Anda di halaman 1dari 18

PROSEDUR SERTIFIKASI

MAKANAN HALAL DI
SINGAPORE
Kelompok 5

ANGGOTA
RIZKY ARUM

25010113140228

RIA YUNIATI

25010113140242

FITRI KHOIRIYYAH P

25010113140248

DINA HAPPY YUSINTA

25010113130256

KARINTA ARIANI S

25010113140272

HAIDA MEYTANIA U

25010113140281

BERTA YUREZKA

25010113130283

MERRY WENDA

25010115183031

BAGIAN GIZI KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS DIPONEGORO
TAHUN 2016

PENDAHULUAN
Makanan hasil dari proses pengolahan suatu bahan
pangan.
Ada berbagai macam jenis makanan, diantara makanan
tersebut tentu ada yang diperbolehkan untuk
dikonsumsi oleh umat Islam dan ada yang tidak.
Makanan halal adalah makanan yang baik yang
dibolehkan memakannya menurut ajaran Islam, yaitu
sesuai dalam AlQuran dan Al- hadits
Halal berarti diperbolehkan atau diijinkan dalam agama
Islam. Oleh sebab itu, muslim akan mencari produk
untuk dikonsumsi sesuai dengan ajaran agama yang
telah diterima. Hal ini ditandai dengan banyaknya

Negara
Singapura
melalui
Majelis
Ugama
Islam
Singapura
(Islamic
Religions Council of Singapore) telah
mengembangkan
MUIS
Halal
Certification
Standard
melalui
penerapan General Guidelines for the
Development,
Implementation
and
Management of Halal System (Mashudi,
2011).
Setiap
tahun
terjadi
peningkatan
signifikan pensijilan halal (sertifikasi
halal) yang diajukan pelaku usaha
kepada MUIS.

TUJUAN DAN MANFAAT


Tujuan Umum
Mengetahui produk makanan halal (halal food) di negara Singapura.
Tujuan Khusus
1. Mengetahui hukum halal (halal law), sistem halal (halal system),
sertifikasi halal (halal certification) dan prosedur halal (halal procedure)
di negara Singapura.
2. Mengetahui badan sertifikasi halal di negara Singapura.
. Manfaat
Mahasiswa dapat lebih memahami produk halal negara Singapura, serta
dapat membandingkan produk halal negara lain dengan negara Indonesia.

PERKEMBANGAN ISLAM DI SINGAPURA


Singapura merupakan Negara paling Maju di kawasan Asia
Tenggara. Populasi etnis Muslim yang didominasi orang Melayu di
Singapura sangatlah sedikit dibandingkan dengan etnis Cina
Pada abad ke-19 komunitas Muslim Singapura terbagi atas dua
kategori: Muslim-pribumi dan Muslim-migran.
Kondisi muslim di Singapura kurang maju dibanding dengan
golongan penduduk yang lain di beberapa bidang.
Munculnya semangat keislaman di singapura, tidak luput dari
adanya gerakan yang didirikan oleh umat Muslim dan peranan
pemerintah baru Singapura. Hal itu ditunjukan dengan
membentuk Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS) dengan
berdasarkan akta Pentadbiran Hukum Islam (The Administration
of Muslim Law Act) pada tanggal 17 Agustus 1966 oleh parlemen
Singapura

BADAN SERTIFIKASI HALAL

Pada tahun 1966 berdasar pada Pengaturan Pelaksanaan Hukum Islam


AMLA yaitu Administration of Muslim Law Act menyerukan pembentukan
MUIS (Majlis Ugama Islam Singapura-Islamic Religious Council of Singapore)
sebagai suatu badan hukum untuk menjadi penasihat.
Struktur dalam lembaga tersebut terdiri dari seorang ketua dan 7 orang
anggota yang diharapkan dapat membela, memperjuangkan hak-hak dan
kepentingan muslim Singapura.
Melalui AMLA, MUIS mempunyai wewenang penuh untuk bertindak sebagai
otoritas tunggal dalam mengelola dan mengatur sertifikasi halal di
Singapura.
MUIS secara resmi mulai melakukan sertifikasi halal pada 1978. Langkah
untuk mengatur Sertifikasi Halal didorong dengan meningkatnya
permintaan untuk produk dan restoran bersertifikat halal, serta kebutuhan
untuk mengatur industri halal.

PEMBAHASAN
HALAL LAW
Majlis Ugama Islam Singapura (Islamic Religious Council of Singapore) adalah otoritas
yang mengatur urusa musim di Singapura. Muis didirikan sebagai papan hukum pada tahun
1968, ketika Administrasi Muslim Law Act (AMLA) mulai diberlakukan. Muis membari saran
pada

Presiden Singapura mengenai semua hal yang berhubungan dengan Islam di

Singapura. Antara lain, Muis menyediakan layanan Sertifikasi Halal.


