Anda di halaman 1dari 17

n

a
d
l
a
d
o
M
p
e
s
n
o
K
Laba
MUH. YUSUF
HASBULLAH HAJAR

RUMUSAN MASALAH
BAGAIMANA KONSEP MODAL PADA
PERSPEKTIF CSR?

BAGAIMANA KONSEP LABA PADA


PERSPEKTIF CSR?

KBBI

TUJUAN PENELITIAN

Untuk mengetahui konsep modal


pada perspektif CSR
Untuk mengetahui konsep laba pada
perspektif CSR

KONSEP MODAL
Dalam ilmu ekonomi, istilah capital
(modal) merupakan konsep yang
pengertiannya berbeda-beda,
tergantung dari konteks
penggunaannya dan aliran pemikiran
yang dianut. Secara historis konsep
modal juga mengalami perubahan
atau perkembangan. Istilah modal
yang biasa dipergunakan pada abad
ke-16

MODAL
John Stuart Mill dalam Principle of Political Economy (dalam Komaruddin,
1991) menggunakan istilah modal dalam pengertian: (1) barangbarang
fisik yang digunakan untuk menghasilkan barang-barang lainnya, dan (2)
sejumlah dana yang tersedia untuk menyewa tenaga kerja.

Konsep Modal

Adam Smith dalam The Wealth of Nation (dalam www.ut.ac.id, 2011:1-4)


menggunakan istilah capital dan circulating capital. Pembedaan ini
didasarkan atas kriteria sejauh mana suatu unsur modal itu terkonsumsi
dalam jangka waktu tertentu (misal satu tahun).

Konsep Modal
DEFINISI MODAL YANG LAIN YAITU MERUPAKAN BARANG ATAU UANG, YANG BERSAMASAMA FAKTOR PRODUKSI TANAH DAN TENAGA KERJA MENGHASILKAN BARANGBARANG BARU.

Konsep Laba

Laba merupakan suatu konsep akuntansi yang memiliki berbagai


sudut pandang, tergantung dari siapa yang menilai dan bagaimana
tujuan penilaiannya tersebut. Oleh karena itu, para ahli dan organisasi
akuntansi memberikan definisi berbeda tentang konsep laba yaitu
sebagai berikut :

Konsep Laba

Laba merupakan suatu pos dasar dan penting dari ikhtisar keuangan
yang merniliki berbagai kegunaan dalam berbagai konteks. Laba pada
umumnya dipandang sebagai suatu dasar bagi perpajakan,
determinan pada kebijakan pembayaran dividen, pedoman investasi,
dan pengambilan keputusan, dan unsur prediksi.
(Belkaoui : 1993)

Konsep Laba

Laba sebagai jumlah yang berasal dari pengurangan harga pokok


produksi, biaya lain dan kerugian dari penghasilan atau penghasilan
operasi. (Commite On Terminology, Sofyan Syafri H : 2004)

Laba adalah pengambilan atas investasi kepada pemilik. Hal ini


mengukur nilai yang dapat diberikan oleh entitas kepada investor dan
entitas masih memiliki kekayaan yang sama dengan posisi awalnya.
(Stice, Skousen : 2009)

Konsep Laba

Laba merupakan jumlah residual yang tertinggal setelah semua beban


(termasuk penyesuaian pemeliharaan modal, kalau ada) dikurangkan
pada penghasilan. Kalau beban melebihi penghasilan, maka jumlah
residualnya merupakan kerugian bersih.
(Ikatan Akuntan Indonesia : 2007)

Karakteristik Income

Dari berbagai definisi laba di atas, dapat disimpulkan bahwa laba secara
konseptual memiliki karakteristik umum sebagai berikut :
1) Kenaikan kemakmuran yang dimiliki atau dikuasai suatu entitas
2) Perubahan terjadi dalam suatu periode sehingga harus diidentifikasi kondisi
kemakmuran awal dan kemakmuran akhir
3) Perubahan dapat dinikmati, didistribusi, atau ditarik oleh entitas yang
menguasai kemakmuran, asalkan kemakmuran awal dipertahankan

Fungsi Perhitungan Income


Laba yang secara umum dihitung berdasarkan selisih lebih pendapatan dan biaya
diharapkan dapat digunakan sebagai berikut :
1) Indikator efisiensi penggunaan modal atau biaya
2) Pengukur prestasi atau kinerja management
3) Alat motivasi bagi management dalam pengelolaan perusahaan
4) Dasar penentuan besarnya pengenaan pajak
5) Dasar penghitungan deviden
6) Dasar pembagian kompensasi dan bonus
7) Pedoman dalam menentukan kebijakan dan pengambilan keputusan
8) Dasar peramalan kondisi perusahaan di masa yang akan datang

Tataran Konsep Laba


Dalam tataran Semiotika (Semantik, Sintaktik, dan Pragmatik) konsep
laba didefinisikan dan diinterpretasikan menjadi tiga teori yaitu :
1. Tataran semantik
Berbagai implementasi laba dalam tataran semantik yaitu :
a. Pengukur Kinerja
b. Konfirmasi Harapan Investor
c. Estimator Laba Ekonomik

Tataran Konsep Laba


2. Konsep Income dalam Tataran Sintaktik
Kriteria atau pendekatan dalam pengukuran laba dibagi menjadi
tiga yaitu :
a) Pendekatan Transaksi (Cash Basis)
b) Pendekatan Kegiatan (Accrual Basis)
c) Pendekatan Pertahanan Kapital
3. Konsep Income dalam Tataran Pragmatik

Kesimpulan
Berdasarkan latar belakang dan pembahasan di atas maka
kesimpulan yang dapat diambil dalam tulisan ini adalah
sebagai berikut : perusahaan bisa mewujud dalam suatu
masyarakat karena adanya dunkungan dari masyarakat.
Oleh sebab itu, perilaku perusahaan dan cara yang
digunakan perusahaan saat menjalankan bisnis harus
berada dalam bingkai pedoman yang ditetapkan oleh
masyarakat.

KESIMPULAN
PERIHAL CSR INI HARUS DIMAKNAI BUKAN LAGI HANYA SEKEDAR RESPONSIBILITY KARENA BERSIFAT
VOLUNTARY, TETAPI HARUS DILAKUKAN SEBAGAI MANDATORY DALAM MAKNA LIABILITY KARENA
DISERTAI DENGAN SANKSI.