Anda di halaman 1dari 13

PEMERIKSAAN PIUTANG USAHA DAN PIUTANG

LAINNYA
Disusun Oleh:
1.

Fitrawan Rinaldi Pratama

(14820068)

2.

Muhammad Adib Hasani

(14820081)

3.

Kartika Herprabayu N (14820082)

4.

Dede Denis

5.

Gebi Puspitasari

(14820155)

6.

Alpin Karyadi Rosadi

(14820185)

(14820120)

SIFAT PIUTANG

Piutang Usaha

Piutang Lainnya

piutang yang berasal dari


penjualan barang dagang
atau jasa secara kredit

piutang yang timbul dari


transaksi di luar kegiatan
nominal perusahaan

CONTOH
PIUTANG

Piutang Usaha
Wesel Tagih
Piutang Pegawai atau karyawan
Piutang Bunga
Uang Muka
Uang jaminan
Piutang Lain-lain
Allowance for bad debts
(penyisihan Piutang tak tertagih)

JENIS
PIUTANG
Piutang
Pemegang
Saham
Piutang
Perusahaan
Afilliasi

TUJUAN PEMERIKSAAN (AUDIT OBJECTIVES) PIUTANG


Untuk mengetahui apakah terdapat pengendalian intern (internal control) yang baik
atas piutang dan transaksi penjualan, piutang dan penerimaan kas.
Untuk memeriksa validity (keabsahan) dan authenticity (keotentikan) dari pada
piutang
Untuk memeriksa collectability (kemungkinan tertagihnya) piutang dan cukup
tidaknya perkiraan allowance for bad debts (penyisihan piutang tak tertagih)
Untuk mengetahui apakah ada kewajiban bersyarat (contingent liability) yang timbul
karena pendiskontoan wesel tagih (notes receivable).
Untuk memeriksa apakah penyajian piutang dineraca sesuai dengan standar akuntansi
yang berlaku umum di Indonesia atau Standar Akuntansi Keuangan/SAK ETAP.

Pahami dan evaluasi intenal control atas piutang dan transaksi


penjualan, piutang dan penerimaan kas.
Buat Top Schedule dan Supporting Schedule piutang per tanggal
laporan posisi keuangan (neraca)
PROSEDUR
PEMERIKSAAN
PIUTANG
USAHA

Minta aging schedule dari piutang usaha per tanggal laporan posisi
keungan
Periksa mathematical accuracy-nya dan check individual balance
ke subladger lalu totalnya ke general ladger
Test check umur piutang dari beberapa customer ke subladger
piutang dan sales invoice

LANJUTAN PROSEDUR
Kirimkan konfirmasi piutang
Periksa subsequent collections dengan memeriksa buku kas dan bukti penerimaan kas untuk
periode sesudah tanggal laporan posisi keuangan (neraca) sampai mendekati tanggal
penyelesaian pemeriksaan lapangan.
Periksa apakah ada wesel tagih (notive receivable) yang didiskontokan untuk mengetahui
kemungkinan adanya contingent liability.
Periksa dasar penentuan allowance for bad debts dan periksa apakah jumlah yang disediakan
oleh klien sudah cukup.
Test sales cut-of dengan jalan memeriksa sales invoice, credit note dan lain-lain, lebih kurang 2
(dua) minggu sebelum dan sesudah tanggal laporan posisi keuangan (neraca).

PENJELASAN PROSEDUR

LANJUTAN PROSEDUR
Periksa notulen rapat, surat-surat perjanjian, jawaban
konfirmasi bank, dan correspondence file untuk
mengetahui apakah ada piutang yang dijadikan sebagai
jaminan.
Periksa apakah penyajian piutang di laporan posisi
keuangan (neraca) dilakukan sesuai dengan standar
akuntansi keuangan di Indonesia (SAK/ETAP/IFRS)
Tarik kesimpulan mengenai kewajaran saldo piutang
yang diperiksa.

1. Pahami dan evaluasi


internal control atas
piutang dan transaksi
penjualan, piutang dan
penerimaan kas.

Proses ini merupakan bagian


terpenting dalam proses
pemeriksaan akutan, karena
hasil dari evaluasi internal
control atas piutang berupa
kesimpulan apakah internal
control yang dilaksanakan
berjalan efektif atau tidak.

