Anda di halaman 1dari 35

Kenaikan Tekanan Intrakranial

dan Cedera Kepala

Yustina Amelia
Astrin Fabiyola

Berbagai proses patologis yang mengenai otak dapat

menyebabkan kenaikan tekanan intrakranial.


Tekanan intrakranial normal pada keadaan istirahat

sebesar 10 mmHg

FISIOLOGI
TIK suatu ruangan kaku
Ruang intrakranial adalah
yang terisi penuh sesuai dengan kapasitasnya
dengan unsur yang tidak dapat ditekan yang
terdiri dari :
- cairan serebrospinal
- darah
- otak

FISIOLOGI
Variasi TIK tergantung pada:
1. Cairan serebrospinalis
2. Volume darah intrakranial
3. Volume jaringan otak

TIK

1. Aliran Darah ke Otak


Aliran darah normal otak dewasa 50-

55ml/100gr jaringan otak/menit


Aliran darah normal otak anak (5 tahun)

90ml/100 gr jaringan otak/menitbertahap


akan turun sampai seperti ADO dewasa

2. Konsep doktrin monro-kellie

Konsep Doktrin Monro-Kellie:


Volume Intrakranial harus selalu konstan

Doktrin Monro-Kellie

1. Volume isi intrakranial akan selalu konstan.


2. Bila terdapat pertambahan massa tergesernya CSF dan darah vena keluar dari ruang
intrakranial dengan volume yang sama TIK normal.
3. Kompensasi terlampaui kenaikan jumlah massa sedikit saja kenaikan TIK yang tajam.

Kurva volume-tekanan

Isi ruang intrakranial mampu mengkompensasi adanya massa intrakranial baru,


seperti subdural atau epidural hematoma sampai batas tertentu.
Saat volume mencapai 100-150 mL, akan terjadi kenaikan TIK secara cepat yang
akan mengganggu aliran darah otak

Kenaikan TIK dapat menimbulkan gangguan fungsi neurologis sebagai akibat


dari terganggunya aliran darah ke otak.
Yang paling berperan dalam menentukan aliran darah ke otak adalah tekanan
perfusi otak
MAP
CPP
Normal
Cushings
Response
Hypotensi
on

ICP

90

10

80

100

20

80

50

20

30

Autoregulation
Mempertahankan ADO
dengan tekanan darah
rata-rata 50 - 160 mmHg.
Otak sangat rentan
terhadap cedera otak
sekunder karena iskhemia
sebagai akibat hipotensi
yang tiba-tiba.

ETIOLOGI TTIK
1.

Volume intrakranial yang meninggi


Tumor serebri
Infark yang luas
Trauma
Perdarahan
Abses otak
Hematoma ekstraserebral

2.

Faktor pembuluh darah


Meningginya tekanan vena, misal kegagalan jantung

3.

Obstruksi pada aliran dan pada absorpsi dari cairan serebrospinalis, maka dapat
terjadi hidrosefalus

MANIFESTASI TTIK
Trias klasik peningkatan tekanan intrakranial adalah ;
Nyeri kepala karena regangan dura dan pembuluh darah
Papiledema yang disebabkan oleh tekanan dan

pembengkakan diskus optikus.


Muntah proyektil

MANIFESTASI TTIK
Tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial lainnya :
Penurunan kesadaran
Hipertermia
Perubahan motorik dan sensorik
Perubahan berbicara
Kejang

TRAUMA KEPALA
Menurut Brain Injury Association of America, trauma kepala
adalah suatu kerusakan pada kepala, bukan bersifat
kongenital ataupun degeneratif, tetapi disebabkan oleh
serangan atau benturan fisik dari luar, yang dapat mengurangi
atau mengubah kesadaran yang mana menimbulkan
kerusakan kemampuan kognitif dan fungsi fisik.

KLASIFIKASI TRAUMA KEPALA


Cedera otak ringan (GCS 1415)
Beratnya
(GCS)
Trauma
kepala

Cedera otak sedang (GCS 913)


8)

Cedera otak berat (GCS

Fraktur kranium
Morfologi
Lesi Intrakranial

Lesi
Intrakra
nial

Lesi difus

Perdaraha
n Epidural

Lesi fokal

Perdaraha
n
Subdural
Perdaraha

n
Intrasereb
ral

T/ Cedera Kepala Ringan (1)


GCS 14-15
Riwayat penyakit?
Pemeriksaan neurologi
X-foto sesuai indikasi : kranium, servikal
CT : tak sadar, amnesia, nyeri kepala hebat
Observasi(12 jam) >< Pulang

(kontrol/kmbl)

18

T/ Cedera Kepala Ringan (2)


Rawat atau observasi di RS, bila :

*Tak ada CT/ CT ab-N


*Ada luka penetrans
*Riwayat pingsan
*Penurunan kesadaran
*#Kranium
*Nyeri kepala sdng-hebat *Intoksikasi
*CSS bocor
*Luka lain yg hebat
*Amnesia yg cukup
lama
Pulang: indikasi(-); kontrol 1 w

