Anda di halaman 1dari 44

CASE REPORT

FRAKTUR FEMUR

PERCEPTOR:
DR. EDDY MARUDUT S., SP.OT
OLEH:
ASEP SETYA RINI, S.KED
KARINA, S.KED
LEON L. GAYA, S.KED

KEPANITERAAN KLINIK SMF BEDAH


RUMAH SAKIT DR.H. ABDUL MOELOEK LAMPUNG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG
2016

IDENTITAS PASIEN
Nama

: Rio Prasetio

Jenis Kelamin : Laki-laki


Umur

: 26 thun

Alamat : Dusun II
Pekerjaan : Karyawan
Bangsa : Lampung
Agama : Islam
No. MR : 466147

ANAMNESIS
Keluhan Utama
Luka terbuka pada paha kanan bagian bawah

Keluhan Tambahan
Nyeri pada bagian luka, tungkai tidak dapat
digerakkan

ANAMNESIS
Riwayat Penyakit
Pasien datang dengan keluhan luka terbuka pada paha
kanan bagian bawah dan terdapat luka-luka lecet pada
lutut kanan dan bagian tungkai kanan bawah akibat
kecelakaan lalu lintas 4 jam SMRS. Kecelakaan
bermula ketika pasien sedang mengendarai sepeda
motor tiba-tiba dari arah depan datang motor dan
menabrak pasien sehingga pasien terjatuh dan pasien
tertimpa sepeda motor dan kaki terbentur aspal. Pasien
mengenakan helm. Pasien dalam keadaan sadar setelah
kecelakaan. Mual-muntah tidak ada. Riawayat alkohol
tidak ada. Riwayat perdarahan melalui hidung, mulut
disangkal. Setelah kejadian pasien langsung dibawa ke
RS Gunung Sugih, lalu dirujuk ke RSAM.

STATUS PRESENT

STATUS UMUM
Keadaan umum : Tampak sakit Sedang
Kesadaran : compos mentis
Keadaan gizi : ideal
Kulit : sawo matang

PEMERIKSAAN FISIK
Tanda vital
Tekanan Darah : 120/70 mmHg
Pernapasan : 18x/menit
Nadi : 76x/menit
Suhu : 36,50C

STATUS PRESENT

KEPALA DAN MUKA


Bentuk dan ukuran :
Normal, simetris
Mata : Normal
Konjungtiva : anemis -/Sklera : iktreik -/Refleks Cahaya : normal
Pupil : normal
Telinga : normal
Hidung : normal
Tenggorokan : normal
Mulut : normal
Gigi : normal

LEHER
Kelenjar getah bening : tidak
membesar
Kelenjar Gondok
membesar

: tidak

JVP

: 5 2 cmH20

DADA (THORAX)
Inspeksi

: Simetris, retraksi (-)

Palpasi
: Gerakan dinding
dada simetris, Fremitus (+)
Perkusi

REGIO LUMBAL (FLANK AREA)


Inspeksi : simetris
Palpasi : NT (-)

: Sonor

Auskultasi : Ves +/+ Rh -/- Wh -/- EKSTREMITAS


BJ I/II reguler murmur (-)

PERUT (ABDOMEN)
Inspeksi

: Datar, lemas

Palpasi

: NT (-)

Perkusi

: Timpani

Superior : akral hangat, sianosis


(-), edema tungkai (-/-)
Inferior : akral hangat, sianosis
(-), edema tungkai (+/-)

Auskultasi : BU (+) 8x/menit

GENITALIA : tidak dilkukan


pemeriksaan
PERIANAL : tidak dilakukan
pemeriksaan

NEUROVASKULAR : + Normal

STATUS LOKALIS

Look :
Deformitas
: Angulasi (-), Pemendekan (+), Rotasi (+)
Edema : ada
Pemendekan : Tungkai kanan lebih proksimal dari kiri
Platella kanan lebih proksimal dari kiri
Feel
Nyeri tekan : + 1/3 distal os femur dextra
Nyeri sumbu : + 1/3 distal os femur dextra
NVD
: Teraba pulsasi pada arteri dorsalis pedis
Krepitasi : Tidak dilakukan
Move
Nyeri gerak aktif (+)
Nyeri gerak pasif (+)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium Rutin

