Anda di halaman 1dari 61

TARIF JASA

KEPELABUHANAN

MAP OF CONTENT

PENGERTIAN
FILOSOFI
DASAR
FASILITAS
POLA
SATUAN
EVALUASI
KETENTUAN
SISTEM
PERBANDINGAN
CONTOH
PERMASALAHAN
PERHITUNGAN
PERHITUNGAN
KURS
TARIF
PEMBENTUK
PERHITUNGAN
DAN
TARIF
UNTUK
PEMBAYARAN
HUKUM
PEMBAYARAN
JASA
FUNGSI
YANG
TARIF
DALAM
PELABUHAN
MENGHITUNG
TARIF
TARIF
TARIF
BERLAKU
TARIF
ALOKASI
BIAYA
PENTARIFAN
TARIF
TARIF
POKOK
BIAYA
DENGAN
BIAYA
JASA
BIAYA
POKOK
LABUH
POKOK
PELAYANAN JASA PE
3

4
0

1
7

1
0

1
8

3
9

1
9

3
3

1
4

1
5

2
8

2
1

TUJUAN TRAINING

Indikator Keberhasilan

PENGERTIAN TARIF

Tarif adalah harga jasa dari setiap jenis pelayanan


yang terdapat didalam pelabuhan (port pricing)
Tarif jasa pelabuhan terjadi karena ada pihak yang
memberikan/
menyediakan
pelayanan
(oleh
penyelenggara pelabuhan) oleh sebab itu tarif harus
jelas besarannya, jenis pelayanan yang diberikan/
disediakan dan bagaimana pemberlakuannya.
Dalam penetapan besaran tarif, biasanya didasarkan
pada seberapa besar produksi telah/ akan dibentuk,
sehingga perlu mempertimbangkan beberpa prinisp
pokok untuk dijadikan dasar sebagai kerangka pengutan
kepadan pengguna jasa.
4

FILOSOFI DAN FUNGSI TARIF


a. Filosofi Tarif
1. Tarif jasa kepelabuhanan merupakan harga dari pelayanan jasa yang diberikan kepada pengguna
jasa dengan memperhatikan daya beli, segmentasi pasar serta kemampuan memproduksi jasa
kepelabuhanan secara efisien dan berkesinambungan.
2. Tarif jasa kepelabuhanan harus dapat menutup seluruh biaya (cost recovery).
3. Tarif jasa kepelabuhanan dengan memperhitungkan costvrecovery ditambah keuntungan yang
wajar agar mampu mengembalikan investasi sehingga dapat menumbuh kembangkan
perusahaan.
4. Tarif jasa kepelabuhanan harus mampu mendorong peningkatan pelayanan dan produktivitas
pelabuhan.
5. Tarif jasa kepelabuhanan harus dapat menunjang pertumbuhan ekonomi dan mengantisipasi
globalisasi serta mampu mendorong persaingan perdagangan yang semakin ketat.
b.Fungsi Tarif
6. Tarif jasa kepelabuhanan merupakan jantung bagi kelangsungan hidup pengusahaan pelabuhan.
7. Tarif jasa kepelabuhanan berfungsi sebagai alat pengendali untuk menjamin dan mendorong
penggunaan sumber daya secara optimal.
8. Tarif jasa kepelabuhanan sebagai alat menajemen untuk pengendalian operasional dan
pengembangan usaha pengusahaan pelabuhan.
9. Tarif jasa kepelabuhanan berfungsi menjamin pengguna jasa untuk mendapatkan pelayanan dan
kepastian usaha

Jenis Tarif

rif Pelayanan Jasa Kapal

JENIS TARIF BERDASARKAN OTORITAS

Tarif yang berlaku di pelabuhan yang diselenggarakan oleh peme

SATUAN PEMBENTUK TARIF


PELABUHAN (1)
Jenis Pelayanan
Kapal

Satuan
Ukuran

Contoh Dasar Pembedaan Tarif

Jasa Labuh

GRT/10 hari

Ukuran kapal (GRT)


Kapal niaga dan bukan niaga
Untuk kunjungan dalam 10 hari
Kapal pelayaran negeri & luar negeri
Khusus :
-Bebas (kapal Perang RI/Negara /navigasi)
-Keringanan (misal floating repair terkena 75%)

Jasa Pandu

GRT/kapal

Klasifikasi kapal (GRT)


Kelompok pelabuhan
Kapal LNG, LPG, Condensate
Khusus :
-Bebas (kapal Rumah Sakit, kapal Perang RI)

Jasa Tunda

GRT/jam

Klasifikasi ukuran kapal (GRT dan waktu)


Lokasi Tunda (dalam daerah perairan) pelabuhan atau luar pelabuhan
Sifat pekerjaan (keadaan menggandeng/menunda kapal )

Jasa Tambat

GRT/Etmal
Ukuran kapal (GRT)
Masa/waktu tambat (1/4 etmal, etmal, etmal, 1 etmal = 24 jam)
Jenis dermaga (beton, besi/kayu, pelampung, breasting/dolphin dan
pinggiran)
Kapal pelayaran dalam negeri, luar negeri)
Batas waktu, bila melebihi waktu
Posisi tambat (tambat lampung)
Jenis kapal

SATUAN PEMBENTUK TARIF


PELABUHAN (2)
Pelayanan terhadap
Barang
&Penumpang

Satuan
Ukuran

Contoh Dasar Pembedaan Tarif

Jasa Dermaga

Ton / M3
Ton / M3
Ekor
Per Box
Ton/ M3
(barang umum)

Barang (ekspor, impor, antar pulau)


Barang BULOG, transshipment
Jenis (hewan besar kerbau dan sejenisnya, hewan kecil kambing dan
sejenisnya)
Ukuran (petikemas 20 atau diatasnya)

Jasa
Penumpukan

Box/hari

Tempat (gudangbtertutup, gudang terbuka/lapangan, penyimpanan


hewan)
Lokasi (Lini I, Lini II)
Masa/ waktu (masa I, masa II, masa III)
Jenis sifat (barang umum, transshipment)
Ukuran petikemas 20 dan diatas 20
Jenis/status (kosong, isi, over height, over weight, over length)
Khusus :
-Bebas
-Likasi (Pel. Utama & Cargo)
-Jenis (harian, bulanan, tahunan)

Jasa
Penumpang

Orang/tahun

(petikemas

Jenis Kelas Terminal A, B dan C


Tempat (penumpang, pengantar/penjemput)

POLA PERHITUNGAN TARIF

10

DASAR PENENTUAN TARIF


1
Prinsip
penetapan
tarif
harus
konsisten dengan visi perusahaan
(corporate vision)& tujuan umum
perusahaan(corporate
objective)sesuai yang termaksud
pada
rencana
jangka
panjang
perusahaan.

