Anda di halaman 1dari 30

BANTALAN REL

Bantalan rel (sleepers) dipasang sebagai landasan dimana batang rel


diletakkan dan ditambatkan.
FUNGSI BANTALAN :
1. meletakkan dan menambat batang rel
2. menjaga kelebaran trek (track gauge, adalah ukuran lebar trek rel.
Indonesia memiliki track gauge 1067 mm) agar selalu konstan,
dengan kata lain agar batang rel tidak meregang atau menyempit
3. menumpu batang rel agar tidak melengkung ke bawah saat dilewati
rangkaian KA
4. mentransfer beban yang diterima dari batang rel dan plat landas
untuk disebarkan ke lapisan batu ballast di bawahnya.
Oleh karena itu bantalan harus cukup kuat untuk menahan batang rel
agar tidak bergesar, sekaligus kuat untuk menahan beban rangkaian KA

Pada umumnya Bantalan dipasang melintang dari posisi rel


pada jarak antarbantalan maksimal 60 cm.
JENIS BANTALAN :
1. Bantalan Kayu (Timber Sleepers), terbuat dari batang
kayu asli maupun kayu campuran, yang dilapisi dengan
creosote (minyak pelapis kayu) agar lebih awet dan tahan
jamur.
2. Bantalan Plat Besi (Steel Sleepers), merupakan bantalan
generasi kedua, lebih awet dari kayu. Bantalan besi tidak
dipasang pada trek yang ter-eletrifikasi maupun pada trek
yang menggunakan persinyalan elektrik
3. Bantalan Beton Bertulang (Concrete Sleepers), merupakan
bantalan modern saat ini, dan paling banyak digunakan
karena lebih kuat, awet, murah, dan mampu menahan
beban lebih besar daripada dua bantalan lainnya.

Perbandingan umur bantalan rel KA yang


dipergunakan dalam keadaan normal
dapat ditaksir sebagai berikut :
a. Bantalan kayu yang tidak diawetkan: 315 tahun.
b. Bantalan kayu yang diawetkan: 25-40
tahun.
c. Bantalan besi baja: sekitar 45 tahun.
d. Bantalan beton: diperkirakan 60 tahun.

BANTALAN KAYU
Bantalan kayu digunakan di indonesia
dikarenakan kayu mudah dibentuk dan
mudah didapat.
Untuk memenuhi fungsinya maka bantalan
kayu harus keras (mampu menahan
tekanan), penambat rel yg dipasang pd
bantalan tidak mudah lepas, tahan lama.
Mutu kayu yang dipergunakan untuk
bantalan kayu, harus memenuhi ketentuan
Peraturan Bahan Jalan Rel Indonesia (PBJRI)

Selain harus kuat menahan beban yang bekerja kayu juga harus
memenuhi persyaratan :
a. Utuh dan Padat
b. Tidak terdapat mata kayu
c. Tidak mengandung unsur kimia yg tidak baik bagi komponen
jalan rel yg terbuat dari logam
d. Tidak ada lubang bekas ulat dan binatang lainnya
e. Tidak ada tanda tanda permulaan terjadi pelapukan
f. Apabila diawetkan, pengawetan harus merata dan sempurna
Sesuai dengan persyaratan tidak semua jenis kayu dapat
dipergunakan, bantalan kayu harus dari kayu mutu A dengankelas
kuat I dan II dan kelas awet I dan II.
PT. KAI biasa menggunakan jenis kayu jati dan kayu besi.
Kayu besi dapat dipergunakan karena keras, tapi mudah pecah dan
kadang mengandung asam yang tidak baik bagi logam penambat
rel.

