Anda di halaman 1dari 64

INOVASI

DIKLAT KEPEMIMPINAN
TINGKAT III
OLEH
DR. H. A. FERNANDEZ, DR.,
M. Kes
Dra.T.SANTI
LAN RISUNGKONO,Psikolog,MM
Badan Diklat NTT

PENGANTAR
Organisasi hebat memiliki 3 hal, yaitu
1. Konsep (concept), gagasan kreatif yang asal
muasal sebuah produk inovatif.
2. Kompetensi (competency), karakteristik penget,
keterampilan, pengalaman dan sikap prilaku yg ada
dlm diri seseorang, yang memungkinkan untuk
mewujudkan gagasan menjadi produk.
3. Koneksi (connection), kemampuan individu atau
organisasi utk membangun jaringan dgn mitra kerja
utk menyediakan bahan dan peralatan yang dapat
digunakan utk mewujudkan gagasan menjadi
produk inovatif.
LAN RI Badan Diklat NTT

Pengantar lanjutan ....


Dlm hub.nya dgn diklatpim pola baru,
Inovasi bagian tdk terpisakan dengan pemimpin.
Pemimpin harus memberi contoh berinovasi.
pemimpin seharusnya memberikan keleluasaan
kepd bawahan utk berinovasi guna menemukan
cara2 baru/ide2 baru dlm memecahkan berbagai
permasalahan organisasi.
Pemimpin visioner.

LAN RI Badan Diklat NTT

Alasan SP Berinovasi
(UNDESA)

1. Demokratisasi, yg mendunia, melewati batas2


kedaulatan, ideologi, dan politik bangsa2.
2. Globalisasi sebagai bagian dari konsekuensi
interaksi antar bangsa dalam rangka kerjasama.
3. Brain Drain, Fenomena human capital flight
yang terjadi dari negara berkembang ke negara
maju, sehingga terjadi ketidakseimbangan
penyebaran SdM unggulan. Alhasil, kesenjangan
sosial-ekonomi-politik antara negara maju dan
negara berkembang semakin melebar.

United Nations Departement of Economic and Social Affairs

Alasan lanjutan .......


4. Negara pascakonflik, demokrasi dan ekonomi
transisi, atau fiksi, mulai mengadopsi sistem
demokrasi dan mengalami transisi.
5. Moral pegawai negeri, moralitas menjadi
salah satu isu integritas peg dlm penataan
birokrasi.
6. Sumber baru persaingan: privatisasi dan
outsourcing : fenomena organisasional yang
telah merambah sektor publik sejak lama. Hal
ini berdampak pada perubahan struktur,
budaya kerja, dan lingkungan dinamis
organisasi sektor publik.
LAN RI Badan Diklat NTT

POKOK PEMBAHASAN
1 Konsep Inovasi
2 Inovasi di Sektor Publik
3 Proses Inovasi
4 Faktor Penghambat Inovasi
5 Penutup

LAN RI Badan Diklat NTT

DESKRIPSI SINGKAT
Mata diklat ini membekali peserta
dengan
kemampuan
menginovasi
pengelolaan
program
organisasi/instansinya
melalui
pembelajaran konsep-konsep dan pola
pikir inovasi dan pengelolaan program
organisasi, penerapan strategi inovasi
proses
dan
substansi
program
organisasi, dan praktik-praktik inovasi
pengelolaan program organisasi pada
LAN RI Badan Diklat NTT
unit organisasi di sektor publik di

TUJUAN PEMBELAJARAN
Kompetensi Dasar: setelah mengikuti
pembelajaran ini, peserta diharapkan mampu
menginovasi pengelolaan program organisasi.
Indikator Keberhasilan: setelah mengikuti
pembelajaran ini peserta dapat:
1. Menjelaskan prinsip-prinsip dan praktikpraktik
inovasi pengelolaan program
organisasi; dan
2. Menginovasi pengelolaan program
organisasi.
LAN RI Badan Diklat NTT

APA ITU INOVASI ?


(1)

Inovasi secara umum dipahami sebagai perubahan


perilaku.
Inovasi : sebuah ide, praktek, atau objek yang
dianggap baru oleh
individu satu unit adopsi lainnya (Everett M Rogers)
Inovasi : kegiatan yg meliputi seluruh proses
menciptakan dan
menawarkan jasa/barang, baik yang sifatnya baru,
lebih baik
atau lebih murah dibandingkan dgn yang tersedia
sebelumnya
(Business 1000, Glosary)
Sebuah inovasi dpt berupa produk/jasa yg baru,
LAN
RI Badan
Diklat NTT
teknologi
proses

APA ITU INOVASI ?....


