Anda di halaman 1dari 33

FARMAKOGNOSI

LIPID
DEWI DIANASARI

LIPID

Lipid merupakan ester dari asam karboksilat rantai panjang


dengan alkohol (gliserol)

Lipid merupakan senyawa organik berminyak atau berlemak


yang tidak larut didalam air, namun dapat diekstrak dari sel
dan jaringan oleh pelarut non polar, seperti kloroform, atau
eter.

Lipid adalah senyawa organik yang diperoleh dari proses


dehidrogenasi endotermal rangkaian hidrokarbon

Lipid bersifat amfifilik, artinya lipid mampu membentuk struktur


seperti vesikel, liposom, atau membran lain dalam lingkungan
basah. Lipid biologis seluruhnya atau sebagiannya berasal dari
dua jenis subsatuan atau "blok bangunan" biokimia: gugus
ketoasil dan gugus isoprena.

LIPID : ester dari asam karboksilat rantai


panjang dengan alkohol (gliserol)
O
OH2C

H HO

O
C17H35

H2C

H HO

C17H35

HC

C
O

C17H35

C17H35

H2C

C17H35

O
OH2C

H HO

Gliserol +

Lipid

C17H35

O
HC

Asam stearat

sederhana dan campuran.

Lipid sederhana : asam lemak sejenis


Lipid campuran : asam lemak tidak sejenis

Tristearin

SIFAT LIPID

1. Warna:
Minyak lemak dan lemak umumnya berwarna pucat, berwarna kuning
2.Bau:
Berbau Wangi disebabkan adanya senyawaNonyl Metil Keton(pada
minyak kelapa) &-ionon(pada minyak kelapa sawit)
3.Kelarutan:
Tidak larut dalam air kecuali Castor oil, sedikit larut dalam alkohol, larut
dalam eter, karbon disulfida, dan kloroform.
4.Titik Cair:
Oleum Chaulmogra pada daerah tropis berupa minyak cair, sedangkan
pada daerah sub tropis berbentuk padat. Oleum Olivarum pada suhu
rendah dapat menjadi padat, dan gliserida-gliserida dari asam lemak
tidak jenuh berbentuk cair.
5.Titik didih:
Titik didih asam lemak semakin besar sesuai dengan panjang rantai
karbon dari asam lemak penyusunnya.

ASAM LEMAK
C genap, tidak bercabang
Umum : jumlah C : 18 20 tiap molekul.
Variasi : antara jumlah C : 4 40 atau
lebih
Asam lemak jenuh : ikatan tunggal
(saturated)
Asam lemak tak jenuh (unsaturated):
ikatan ganda dua. Jika lebih dari satu
ikatan ganda dua :polyunsaturated

ASAM LEMAK JENUH


Asam
Asam
Asam
Asam
Asam
Asam
Asam
Asam
Asam
Asam
Asam

cuka (Asam etanoat) :CH3-COOH


propionate (Asam Propanoat) : CH3 CH2- COOH
Butirat (Asam butanoat) : CH3(CH2)2COOH
Valerat (Asam Pentanoat) CH3(CH2)3COOH
Kaproat (Asam Heksanoat) : CH3(CH2)4COOH
Kaprilat (Asam Oktanoat ) : CH3(CH2)5COOH
Kaproat (Asam Dekanoat) : CH3(CH2)6COOH
Laurat (Asam dodekanoat) : CH3(CH2)10COOH
Miristat (Asam tetradekanoat) : CH3(CH2)12COOH
Palmitat (Asam Heksadekanoat) : CH3(CH2)14COOH
Stearat (Asam Oktadekanoat) : CH3(CH2)16COOH

Asam arakhidonat (Asam Eikosanoat) : CH3(CH2)18COOH

ASAM LEMAK TAK JENUH

3 golongan
berdasarkan derajat
ketidakjenuhan

Asam lemak tak jenuh tunggal (Monounsaturated,


monoetenoid, monoenoat)

Asam lemak tak jenuh banyak (Polyunsaturated,


polietenoid, polienoat)

Eikosanoid : senyawa yang berasal dari asam


lemak eikosapolienoat, yang meliputi : prostanoid
dan leukotrien (LT). Prostanoid terdiri dari :
prostaglandin (PG), prostasiklin (PGI) dan
tromboxan (TX).