2
Tarif sebagai pungutan terkait dengan
kondisi pasar, dimana tariff jasa
kepelabuhanan
merupakan
bagian/
unsur transortasi yang pada gilirannya
merupakan pembentuk biaya pokok
(harga
jual)
barang
yang
harus
ditanggung oleh konsumen akhir.

11

PENDEKATAN PERHITUNGAN TARIF


1. Pendekatan financial
a) Untuk menjamin kelangsungan hidup dan pengembangan usaha pelabuhan, tariff
harus dapat menutup pengembalian fasilitas/ peralatan (replacement cost) dengan
memperhitungkan nilai uang sekarang (present value of money) waktu penyusutan
dan bunga bank.
b) Alokasi setipa rupiah yang dikeluarkan ke dalam perhitungan biaya pokok secara
realistis perlu penetapan pola pembebanan biaya dan penggunaan metode akutansi
biaya yang relevan dan tepat.
2. Pendekatan sosio-ekonomi
c) Memperhatikan manfaat yang sudah dicapai masyarakat dan sector lain,
kemampuan daya beli masyarakat, persaingan
regional antar pelabuhan dan
pertimbangan kondisi ekonomi daerah.
d) Menjamin dan mendorong penggunaan sumber daya manusia secara maksimal.
e) Mengembangkan distribusi pemasaran dengan mempercepat lalu lintas arus barang
di pelabuhan.
3. Pendekatan operasional
Untuk menunjang peningkatan pelayanan jasa kepelabuhanan/ angkutan laut, efisien
dan produktivitas pelabuhan, perlu diwujudkan tariff sesuai kemampuan segmentasi
pasar disertai penerapan systemrewarddanpenalty
12

POLA PERHITUNGAN BIAYA POKOK


Biaya pokok jasa kepelabuhanan merupakan hasil pembagian antara
total biaya dengan produksi pada tingkat normal, dengan struktur biaya
meliputi:
a)Biaya Operasi Langsung (BOL)
b)Biaya Operasi Tidak Langsung (BOTL)
c)Biaya Penunjang Operasi (BPO)
d)Biaya Pengelolaan Kantor Pusat (BPKP)

Sedangkan jenis biaya terdiri dari:


a)Biaya pegawai terdiri dari biaya pembayaran gaji, tunjangan, lembur, uang muka dan lain-lain.
b)Biaya bahan terdiri dari bahan bakar/ pelumas/ makanan/ medis/ pas pelabuhan/ pemadam
kebakaran, air, listrik, telepon, obat-obatan, perlengkapan, relokasi aktiva tetap dan lain-lain.
c)Biaya penyusutan terdiri dari biaya penyusutan bangunan/alat/ instalasi pelabuhan, jalan dan
bangunan, peralatan, kenderaan, emplasemen, amortisasi dan lain-lain.
d)Biaya asuransi terdiri dari biaya asuransi bangunan/alat/instalasi fasilitas pelabuhan, jalan dan
bangunan, peralatan, kenderaan, emplasemen, kecelakaan kerja dan lain-lain.
e)Biaya pemeliharaan terdiri dari biaya untuk pemeliharaan bangunan/alat/instalasi fasilitas
pelabuhan, jalan dan bangunan, peralatan, kenderaan, emplasemen, tanah dan lain-lain.
f)Biaya sewa terdiri dari bangunan/alat/instalasi fasilitas pelabuhan, jalan dan bangunan,
peralatan, kenderaan, emplasemen, tanah, upah buruh/ tenaga kerja dan lain-lain.
g)Biaya administrasi terdiri dari biaya untuk perjalanan dinas, pajak kendaraan, pesangon, ganti
rugi, perawatan kesehatan, pakaian dinas, pajak bumi dan bangunan dan lain-lain.
13

FASILITAS UNTUK MENGHITUNG BIAYA


POKOK PELAYANAN JASA PELABUHAN

a)Jas Labuh, diperlukan penahan gelombang, kolam pelabuhan dan fasilitas


penampung limbah.
b)Jasa Tambat, diperlukan Dermaga, pelampung dan kepil.
c)Jasa Pandu, diperlukan kapal pandu, stasiun pandu dan alat komunikasi.
d)Jasa Penundaan, diperlukan kapal tunda dan alat komunikasi.
e)Jasa Dermaga, diperlukan dermaga.
f)Jas Penumpukan, diperlukan lapangan penumpukan dan gudang
penumpukan.
g)Pas Masuk Pelabuhan, diperlukan halaman, lapangan parker, jalan, pagar
dan roil.
h)Bongkar Muat Petikemas, diperlukan Container Crane, Transtainer, Head
Truck, Chasis,Forklift, Top Loader atau sejenisnya.

14

DASAR PERHITUNGAN ALOKASI


BIAYA
PENDAPATAN KOTOR PERSEGEMEN USAHAX
BOTL
TOTAL PENDAPATAN KOTOR (CABANG)

Alokasi BITL

PENDAPATAN KOTOR PER SEGMEN


USAHAX BPO
TOTAL PENDAPATAN KOTOR (CABANG)

Alokasi BPO
Tahap I
PENDAPATAN KOTOR
(CABANG)XBPKP=Y
PENDAPATAN KOTOR (PUSAT)

Tahap II
PENDAPATAN KOTOR PER SEGMEN
USAHAXY

Alokasi
BPKP

PENDAPATAN KOTOR (CABANG)

