Anda di halaman 1dari 14

SISTEM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR

DI PT ROHM AND HAAS INDONESIA


(DOW) CILEGON-BANTEN
Disusun Oleh :
Aas Wati (3335141392)
Astrid Agustin (3335120870)
Nabilah (3335141136)
Oktaviani (3335140392)
Tisya Ardiana Pratiwi (3335141362)

LATAR BELAKANG
Kegiatan pembangunan industri merupakan kegiatan sektor ekonomi yang dapat meningkatkan
taraf hidup masyarakat yang ada disekitar pembangunan industri.
Selain itu, kegiatan pembangunan industri harus berjalan secara berkelanjutan dengan
mengedepankan aspek yang berwawasan lingkungan dimana industri berusaha memelihara
kestabilan dan memelihara ekosistemnya.
Hal ini dilakukan dengan tujuan lingkungan tidak tercemar oleh hasil buangan usaha dan/atau
kegiatan industri.
Tindakan yang dilakukan untuk tetap menjaga kestabilan dan memelihara ekosistemnya
diantaranya dengan cara melakukan pengolahan limbah yang dihasilkan dari kegiatan industri
baik limbah cair, padat maupun gas.
Contohnya :
Proses pengolahan limbah cair di PT Rohm And Haas Indonesia (DOW) dengan menggunakan
metoda koagulasi (menggumpalan) dan flokulasi (penggabungan). PT Rohm And Haas Indonesia
(DOW) merupakan industri yang menggunakan bahan baku berupa monomer

APA ITU LIMBAH?

LIMBAH
Diartikan sebagai zat sisa
yang sudah tidak
terpakai.
Menurut Zetra (2006:4)
dalam buku Manajemen
Limbah, limbah atau
waste adalah bahan yang
tidak lagi diperlukan, yang
dihasilkan dari suatu
proses namun
membahayakan terhadap
masyarakat dan
lingkungan.

INSTALASI PENGOLAHAN AIR


LIMBAH
Menurut Metcalf & Eddy (2003), bila dilihat dari tingkatan perlakuan
pengolahan maka sistem perlakuan limbah diklasifikasikan menjadi
beberapa tingkat/tahap .
1. preliminary treatment
2. primary treatment
3. secondary treatment
4. tertiary treatment.

PROFIL PT ROHM AND HAAS


INDONESIA (DOW)
Rohm and Haas Company pertama kali
didirikan pada tahun 1909 oleh Mr. Rohm
dan Mr. Haas di kota Pennysylvania. Mr.
Rohm and Mr. Haas merupakan dua orang
berkebangsaan Jerman yang kemudian
bermigrasi ke daratan Amerika

PT Rohm And Haas Indonesia (DOW) yang berada di kota Cilegon


merupakan pabrik yang memproduksi emulsi akrilik (acrylic) dengan
proses batch. Bahan baku yang digunakan dalam proses produksi ini
adalah buthyl acrylate, ethyl acrylate, methyl acrylate, glacial
acrylate acid, glacial methacrylic acid,dan styrene. Beberapa
peralatan utama untuk memproduksi emulsi akrilik adalah MET
(Monomer Emulsion Tank), reaktor, drain tank, storage tank, dan
drumming machine (mesin pengepakan).

Pengolahan Limbah Cair di PT Rohm And


Haas Indonesia (DOW)

Secara umum,
kegiatan pengolahan
air limbah sejauh ini
yang ada di dalam
PT Rohm And Haas
Indonesia (DOW)
adalah sebagai
berikut :

JENIS LIMBAH CAIR


Limbah Cair Bersih (Clean Wastewater)
Limbah cair bersih adalah limbah cair yang berwarna bening dan sangat sedikit
mengandung solid tersuspensi. Limbah ini berasal dari pembersihan tangki MET,
pembersihan drum-drum bekas bahan kimia, regenerasi demin unit, blowndown
boiler, dan cooling water serta tumpahan dari area monomer (jika ada). Limbah ini
mengandung COD yang tinggi yang berasal dari sisa-sisa bahan kimia, terutama
bahan kimia organik. Limbah-limbah cair ini seluruhnya diarahkan menuju pH pit
untuk mendapatkan perlakuan netralisasi dan proses pengolahan limbah selanjutnya.
Limbah Cair Putih (White Water)
White water adalah limbah cair yang berwarna putih. Warna putih berasal dari sisasisa emulsi yang terbawa pada saat pencucian reaktor, drain tank, storage tank,
drumming machine, dan proses analisa laboratorium. Biasanya limbah ini, diarahkan
menuju white water pit untuk ditampung dan dilakukan pengolahan selanjutnya.

UNIT PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DI


PT ROHM AND HAAS INDONESIA
(DOW)

1.

White Water Pit

White water pit adalah unit


yang digunakan sebagai wadah
untuk menampung white water
sebelum dialirkan ke proses
selanjutnya yaitu proses filter
press.

Clarifier Tank

2. Filter Press Unit


Filter press adalah salah satu jenis
filter yang menggunakan tekanan
pada medium penyaringan untuk
memisahkan padatan dan cairan.
Prinsipnya adalah filtrasi, yaitu suatu
proses pemisahan campuran antara
padatan
dan
cairan
dengan
melewatkan umpan melalui medium
penyaringan
3. pH Adjustment Pit
pH adjustment pit adalah wadah untuk
menampung semua limbah cair yang tidak
tercampur dengan produk, sedikit jumlah
kandungan
solid-nya,
dan
warnanya
cenderung bening karena tidak tercampur
dengan produk

4. Waste Water Treatment Plant (WWTP)


WWTP adalah unit yang digunakan untuk
mengolah limbah cair yang berasal dari
proses di industri agar sesuai baku mutu
lingkungan dan tidak berbahaya jika dibuang
ke public sewer atau badan sungai.
1. Bak Lagoon

3. Bak 3 (Settling Pond)

2. Bak 1 dan Bak 2 pada WWTP

4. Tote terbuka dengan kain fillter

5. Sampling point (Outlet)

KESIMPULAN
Limbah atau waste adalah bahan yang tidak lagi diperlukan, yang dihasilkan dari suatu
proses namun membahayakan terhadap masyarakat dan lingkungan. Limbah cair
merupakan suatu hasil buangan yang dianggap tidak memiliki nilai ekonomis yang memiliki
wujud berupa cairan.
Menurut Metcalf & Eddy (2003), bila dilihat dari tingkatan perlakuan pengolahan maka
sistem perlakuan limbah diklasifikasikan menjadi beberapa tingkat. Tahap tersebut
dimaksudkan untuk memudahkan dalam mengkategorikan dan melaksanakan pengolahan
antara lain adalah preliminary treatment, primary treatment, secondary treatment, dan
tertiary treatment.
Indonesia termasuk kedalam jaringan Rohm And Haas APR. PT Rohm And Haas Indonesia
merupakan perusahaan yang bergerak di dalam pengembangan polimer bidang khusus dan
kimia secara globalserta membangun atas dasar pengembangan teknis yang terus-menerus.
PT Rohm And Haas Indonesia menghasilkan produk berupa Acrylic Emulsion dan Poly Acrylic
Acid (PAA).
Secara umum, Unit Pengolahan Limbah Cair di PT Rohm And Haas Indonesia (DOW) meliputi
Filter Press Unit, White Water Pit, pH Adjustment Pit, dan Waste Water Treatment Plant
(WWTP).