SRUKTUR ASAM LEMAK


JENUH

O
- C - OH
ASAM BENZOAT

O
- C - OH
OH

ASAM
SALISILAT

STRUKTUR ASAM LEMAK TAK JENUH

Nama Sistematik

Nama Umum

Titik
leburo
C

Asam Lemak Jenuh


12
CH3(CH2)10COOH

n-Dodekanoat

Asam Laurat

44,2

14

CH3(CH2)12COOH

n-Tetradekanoat

Miristat

53,9

16

CH3(CH2)14COOH

n-Heksadekanoat

Palmitat

63,1

18

CH3(CH2)16COOH

n-Oktadekanoat

Stearat

69,6

20

CH3(CH2)18COOH

n-Eikosanoat

Arakhidat

76,5

24

CH3(CH2)22COOH

n-Tetrakosanoat

Lignoserat

86,0

Asam Lemak tidak Jenuh


16
CH3(CH2)5CH==CH(CH2)7COOH

Palmitoleat

-0,5

18

CH3(CH2)7CH==CH(CH2)7COOH

Oleat

13,4

18
18

CH3(CH2)4CH==CHCH2CH==CH(CH2)7COOH
CH3CH2CH==CHCH2CH==CHCH2CH==CH(CH2)7COOH

Linoleat
Linolenat

-5
-11

20

CH3(CH2)4CH==CHCH2CH==CHCH2CH==CHCH2CH==CH(CH2)3COOH

Arakhidonat

-49,5

Atom
Karbon

Struktur

FUNGSI LIPID

1) Sumber Asam Lemak Esensial


Lemak merupakan sumber asam lemak esensial, asam linoleat dan linolenat.

2)Sumber Energi
Lemak dan minyak merupakan sumber energi paling padat, yang menghasilkan 9
kalori untuk tiap gram

3)Alat Angkut Vitamin Larut Lemak


Lemak mengandung vitamin yang larut dalam lemak tertentu. Lemak susu dan
minyak ikan laut tertentu mengandung vitamin A dan D dalam jumlah berarti.
Hampir semua minyak nabati merupakan sumber vitamin E. Minyak kelapa sawit
mengandung banyak karotenoid (provitamin A). Lemak membantu transportasi
dan absorbsi vitamin larut lemak yaitu A, D, E, dan K.

4)Menghemat Protein
Lemak menghemat penggunaan protein untuk sintesis protein, sehingga protein
tidak digunakan sebagai sumber energi.

5)Memberi Rasa Kenyang dan Kelezatan


Lemak memperlambat sekresi asam lambung dan memperlambat pengosongan
lambung, sehingga lemak memberi rasa kenyang lebih lama. Disamping itu lemak
memberi tekstur yang disukai dan memberi kelezatan khusus pada makanan.

FUNGSI LIPID

6) SebagaiPelumas
Lemak merupakan pelumas dan membantu pengeluaran sisa pencernaan.

7) Memelihara Suhu Tubuh


Lapisan lemak di bawah kulit mengisolasi tubuh dan mencegah kehilangan
panas tubuh secara cepat, dengan demikian lemak berfungsi juga dalam
memelihara suhu tubuh.

8) Pelindung Organ Tubuh


Lapisan lemak yang menyelubungi organ-organ tubuh, seperti jantung, hati,
dan ginjal membantu menahan organ-organ tersebut tetap ditempatnya dan
melindunginya terhadap benturan dan bahaya lain.

9)Komponen struktur membran


Semua membran sel termasuk mielin, mengandung lipid lapis ganda. Fungsi
membran di antaranya adalah sebagai barier permeable.

