Anda di halaman 1dari 14

KELOMPOK X

Mr. Brian is a 32-year-old male comes


with mild tiredness, shortness of
breath doing activities and night
sweats for 4 weeks. He feels pain at
left upper quadrant and decreased his
appetite because of full stomach. He
was a healthy and sporty man before,
active on his working, and never going
to his doctor for several years.

MASALAH

DASAR

ORGAN
TERLIBAT

Lemah

HIPOTESIS
Anemia
TBC
Leukemia kronik
Limfoma

Keluhan utama
Napas pendek
(Dispnea)

Anemia
TBC
Gangguan paru
Leukemia kronik

Keringat malam

Leukemia kronik
Limfoma

Sakit pada
kuadran kiri atas

Anamnesis

Limpa

Leukemia kronik

Penurunan nafsu
makan

Anamnesis

Gaster

Leukemia kronik
Limfoma
Gangguan GIT

PEMERIKSAAN
FISIK
Keadaan umum

HASIL

Compos mentis

Tampak pucat pada wajah menandakan


dan kulitnya

Suhu
Tekanan darah
Nadi
Pernafasan
Berat badan

Wajah

dan

kulit

yang

pucat
adanya

kemungkinan anemia

Fatigue

37.2oC

Normal (36.5 - 37.2oC)

130/85 mmHg

Optimal

104x/min regular

Takikardi

22 x/min

Tachypnoe

54 kg

Tinggi badan

INTERPRETASI

BB ideal = TB-100-10% =
167-100-10% = 60.3 kg

167 cm

Underweight

PEMERIKSAAN
FISIK
Kepala dan leher

HASIL

INTERPRETASI

Sclera dan kulit tidak jaundice Normal

Bibir dan lidah pucat

Bibir dan lidah yang pucat

Leher:

menandakan anemia
Pembesaran kelenjar-kelenjar

Kanan

satu

pembesaran

limfe yang tidak nyeri

kelenjar limfe (3x4x4 cm)

limfadenopati

Kiri

Tidak undulasi tidak

dua

pembesaran

kelenjar limfe (1-2x1x2 cm)

terdapat cairan

Pembesaran kelenjar-kelenjar
limfe dapat digerakkan (mobile),
padat, tidak ada nyeri tekan,
dan tidak undulasi
Kulit normal
Kelenjar thyroid tidak terlihat
dan

dapat

menelan

dipalpasi

saat

PEMERIKSAAN
FISIK
Thorax

HASIL

INTERPRETASI

Jantung dan paru dalam batas Normal


normal

Abdomen

Liver teraba, tidak ada Splenomegali


nyeri tekan

Masa pada quadran kiri atas

Limpa teraba sampai 10


cm dibawah arcus aorta kiri

Ekstremitas

Ekstremitas normal

Kelenjar limfe inguinal tidak


teraba

Normal

PEMERIKSAAN
LAB

HASIL

NILAI NORMAL

Hb

Anemia
8,6 g/dl

13-16 g/dl

Leukosit

Leukositosis
115 x 109 sel/L

5.000-10.000/uL

Trombosit

Trombositosis
840 x 109 sel/L

150.000-450.000/ul

LED

Meningkat
124 mm/jam

< 10 mm/jam

Hitung Jenis Leukosit


:
Basofil
Eosinofil
Neutrofil
Limfosit
Monosit

INTERPRETASI

5%

01%

1%

13%

80 %

50 70 %

2%

20 40 %

2%

28%

Basofilia
Normal
Neutrofilia
Limfositopenia
Normal

PEMERIKSAAN
LAB
Blast
Promielosit
Mielosit
Metamielosit
Retikulosit
Asam Urat

HASIL

NILAI NORMAL

Terdapat Sel Blast

2
4
20

dan Sel-sel
-

prekursor
granulosit dalam

4
2%

INTERPRETASI

0,5 1,5 %

darah tepi
Meningkat
Meningkat

9,5 mg/dl

< 7 mg/dl

SGOT

31 u/L

< 34 mg/dl

Normal

SGPT

26 u/L

< 38 mg/dl

Normal

0,9 mg/dl

0,9 1,3 mg/dl

32 mg/dl

10-50 mg/dl

Kreatinin
Ureum
Potassium
Natrium

5,2 mEq/L
141 mEq/L

3 5 mEq/L
37 145 mEq/L

Normal
Normal
Normal
Normal

Aspirasi sumsum tulang dan biopsi menunjukan 5 % sel


blast & 4 % basofil:
Sel blast < 5% & Basofil < 20 % menunjukan bahwa
pasien berada pada Fase Kronik Indolent

Pemeriksaan SADT:
Gambaran berbagai fase dari leukosit dan jumlah yang
sangat banyak dari leukosit. Terdapat sel muda dan
matang.
Analisis Sitogenik:
Adanya Translokasi
Philadelphia.

pada

kromosom

dan

22

Translokasi
kromosom 9
dan 22

Kromosom
Philadelphia

BCR-ABL
onkogen
Mentranskripsi
kan chimetric
RNA
terbentuk
chimetric
protein
Mempengaruhi
transduksi
sinyal melalui
tirosin kinase
ke inti sel
Peningkatan
proliferasi selsel mieloid

Akumulasi selsel dalam SST

Leukositosis

Ditemukan
granulosit
dalam
berbagai
stadium

Granulositosis

Peningkatan
hematopoesiseks
tramedular

Peningkatan
proliferasi
granulosit
abnormal

Peningkatan
proliferasi
megakariosit

Sel leukemia

Hipermetabolis
me

Keringat
malam

Menekan
eritropoesis

Anemia

Peninkatan
trombosit

Infiltrasi ke
organ

Splenomegali

Trombositosis

Splenomegali

Penekanan seri
eritrosit akibat
SST
terkonsentrasi
pada
pembentukan seri
mieloid

- Pucat
- Lemas,
letih, lesu
Proliferasi
sel-sel
kanker
abnormal

Hipermetabolis
me

- Kelelahan
- Keringat
malam

Leukositosis

Peningkatan
kuantitas tanpa
disertai
kualitasnya

Anemia

Mekanisme
kompensasi
tubuh akibat
kurangnya
pasokan O2

- Takikardi
- Takipnoe

Infiltrasi sel
leukemia

Limfadenopa
ti

Peningkatan
produksi selsel darah

Penurunan
kemampuan
leukosit untuk
fagosiitosis

Kerja limpa
semakin berat
untuk
menghancurk
an sel-sel
darah

Hipersplenism
e

Mudah terkena
infeksi
Splenomegali
Peningkatan
suhu tubuh

Pengeluaran
keringat

Nyeri
kuadran
kiri atas

Menekan
lambung
terasa penuh
dan nafsu
makan
berkurang