEBIH DARI SATU LOKASI.

CONTOH PEMANFAATAN DATA BASELINE UNTUK PROFIL


PERMUKIMAN KUMUH DELINEASI
DARI CONTOH PETA DELINEASI TERLIHAT BATAS
DELINEASI MELIPUTI WILAYAH RW 03 DAN RW 04
SEHINGGA DATA DASAR YANG DIPERLUKAN MELIPUTI:
1) DATA DASAR RW 04 PADA RT 01 S/D
RT 08
2) DATA DASAR RW 03 PADA RT 01 S/D
13 (KECUALI RT 02 dan SEBAGIAN
RT 03 TIDAK MASUK DELINEASI)

UNTUK RT 03/RW 03 YANG HANYA


SEBAGIAN
LOKASINYA
MASUK
DALAM DELINEASI KUMUH MAKA
DATA
BASELINE
P2KKP/KOTAKU
YANG ADA PERLU DIPILAH DAN
DIVERIFIKASI ULANG DILAPANGAN
AGAR SESUAI KONDISI RIIL DALAM
BATAS DELINEASI KUMUH

3) DATA LOGBOOK RT YANG MASUK


DALAM DELINEASI TERSEBUT

RT 02/3 DAN SEBAGIAN


RT 03/3 TIDAK MASUK
DELINEASI

DATA FISIK :

DATA PROFIL PERMUKIMAN KUMUH


DARI HASIL OBSERVASI & VERIFIKASI LAPANGAN,
DILAKUKAN PENGOLAHAN DATA UNTUK MEMPEROLEH DATA
PROFIL KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DELINEASI:
DIGITASI PETA KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH
TERDELINEASI PADA PETA 1:5000
MENGHITUNG LUAS RIIL KAWASAN KUMUH
TERDELINEASI
TABULASI DATA LAPANGAN KAWASAN
TERDELINEASI (DATA FISIK/7 INDIKATOR & DATA
NON FISIK)
PENYUSUNAN PETA TEMATIK KAWASAN KUMUH
TERDELINEASI TERKAIT 7 INDIKATOR KUMUH
(DILENGKAPI DENGAN FOTO-FOTO DOKUMENTASI)
DATA NON FISIK :

DATA PROFIL KUMUH DIBUAT UNTUK MASINGMASING KAWASAN KUMUH TERDELINEASI (BILA
TERDAPAT LOKASI DELINESI LEBIH DARI SATU)

CONTOH PETA TEMATIK

PENYUSUNAN PROFIL PERMUKIMAN KELURAHAN


PROFIL PERMUKIMAN KUMUH

PROFIL PERMUKIMAN

A. LUAS PERMUKIMAN

A. GAMBAR/TABEL PROFIL KUMUH

B. DATA PENDUDUK KEL/DESA

B. LUAS PERMUKIMAN
PETA SEBARANNYA

C. INFORMASI KONDISI FISIK PERMUKIMAN


(7 INDIKATOR)
D. INFORMASI
PERMUKIMAN

KONDISI

NON

FISIK

E. GRAFIK TEMATIK KONDISI PER-INDIKATOR


KUMUH
F. GRAFIK LUAS PERMUKIMAN
(KUMUH & NON KUMUH)

SUMBERDATA
HASIL BASELINE
(AKSES SIM)

KELURAHAN

KUMUH,

BERIKUT

C. DATA
PENDUDUK
PERMUKIMAN KUMUH

KAWASAN

D. LETAK
&
TIPOLOGI
PERMUKIMAN KUMUH

KAWASAN

E. INFORMASI KONDISI FISIK PERMUKIMAN


KUMUH (SAJIKAN PETA TEMATIK & NILAI
PARAMETER SETIAP INDIKATOR)

SUMBERDATA
DELINEASI KUMUH

PENYUSUNAN PROFIL PERMUKIMAN KOTA


MERUPAKAN KOMPILASI PERMUKIMAN KEL/DESA DITINGKAT KOTA
OUTLINE PROFIL PERMUKIMAN TINGKAT
KOTA

PENYUSUNAN PROFIL PERMUKIMAN KOTA


MERUPAKAN KOMPILASI PERMUKIMAN KEL/DESA DITINGKAT KOTA
OUTLINE PROFIL PERMUKIMAN TINGKAT
KOTA

PENYUSUNAN PROFIL PERMUKIMAN KOTA


MERUPAKAN KOMPILASI PERMUKIMAN KEL/DESA DITINGKAT KOTA
OUTLINE
PROFIL
(lanjutan)

