Anda di halaman 1dari 14

TEKNIK PEMERIKSAAN

PELVIMETRI
NAMA KELOMPOK :

MOH.FAKHRUDIN
MOH.NURIL HADI SAPUTRA
RIFKI DWI YULIANZA
FERA YUDI KURNIAWAN
FAUZIA VITA ANISA
PRISMA RISTA ANINA
SHELY WIAND OCTAVIANTI VISKARANIE

D 3 RADIODIAGNOSTIK &
RADIOTERAPI

PENGERTIAN
Pelvimetri radiologi pertama kali dikembangkan
oleh Albert di Jerman serta Budin dan Varnier di
Perancis pada tahun 1895. Sejak saat itu banyak
tulisan yang dibuat mengenai pelvimetri, yang
berhubungan dengan macam-macam tehnik
pengukuran. Dari yang mudah hingga yang sukar
dengan suatu kecenderungan saat ini untuk
kembali lagi pada cara yang mudah.
Pelvimetri adalah pengukuran dimensi tulang
jalan lahir untuk menentukan apakah bayi dapat
dilahirkan pervaginam.
Adapun teknik pemeriksaan pelvimetri yang
umum digunakan, antara lain :
posisi inlet

POSISI INLET
POSISI PASIEN
1.Mengatur sandaran duduk membentuk sudut 50 derajat dengan meja
pemeriksaan.
2.Palpasi tempat diantara processus spinosus L4 L5 lalu diberi tanda titik
( titik a )
3.Palpasi batas atas symphisis lalu beri tanda 1 cm dibawahnya. ( titik b )
4.Ketika pasien duduk diatas meja , atur garis mid sagital pasien tepat
digaris tengah meja pemeriksaan, lalu punggung pasien direbahkan pada
sandaran.
5.Diharapkan agar bidang PAP ( proyeksi garis dari titik a titik b ) sejajar
dengan meja dam film.
6.Eksposi dilakukan pada tahan napas diakhiri inspirasi sesudah diyakini
janin didalam kandungan normal .
7.Ekspose pertama pada posisi setengah duduk.
8.Eksposi kedua pada film yang sama tanpa pasien, lalu letakkan grid skala
Thoms setinggi bidang PAP pasien.

continue
STRUKTUR GAMBARAN
PAP ( pelvis inlet ), spina iskhiadika dan PBP
( pelvis outlet ) pada posisi axial
Titik hitam yang terbentuk dari lubang yang
ada pada skala Thoms

KRITERIA GAMBAR
PAP dan PBP , spina iskhiadika harus terlihat
jelas
Grid skala Thoms tampak jelas pada seluruh
struktur yang akan diukur

A. Posisi Inlet

Jarak FFD : 36 inchi (90 cm)


Ukuran film : 12 x 12 inchi (30 x 30 cm)
Mengatur sandaran duduk membentuk sudut 50 derajat dengan meja
pemeriksaan.

HASIL FOTO INLET

POSISI LATERAL
Posisi penderita
Pasien berbaring miring pada sisi kiri
atau kanan sedemikian rupa sehingga
trokhanter mayor pada garis tengah meja
Kedua lengan membentuk sudut 90
Alat pelvimeter diletakan memanjang
pada bidang sagitalis media daerah
Tahan nafas waktu ekposisi.

Posisi lateral

Jarak FFD : 36 inci (90 cm)


Ukuran film : 30 x 40 cm

HASIL FOTO LATERAL

POSISI AP
Posisi Pasien
Penderita diletakan diatas meja dengan posisi
supine sehingga bsagitalis media tepat pada garis
tengah meja
Kedua lengan disamping tubuh dan kedua bahu
diletakan pada satu bidang tranversa. Lutut ditekuk
untuk menaikan pelvis bagian atas serta kedua
telapak kaki menapak pada meja dan diberi
bantalan pasir agar tidak bergerak
Alat pelvimeter dipasang tranversa pada lipatan
glutea setinggi dataran tuber isciadika , yang
terletak kira-kira 10 cm dibawah batas atas simpisis

POSISI AP

ntralisasi : sinar tegak lurus pada trokanter mayor femur


uran kaset : 30 x 40 cm atau 36 x 35 cm
ak FFD : 36 atau 40 inci.

HASIL FOTO AP

KESIMPULAN
Pelvimetri bertujuan untuk mengukur pelvis
Pelvimetri dilakukan pada usia kehamilan 34 36 minggu
Pemeriksaan pelvimetri radiology ini juga mempunyai
keterbatasan karena potensial menimbulkan bahaya radiasi ,
juga hanya dapat mengukur bagian keras dari pelvis,
perubahan pengecilan kepala dan kekuatan uterus dalam
persalinan serta derajat relaksasi ligamentum juga tidak dapat
terdeteksi dengan metoda yang ada.
Pelvimetri konvensional memang dapat memberikan hasil
yang akurat namun dibeberapa negara maju pemeriksaan
pelvimetri konvensional telah digantikan perananannya
dengan CT . Scan dan USG
Pemeriksaan pelvimetri radiologi merupakan cara pengukuran
dari suatu panggul yang cukup akurat dengan tujuan
menolong keselamatan ibu dan bayi yang dilahirkan

MATOR SEMBAH NUWUN