15

CONTOH PERHITUNGAN BIAYA POKOK JASA


TAMBAT
Biaya Operasi Langsung
(BOL)
a.Biaya Pegawai
b.Biaya Bahan

Biaya
Tetap
Rp. xxx
Rp. xxx

Biaya
Variabel
Rp. xxx
Rp. xxx

Total Biaya

c.Biaya Pemelihraan
d.Biaya Penyusutan

Rp. xxx
Rp. xxx

Rp. xxx
Rp. xxx

Rp. xxx
Rp. xxx

Rp. xxx

e.Biaya Asuransi

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

f.Biaya Sewa

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

g.Biaya Administrasi
Kantor
h.Biaya Umum

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

Jumlah 2

Biaya Tetap Biaya


Variabel
Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx

Total Biaya

c.Biaya Pemelihraan

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

d.Biaya Penyusutan

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

e.Biaya Asuransi

Rp. xxx

Rp. xxx

f.Biaya Sewa

Rp. xxx

g.Biaya Administrasi
Kantor
h.Biaya Umum
Jumlah 1

Biaya Penunjang Operasi

Rp. xxx
Rp. xxx

Total Biaya

a.Biaya Pegawai

Biaya Tetap Biaya


Variabel
Rp. xxx
Rp. xxx

b.Biaya Bahan
c.Biaya Pemelihraan
d.Biaya Penyusutan

Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx

Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx

Rp. xxx
Rp. xxx
Rp. xxx

e.Biaya Asuransi

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

f.Biaya Sewa

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

g.Biaya Administrasi
Kantor
h.Biaya Umum
Jumlah 3

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

Biaya Operasi Tidak


Langsung (BOTL)
a.Biaya Pegawai
b.Biaya Bahan

Biaya Pengelolaan Kantor


Pusat
a.Biaya Pegawai

Rp. xxx
Rp. xxx

Biaya Tetap Biaya


Variabel
Rp. xxx
Rp. xxx

Total Biaya

b.Biaya Bahan

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

c.Biaya Pemelihraan

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

d.Biaya Penyusutan

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

e.Biaya Asuransi

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

f.Biaya Sewa

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

g.Biaya Administrasi
Kantor
h.Biaya Umum

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

Rp. xxx

Jumlah 4

Rp. xxx

16

EVALUASI TARIF YANG BERLAKU DENGAN BIAYA


POKOK
a.Pelabuhan Utama
Pada umumnya tarif jasa pelabuhan
yang berlaku masih dapat menutup
biaya pokok nilai actual, namun
belum dapat menutup biaya pokok
nilai ganti.Hal ini mencerminkan
bahwa tarif jasa yang berlaku belum
dapat
menutupi
kebutuhan
investasi.
b.Pelabuhan Lainnya
Pada umumnya tarif jasa pelabuhan
yang berlaku masih dapat menutup
biaya pokok nilai actual, namun
belum dapat menutup biaya pokok
nilai ganti.Hal ini mencerminkan
bahwa tarif jasa yang berlaku belum
dapat
menutupi
kebutuhan
eksploitasi maupun investasi.
17

SISTEM KURS PEMBAYARAN TARIF

(1) Tarif pelayanan Jasa kapal yang melakukan kegiatan angkutan


laut dalam negeri dikenaka tarif jasa kepelabuhanan dalam mata
uang Rupiah (Rp).
(2) Tarif pelayanan jasa kapal yang melakukan kegiatan angkutan
laut luar negeri dikenakan tarif jasa kepelabuhanan dalam mata
uang Dollar Amerika Serikat (US$).
(3) Tarif pelayanan jasa barang dan tarif pelayanan jasa di terminal
untuk kegiatan antar pulau dikenakan tarif jasa kepelabuhanan
dalam mata uang Rupiah (Rp).
(4) Tarif pelayanan jasa barang dan tarif pelayanan jasa di terminal
untuk kegiatan ekspor dan impor tanpa melakukan transhipment
(alih muat) di pelabuhan dalam negeri, dikenakan tarif jasa
kepelabuhanan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat (US$).
(5) Tarif pelayanan jasa penumpang dalam negeri dan luar negeri
dikenakan tarif jasa kepelabuhanan dalam mata uang Rupiah (Rp).
18

KETENTUAN PEMBAYARAN TARIF


(1) Kapal angkutan laut berbendera Indonesia yang melakukan kegiatan
angkutan laut dalam negeri yang mengangkut barang ekspor / impor
dengan kegiatan transhipment (alih muat) di pelabuhan dalam negeri
dikenakan tarif pelayanan jasa kapal dalam negeri.
(2) Barang ekspor / impor yang diangkut oleh kapal berbendera
Indonesia dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya di dalam negeri
dengan kegiatan transhipment (alih muat) di pelabuhan dalam negeri
dikenakan tarif pelayanan jasa barang dalam negeri.
(3) Kapal asing yang melakukan kegiatan angkutan laut luar negeri
ditetapkan tarif pelayanan jasa kepelabuhanan dalam tarif jasa
kepelabuhanan luar negeri.
(4) Kapal asing yang melakukan kegiatan lain yang tidak termasuk
kegiatan mengangkut penumpang dan/ atau barang dalam kegiatan
angkutan laut dalam negeri dikenai tarif jasa kapal angkutan laut luar
negeri.

19

KETENTUAN LAIN DALAM TARIF JASA


PELABUHAN
(1) Terhadap perusahaan angkutan laut nasional yang mengoperasikan kapalnya pada
trayek tetap dan teratur diberikan insentif antara lain berupa pemberian prioritas
sandar, penyediaan bunker sesuai dengan trayek dan jumlah hari layar, dan
keringanan tarif jasa kepelabuhanan.
(2) Keringanan tarif jasa kepelabuhanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi
tarif jasa labuh, tarif jasa tambat, dan tarif jasa pemanduan yang besarannya akan
ditentukan oleh Badan Usaha Pelabuhan atau Penyelenggara Pelabuhan.
(3) Terhadap barang berbahaya atau barang mengganggu sesuai dengan klasifikasi
tingkat bahaya dari barang yang bersangkutan menurut International Maritime
Organization (IMO) yang memerlukan penanganan khusus dikenakan tambahan tarif.
(4) Terhadap petikemas yang memerlukan penanganan khusus seperti flat track,
opentop, openside, petikemas rusak dan lain-lain yang memerlukan penanganan
khusus dikenakan tambahan tarif sesuai dengan tingkat kesulitan pelayanan yang
diberikan.

20

Sistem Tarif Jasa Pelabuhan


Tarif Kesepakatan

Promosi
Subsidi
Silang

21

Tarif Production Line.


Adalah pola pentarifan berdasarkanLine of Businessyang dikaitkan dengan pola
standarisasi produktivitas dari masing-masing aktivitas pelayanan jasa kepelabuhanan,
meliputi kegiatan secara terus menerus(continues activity), kegiatan secara bertahap/
berkala dan kegiatan antara terus menerus dan bertahap. Pola ini akan membutuhkan:
1. Tarif Diferensiasi
Yaitu pola penetapan tarif menurut aktivitas pelayanan dikaitkan dengan segmentasi
pasar
2. Tarif Progresif
Yaitu pola penetapan tariff menurut dimensi waktu
3. Tarif Reward dan Penalty
Yaitu pola penetapan tarif melalui discount tarif kepada kegiatan yang mencapai target
operasi dan tarif penalty kepada pengguna jasa yang tidak mencapai target operasi.
4. Tarif Paket
Yaitu pola penetapan tarif dengan memberikan kemudahan bagi pengguna jasa melalui
pembayaran secara paket kegiatan tertentu.