10) Kofaktor/prekusor enzim


Aktivitas enzim seperti fosfor lipid dalam darah, koenzim A, dan sebagainya

FUNGSI LIPID BAGI


MANUSIA
1) Menjadi cadangan energi
2)Lemak mempunyai fungsi selular dan
komponen struktural
3)Menopang fungsisenyawa organiksebagai
penghantar sinyal
4)Menjadi suspensi bagi vitamin A, D, E dan
K yang berguna untuk proses biologis
5)Berfungsi sebagai penahan goncangan
demi melindungi organ vital dan melindungi
tubuh dari suhu luar yang kurang bersahabat.

FUNGSI LIPID BAGI


PENGOBATAN
1) Sebagai makanan yang kaya energi
2)Memberikan perlindungan untuk keseluruhan
tubuh
3) Bertindak sebagai insulator (penghambat) panas
untuk seluruh tubuh dan sebagai insulator listrik
pada beberapa saraf.
4) Berperan dalam pembentukan senyawa baru
dalam tubuh
5)Membantu dalam transpor zat larut lemak
semacam vitamin.
6)Testosteron dan esterogen sebagai hormon
kelamin.

FUNGSI LIPID BAGI


TUMBUHAN

1) Lapisan lilin berfungsi untuk mengurangi laju transpirasi pada


tumbuhan.
2)Karena irama laju asupan karbohidratyang cukup tinggi bagi
makhluk hidup (tumbuhan) maka asupan tersebut harus segera
diolah oleh tubuh tumbuhan, menjadi energi maupun disimpan
sebagaiglikogen.
3)Daun hijau tumbuhan, asam lemak diproduksi dikloroplas. Bagian
lain tumbuhan dan pada sel hewan (dan manusia), asam lemak
dibuat disitosol. Proses esterifikasi (pengikatan menjadilipid)
umumnya terjadi pada sitoplasma, dan minyak (atau lemak) disimpan
pada oleosom. Banyak spesies tanaman menyimpan lemak pada
bijinya (biasanya pada bagian kotiledon) yang ditransfer dari daun
dan organ berkloroplas lain.
Beberapa tanaman penghasil lemak terpenting adalahkedelai, kapas,
kacang tanah, jarak, kanola. Kelapa, kelapa sawit, jagung, zaitun

KLASIFIKASI LIPID
Berdasarkan hasil hidrolisisnya
1. Lipid sederhana yaitu ester asam lemak
dengan berbagai alkohol, misalnya:minyak
dan lemak.
2.Lipid majemuk atau kompleks adalah
ester asam lemak yang mempunyai gugus
tambahan, misalnya: fosfolipid dan
glikolipid
3.Derivat lipid adalah senyawa yang
dihasilkan oleh proses hidrolisis lipid,
misalnya: sterol (kolesterol dan fitosterol)

2. Malam (wax) : campuran komplek


hidrolisis : komponen lipid, keton, alkana,
alkohol sekunder.
Komponen lipid terhidrolisis menjadi : satu
asam lemak rantai panjang + alkohol yang
bukan gliserol

LIPID MAJEMUK
LIPID MAJEMUK : Bila terhidrolisis hasilkan :
asam lemak dan alkohol serta satu atau
lebih senyawa lain.
a) Fosfolipid: Fosfolipid adalah lipid yang
mengandung gugus ester fosfat.
2 macam : gliserofosfolipid dan
sphingofosfolipid

Struktur dasar gliserofosfolipid

Contoh Sphingofosfolipid : sphingomyelin

Struktur glikolipid
Gliserol

Asam lemak
Asam lemak
Gula

(1)

Asam
lema
k

(2)

Sphingosi
n
Gula

b) Glikolipid: molekul-molekul lipid yang


mengandung karbohidrat, biasanya pula
sederhana seperti galaktosa atau glukosa.
Glikolipid terdiri dari : molekul gula, alkohol
berupa gliserol/sphingosin dan asam lemak.