Darah rutin
Hb

: 12,9 g/dl

Leukosit :
11.000 /ul
Eritrosit
Ht

: 4,7 jt/ul

: 36 %

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Radiologi

(sebelum traksi)

(sesudah traksi)

TINJAUAN PUSTAKA

FRAKTUR
Definisi
Putusnya kontinuitas tulang, tulang rawan epifisis,
tulang rawan sendi baik bersifat total maupun
parsial

KLASIFIKASI FRAKTUR
Fraktur terbuka (Grade Gustilo)
Grade I

: Luka terbuka < 1 cm

Grade II : Luka terbuka > 1 cm


Grade III : Kerusakan jaringan lunak yang luas disertai patah
tulang yang
fragmented dan kotor
A Bagian tulang yang patah masih
dapat ditutupi jaringan lunak.
B Kehilangan jaringan yang luas
disertai bone exposed dan striping
C Apabila disertai kerusakan arteri yang
memerlukan perbaikan.

KLASIFIKASI FRAKTUR
Berdasarkan Garis Fraktur

1.
2.

Simple fraktur: 1 garis fraktur

3.

Segmental Fraktur: > 1 garis fraktur yang tidak


berhubungan antar garis (bersegmen-segmen)

Kominutif Fraktur: > 1 garis fraktur (pecahan) masih


berhubungan dengan fraktur

Berdasarkan Arah Fraktur

1.
2.
3.

Transversal
Oblique
Spiral

KLASIFIKASI FRAKTUR

KLASIFIKASI FRAKTUR FEMUR


Fraktur Leher Femur
Fraktur Intertrokanter
Fraktur batang Femur
Fraktur Suprakondiler Femur

FRAKTUR LEHER FEMUR


Fraktur leher femur terjadi pada proksimal hingga
garis intertrokanter
tulang panggul.

Fraktur

pada

regio

intrakapsular

ini sering terjadi pada wanita usia di atas


60 tahun dan biasanya berhubungan dengan
osteoporosis

KLASIFIKASI FRAKTUR LEHER


FEMUR
Berikut ini adalah klasifikasi fraktur leher femur
berdasarkan Garden:

Stadium I adalah fraktur yang tak sepenuhnya


terimpaksi.

Stadium II adalah fraktur lengkap tetapi tidak


bergeser.

Stadium III adalah fraktur lengkap dengan


pergeseran sedang.

Stadium IV adalah fraktur yang bergeser secara


hebat.

KLASIFIKASI FRAKTUR LEHER


FEMUR
Selain Garden, Pauwel juga membuat klasifikasi
berdasarkan atas sudut inklinasi leher femur
seperti yang tertera pada gambar 3 yaitu sebagai
berikut:

Tipe I, yaitu fraktur dengan garis fraktur 30.


Tipe II, yaitu fraktur dengan garis fraktur 50.
Tipe III, yaitu fraktur dengan garis fraktur 70.

FRAKTUR INTERTROKANTER
Fraktur

intertrokanter menurut definisi bersifat


ekstrakapsular. Seperti halnya fraktur leher
femur, fraktur intertrokanter sering ditemukan
pada manula atau penderita osteoporosis.
Kebanyakan pasien adalah wanita berusia 80an.

FRAKTUR BATANG FEMUR


Fraktur batang femur merupakan fraktur yang

sering terjadi pada orang dewasa muda. Jika


terjadi pada pasien manula, fraktur ini harus
dianggap patologik sebelum terbukti sebaliknya.
Fraktur spiral biasanya disebabkan oleh jatuh
dengan posisi kaki tertambat sementara daya
pemuntir ditransmisikan ke femur. Fraktur
melintang dan oblik biasanya akibat angulasi atau
benturan langsung. Oleh karena itu, sering
ditemukan pada kecelakaan sepeda motor. Pada
benturan keras, fraktur mungkin bersifat kominutif
atau tulang dapat patah lebih dari satu tempat.

FRAKTUR SUPRAKONDILER
FEMUR
Daerah

suprakondiler adalah daerah antara


batas proksimal kondilus femur dan batas
metafisis dengan diafisis femur. Fraktur terjadi
karena tekanan varus atau valgus disertai
kekuatan aksial dan putaran. Klasifikasi fraktur
suprakondiler femur terbagi atas: tidak
bergeser, impaksi, bergeser, dan komunitif.

DIAGNOSA FRAKTUR
ANAMNESIS

Keluhan Utama Tulang (Organ) Bengkok,


Bengkak, Pendek sesudah trauma

Mekanisme trauma (History of accident)


Langsung / Tidak langsung

Riwayat Penyakit dahulu & Peny keluarga


Untuk menjelaskan penyakit dasar

PEMERIKSAAN FISIK
1. Pemeriksaan Umum
2. Pemeriksaan status lokalis
LOOK

DEFORMITAS

Angulasi, Rotasi, Pemendekan

LUKA / TIDAK

NYERI TEKAN
NYERI SUMBU
NEURO VASCULAR DISTAL (NVD)
KREPITASI

FEEL

MOVE

ACTIVE : NYERI PADA


PASIF
: KREPITASI

PERGERAKAN

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan radiologi

PENANGANAN FRAKTUR
Retain
Rehabilitat
ion

Reposition

3R

INDIKASI KONSERVATIF
Fraktur stabil/simple
Tanpa komplikasi neurovaskuler
Tidak fraktur multiple
Fraktur pada anak-anak
Bukan fraktur daerah sendi

TRAKSI
Traksi adalah tahanan yang dipakai
dengan berat atau alat lain untuk
menangani kerusakan atau
gangguan pada tulang dan otot.
Tujuan traksi adalah untuk
menangani fraktur, dislokasi atau
spasme otot dalam usaha untuk
memperbaiki deformitas dan
mempercepat penyembuhan.

JENIS TRAKSI

Skin Traksi
Traksi Buck
Traksi Russell
Traksi Dunlop
Traksi kulit Bryant

Skeletal Traksi

TRAKSI

TRAKSI

KOMPLIKASI PENGGUNAAN
TRAKSI
Iritasi Kulit
Disuse Atrofi Otot
Demineralisasi tulang
Infeksi dan Parase saraf

OPERATIF
External Fiksasi
( External fiksatur )

Internal Fiksasi
( Plate & Screw )

OPERATIF
Dilakukan reposisi terbuka dan kemudian
stabilisasi dengan internal fiksasi (ORIF)

INDIKASI OPERATIF
Fraktur yang tidak stabil
Gagal konservatif
Non union/delayed union fraktur
Multipel fraktur
Fraktur yang mengenai sendi
Fraktur disertai trauma kapitis

PENYEMBUHAN (UNION) FRACTUR


1.

Fase Hematoma ( 2-8 jam ssd trauma)

2.

Fase Resorbsi hematoma (Sp 1 minggu)

Hematoma diisi oleh sel-sel tulang baru


3.

Fase calus ( tulang muda) (ssd 3 minggu)

Osteoblasts membentuk spongy bone


4.

Fase Konsolidasi ( 6-12 minggu)

Tulang spongiosa menjadi padat


5.

Fase Remodelling (12-24 bulan)

Spongy bone berobah jadi tulang


normal

YANG MEMPENGARUHI UNION FRAKTURE


1.

2.

Faktor Umum

Umur

Gizi

Adanya peny. sistemik / tidak

Faktor Lokal

Posisi garis patah tulang

Perdarahan

Cara imobilisasi dll

Adanya infeksi

BENTUK PENYEMBUHAN (UNION FR)


1.

Good Union Menyambung sempurna

Bentuk, Ukuran anatomis & Fungsi


kembali normal

2.

Delayed union Menyambung lama

3.

Non-union Ssd 5 bl.

4.

Malunion Salah sambung

KOMPLIKASI FRAKTUR
1.

Segera
Lokal: Kulit, otot,vesikuler
Umum: Trauma multipel, syok

2.

Dini
Lokal: Sindrom kompartement, trombosis
Umum: ARDS, emboli, tetanus

3.

Lanjut
Lokal: Osteomyelitis
Umum: Batu ginjal, sklerosis pascatraumama

Terima Kasih