22

Tarif Berkala
Dalam rangka mengantisipasi semakin tertinggalnya waktu
pemberlakuan tarif dengan kenaikan harga-harga secara
umum, maka perlu ditetapkan pola penetapan tarif melalui
bentuk
formulasi
yang
memperhitungkan
kenaikanvariableterkait.

23

Tarif Promosi

Pada kondisi dimana suatu pelabuhan


memiliki potensi pertumbuhan pelayanan,
namun karena kondisi tertentu, kenaikan
tarif tidak sebanding dengan fasilitas yang
tersedia, maka dalam rangka optimalisasi
fasilitas dan peralatan diperlukan kebijakan
penetapan tarif promosi untuk merangsang
pengguna jasa menggunakan fasilitas dan
peralatan pelabuhan.

24

Tarif Pelabuhan Cabang dan Tarif


Individu
Pada kondisi jenis pelayanan tertentu sering kali
memiliki variabilitas yang tinggi untuk masingmasing Cabang Pelabuhan, seperti missal untuk
jenis pelayanan air, listrik dan telepon, maka agar
besaran tariff dapat terkait dengan biaya
eksploitasi yang berlainan, diperlukan kebijakan
pentarifan dengan pola tariff pelabuhan Cabang
(pemberian otonomi)
Dalam
hal
suatu
pelabuhan
memerlukan
penetapan
tersedniri
disbanding
pelabuhan
lainnya, maka diperlukan polaindividual port
tariff
25

Tarif Kesepakatan
Dimungkinkan adanya tarif berdasarkan
kesepakatan dengan mengacu pada tarif
pedoman (ketentuan yang berlaku)

26

Tarif Subsidi Silang


Adalah sistem tarif dimana tarif di pelabuhan satu
di subsidi oleh tarif pelabuhan lainya
(pada
umumnya tarif pelabuhan utama mensubsidi tarif
pelabuhan non- utama karena adanya kerugian,
inefiensi, dsb)

27

PERBADINGAN MEKANISME PENYESUAIAN


TARIF DI INDONESIA DENGAN NEGARA LAIN

28

Mekanisme Penyesuaian Tarif di


Indonesia
Mekanisme penyesuaian tariff jasa kepelabuhanan diawali dari salah satu atau masing-masing PT.
Pelabuhan Indonesia (Persero) mengajukan usulan kepada Menteri Perhubungan dengan
dilengkapi alas an-alasan dan usulan besaran tarifnya.Selanjutnya oleh Menteri Perhubungan
akan dilakukan pembahasan-pembahasan yang dilakukan oleh staf Kementrian Perhubungan
dengan melibatkan unsur-unsur yang terkait seperti bagian Perencanaan, Bagian TU BUMN, Biro
Hukum dan KSLN dengan mengundang unsur Direktorat jenderal Perhubungan Laut dan BUMN
yang mengusulkan.

Dasar pertimbangan dalam penetapan tarif adalah biaya pokok per masing-masing kegiatan yang
dihitung oleh BUMN yang bersangkutan maupun menggunakan konsultan dalam mengerjakannya.
Dari hasil pembahasan akan dihasilkan rekomendasi besaran tarif dan pengaturannya yang
diajukan kepada Menteri Perhubungan untuk mendapatkan persetujuan.Pada tahap ini
kepentingan makro ekonomi akan ditekankan, sehingga besaran tarif dan waktu pemberlakuan
akan dipertimbangkan secara matangJika persetujuan dari Menteri Perhubungan telah turun, akan
dilanjutkan dengan pelaksanaan masa sosialisasi kepada pengguna jasa pelabuhan dan
selanjutnya baru ditetapkan tanggal pemberlakuan.
Untuk menjamin pelaksanaan kebijakan tersebut dapat berjalan lancar maka dibentuk sebuah tim
pemantauan tarif yang akan menampung beberapa permasalahan yang mungkin timbul yang
nantinyadapat dipergunakan sebagai bahan perbaikan sistem pentarifan di masa mendatang.

29

Mekanisme Penyesuaian Tarif di


Singapura
Orientasi kebijaksanaan sistem pentarifan lebih diarahkan pada peningkatan efisiensi biaya dan
keefektifan system kerja, sedang untuk merangsang pengguna jasa agar lebih banyak
berkunjung, diberikan berbagai macam potongan(discount) tarif.
Tarif jasa pelabuhan ditetapkan oleh penyelenggara pelabuhan dalam hal ini Port Singapore
Authority (PSA).Proses penyesuaian tariff diawali dengan penyusunan proposal yang disertai
dengan alas an-alasannya oleh PSA, yang selanjutnya diajukan kepada Menteri Perhubungan
Singapore apakah akan disetujui/ ditolak dengan mempertimbangkan aspek perekonomian
Negara maupun aspek keuangan Negara. Sebelum diputuskan Menteri Perhubungan akan
mengusulkan penyesuaian tariff tersebut pada sidang kabinet, umumnya persetujuan tarif
dalam bentuk tarif plafond tertinggi dan jika telagh disetujui maka PSA bisa memberlakukan
tarif baru.Disitu PSA dapat menentukan discount tariff yang diberikan kepada pengguna jasa.
Singapore menganut individual port tariff yang berarti mengenal adanya pengolongan tariff,
sedang struktur tariff terlihat dalam bentuk tariff paket dan jenis tergantung dari system
pengenaannya yang ditetapkan berdasarkan tingkat penggunaan fasilitas dan jasa sesuai jenis
pelayanannya.
Penetapan tariff di Singapura dilakukan dalam bentuk tariff tetap (fixed tariff).Oleh karena
Singapura mempunyai perekonomian yang stabil, perubahan kenaikan biaya tidak banyak
terjadi.Hal inilah yang menyebabkan tariff yang berlaku dapat bertahan laman.