19

Bila ada tanda ini: Telp/Ke RS


Gejala baru atau penyulit yg dpt timbul kmd.
Mengantuk / sulit dibangunkan (tiap 2 j!)
Nausea/vomitus, konvulsi, nyeri kepala

hebat
Keluar darah/cairan dari hidung/telinga
Kelemahan atau baal di lengan/tungkai
Kacau, kelakuan yang aneh
Mata : pupil, juling, diplopi, ggn visus
Taki/bradikardi; pola pernapasan abnormal

20

T/ Cedera Kepala Sedang


GCS 9-13
Evaluasi awal sama seperti pada cedera

kepara ringan
Sedapat mungkin CT kepala
Rawat u/ observasi: Penilaian neurologi
sering diulang; ulangi CT bila memburuk.
Membaik (90%): pulangkan; kontrol poli
Memburuk (10%): bila tak dpt ikuti
perintah sederhana ulang CT, T/ spt
cedera kepala berat
21

T/ Cedera-Kepala Berat
GCS 3-8: Evaluasi dan Resusitasi

(ABCDE = Survei Primer)


Intubasi / jalan napas definitif
Pemeriksaan neurologi terfokus
Reevaluasi sering
T/ : Manitol, Hiperventilasi(M), Antikonv.
Survei Sekunder: Identifikasi cedera lain
Test D/ : CT, Ventrikulogram, Angiogram

22

Ced.Kep Berat: Prosedur D/


Idealnya dlm 30 menit segera diperiksa CT
Ulang bila status klinis berubah (GCS!)
Hematoma intraserebral krn trauma biasanya

lobus frontalis, lobus temporalis anterior


Perdarahan intraventrikuler ec trauma
Hidrosefalus obstruktif akut. Angiografi.

23

1. Fraktur Kranium
a) Dapat terjadi pada atap/ dasar tengkorak, dapat
berbentuk garis/ linear atau bintang/ stelata, &
dapat pula terbuka / tertutup
b) Tanda-tanda fraktur dasar tengkorak ekimosis
periorbita, ekimosis retroaurikuler (Battle Sign),
kebocoran CSS (rhinorhea, otorhea), paresis
nervus fasialis & kehilangan pendengaran yang
dapat timbul segera/ beberapa hari setelah
trauma
c) Fraktur kranium terbuka adanya hubungan
antara laserasi kulit kepala dengan permukaan
otak karena robeknya selaput dura

2. Cedera Otak Difus


Cedera otak difus yang

berat iskemia otak karena


syok yang berkepanjangan/
periode apneu yang terjadi
segera setelah trauma
Pada beberapa kasus CT
scan sering menunjukkan
gambaran normal/
gambaran edema dengan
batas area putih & abu-abu
yang kabur

3. Perdarahan Epidural
Terletak
diluar
dura
tetapi
di
dalam
rongga
tengkorak
&
cirinya berbentuk
bikonveks/
menyerupai lensa
cembung

4. Perdarahan Subdural
Perdarahan ini
terjadi akibat
robeknya venavena kecil di
permukaan
korteks serebri

5. Perdarahan Intraserebral
>

50%
perdarahan
intraserebral
disertai
hematom
epidural/
hematom subdural
Paling banyak terjadi di
lobus
frontalis/
temporalis
&
tidak
jarang
ditemukan
multipel
Gambaran
klinis
tergantung
lokasi
&
besarnya hematom

Patofisiologi Cedera
Otak
Gangguan
Aliran
Syok

TTIK

Herniasi

darah
otak

Edema
jaringan
otak

oksigenasi &
suplai
glukosa
Gangguan
metabolis
me

Perdarah
an

TTIK

Perfusi
otak

Edema
jaringan
otak

Gangguan
metabolis
me

Iskemia

Herniasi

Pengelolaan Cedera Kepala


Prioritas:
ABCDE
Minimalisasi secondary brain injury
beri oksigen
pertahankan ventilasi
pertahankan TD (sistolik > 90 mmHg)

Pemeriksaan neurologis:
GCS
pupil
lateralisasi

Medikamentosa pd Ced.Kepala
Cairan i.v.: jangan hiperglikemi / hiponatremi !
Hiperventilasi (M): tujuan PCO2 25-35 mmHg.
Manitol: u/ turunkan TIK KI: pd hipotensi

*Indikasi: ancaman herniasi tentorial


*Dosis:
bolus 1g / kgBB, iv bolus (5 menit)
Barbiturat: TTIK yg refrakter thd obat lain.
Antikonvulsan: utk Epilepsi pascatrauma.

33

Terapi Bedah
Luka Kulit kepala : dpt berdarah banyak.

*Debridemen dgn baik, hemostasis


Perlukaan scalp : potensial perdarahan
Masa intrakranial: mengancam jiwa bila
prosesnya cepat
*Konsult dan rujuk segera
*Hiperventilasi/Manitol

34

Terimakasih