PERMUKIMAN

TINGKAT

KOTA

II. PROFIL PERMASALAHAN 7 INDIKATOR KUMUH TINGKAT KABUPATEN


(HANYA KELURAHAN KUMUH)
Link : http://sim.p2kp.org/p2kp/report/profil_p2kp.php?kode=52
A
B
No
A
1
2
3

Propinsi
Kota
KRITERIA /
INDIKATOR
FISIK
Keteraturan
Bangunan
Kepadatan
Bangunan
Kelayakan Fisik
Bangunan

PROFIL PERMASALAHAN PERMUKIMAN


JAWA TENGAH
KOTA SURAKARTA
PARAMETER

27% Bangunan hunian tidak memiliki keteraturan


Kawasan permukiman memiliki Kepadatan Rendah (43 unit/Ha)
16% Bangunan hunian memiliki luas lantai<7,2 m2 per orang
16% Bangunan hunian memiliki kondisi Atap, Lantai, Dinding tidak
sesuai persyaratan teknis

Lanjutan
4

Aksesibilitas
Lingkungan

Drainase
Lingkungan

Pelayanan Air
Minum/Baku

Pengelolaan Air
Limbah

Pengelolaan
Persampahan

16% Kawasan permukiman tidak terlayani jaringan jalan lingkungan yang


memadai
25% Kondisi Jaringan jalan pada kawasan permukiman memiliki kualitas
buruk
5% Kawasan permukiman terjadi genangan/banjir
25% Kondisi jaringan drainse pada lokasi permukiman memiliki kualitas
buruk
27% Bangunan hunian pada lokasi permukiman tidak terlayani jaringan
Air Bersih/Baku perpipaan atau non perpipaan terlindungi yang layak
3% Masyarakat tidak terpenuhi kebutuhan minimal 60liter/org/hari
(Mandi, Minum, Cuci)
10% Bangunan hunian pada lokasi permukiman tidak memiliki akses
Jamban/MCK Komunal
8% Bangunan hunian pada lokasi permukiman tidak memiliki kloset
(Leher Angsa) yang terhubung dengan tangkiseptik
0% Saluran Pembuangan Air Limbah Rumah Tangga tercampur dengan
Drainase Lingkungan
18% Sampah domestik rumah tangga pada kawasan permukiman
terangkut ke TPS/TPA kurang dari 2 kali seminggu

Lanjutan
B
1
2
3
4
5
6

NON FISIK

PARAMETER
64% Bangunan Hunian tidak memiliki IMB
Legalitas pendirian
21% Lahan Bangunan Hunian tidak Memiliki SHM/HGB/Surat yang
bangunan
diakui pemerintah
Kepadatan penduduk
Kepadatan Penduduk 94 jiwa/ha
Mata pencarian
80% Mata pencaharian utama rumah tangga adalah
penduduk
Perdagangan/jasa (guru, tenaga kesehatan, hotel, dll)
Penggunaan Daya Listrik 54% Rumah tangga menggunakan daya listrik 900 Watt
Fasilitas Pelayanan
60% Rumah tangga menggunakan fasilitas kesehatan di
Kesehatan
Puskesmas/Pustu
51% Rumah tangga dengan anak usia wajib belajar 9 Tahun
Fasilitas Pelayanan
(SD/SMP/Sederajat) memperoleh akses pendidikan dasar di
Pendidikan
Dalam kelurahan/kecamatan yang sama

Lanjutan
III. PETA TEMATIK 7 INDIKATOR KUMUH TINGKAT KOTA
1. Peta Sebaran Kawasan Kumuh
Tabel 1: Sebaran Kawasan Kumuh
Kabupaten/Kota
Kabupaten/Kota
No

1
2
3
4
ds
t

DESA/
KELURAHA
N

JUMLA
H RT

JUMLAH
PERMUKIMA
N KUMUH

JUMLAH
RUMAH
TANGGA

Lanjutan
2.
Peta
Sebaran
Bangunan Hunian

Keteraturan

Tabel 2: Sebaran Bangunan Hunian


Tidak Teratur
NO

1
2
3
4
ds
t

DESA/
KELURAHAN

JUMLAH
BANGUNA
N HUNIAN
(unit)

LUAS
PERMUKIM
AN (Ha)

JUMLAH
BANGUNAN
HUNIAN TIDAK
TERATUR (unit)

Lanjutan
3. Peta Sebaran Kepadatan Bangunan Hunian Kabupaten/Kota
Tabel 3: Sebaran

Kepadatan Bangunan
Hunian Kabupaten/Kota

NO

1
2
3
Dst.

DES/
KELURAHAN

JUMLAH
BANGUNAN
(unit)

LUAS
PERMUKI
MAN (Ha)

TINGKAT
KEPADAT
AN
BANGUNA
N
HUNIAN
(unit/Ha)