30

Mekanisme Penyesuaian Tarif di Malaysia


Kebijaksaan system pentarifan jasa pelabuhan mengacu kepada Undang-Undang tahun 1063 (by
Law 1963), yang mana pengaturan dan pemberian persetujuan tarif dilakukan oleh pemerintah dan
pemerintah hanya memberikan persetujuan dalam bentuk tarif plafond tertinggi (ceiling
tariff).Sedangkan penyeleggara pelabuhan berhak menentukan besaran tarif dibawah plafond dan
berhak pula memberikan discount tarif kepada pengguna jasa, serta penentuan kebijaksaan
pengaturan
yang
berhubungan
dengan
pola
operasional
pelayanan
pelabuhan.
Prosedur penyesuaian tarif diawali dengan membentuk tim penyusun usulan penyesuaian tarif yang
selanjutnya hasil tim tersebut akan dibahas pada tingkat Port Concultative Committee, jika
disetujui akan diajukan usulan kepada Menteri Transportasi.Menteri Transportasi akan membahas
kondisi finansial, ekonomi nasional dan kondisi social yang memberikan dampak positif dan negatif
bagi pihak-pihak yang berkepentingan.
Malaysia menganut system individual port tarif.Jenis tarif ditentukan berdasarkan jenis pelayanan
yang telah ditotalkan.Struktur tarif mengenakan tarif paket yaitu berupa potongan tarif, tergambar
juga adanya beberapa tingkat tarif dari suatu jenis tarif didasarkan pada sistem pungutan yang
berlaku.
Malaysia menetapkan tarif berdasarkan plafond tariff tinggi.Dalam hal ini berarti dalam
menentukan besaran tarif telah diperhitungkan perkiraan kenaikan biaya pada satu kurun
waktutertentu dimasa yang akan datang.Artinya, untuk 4 tahun mendatang telah dierkiranakan
adanya kenaikan biaya.Oleh sebab itu dalam penetapan tarif telah diperhitungkan kondisi tarif
yang dapat bertahan.

31

Mekanisme Peneysuaian Tarif di


Thailand
Kebijakan tarif didasarkan pada penetapan tarif maksimum dan minimum yang diarahkan pada kontribusi
financial dan untuk kebijaksaan yang dapat mendorong kemandirian pengembangan usaha.Perhitungan
tarif didasarkan pada biaya pokok, pada beberapa jenis tarif diberlakukan sistem tarif progresif disamping
tarif promosi.Dalam hal-hal tertentu dikenakan tarif pinalti untuk menjaga sistem kerja yang dapat
berjalan dengan lancer.
Prosedur penentuan/ penyesuaian tarif dilakukan oleh Port Authority of Thailand (PAT) dengan Assosiasi
perusahaan pelayaran mengenai besaran tarif.Hasilnya disampaikan kepada Menteri Transportasi untuk
diteruskan kepada Director General of the Port Authority of Thailand yang akan membuat keputusan
penetapan tarif.
Dalam proses penentuan tarif, Port Authority of Thailand menetapkan tarif sesuai dengan tingkat tarif
labuh (light dues) dan tarif tambat (berth hire), penetapan tariff disusun dalam rencana 5 tahun yaitu, tarif
yang akan diberlakukan setiap tahunnya dari tahun 1993 samai dengan tahun 1997.Dalam hal ini dengan
adanya penetapan tarif tersebut, berarti juga kenaikan tarif telah diketahui jauh sebelumnya oleh pemakai
jasa seperti tarif tambat di dermaga petikemas dan dermaga konvensional, setiap tahun akan naik sebesar
Baht 0,50 (100 GRT/jam) atau naik 8,2% bila dibanding tariff 1993 dengan tarif tahu 2994.Tarif jasa labuh
pada tahun 1995 akan naik 33% dibanding tarif tahun 1993/1994.Demikian juga tarif untuk tahun 1997
akan naik 25% dari tarif tahun 1996.
Perencanaan penetapan besaran tarif tersebut telah mempertimbangkan dampak kenaikan biaya,
disamping kondisi ekonomi nasional.Perencanaan tariff demikian dapat disebut sebagai perencanaan
yang berorientasi pada kebijakan ekonomi makro. Selanjutnya perlu ditambahkan disini, bahwa Thailand
menganut pola pentarifan ESCAP, dimana jenis tariff ditentukan berdasarkan pelayanan yang diberikan,
sedangkan struktur tariff menggunakan tariff paket.

32

Contoh Perhitungan Biaya Pokok Jasa Labuh


Dalam Rangka Penetapan Besaran Penyesuaian Tarif Jasa
Labuh

33

Biaya Operasi Langsung (BOL)

Biaya Tetap

Uraian

Rp. 1,103,403,708

Biaya Variabel

Total Biaya

Rp.1,103,403,708

Biaya Operasi Langsung (BOL)


a.Biaya Pegawai

b.Biaya Bahan

Rp.422,659,320

Rp 422,659,320

c.Biaya Pemelihraan

d.Biaya Penyusutan

e.Biaya Asuransi

f.Biaya Sewa

g.Biaya Administrasi Kantor

h.Biaya Umum

Jumlah 1

Rp.1,103,403,708

Rp.422,659,320

1,526,063,028

34

Biaya Operasi Tidak Langsung


(BOTL)

Biaya Tetap

Uraian

Biaya Variabel

Total Biaya

Rp. 551,701,854

Rp. 551,701,854

a.Biaya Pegawai

b.Biaya Bahan

Rp. 211,329,660

Rp. 211,329,660

c.Biaya Pemelihraan

d.Biaya Penyusutan

e.Biaya Asuransi

f.Biaya Sewa

g.Biaya Administrasi Kantor

h.Biaya Umum

Jumlah 2

Rp. 551,701,854

Rp. 211,329,660

Rp. 763,031,514

Biaya Operasi Tidak Langsung (BOTL)

35

Biaya Penunjang
Operasi

Uraian

Biaya Tetap

Biaya Penunjang Operasi


a.Biaya Pegawai

Rp. 331,021,112

Biaya Variabel

Total Biaya

Rp. 331,021,112
-

b.Biaya Bahan

c.Biaya Pemelihraan
d.Biaya Penyusutan

e.Biaya Asuransi
f.Biaya Sewa

g.Biaya Administrasi Kantor

h.Biaya Umum

Jumlah 3

Rp. 331,021,112

Rp. 331,021,112

36

Biaya Pengelolaan Kantor Pusat

Biaya Tetap

Uraian

Biaya Variabel

Total

Biaya Pengelolaan Kantor


Pusat
a.Biaya Pegawai

Rp. 220,680,742

Rp. 220,680,742
-

b.Biaya Bahan

c.Biaya Pemelihraan

d.Biaya Penyusutan

e.Biaya Asuransi

f.Biaya Sewa

g.Biaya Administrasi
Kantor

h.Biaya Umum

Jumlah 4

Rp. 220,680,742

Rp. 220,680,742

37

Proses Penghitungan
Akhir

Keterangan :
-Biaya Pokok (X)= Rp. 2,840,796,396
-Produksi (Y)= 35,757,187 (Jumlah GT Kapal Barang &
Penumpang tahun 2010)
-Biaya Satuan Jasa / Segmen Usaha =(Total Biaya Pokok) + margin 10
%
Produksi
=(Rp. 2,840,796,396) + (10 % x Rp..
2.840.796.396)
35,757,187
-Biaya Satuan Jasa ( Labuh)= Rp. 79.45 (Dalam Negeri)