Bantalan kayu pada bagian tengah maupun bagian bawah rel, harus
mampu menahan momen maksimum sebesar :
-Kelas kayu I sebesar 800 kg-m
-Kelas kayu II sebesar 530 kg-m
Bentuk penampang melintang bantalan kayu harus berupa empat persegi
panjang pada seluruh tubuh bantalan, bidang sisi atas dan bawah harus
rata dan sejajar.
Keunggulan bantalan kayu :
a. Elastisitas baik, mampu meredam getaran, sentakan dan kebisingan.
b. Ringan, mudah dibentuk sesuai ukuran yg dikehendaki
c. Penggantian bantalan mudah dilakukan
Kelemahan :
d. Akibat pelapukan dan serangan binatang kecil umur penggunaan jadi
berkurang.
e. Mudah terbakar
f. Nilai sisa rendah

Bantalan kayu pada sepur yang lurus


mempunyai ukuran:
Panjang = L = 2000 mm,
Tinggi = t = 130 mm,
Lebar = b = 220 mm.

Kerusakan bantalan kayu terutama


disebabkan :
a. Tekanan rel (dengan beban
dinamisnya)
b. Penambat rel
c. Pelapukan kayu
Agar supaya kerusakan akibat tekanan rel
dapat dikurangi maka perletakan rel dan
bantalan harus baik dan biasanya
dipasang pelat landas dengan maksud
mengurangi kerusakan bantalan akibat
beban dinamis yang diteruskan melalui
rel kepada bantalan.

Bantalan Baja
Pada jalur lurus bantalan baja mempunyai ukuran:
Panjang : 2.000 mm
Lebar atas : 144 mm
Lebar bawah : 232 mm
Tebal baja : minimal 7 mm
Mutu baja yang dipakai untuk bantalan baja, harus memenuhi
ketentuan Peraturan Bahan Jalan Rel Indonesia (PBJRI).
Bantalan baja pada bagian tengah bantalan maupun pada bagian
bawah rel,harus mampu menahan momen sebesar = 650 kg-m.
Tegangan ijin minimal bantalan baja adalah 1600kg/cm2
Bentuk penampang melintang bantalan baja, harus mempunyai
bentukan kait keluar pada ujung bawahnya.
Bentuk penampang memanjang bantalan baja, harus mempunyai
bentukan kait ke dalam pada ujung-ujung bawah.

Bentuk
penampang seperti tersebut diatas memberikan cengkeraman pada
balas(agar pelat tidak bergoyang) sehingga memberikan stabilitas terhadap geseran,
cengkeraman ini penting karena berat sendiri bantalan baja yg kecil sebesar 47,1 kg
dan gesekan antara dasar bantalan dan balas juga kecil.
Keunggulan bantalan baja :
a. Ringan dan mudah diangkut
b. Tidak lapuk dan tidak diserang binatang-binatang kecil
c. Elastissitas yg lebih besar sehingga retak-retak yg terjadi pada bantalan kayu
maupun beton
d. Pada balas yg baik bantalan baja lebih tahan lama dibanding dengan bantalan
kayu
e. Nilai sisa relatif tinggi dibanding bantalan kayu
Kelemahan :
f. Dapat terkorosi dan berkarat sehingga lebih mudah retak
g. Konduktor listrik sehingga tidak cocok untuk kereta listrik yg aliran listriknya
berada dibawah
Karena bantalan baja mudah berkarat maka untuk mengurangi bantalan baja harus
dalam keadaan kering, untuk itu balas harus mudah meloloskan air dan pada
perlintasan jalan rel yg terendam air tidak boleh menggunakan bantalan baja.

Ukuran bantalan baja pada sepur lurus


adalah:
Panjang : 2.000 mm
Lebar atas : 144 mm
Lebar bawah : 232 mm
Tebal baja : minimal 7 mm

Penampang melintang dan memanjang


bantalan baja

BANTALAN BETON
Terdapat dua macam bantaln beton :
1.Bantalan beton blok ganda (bi-block)
2.Bantalan beton blok tunggal
Keunggulan
a.Memiliki daya tahan yang tinggi
b.Tahan terhadap cuaca dibandingkan dengan bantalan
yang terbuat dari kayu
c.lebih ekomonis, karena bisa tahan lama
d.Lebih kuat untuk menahan tekanan beban kereta
e.Stabilitas baik (dapat menjaga lebar sepur dengan baik)
f. Tidak dapat terbakar
g.Pengendalian mutu bahan mudah dilaksanakan
h.Beton bukan konduktor listrik shga dapat digunakan
untuk sepur listrik

