Anda di halaman 1dari 20

ANALISIS DEBIT ALIRAN SUNGAI

DI SUB DAS BATANG ARAU


TERHADAP RESIKO BAHAYA
BANJIR KOTA PADANG
Kel 2

Bencana alam tampak semakin meningkat


dari tahun ke tahun yang disebabkan oleh
proses alam maupun manusia itu sendiri.
Kerugian langsung berupa korban jiwa, harta
benda maupun material cukup besar. Bencana
alam dapat dipicu oleh adanya penggundulan
hutan, pembukaan lahan usaha di lerenglereng pegunungan, dan pembuatan sawahsawah basah pada daerah-daerah lereng
lembah yang curam.

Daerah aliran sungai (DAS) merupakan


daerah yang dibatasi oleh punggung bukit
dimana semua air hujan yang jatuh di daerah
tersebut mengalir ke suatu outlet tertentu.
Perubahan penggunaan lahan pada suatu DAS
serta pengelolaan lahan yang tidak tepat
dapat mengakibatkan gangguan terhadap
fungsi hidrologis DAS.

DAS menurut para ahli

Menurut Sinukaban (2007), DAS adalah


suatu kesatuan ekosistem yang khas bila
ditinjau dari segi pelestarian sumberdaya
tanah dan air, oleh sebab itu
pengembangan DAS harus memperlakukan
DAS sebagai suatu sistem dengan tujuan
untuk memenuhi kebutuhan hidup dan
meningkatkan taraf hidup manusia secara
lestari.

Air yang mengalir dari bagian hulu DAS Batang


Arau ini digunakan oleh masyarakat pada bagian
tengah dan hilir dalam berbagai bentuk
penggunaan. Sungai pada sub DAS Hulu
mempunyai peranan yang penting bagi DAS secara
keseluruhan. Sungai ini dijadikan sebagai sumber
air bagi kawasan industri, pertanian, dan
pemukiman. Penggunaan lahan di Sub DAS Batang
Arau Hulu didominasi oleh hutan primer, kemudian
dikonversi oleh masyarakat menjadi pemukiman,
sawah dan pertanian lahan kering seperti kebun
campuran, ladang, dan tegalan.

Pakar Tata Kota dari Universitas Bung Hatta


Padang di Sumatera Barat Eko Alvares
menilai banjir yang terjadi di Kota Padang
semenjak Selasa subuh akibat banyak terjadi
perubahan fungsi lahan. "Banjir kali ini
banyak terjadi di daerah pengembangan
permukiman baru, dan hal ini mengakibatkan
perubahan rona muka bumi," katanya, saat
dihubungi di Padang, Selasa (22/3).

Hujan deras yang berkepanjangan


menyebabkan banjir di beberapa wilayah di
Kota Padang dan Kabupaten Padang
Pariaman, Sumatera Barat hari ini
Dari uraian di atas kami mengangkat tema
Bencana Banjir Bandang DAS Batang Arau
Kota Padang.

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui


penyebab terjadinya banjir DAS Batang
Arau serta dampak kerugian yang
ditimbulkannya.
.

Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah memberikan


informasi terkait Banjir Bandang yang
terjadi pada DAS Batang Arau dan
mengukur kerugian yang ditimbulkannya.
Diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat
bagi dinas terkait untuk mengambil
kebijakan dalam menanggulangi bencana
Banjir Bandang di Kota Padang.

Gambar 1. Outlet DAS Batang Arau Alami


(Pantai Muara) Kota Padang (a) dan Outlet
Buatan (Pantai Purus) Kota Padang (b)

DAS Batang Arau merupakan salah satu DAS


yang terdapat di Sumatera Barat dengan
batas wilayah di sebelah Utara adalah DAS
Kuranji, DAS Timbulun dan DAS Batang
Tarusan, sebelah Timur dengan DAS Lubuk
Silasiah, sebelah Barat dengan Samudra
Indonesia dan sebelah Selatan dengan DAS
Batang Tarusan (Bappeda Kota Padang, 2004).
DAS Batang Arau terletak di Kota Padang yang
berada pada rentang ketinggian 0 1.853 m
diatas permukaan laut (dpl).

Menurut Bappeda Kota Padang (2004),


penggunaan lahan pada sub DAS Batang Arau
bagian hulu adalah hutan lindung dan hutan
pariwisata, seperti daerah Taman Raya Bung
Hatta. Selain hutan, penggunaan lahan lainnya
adalah ladang/tegalan, sawah, lahan terlantar,
pertambangan, dan pemukiman. Jenis tanah
daerah ini termasuk intensif tercuci oleh air
hujan sehingga permukaan tanah terlihat agak
pucat dan kasar. Tanah dominan merupakan
Ultisol

Faktor yang mempengaruhi volume total


limpasan adalah faktor iklim dan faktor DAS,
yang termasuk ke dalam faktor iklim yaitu
banyaknya presipitasi dan banyaknya
evapotranspirasi. Sedangkan yang termasuk
ke dalam faktor DAS yaitu ukuran daerah
aliran sungai (DAS) dan ketinggian rata-rata
DAS (Seyhan,1990).

Tempat Dan Waktu Penelitian


Penelitian ini dilaksanakan di DAS Batang
Arau bagian hulu yang terletak di Kota
Padang, Provinsi Sumatera Barat.

Bahan dan Alat


Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut:
Peta Administrasi Kota Padang (Bappeda Kota Padang)
Peta Hidrogeologi dan Peta Tutupan Lahan
Peta Batas DAS Batang Arau (BPDAS Agam Kuantan
Sumatera Barat)
Peta Penggunaan Lahan Sumatra Barat Tahun 2006 (Pusat
Studi Pengelolaan Sumberdaya Air (PSDA) Sumatra Barat)
Data Curah Hujan Bulanan Kota Padang (Pusat Studi
Pengelolaan Sumberdaya Air (PSDA) Kota Padang)
Data Debit Aliran Sungai Batang Arau Hulu (Pusat Studi
Pengelolaan Sumberdaya Air (PSDA) Kota Padang)

Metode Penelitian
1. Persiapan
Pengolahan Data
a. Pengolahan Data Peta
b. Pengolahan Data Hidrologi,

Analisis Data
1. Analisa Karakterisasi Debit;
2. Analisa hubungan Debit Aliran
dengan Penggunaan Lahan;