Audit Program Complaince Test


Lakukan pengamatan terhadap pemisahan fungsi penerimaan order dari
pembeli, pengirim barang, pembuatan faktur, pencatatan piutang usaha dan
penagihan piutang.
Ambil sempel surat jalan (Delivery Order)
Ambil sempel faktur penjualan:
Periksa apakah nomor faktur bernomor urut tercetak.
Periksa kelengkapan dokumen pendukung dan bandingkan faktur penjualan
sesuai dengan jumlah dokumen pendukung.
Periksa perhitugan matematis dari faktur penjualan dan dokumen pendukung.
Periksa apakah harga jual, syarat penjualan dan potongan yang tercantum
dalam faktur penjualan sesuai dengan kebijakan perusahaan.
Periksa apakah penjualan kredit yang terjadi telah diotorisasi oleh pejabat
perusahaan berwenang.
Telusuri pencatatan faktur penjualan kedalam buku penjualan dan katrtu
piutang.

2,3 Buat Top Schedule dan supporting schedule usaha per tanggal
laporan posisi keuangan

P
R
O
S
E
D
U
R

Untuk menghemat waktu pemeriksaan, auditor meminta rincian-rincian dari


piutang. Rincian ini berasal dari klien dicantumkan tanggal dan tulisakan PBC
(prepared by client)
4. Periksa mathematical accuracynya dan check individual balance ke
sub ledger lalu totalnya ke general ledger
Auditor mengecek penjumlahan dan rincian dari klien, apabila ditemukan
kesalahan maka auditor memberitahu klien dan memintanya untuk
memperbaiki
5. Test check umur piutang usaha dari beberapa customer ke sub ledger
piutang usaha dan sales invoice
Pengecekan umur dilakukan dengan memeriksa subledger piutang dan faktur
penjualan; apakah tanggal faktur penjualan dicatat telah benar dan apakah umur
piutang sesuai dengan jangka waktu antara tanggal faktur dan tanggal neraca.

6. Kirimkan Konfirmasi Piutang Usaha

PROSEDUR

Tentukan dan tuliskan dasar pemilihan pelanggan yang akan


dikirimi surat konfirmasi
Cantumkan nomor konfirmasi baik di kertas kerja maupun di surat
konfirmasi
Tentukan apakah akan digunakan konfirmasi positif atau
konfirmasi negatif
Jawaban konfirmasi yang berbeda harus diberitahukan kepada klien
untuk dicari perbedaannya
Buat ikhtisar (summary) dari jawaban hasil konfirmasi piutang

PROSEDUR
7.Pemeriksaan subsequent collection

Periksa buku penerimaan kas bulan


Januari hingga mendekati tanggal
penyelesaian pemeriksaan
Catat nomor bukti penerimaan dan
jumlahnya
Periksa kelengkapan bukti

8. Periksa apakah ada pendiskontoan wesel


tagih

Tanyakan klien apakah ada


pendiskontoan wesel tagih
Periksa buku besar wesel tagih
Lihat jawaban konfirmasi bank

9. Periksa dasar penentuan allowance


for bad debts dan cukup tidaknya
allowance tersebut
Apakah berdasar presentase tertentu dari
penjualan kredit
Apakah berdasar analisis umur piutang
usaha, apakah berdasarkan presentase
tertentu dari saldo piutang, dll
10. Test sale cut-off
Untuk meyakinkan auditor bahwa
penjualan sudah dicatat pada periode
terjadinya, dan tidak ada pergeseran
waktu
11. Periksa notulen rapat, surat-surat
perjanjian, jawaban konfirmasi bank dan
correspondence file

PROSEDUR
12. Periksa apakah penyajian piutang sesuai
dengan standar akuntansi di Indonesia
(SAK/ETAP/IFRS)
Piutang pemegang saham, piutang
direksi, dan piutang perushaan afiliasi
dilaporkan tersendiri
Piutang dinyatakan sebesar jumlah
tagihan dikurangi penyisihan piutang tak
tertagih
13. Tarik kesimpulan mengenai kewajaran
saldo piutang
per tanggal neraca