=(Rp. 79,45 x 150%)


US$. 1 = Rp.
9.000,-
=US$. 0.013 (Luar
Negeri)
38

PERMASALAHAN DALAM PENTARIFAN


a.Berlaku jauh lebih rendah dari biaya
pokok nilai ganti.
b.Beberapa komponen biaya meningkat
terlalu cepat atau terjadi kenaikan
yang mendadak, seperti kenaikan BBM
dan tarif Listrik.
c. Perubahan nilai mata uang terhadap
valuta asing sangat berpengaruh pada
biaya penyusutan dan suku cadang.
d.Masih tingginya tingkat inflasi, akan
menyulitkan perhitungan tarif yang
dapat bertahan sampai 2 atau 3 tahun
mendatang.
e.Perlu waktu sosialisasi yang cukup
untuk memberlakukan tarif baru.

39

Lampiran

Gambaran Umum
biaya Logistik di Pelabuhan

40

Keputusan Menteri Perhubungan


Nomor KM 72 Tahun 2005 Pelabuhan Laut)

Jenis Layanan
1. Jasa barang
dan dermaga

Struktur Layanan

Dasar perhitungan
Tarif Jasa

Barang dalam kemasan


(peti kemas);

Kuantitas (boks, ton,


m3)

Barang tidak dalam


kemasan (umum, curah
kering, curah cair dan
hewan)

Kuantitas (boks, ton,


m3)

Barang konvensional
melalui trcuk lossing;
Kendaraan dan barang
dg Ro-Ro;

41

Keputusan Menteri Perhubungan


Nomor KM 72 Tahun 2005 .. (2)

Jenis Layanan

Struktur Layanan

2. Jasa
Gudang
Penumpukan
Lapangan

Dasar perhitungan
Tarif Jasa
Kuantitas (boks, ton,
m3) dan durasi
Kuantitas (boks, ton,
m3, unit, ekor)

Operasi kapal (stevedoring,


3. Jasa Peti
Kemas di
haulage, tumpuk ke
Terminal Peti
lapangan, trucking, shifting,
Kemas
dermaga, buka/tutup palka,
dan operasi kapal lainnya
Operasi lapangan
(penumpukan, LoLo, gerakan
ekstra, relokasi angsur dan
operasi lap. lainnya
Operasi Container Freight
Station (stripping/stuffing,
penumpukan,
penerimaan/penyeraan dan

42

Tarif Pelayanan Barang


Peti Kemas di Dermaga Multi Purpose
Jenis Barang

Belawan

Tj. Priok

Tj.
Perak

Satuan

Peti Kemas 20
Kosong

17.500

18.000

19.000 Boks

Isi

35.000

42.000

42.750 boks

Kosong

26.000

27.000

28.500 Boks

Isi

52.000

63.000

64.600 Boks

Pallet dan unitisasi

1.500

1.775

1.700 Ton/m3

Tdk gunakan alat


mekanis

2.300

1.870

1.700 Ton/m3

Gunakan alat Mekanis

2.200

1.775

1.700 Ton/M3

Peti Kemas 40

General Cargo

1.700 Ton

Curah Cair

1.700 Ton

Curah Kering

1.700 Ton

43

Tarif Pelayanan Barang


Lapangan Non Peti Kemas
Jenis Barang
Barang :
Umum/curah/palet/uniti
sasi
Hewan ternak

Belawan

Tj. Priok

Tj.
Perak

Satuan

250

2.250

Ton/m3/har
i

1.500

5.500

boks

44

Tarif Pelayanan Barang (Peti kemas)

Jenis Barang

Belawan

Tj. Priok

Tj. Perak

Satuan

Peti Kemas 20
Kosong

5.000

17.500

5.700 Boks/hari

Isi

10.500

17.500

11.400 Boks/hari

Over:height/length/width

19.000

41.000

Boks/hari

Reefer

8.000

41.000

22.800 Boks/hari

Chassis

8.000

26.600

Unit/hari

Chassis bermuatan

8.000

26.600

Unit/hari

Peti Kemas di atas 20


Kosong

10.500

17.500

5.700 Boks/hari

Isi

21.000

35.000

11.400 Boks/hari

Over:height/length/width

38.000

82.000

Boks/hari

Reefer

38.000

82.000

22.800 Boks/hari

Chassis

16.000

53.200

Unit/hari

Chassis bermuatan

16.000

53.200

45
Unit/hari

Keputusan Dirjen Perhubungan Laut


Nomor: KN-42/1/1DJPL-10, 4 Jan 2010

Pedoman Pengawasan dan Pengendalian Pemberlakuan Tarif Batas


Atas Pelayanan Jasa Barang di Lini II Pelabuhan Utama Tanjung Priok.
Didasarkan pada kesepakatan bersama antara penyedia jasa dan
pengguna jasa, sbb:
DPW GAFEKSI DKI Jaya; DPP APTESINDO; DPP APDEPI;
dengan
BPD GINSI, DPD GPEI, DPP IEI
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Delivery
= Rp. 200.000/m3
min 2 cbm
Mekanis
= Rp. 250.000/m3
min 2 cbm
Cargo Shifting = Rp. 200.000/m3
min 2 cbm
Surveyor
= Rp. 25.000/m3
min 2 cbm
Penumpukan = Rp.
5.000/m3
min 2 cbm
Administrasi
= Rp. 50.000/DO
min 2 cbm
Behandel
= Rp. 20.000/m3
min 2 cbm
Surcharge
= Rp. 25.000/m3
min 2 cbm
46

KOMPONEN BIAYA
Pelabuhan Laut

Pergerakan kargo inbound

StevedoringTerminal Handling

Trucking

Factory

Transport

CFS
W/H
Raw Material

Overbrengen

Bongkar / Muat (Stevedoring)


Services

Biay
a

Catatan

Bongkar &
Muat

CHC

Shipping Line
THC
(US$95/20
ft)

CHC
(US$70/20ft) Terminal Operator
CHC
(US$105/40ft)

W/H
Finsihed Goods

Terminal Handling
Services

Biaya

Catatan

Equipme
nt

Lift On

Resmi

Stacking

Storage

Resmi

Surcharg
e

Situasional
/Kenaikan BBM

THC
(US$135/40
ft);

Consignee

Term of Trade: CIF


or CnF

47

KOMPONEN BIAYA
Pelabuhan Laut

Pergerakan kargo inbound

StevedoringTerminal Handling

Trucking

Factory

Transport

CFS
Overbrengen

W/H
Raw Material

W/H
Finsihed Goods

Struktur Biaya CFS *)


Forwarder (US dollar)

Pergudangan Lini 2 (Rp.)