DERIVAT LIPID
Derivat lipid : zat yang diturunkan dari
hasil hidrolisis golongan-golongan lipid di
atas. Derivat lipid ini meliputi : asam lemak
jenuh, dan tak jenuh, gliserol, steroid,
aldehid, benda-benda keton

Struktur steroid

Steroid merupakan lemak yang tidak


tersabunkan

KLASIFIKASI LIPID
Berdasarkan sumber

Lemak Nabati
Lemak nabati berasal dari tumbuhanmengandung lemak tak
jenuh dan tidak mengandung kolestrol. Dapat dari kelapa,
kemiri, alpukat, durian, dll.Lemak nabati berfungsi dalam
menurunkan kadar kolesterol, mencegah terjangkitnya penyakit
jantung koroner dan pertumbuhan beberapa jenis kanker.
Lemak Hewani
Lemak hewani berasal dari hewan.Mengandung lemak jenuh dan
kolestrol. Dapat dari daging, telur, susu, keju, mentega,
dll.Lemak hewani mengandung kolesterol yang tinggi. Kolesterol
sebagai komponen penting dalam asam empedu dimana asam
empedu membantu melarutkan lemak globular dari makanan
sehingga dapat larut dalam air atau enzim lipase, dan bereaksi
dengan molekul lemak sehingga dapat melancarkan penyerapan
lemak

ANALISIS LEMAK

Angka penyabunan : banyaknya miligram KOH yang


dibutuhkan untuk menghidrolisis 1 gram lemak. Besarnya angka
penyabunan menunjukkan berat mol
rata-rata dari lemak/minyak.
Angka Iod : menunjukkan ketidakjenuhan asam lemak.
Angka Iod
banyaknya gram iodin yang dapat bereaksi
dengan 100 gram lemak.
Angka asam : banyaknya mg KOH yang dapat bereaksi dengan
asam lemak bebas yang terdapat dalam 1 gram lemak/minyak.
Uji Kelarutan Lipid: Uji ini terdiri atas analisis kelarutan lipid
maupun derivat lipid terhadap berbagai macam pelarut. Dalam uji
ini, kelarutan lipid ditentukan oleh sifat kepolaran pelarut. Apabila
lipid dilarutkan kedalam pelarut polar maka hasilnya lipid tersebut
tidak akan larut. Hal tersebut karena lipid memiliki sifat nonpolar
sehingga hanya akan larut pada pelarut yang sama-sama
nonpolar.

Uji Ketengikan: di identifikasi lipid mana yang sudah tengik dengan yang
belum tengik yang disebabkan oleh oksidasi lipid. Minyak yang akan diuji
dicampurkan dengan HCl. Selanjutnya, sebuah kertas saring dicelupkan
kelarutan floroglusinol. Floroglusinol ini berfungsi sebagai penampak bercak.
Setelah itu, kertas digantungkan didalam erlenmeyer yang berisi minyak
yang diuji. Serbuk CaCO3 dimasukkan kedalam Erlenmeyer dan segera
ditutup. HCl yang ditambahkan akan menyumbangkan ion-ion hidrogennya
yang dapat memecah unsure lemak sehingga terbentuk lemak radikal bebas
dan hydrogen radikal bebas . Kedua bentu kradikal ini bersifat sangat reaktif
dan pada tahap akhir oksidasi akan dihasilkan peroksida

Uji Salkowski Untuk Kolesterol: untuk mengidentifikasi keberadaan


kolesterol. Kolesterol dilarutkan dengan kloroform anhidrat lalu dengan
volume yang sama ditambahkan asam sulfat. Asam sulfat berfungsi sebagai
pemutus ikatan ester lipid. Apabila dalam sampel tersebut terdapat
kolesterol, maka lapisan kolesterol di bagian atas menjadi berwarna merah
dan asam sulfat terlihat berubah menjadi kuning dengan warna fluoresens
hijau

Contoh minyak atau lemak dari


tumbuhan

a.Oleum Arachidis (Minyak kacang )


