Anda di halaman 1dari 13

SUDETAN PADA SUNGAI

pengertian
Sungai adalah tempat mengalirnya air yang
berasal dari mata air maupun air hujan menuju
tempat yang lebih rendah yaitu danau maupun
laut. Dengan kata lain sungai dapat diartikan
sebagai salah satu dari sumber daya alam yang
bersifatmengalir (flowing resources) sehingga
pemanfaatan air di hulu yang tak terkendali akan
menghilangkan peluang pemanfaatan air di hilir
(opportunity value), pencemaran di hulu akan
menimbulkan biaya sosial di hilir (externality
effect) dan pelestarian di hulu akan memberikan
manfaat di hilir.

Perilaku Sungai
Dengan terjadinya perubahan kemiringan yang mendadak pada saat alur
sungai ke luar dari daerah pegunungan yang curam dan memasuki dataran yang
lebih
landai, maka pada lokasi ini terjadi proses pengendapan yang sangat intensif yang
menyebabkan mudah berubahnya alur sungai. Pada lokasi tersebut sungai
bertambah
lebar dan dangkal, erosi dasar sungai tidak lagi dapat terjadi, bahkan sebaliknya
terjadi pengendapan yang sangat intensif. Dasar sungai secara terus menerus
naik,
dan sedimen yang hanyut terbawa arus banjir, bersama dengan luapan air banjir
tersebar dan mengendap secara luas membentuk dataran alluvial. Pada daerah
dataran
yang rata alur sungai tidak stabil dan apabila sungai mulai membelok, maka
terjadilah
erosi pada tebing belokan luar yang berlangsung secara intensif, sehingga
terbentuklah meander.

Sudetan (Shortcut)
Salah satu metode pengendalian banjir bagian
struktur adalah sudetan. Pada alur sungai
yang berbelok-belok sangat kritis, sebaiknya
dilakukan sudetan agar air banjir dapat
mencapai bagian hilir atau laut dengan cepat,
dengan mempertimbangkan alur sungai
stabil. Hal ini dikarenakan jarak yang
ditempuh oleh aliran air banjir tersebut
menjadi lebih pendek, kemiringan sungai
lebih curam dan kapasitas pengaliran
bertambah.

pendahuluan
Sebuah sudetan terdiri dari saluran dan
tanggulnyayang dibuat memotong sumbu
memanjang sungai sehingga debit runoff dapat
dialihkan.
Pembuatan sudetan sungaibertujuan untuk
mengalihkan aliran sungai, baik sebagian
maupun seluruhnya. Pembuatan sudetan sungai
merupakan salah satu upaya pengendalian
banjir yang telah sering diterapkan.

Aliran yang dialihkan ini dapat


dikembalikan lagi ke sungai yang
sama atau ke sistem drainase alami
lain di dekatnya.

Mekanisme avulsi dan chute


cutoff.
Avulsi adalah perubahan yang terjadi secara signifikan
dan tiba-tiba pada alinyemen sungai yang
menghasilkan sungai baru pada bantaran banjir
(floodplain)
Avulsi disebabkan oleh kosentrasi aliran diatas
permuaan tanah, headcutting dan/atau penggerusan
sungai baru melintasi bantaran banjir (floodplain) yang
akhirnya berubah menjadi sungai besar. Avulsi berasal
dari lubang gerusan, headcut dan rills/gullis yang
nampak pada bantaran banjir (floodplain). Avulsi terjadi
selama badai besar dimana ada aliran permukaan yang
besar yang mengerosi dataran banjir (floodplain).

Sudetan (cutoff) mengubah alinyemen sungai


pada skala lebih kecil dibandingkan dengan avulsi
Sungai sudetan terjadi ketika radius kelengkungan
meander menjadi kecil sehingga aliran
mengunakan jalan pintas memotong gosong atau
bantaran banjir (floodplain) terdekat, mengalihkan
perkembangan ke pola meander baru. Sungai
sudetan sering terjadi pada sistem sungai
bermeander, dan menghasilkan perubahan yang
kecil pada alinyemen sungai. Jika melihat ruang
dan waktu, akan terjadi perubahan menyeluruh
terhadap pola sungai.

Penyebab avulsi dan


chute cutoff
Meskipun avulsi dan sungai sudetan merupakan proses alami,
aktivitas manusia bertanggungjawab atas peningkatan frekuensi
kejadiannya. Avulsi umumnya diakibatkan oleh aktivitas pada
bentangan (reach-based) seperti:

a. Agradasi (peningkatan suplai sedimen),


b. Penyempitan hulu,
c. Kejadian banjir besar,
d. Sungai berjalin, dan/atau
e. Relokasi sungai.
f. Aktifitas dataran banjir.
g. Penghilangan tanaman diatas bantaran banjir dan/atau pada
bantaran sungai (riparian).
h. Penambangan kerikil pada bantaran banjir.