CFS,
PU/DO,
Fee Keagenan,
Administrasi.

Hasil kesepakatan DPW Gafeksi, INSA Jaya, APBMI, GINSI, GPEI, APTESINDO, Juli 2007.

Penumpukan,
Mekanik,
Delivery,
Kebersihan,
Surveyor,
Administrasi,
Behandle,
Uang Dermaga,
Surcharge / Toeslag.

48

KOMPONEN BIAYA
Struktur Biaya
Pelabuhan Laut
Pergerakan kargo inbound
StevedoringTerminal Handling

CFS

Pergudangan di

CFS
Trucking (Hasil
pada prakteknya
penyelidikan
Ikatan Eksportir
/ Importir
Transport
Bandung)

Factory

Overbrengen
W/H
Raw Material

Pergudangan Lini 2
No

Item Servis

Pergudangan Lini 2 (lanjutan)

Biaya

No

Item Servis

Pergudangan Lini 2 (lanjutan)

Biaya

No
21

PU Warehouse

Bervaria
si

22

Barang Berbahaya

Bervaria
si

23

Port Facility

Bervaria
si

24

Masa satu ( masa


1)

Bervaria
si

25

Kelebihan kubikasi

Bervaria
si

Rubah
Status/Redres

Bervaria
si

Storage

Bervariasi

11

Materai/Doc

Bervariasi

Receiving

Bervariasi

12

Cargo Shifting

Bervariasi

Delivery

Bervariasi

13

Dermaga

Bervariasi

Mechanic

Bervariasi

14

Toeslag

Bervariasi

Trucking OB

Bervariasi

15

Sticker/Doc

Bervariasi

Surcharge

Bervariasi

16

Surveyor/Doc

Bervariasi

Cleaning

Bervariasi

17

Stripping/m3

Bervariasi

Administrasi

Bervariasi

18

PMK/3m3

Bervariasi

Handling Fee
/Doc

Bervariasi

19

Behandle (Red
Lane)

Bervariasi

26

Gerakan Ekstra

Bervariasi

20

Devaning

Bervariasi

27

10

W/H
Finsihed Goods

Item Servis

Biaya

Penumpukan Masa
Bervaria
49
1
si
is & Biaya bervariasi dari satu gudang ke gudang lainnya. Data real dari 13 Perusahaan berbeda dibidang Pergudangan.$

KOMPONEN BIAYA

Pergerakan kargo outbound


StevedoringTerminal Handling
FCL
Konsolidasi

Factory

Lini 2

CFS

Trucking

FCL

Lini 1

LCL
W/H
Raw Material

W/H
Finsihed Goods

Transport

FCL

Pergudangan Lini 2

Kasus kargo LCL:


Umumnya untuk menekan biaya
gudang di CFS, para eksportir
(shipper) melakukan packaging,
palletisasi dan pengurusan terkait
formalitas
ekspor
dilakukan
sendiri.
Atau bisa juga dilakukan di
gudang CFS
tentunya setelah
terjadi kesepakatan harga. Winwin solution.

No

Item Biaya

Biaya

Bongkar / Muat

Bervariasi

Repacking

Bervariasi

Palet

Bervariasi

Stuffing

Bervariasi

Fumigasi

Bervariasi

Storage

Bervariasi

50

KOMPONEN BIAYA
Pelabuhan Laut

Pergerakan kargo inbound

StevedoringTerminal Handling

Trucking

Factory

Transport

CFS
Overbrengen

W/H
Raw Material

W/H
Finsihed Goods

Produktifitas transportasi angkutan barang


ekspor/impor dari Industri Koridor BekasiCikampek ke Pelabuhan Tg. Priok menurun:

Dulu, tiga rit per-hari


Sekarang, satu rit per-hari
*) Kompas, 27 April 2006
*) Kompas, 27 April 2006

51

CONTOH KASUS

52

52

1. Penetapan tanggal mulai Storage Container di Pelabuhan

VS
Saat Kapal
Sandar
Tarif dasar storage:
Cont 20ft Non DG
= Rp 27,200
Cont DG
= Rp 54,400.

Grounded on
CY

Contoh kasus 1:
Kapal Sandar
Tgl 23/09/2012
Discharged on CY
Tgl 24/09/2012 Jam 04.29.11 AM
Out Gate Cont.
Tgl 26/09/2012 Jam 08.30.38 PM
Biaya Penumpukan dihitung berdasarkan:
1) Dari Tanggal Kapal sandar Rp 108,800 VS
2) Dari Tanggal Cont. on CY Rp 000000
Penghematan Biaya Rp 108,000

53

2. Penetapan tanggal mulai Storage Container di Pelabuhan

Saat Kapal
Sandar

VS

Grounded on CY

Perhitungan biaya tarif progresif:


Masa 1 (3 hr) = 0
Masa 2 (7 hr)
= 200% x Tarif Dasar X Hari penumpukan
Masa 3 (7 hri)
= 300% x Tarif Dasar X Hari penumpukan
Contoh Kasus 2
Kapal Sandar
Tgl 14/10/2012
Discharged on CY
Tgl 15/10/2012 Jam 12.02.43 AM
Out Gate Cont.
Tgl 27/10/2012 Jam 10.25.37 AM
Biaya penumpukan dihitung berdasarkan :

1) Dari Tanggal Kapal sandar


Rp 1,414,400
2) Dari Tanggal Cont. on CY
Rp 1,251,200

Penghematan Biaya Rp 163,200

54

3. Biaya Pemeriksaan Karantina


Pemeriksaan
Karantina

VS

Biaya yg ditagih Pihak


Ketiga

Biaya yang dikenakan Karantina untuk Cont. 20ft:


1) Biaya Pemeriksaan Rp 6,296
2) Biaya Lab
Rp 10,000
3) Adm
Rp 5,000
Total
Rp.21.296
Pengambilan sample barang dari dalam container oleh pihak
karantina dilakukan dilapangan yang dikelola oleh pihak swasta
dengan biaya yang relatif mahal
Biaya yang ditagih oleh pihak ketiga, sebesar :
Container 20ft
Rp 236,500/cont
Container 40ft
Rp 272,000/cont

55

5. Percepatan Pelayanan Bea dan Cukai dalam proses Importasi Barang

Green Line (Low Risk)


Proses persetujuan barang import sangat cepat: SPPB 1 atau 2
jam.