Muis merupakan satu-satunya otoritas untuk mengelola dan mengatur sertifikasi Halal di
Singapura sebagaimana diatur dalam AMLA:
Bagian 88A (1)
Bagian 88A (5)

HALAL SYSTEM
Majlis Ugama Islam Singapura (Muis) memperkenalkan Manajemen Sistem Mutu Halal
(HalMQ) Muis Singapore, yang merupakan satu set sistem berbasis persyaratan Halal yang
mengacu kepada standar yang dikenal internasional seperti ISO dan HACCP, mulai 1 Maret
tahun 2008.
HalMQ dibuat dan wajib untuk dipatuhi oleh semua pelamar Halal / pemegang sertifikat
Muis yang efektif sejak 1 Januari 2010 sampai mencapai tujuan, yaitu:
1. Meningkatkan kepatuhan Halal melalui pendekatan yang lebih terstruktur dan sistematis
2. Meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan bersertifikat
3. Lebih meningkatkan kredibilitas sertifikasi Halal Singapura
4. Memenuhi peningkatan harapan konsumen Muslim
5. Memperluas pengakuan internasional dari sertifikasi halal Singapura

PELAYANAN MAJELIS UGAMA ISLAM SINGAPORE


Majelis Ugama Islam Singapore (MUIS) melayani berbagai aspek yang berkaitan
dengan kehidupan muslim di Singapore, antara lain :
Asatizah Recognition Scheme (Skema Pengakuan Asatizah)
The Asatizah Recognition Scheme (ARS) didirikan untuk sertifikasi dari guru agama
(asatizah) dan untuk melayani masyarakat dan sumber terpercaya sebagai acuan
bagi masyarakat muslim Singapura.
Appeals from decision of the Syariah Court, Kadi or Naib Kadi (Banding Dewan)
Banding Dewan didasari bawah Bagian 55 dari Administrasi Muslim Law Act (KLSLM)
untuk mendengar banding dari keputusan Mahkamah Syariah, Kadi atau Naib Kadi.
Presiden Singapura bertindak atas saran dari Majlis Ugama Islam Singapura
sekurang-kurangnya sekali dalam setiap 2 tahun yang mengusulkan setidaknya 7
umat Islam untuk membentuk sebuah panel orang dari antaranya sebuah Dewan
Banding dari 3 dapat dibentuk dari waktu ke waktu oleh Presiden Majlis.

The Mosque Building and Mendaki Fund


Setiap Muslim yang bekerja di Singapura, termasuk pekerja asing dan penduduk
tetap, harus memberikan kontribusi untuk dana masyarakat - Masjid Building Fund.
MBF memiliki satu tujuan utama: untuk membangun sebuah masjid di setiap kota
baru. Pada tahun 1984, dengan pembentukan MENDAKI Foundation, MBF kemudian
diperluas untuk mendukung program pendidikan dan sosial Yayasan MENDAKI untuk
masyarakat dan berganti nama menjadi Masjid Bangunan dan Mendaki Fund (MBMF).
E-Services
Salah satu layanan Muis adalah lanan E-Services atau pembayaran online. Hingga
saat ini layanan E-Service yang tersedia yaitu eNETS Kredit, Debit & FlexiPAY.
Pembayaran kredit adalah dengan VISA atau Master card HANYA. pembayaran debit
membutuhkan Internet Banking UserID. * Setiap jumlah di bawah pembayaran
minimum dari $ 30,00 dikenakan biaya transaksi sebesar $ 0,90.

Exhumation
Melayani masyarakat seputar aturan dan sistem perkuburan untuk muslim
Singapura.

Faraidh
Faraidh adalah bahwa bagian dari hukum Islam yang berhubungan dengan
distribusi harta orang yang meninggal di antara ahli warisnya sesuai dengan
ketetapan Allah dalam Al-Qur'an dan sesuai dengan hadis atau tradisi Rasul
Allah (S.A.W).

PROSEDUR PENGAJUAN PRODUK HALAL


Mengajukan permohonan baru / perpanjangan melalui Muis eHalal System
(MeS)
Jika Anda mengirimkan aplikasi baru, pastikan bahwa Anda membayar
biaya aplikasi.
Siap untuk Muis untuk melakukan audit / pemeriksaan di tempat Anda.
Periksa MeS atau akun email untuk update status permohonan
Setelah persetujuan dari aplikasi Anda, mengumpulkan sertifikat Halal
Anda (s) dari Muis, bersama-sama dengan pemberitahuan persetujuan dan
pembayaran yang diperlukan (jumlah total tercermin dalam faktur).

KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan
1. Setiap tahun terjadi peningkatan signifikan penjisilan halal (setfifikasi halal) yang
diajukan pelaku usaha usaha kepada MUIS (Majlis Ugama Islam Singapore
Islamic Coouncil Religious Council of Singapore).
2. Di negara Singapore setiap warga negara yang ingin mengeluarkan produk tanpa
adanya persetujuan dari Majelis, akan dikenakan denda sebesar 10.000 US dollar
Singapur atau dengan dipenjara dalam jangka waktu tidak melebihi 12 bulan
3. Struktur dari lembaga MUIS terdiri dari seorang ketua dan 7 orang anggota yang
dapat membela, memperjuangkan hak-hak dan kepentingan muslim Singapore.
4. Langkah dalam melakukan Sertifikasi Halal didorong dengan meningkatnya
permintaan untuk produk dan restoran bersertifikat halal, serta kebutuhan untuk
mengatur industri halal.

Saran
1. Disarankan dengan adanya pembuatan sertifikasi halal, semua produk
dapat terjamin kehalalannya, agar para warga negara Singapore yang
beragama Islam dapat mengonsumsi dengan aman.
2. Dilakukannya pelatihan khusus terhadap calon yang ingin membuat
sertifikasi kehalalan.

THANK YOU

DYAH TYAS 141


PROSEDUR?

IIK SANTI KOMALA 299


MUIS MENGURUS APA AJA?

PAK ZEN
BAGAIMANA JIKA BARANG IMPOR ?