Kelemahan
Harga bahan bantalan yang mahal
Memerlukan ketelitian yang cukup tinggi
sehingga membutuhkan tenaga ahli
Lebih kaku, sehingga getaran yang ada cukup
terasa (tidak meredam getaran dan kebisingan)
Kemungkinan kerusakan pada proses
pengangkutan dan pengangkatan
Pemasangan secara manual sulit karena berat
bantalan (sekitar 160-200 kg)
Kurang elastik dibanding bantalan kayu.
Nilai Sisa Kecil

Bantalan beton blok ganda (bi-block)


Terdiri atas 2 buah blok beton bertulang yang satu dg yg
lainnya dihubungkan dengan batang baja atau dapat
menggunakan rel bekas
Penulangan menggunakan tulangan spiral yg berfungsi
sebagai penahan getaran
Kuat tekan beton tidak kurang dari 385 kg/cm2
Mutu baja untuk tulangan lentur dan batang penghubung
tidak kurang dari U-32
Pada jalur lurus, satu buah bantalan beton blok ganda
berukuran panjang 700mm, lebar 300 mm dan tinggi rata2
200mm
Pada bagian tikungan/lengkung panjang batang penghubung
disesuaikan
Panjang batang penghubung harus dibuat sedemikian
sehingga cukup utk meletakkan penambat rel.

Bantalan Beton Blok Tunggal

Dari segi produksi, dikenal dua macam produksi yaitu:


-Longline Production
-Thosti Operation
Ide pembuatan bantalan beton pratekan bermula dari usaha untuk
mengurangi retak-retak yang biasanya timbul pada bagian-bagian
yang mengalami tegangan tarik. Pada bantalan beton pratekan,
setelah bebannya lewat, retakan-retakan itu relatif merapat kembali
karena adanya gaya tekan dari kabel-kabel pratekannya.
Ada dua cara penarikan kabel, yaitu:
-Kabel ditarik sebelum dicor (pretension)
-Kabel ditarik setelah dicor (post tension)
Pada proses pretension, penyaluran gaya dari kabel ke beton melalui
tegangan geser antara kabel dan beton, sedangkan pada proses post
tension melalui suatu sistem penjangkauan di ujung kabel, sistem
penjangkauan ini biasanya dipatenkan.

Bantalan Beton Pratekan Blok Tunggal dengan


Proses Pretension
1)Mutu campuran beton harus mempunyai kuat tekan
karakteristik tidak kurang dari 500 kg/cm2, mutu baja untuk
tulangan geser tidak kurang dari U-24 dan mutu baja
prategang ditetapkan dengan tegangan putus minimum
sebesar 17000 kg/cm2.
2)Bantalan beton pratekan dengan proses pretension harus
dapat memikul momen minimum sebagai berikut:
Bagian Bawah rel (Mr) sebesar 1500 kg-m
Tengah bantalan (Mc) sebesar 765 kg-m
3) Pada setiap titik potong vertikal pada dudukan rel,
tegangan minimum adalah 3,5 MPa pada kondisi pratekan
awal.
4)Gaya cabut shoulder minimum 5500 kg/buah, pada kondisi
uncrack.

5) Bentuk penampang bantalan beton arus menyerupai


trapesium (dengan bagian tengah bantalan tidak kurang
85% dari bagian bawah).
6)Pusat berat baja prategang diusahakan sedekat
mungkin dengan pusat berat beton.
7)Perhitungan kehilangan tegangan pada gaya prategang
cukup diambil sebesar 25% gaya prategang awal, kecuali
jika diadakan hitungan teoritis, maka dapat diambil lain
dari 25%.
8) Pada jalur lurus, bantalan beton pratekan dengan proses
pretension mempunyai ukuran panjang:
L= l +2
Dimana : l = jarak antara kedua sumbu vertikal rel (mm)
= 80 sampai 160
= diameter kabel baja prategang (mm)

Bantalan Beton Pratekan Blok Tunggal dengan Proses


Posttension
1)Mutu campuran beton harus mempunyai kuat tekan karakteristik
tidak kurang dari 500 kg/cm2, mutu baja untuk tulangan geser tidak
kurang dari U-24 dan mutu baja prategang ditetapkan dengan
tegangan putus minimum sebesar 17000 kg/cm2.
2) Bantalan beton pratekan dengan proses pretension harus dapat
memikul momen minimum sebagai berikut:
Bagian Bawah rel (Mr) sebesar 1500 kg-m
Tengah bantalan (Mc) sebesar 765 kg-m
4) Pada setiap titik potong vertikal pada dudukan rel, tegangan
minimum adalah 3,5 MPa pada kondisi pratekan awal.
5) Gaya cabut shoulder minimum 5500 kg/buah, pada kondisi
uncrack.
6)Bentuk penampang bantalan beton arus menyerupai trapesium
(dengan bagian tengah bantalan tidak kurang 85% dari bagian
bawah).

7)Pusat berat baja prategang diusahakan sedekat


mungkin dengan pusat berat beton.
8)Perhitungan kehilangan tegangan pada gaya prategang
cukup diambil sebesar 20% gaya prategang awal, kecuali
jika diadakan hitungan teoritis, maka dapat diambil lain
dari 20%.
9)Pusat berat baja prategang harus selalu terletak pada
daerah galih sepanjang tubuh bantalan.
10) Pada jalur lurus, bantalan beton pratekan dengan
proses Posttension, mempunyai ukuran panjang:
L= l + 2 .......... .......... .......... ... (3.9)
Di mana :
l = jarak antara kedua sumbu vertikal rel (mm)
= panjang daerah regularisasi tegangan, yang
tergantung jenis angker yang dipakai.

Perencanaan Bantalan Beton Pratekan


Momen lentur yang terjadi pada bantalan akan menyebabkan
terjadinya tegangan tarik dan tekan, tegangan izin tarik beton
sangat rendah, maka untuk menjadikan tegangan tarik yang
bekerja tetap di bawah tegangan izin tarik, maka pada balok
diberikan gaya tekan, sehingga dapat dihitung dengan
persamaan:
Gaya tekan N dihasilkan oleh kabel yang ditarik lebih dahulu
sehingga kabel bertambah panjang, dan apabila dilepas akan
berusaha memendek yang ditahan oleh beton, sedangkan M
dihitung berdasarkan teori balok di atas tumpuan elastis.
Kehilangan Tegangan (Prestressing Loose)
Bermacam-macam kejadian fisik menyebabkan gaya tekan N
yang bekerja pada beton menjadi lebih kecil dari gaya P yang
ditegangkan. Berkurangnya gaya tekan ini disebut kehilangan
tegangan dan umumnya disebabkan oleh perpendekan elastis,
rangkak beton, susut beton, dan relaksasi baja.

Pada akhirnya kekuatan bantalan


dalam menerima beban harus
dibuktikan di lapangan, dan sebelum
ini dilakukan diperlukan uji
laboratorium, yang meliputi:
-Uji beban statis
- Uji cabut
- Uji dinamis

Konstruksi Penahan Anjlogan


Dalam mengatasi anjlognya roda kendaraan rel, maka dipasang rel pengaman,
sehingga jika roda anjlog, maka tidak akan bergerak jauh, sehingga tidak akan
fatal.
Fungsi utama lainnya untuk mencegah keausan rel, jika dipasang pada jalan
lengkung dan pada rel dalam maka pergerakan flens roda rel luar akan terhambat
gerakan flens roda rel dalam, sehingga keausan rel luar akan berkurang.
Slab-track
Adalah bantalan yang langsung menjadi satu dengan badan jalan yang dicor
dalam bentuk slab. Pengerjaan harus sangat teliti untuk mendapatkan kualitas
penggunaan yang nyaman.
Investasi untuk pembangunan lintasan dengan bantalan slab lebih besar dari
bantalan beton atau baja tetapi biaya perawatannya jauh lebih rendah.
Digunakan untuk membangun lintasan kereta api cepat, lintasan yang aruslalu
lintas kereta apinya tinggi.
Pemilihan jenis bantalan umumnya ditentukan oleh karakteristik beban, umur
rencana, harga bantalan serta kondisi tanah dasarnya.