Yellow Line (Medium Risk )


Proses importasi relatif agak lama: SPPB bisa mencapai 2 - 6 hari
kerja.

Red Line (High Risk)


Proses melibatkan pemeriksaaan fisik barang yang ada didalam
container:
SPPB sekitar 4 -10 hari kerja.

Untuk point no 1 praktis tidak ada masalah.


Untuk point no 2 dan 3 lamanya penerbitan
SPPB -- menyebabkan tingginya biaya yang
56
harus ditanggung oleh importir.

5. Penebusan DO untuk FCL Cargo


1. Biaya penebusan DO yang diatur oleh pemerintah
untuk cargo FCL: Hanya Biaya THC (Terminal Handling
Charge): Usd 95/20ft dan Usd 145/40ft,
2. Biaya selain THC: tergantung kebijakan masing masing
Contoh
1: Normal
Shipping
(tidak ada regulasinya)
Penebusan DO dari PT Samudera Indonesia container 20ft sbb:
1) THC
Usd 95/Cont 20ft
2) Adm/BL fee
Rp. 220,000,-/doc. (incl PPN)
3) Lift off empty
Rp.154,000,-/cont 20ft (Incl. PPN)
4) Cleaning
Rp. 60,000,-/cont 20ft
Contoh 2: Ubnormal
Penebusan DO dari Shipping Company lain Conyt 20ft sbb :
5) THC
Usd 95/cont. 20ft
6) EHS
Usd 40/cont. 20ft
7) LOLO Usd 25/cont 20ft
8) Cleaning
Usd 20/cont 20ft
9) Adm Fee
Usd 40/Doc.
10)DO Fee Usd 30/Doc

57

6. Penebusan DO untuk LCL Cargo


Biaya penebusan DO untuk LCL, terlalu Mahal di T.Priok
Biaya antara satu Forwarder consolidator dengan
Forwarder yang lainnya sangat berbeda

Contoh 1 Biaya Forwarder A untuk Barang 5


CBM
1)
2)
3)
4)

CFS/Doc Transfer Fee


Usd 435
Other Charges
Rp. 4.650.000
Mekanik/Delivery
Rp. 4.250.000
Penumpukan
Rp. ???

Total

Rp. 15.776.000

Contoh 2 Biaya Forwarder B untuk Barang 5,


287 CBM
1)
2)
3)
4)

CFS/Forwarding Charges
Usd 290
Mekanik/Delivery
Rp.1.321.750
Penumpukan
5 hari
Rp. 264.350
Adm
Rp. 100.00

Total

Rp. 7.168.487

58

Upaya Penanganan Permasalahan di Pelabuhan (1)

NO
.
1

ISSUE

PROBLEMS

Biaya pelabuhan 1 Produktivitas alat bongkar muat


terlalu tinggi
yang rendah.
2 Biaya pelabuhan yang tinggi
sebagian besar disebabkan oleh
lama kapal berada di
pelabuhan.
3 Peralatan bongkar muat juga
telah banyak yang sudah tua
dan sulit untuk peremejaan dan
peningkatan produktivitas alat
bongkar muat di pelabuhan.
Susunan /
1 Kurang adanya transparansi
konstruksi tarif
tarif.
tidak sama
2 Adanya sistem paket tarif jasa
tiap pelabuhan dan adanya
implementasi kartel pada
proses penentuan tarif.

3 Di beberapa pelabuhan
pelayaran diwajibkan

ASSIGNMENT
1 Meningkatan efisiensi dan
efektivitas pelabuhan
2 Menekan waktu bongkar/muat,
waktu tunggu, waktu labuh,
waktu sandar, dan waktu
penumpukan.
3 Membenahi dan melakukan
peremajaan alat bongkar
muat.
1 Melakukan sosialisasi terlebih
dahulu kepada para pelaku
usaha apabila ada wacana
mengenai pertambahan tarif
yang berlaku di pelabuhan.
2 Penetapan tarif jasa
kepelabuhanan pada
Pelabuhan umum komersial
harus disampaikan dan
terlebih dahulu melalui
pembahasan oleh asosiasi
pengguna jasa terkait.
3 Pemerintah harus mengontrol 59
masalah kejelasan tarif

Upaya Penanganan Permasalahan di Pelabuhan (2)

NO
.
3

ISSUE

PROBLEMS

ASSIGNMENT

Struktur
1 Fasilitas yang ada di beberapa 1 Meningkatkan kualitas dan
pelabuhan
pelabuhan umum masih sangat
kinerja fasilitas pelabuhan,
sebagai hulu
kurang sehingga menimbulkan
sehingga kegiatan distribusi
antrean kapal dan menambah
logistik dapat berjalan lancar.
waktu kapal di pelabuhan. Hal
ini menimbulkan potensi praktek
KKN karena permintaan yg
tinggi mengingat pelabuhan
merupakan pintu gerbang
jaringan logistik antar pulau.
Penyelenggara 1 Operator gudang selama ini
1 Menerapkan UU Pelayaran
pelabuhan
semuanya masih dalam
dalam kegiatan operasional
umum
koordinasi PT. Pelabuhan
pelabuhan agar tidak
cenderung
Indonesia, padahal dengan
merugikan beberapa pihak
monopolistik
adanya UU Pelayaran maka
yang berkepentingan.
seharusnya diserahkan pada
Badan Otoritas Pelabuhan (BOP).
2 Pengguna jasa pelabuhan,
2 Melakukan rapat bersama di
dalam hal ini perusahaan
antara pemegang kepentingan
pelayaran, "dipaksa" untuk
bidang maritim untuk
menyetujui aturan atau tarif
menghindari praktek monopoli.
yang berlaku di pelabuhan
60
karena mereka membutuhkan
jasa layanan pelabuhan.

61

Anda mungkin juga menyukai