Anda di halaman 1dari 15

Definisi

kegagalan gigi untuk erupsi secara


sempurna pada posisinya akibat
terhalang oleh gigi pada anteriornya
maupun jaringan lunak atau padat di
sekitarnya. (Peterson, 2003)

Etiologi
1. Faktor lokal
Malposisi gigi lawan.
Densitas jaringan keras di
sekitarnya.
Inflamasi Kronis fibrosis
mukosa di sekitarnya.
Ruangan yang tidak cukup
karena perkembangan rahang
yang tidak sempurna atau
karena retensi geligi sulung..
Premature loss gigi sulung.
Nekrosis karena adanya
infeksi.
Inflamasi pada tulang karena
penyakit seperti parotitis.

2. Faktor sistemik
a. Prenatal
keturunan
Syphilis
Tuberculosis
Malnutrisi

b. Post Natal
Rickets
Anemia
Endocrine dysfunctions.
Penyakit pada rahang dan jaringan lunak di
sekitarnya

3. Kondisi Abnormal Lain


Cleidocranial dysostosis
Oxycephaly
Achondroplasia
Cleft

KLASIFIKASI UMUM IMPAKSI


GIGI
IMPAKSI
MOLAR 3

Menurut Pell & Gregory

Berdasarkan hubungan antara ramus


mandibula dengan molar kedua
(perbandingan lebar mesio-distal molar
ketiga dengan jarak antara bagian
distalmolar kedua ke ramus mandibula)

Menurut Pell & Gregory


KELAS I
Ukuran mesiodistal molar
ketiga < jarak
antara distal gigi
M2- ramus
mandibula

Menurut Pell & Gregory


KELAS II
Ukuran mesiodistal molar
ketiga > jarak
antara distal gigi
M2- ramus
mandibula

Menurut Pell & Gregory


KELAS III
Seluruh atau
sebagian besar
molar ketiga
berada dalam
ramus mandibula

Menurut Pell & Gregory


Berdasarkan letak bagian tertinggi M3 di
dalam rahang terhadap occlusal plane

Menurut Pell & Gregory


Posisi A
Bagian tertinggi
gigi molar ketiga
berada setinggi
garis oklusal

Menurut Pell & Gregory


Posisi B
Bagian tertinggi
gigi molar ketiga
di antara occlusal
plane dan garis
servikal M2

Menurut Pell & Gregory


Posisi C
tertinggi gigi M3
berada di bawah
garis servikal gigi
M2

Menurut George Winter


berdasarkan posisi gigi molar ketiga
terhadap gigi molar kedua

Menurut George Winter


Vertikal
Horizontal
Mesioangular
Distoangular
Inverted

Menurut George Winter