Anda di halaman 1dari 15

FARMAKOLOGI

HIV/AIDS
1.
2.
3.
4.
5.

KELOMPOK 3 :
AHMAD NAZHAN
DENI YOGA SATRIA
DESI NURHAYUNIATI
LINDA RAMADHANI
NOVITA SARI

HIV
(Human Immunodefesiency Virus)
Merupakan virus yang menyerang

sistem kekebalan tubuh manusia


sehingga membuat tubuh rentan
terhadap berbagai penyakit.

AIDS
(Acquired Immune Defesiency
Syndrome)
Suatu penyakit retrovirus yang

disebabkan oleh HIV dan ditandai


dengan immunosupresi berat yang
menimbulkan infeksi oportunistik,
neoplasma sekunder dan
manifestasi neurologis (Vinay
Kumar, 2007)

Etiologi HIV AIDS


Penyebab AIDS adalah sejenis virus yang

tergolong retrovirus yang disebut HIV.


HIV merupakan sejenis retrovirus
RNA.Dalam bentuknya yang asli
merupakan partikel yang inert, tidak
dapat berkembang atau melukai sampai
ia masuk ke sel target. Sel target virus
ini terutama sel lymfosit T karena ia
mempunyai reseptor untuk virus HIV
yang disebut dengan CD-4.

Lanjutan...
Didalam lymfosit T, virus dapat berkembang

dan seperti retrovirus yang lain, dapat tetap


hidup lama dalam sel dengan keadaan inaktif.
Walaupun demikian virus dalam tubuh
pengidap HIV selalu dianggap infectious yang
setiap saat dapat aktif dan dapat ditularkan
selama hidup penderita tersebut. Secara
morfologis HIV terbagi menjadi 2 bagian
besar yaitu Core dan Envelop.
Virus HIV hidup dalam darah, saliva, semen,
air mata dan mudah mati diluar tubuh.

Cara Penularan HIV / AIDS


Secara umum ada 5 faktor yag perlu

diperhatikan pada penularan suatu penyakit


yaitu sumber infeksi, vehikulum yang
membawa agent, host yang rentam , tempat
keluar kuman dan tempat masuk kuman (port
dentree).
Cara penularan HIV yang diketahui adalah
melalui :
A. Transmisi Seksual
B. Transmisi Nonseksual
C. Transmisi Transplasental

Patogenesis HIV AIDS


Dasar utama patogenesis HIV adalah

kurangnya jenis limfosit T helper/induser


yang mengandung marker CD 4 (sel T4).
Limfosit T merupakan pusat dan sel
utama yang terlibat secara langsung
maupun tidak langsung dalam
menginduksi fungsi-fungsi imunologik.
Menurun atau hilangnya sistem imunitas
selular, terjadi karena HIV secara selektif
menginfeksi sel yang berperan
membentuk antibodi pada sistem
kekebalan tersebut yaitu sel limfosit T 4.

Lanjutan...
Infeksi oleh virus HIV menyebabkan

fungsi kekebalan tubuh rusak sehingga


mengakibatkan daya tahan tubuh
berkutang atau hilang, akibatnya
mudah terkena penyakit penyakit lain.
HIV mungkin juga secara langsung
menyerang sel-sel saraf kemudian
menyebabkan kerusakan neurologis
(Faizah A. Siregar, 2008)

Manifestasi klinis HIV


AIDS
Tanda dan gejala (sympthom) secara klinis

pada seorang penderita AIDS adalah


diidentifikasi sulit karena symtomasi yang
ditunjukkan pada umumnya adalah bermula
dari gejala gejala umum yang lazim didapati
pada berbagai penderita penyakit lain, namun
secara umum dapat kiranya dikemukakan
sebagai berikut :
1. Rasa lelah dan lesu
2. Berat badan menurun secara drastis
3. Demam yang sering dan berkeringat diwaktu
malam
4. Mencret dan kurang nafsu makan
5. Bercak-bercak putih dilidah dan di dalam

Lanjutan...
Manifestasi klinik utama dari penderita

AIDS pada umumnya ada 2 hal antara lain :


Tumor dan Infeksi Oportunistik

Kebijakan dan upaya penanggulangan


HIV/AIDS merupakan suatu penyakit

dengan perjalanan yang panjang.


Sistem imunitas menurun secara
progresif sehingga muncul infeksi-infeksi
opportunistik yang dapat muncul secara
bersamaan pula dan berakhir pada
kematian. Sementara itu sampai saat ini
belum ditemukan obat maupun vaksin
yang efektif. Pengobatan HIV/AIDS dapat
dibagi dalam 3 kelompok :
1. Pengobatan Suportif
2. Pengobatan infeksi opportunistik

THERAPHY
ANTIRETROVIRAL (ARV)
Mengobati infeksi HIV dengan

obat-obatan. Obat tersebut disebut


obat ARV tetapi tidak dapat
membunuh virus itu. Meskipun
begitu, obat tersebut dapat
memperlambat pertumbuhan virus
itu. Waktu pertumbuhan virus
diperlambat, begitu juga HIV.

Tujuan Terapi ARV


Menurunkan angka kematian dan

angka perawatan di rumah sakit


Menurunkan viral load
Meningkatkan CD 4 (pemulihan
respons imun)
Mengurangi resiko penularan
Meningkatkan kualitas hidup

Kesimpulan
HIV/AIDS adalah penyakit yang sampai sekarang

ini belum ada obatnya dan mematikan, selain


karena mengganggu kesehatan fisik, HIV/AIDS
juga mengganggu stabilitas psikis dan
kehidupan sosial penderita, sehingga perlu
dilakukan penanganan yang komprehensif.
Peran pemerintah sangat besar terhadap
penanganan HIV/AIDS sebab pemerintah adalah
pemegang kendali terhadap stabilitas dalam
kelompok masyarakat, selain itu pemerintah
memiliki kekuatan melalui Kebijakan yang dibuat
sebagai upaya pencapaian tatanan sosial yang
sehat dan dinamis.

TYSM