Nama tanaman asal :Arachis hypogea(L)
Familia
: Leguminose
Zat berkhasiat :Gliserida dari asam oleat,
linoleat, asam palmitat, asam hipogeat, asam loignoleat,
asam arakhidat
Kegunaan
: sebagai pengganti minyak
zaitun, pembuatan mrgarin, dan sabun
Sediaan
:Methylis Salicylatis Liniment,
Peruviani Emulsum II
Pemerian :cairan berwarna kuning pucat,
bau, khas lemah, rasa tawar
Cara memperoleh : minyak lemak diperoleh dengan
pemerasaan biji yang telah dikupas

Oleum Cocos (Minyak kelapa)


Nama tanaman asal :cocos mucifera
Fmailia
: Palmae
Zat berkhasiat
:gliserida dari asam laurat, asam
miristinat, asam kaprilat, asam oleat, asam palmitat, asam kaprat,
asam stearate, dan asam kaproat
Kegunaan
:pembuatan salep, shampoo
Sediaan
:Oleum Cocos Purum
Pemerian
: cairan jernih, tidak berwarna atau
kuning pucat, bau khas tidak tengik
Cara memperoleh :minyak kelapa yang idperoleh dengan
pemerasan endosperm yang idkeringkan. Kopra (daging buah
kelapa yang telah dikeringkan, mengandung minyak lemak 60-65
% dan air tidak boleh lebih dari 8%) yang telah idpanaskan,
diperas dengan tekanan 600-800 kg/cm minyak yang keluar
didiamkan bebrapa lama agar kotoran-kotoran mengendap.
Kemudian dimurnikan secara dikocok dengan larutan kaustik soda
encer dan dihilangkan baunya dalam hampa tinggi dengan uap aiy
yang sangat panas

Oleum Maydis (Minyak Jagung)


Nama tanaman asal :Zea mays(L)
Familia
: poaceae
Zat berkhasiat : gliserida
Kegunaan
: zat tambahan,
pengganti minyak lemak bagi pasien yang kadar
kolesterolnya tinggi
Pemerian
: cairan berwarna
kuning muda sampai kuning emas, bau dan rasa
lemah
Cara memeperoleh : Minyak lemak diperoleh
dari embrio buah jagung, kemudian dimurnikan

Adeps Lanae (lemak bulu domba)


Nama hewan asal :Ovis aries(L)
Family : Bovidae
Zat berkhasiat : ester-ester lemak dengan kolesterol,
oksikolesterol, gamma-lanosterol,
lano- sterol, dihidrolanosterol, dan
agnosterol.
Asam lemaknya adalah asam palmitat,
asam miristinat, asma lanoalmitat, asam
lanoserat, asam serotat, dan asam
karnaubat.
Kegunaan : sebagai salep, sabu, pasta,pil, dan
serbuk
Sediaan : Ichtiammoli unguentum, Hydrocortini
unguentum
Pemerian : zat warna kuning muda atau kuning
pucat, agak tembus cahaya, bau
lemah dank has.
Bagian yang diambil : lemak yang dimurnikan dari bulu
domba

Cera Album (malam kuning)


Nama hewan asal :Apis mellifera(L)
Family
: Apidae
Zat berkhasiat : serin atau asam serotinat, asam
melisinat.
Kegunaan : bahan salep
Sediaan : Oculentum Hydrargyri Oxydi Flavi
Pemerian : zat padat, jika dingin agak rapuh jika
hangat menjadi elastic, bekas patahan buram dan brbutir warna
coklat kekuningan, bau enak seperti madu.
Bagian yang diambil: malam yang dibersihkan dar sarang
lebah

Cetacum (Setaseum)
Nama hewan asal :Physeter macrosephallus
Family : Physeterdae
Zat berkhasiat : setin, setil stearat, setiloleat,
setilaurat, setilmiristinat.
Kegunaan :bahan salep
Sediaan : Unguentum liniens
Pemerian :massa hablur bening, licin,
warna utih mutiara baud an rasa lemah
Bagiann yang diambil :malam padat murni yang
diperoleh dari minyak lemak yang terdapat pada
kepala, lemak, dan badan ikan.

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai