Anda di halaman 1dari 7

Recurrent Apthous

Stomatitis
Devina Putri Dewi
160110130014

Etiologi
Di Eropa bagian barat dan Amerika Utara recurrent aphtous
stomatitis (RAS) merupakan penyakit mukosa yang paling
sering muncul, mempengaruhi 15-20% populasi.
Beberapa penyebab terjadinya RAS, antara lain
Infeksi bakteri
Kelainan imun
Kekurangan zat besi, vitamin B12 dan asam folic
Trauma
Kondisi endokrin
Faktor fisik
Faktor alergi.

Manifestasi Klinis
-Lesi terbatas pada mukosa oral
-Berawal: pada rasa terbakar yang prodormal 2 s/d 48 jam sebelum
ulser terlihat.
Periode inisial: terlihat bagian eritema yang terlokalisasi, papula putih
kecil, ulserasi, dan membesar 48 sampai 72 jam kemudian.
Lesi tunggal -> bulat, simestris, dan dangkal (sama seperti ulserasi
virus), namun tidak ada bekas pada jaringan yang disebabkan
vesikel yang rupture (ini membantu untuk membedakan RAS dengan
penyakit dengan ulser yang irregular seperti EM, pemphigus, dan
pemphigoid).
Lesi jamak terkadang terlihat -> jumlah, ukuran, dan frekuensinya
bervariasi. Mukosa buccal dan labial paling sering terlibat. Jarang
ditemukan pada palatum dan gingiva. Pada RAS ringan, lesi
berkembang dari 0,3 cm -> 1 cm dan sembuh dalam satu minggu.
Penyembuhan tanpa jaringan parut terjadi sekitar 10 sampai 14 hari.

Kebanyakan pasien RAS memiliki 2 - 6 lesi tiap episodenya


dan menunjukkan beberapa episode dalam satu tahun.
Pasien dgn ulser mayor: lesi dalam yang diameternya >
1 cm dan dapat mencapai 5 cm. Sebagian besar dari
mukosa oral ditutupi oleh ulser yang dapat menyatu.
Lesi ini sangat sakit dan mengganggu aktivitas berbicara
dan makan. Lesi sembuh secara perlahan dan
meninggalkan bekas luka yang menyebabkan penurunan
pergerakan uvula dan lidah dan destruksi sebagian
mukosa oral. Jenis RAS yang paling jarang adalah
Herpetiform Type yang sebagian besar terjadi pada
dewasa. Pasien menunjukkan ulser kecil belang-belang
tersebar dalam jumlah banyak di mukosa oral.

Pengobatan
Untuk memberikan treatment yang bisa
mengurangi rasa sakit dan penyembuhan dari
lesi, dibutuhkan identifikasi dari faktor
predisposisi
Kasus ringan dengan dua atau tiga lesi kecil,
gunakan proteksi seperti Orabase (BristolMyers Squibb,Princeton, NJ) atau Zilactin (Zila
Pharmaceutions, Phoenix, AZ).
Nyeri lesi ringan dapatdiberikan anestesi
topikal agen atau topikaldiclofenac.

Kasus yang lebih berat: digunakan topicalsteroid,


seperti fluosinonida, betametasonatau clobetasol,
diberikan langsung pada penyembuhan lesi
dengan jangka waktu lebih singkat. Gel dapat
dengan hati-hatidiaplikasikan langsung pada lesi
setelah makan dan pada waktu tidur2-3x sehari.
Lesi
yang
lebih
denganmenempatkan
topikal padaulser.

besar
dapat
perban
berisi

diobati
steroid

Bila terapi topikal tidak responsif -> maka


penggunaan
terapi
sistemikharus
dipertimbangkan
misalnya
colchicine,
pentoxifylline,
dapson,
dan
thalidomide.
Thalidomide diberikan untuk mengurangi insiden
dan tingkat keparahan RAS terutama pada pasien
HIV-positif, namun obat ini harusdigunakan
dengan sangat hati-hati. Efek samping lain dari
thalidomidetermasuk neuropati perifer, masalah
gastrointestinal, dan mengantuk.