Inovasi : pengenalan dan penerapan dengan sengaja
gagasan, proses, produk, dan prosedur yang baru pada
unit yang menerapkannya, yang dirancang untuk
memberikan keuntungan bagi individu, kelompok,
organisasi & masyarakat luas (West & Farr).
Inovasi : proses penerjemahan ide ke dalam bentuk
sebuah produk atau layanan yang dihasilkan dari proses
tersebut (ensiklopedia bisnis)
Inovasi : sebuah bentuk perubahan dari sesuatu hal,
baik yang bersifat inkremental, maupun perubahan
yang radikal. Inovasi yang bersifat radikal disebut
invention (Mckeown)

LAN RI Badan Diklat NTT

Kesimpulan
Inovasi adalah suatu proses
memikirkan dan
mengimplementasikan
pemikiran tersebut, sehingga
menghasilkan hal baru
berbentuk produk, jasa,
proses, cara baru, kebijakan
dan
lainnya.
LAN RI Badan Diklat NTT

CIRI-CIRI INOVASI

(1)

1. Keuntungan Relatif (Relative Advantages)


Inovasi hrs memp.keunggulan & nilai lebih
dibandingkan dgn inovasi sebelumnya. Selalu ada
sebuah nilai kebaruan yg melekat dlm inovasi yg
menjadi ciri yg membedakannya dengan yang lain .
2. Kesesuaian (Compatability)
Inovasi juga sebaiknya mempunyai sifat kompatibel
atau kesesuaian dengan inovasi yang digantikannya.
Hal ini
dimaksudkan agar inovasi yang lama tidak
serta merta dibuang begitu saja, selain karena faktor
biaya yang tidak sedikit, namun juga inovasi yang
lama menjadi bagian dari proses transisi ke inovasi
baru.
LAN RI Badan Diklat NTT

CIRI-CIRI INOVASI
(2)
3. Kerumitan (Complexity)
Dgn sifatnya yg baru, maka inovasi memp. tkt kerumitan
yang boleh jadi lebih tinggi dibandingkan dgn inovasi
sebelumnya. Namun demikian, karena sebuah inovasi
menawarkan cara yang lebih baik, maka tingkat kerumitan
ini pada umumnya tidak menjadi masalah penting.
4. Kemungkinan untuk Dicoba (Triability)
Inovasi hanya bisa diterima apabila telah teruji dan terbukti
mempunyai keuntungan atau nilai lebih dibandingkan
dengan
inovasi yang lama. Sehingga sebuah produk
inovasi harus meliwati fase uji publik, dimana setiap orang
atau pihak
mempunyai
kesempatan untuk menguji
kualitas dari sebuah inovasi.
LAN RI Badan Diklat NTT

CIRI-CIRI INOVASI
(3)

5. Kemudahan untuk Diamati


(Observability)
Sebuah inovasi harus juga dapat diamati,
dari segi bagaimana ia bekerja dan
menghasilkan sesuatu yang lebih baik.
Dengan ciri-ciri sebagaimana disebutkan di
atas, sebuah inovasi merupakan cara baru
untuk menggantikan cara lama dalam
mengerjakan atau memproduksi sesuatu.
LAN RI Badan Diklat NTT

JENIS INOVASI
1. INOVASI
2. INOVASI
3. INOVASI
4. INOVASI
5. INOVASI
6. INOVASI
7. INOVASI

(Ancok)

PROSES
METODE
STRUKTUR ORGANISASI
HUBUNGAN
STRATEGI
POLA PIKIR
PELAYANAN

LAN RI Badan Diklat NTT

Jenis Inovasi Administrasi Negara


(Awang Anwanudin, 2014)

1. Inovasi
Kelembagaan: yaitu inovasi yang
berfokus
pada
pembaharuan
kelembagaan,
dan/atau pembentukan kelembagaan baru.
2. Inovasi Ketatalaksanaan: inovasi pengenalan
prosedur kerja baru atau teknik2 ketatalaksanaan
dlm administrasi kelembagaan.
3. Inovasi Proses (Pelayanan): inovasi yg berfokus
pd proses/ tatacara terkait upaya peningkatan
kualitas yanlik.
4. Inovasi Konseptual: inovasi yg berfokus pada
pengenalan pola2 baru implementasi governance,
seperti misalnya penyusunan kebijakan interaktif,
reformasi anggaran publik, jejaring horisontal dan
lain-lain.

PRINSIP INOVASI (Peter


Drucker)
1.Inovasi adalah sebuah usaha sistematis dengan
tujuan yang jelas.
2.Inovasi tidak hanya berdasarkan perseptual
(adanya kebutuhan yang nyata) tetapi juga
secara konseptual.
3. Supaya inovasi berhasil, maka inovasi harus
dimulai dengan ide yang sederhana, mudah dan
fokus pada satu tujuan.
4. Dalam berinovasi jangan merasa diri pintar,
karena sifat demikian akan membuat orang
menjadi kurang berhati-hati dalam usaha yang
dia lakukan.
LAN RI Badan Diklat NTT

PENGGERAK INOVASI

Ada 3 komponen modal organisasi


yang
mendukung
inovasi
(Djamaludin Ancok) :

1.Modal Manusia
2.Modal Kepemimpinan
3.Modal Struktural
LAN RI Badan Diklat NTT

MODAL MANUSIA
1. Penggerak keunggulan organisasi adalah manusia
yang menjadi anggota organisasi tersebut. Organisasi
yang inovatif harus memiliki manusia yang berkualitas.
2. Beberapa modal manusia yang menjadi penunjang
inovasi :
a. Modal kreativitas
b. Modal intelektual
c. Modal emosional
d. Modal sosial
e. Modal ketabahan
f. Modal moral
g. Modal kesehatan
LAN RI Badan Diklat NTT

MODAL KEPEMIMPINAN
1. Organisasi yang memiliki modal manusia yang baik,
hanya akan memunculkan kemampuannya secara
maksimal kalau dipimpin oleh pemimpin yang baik.
2. Pemimpin yang bisa memacu tumbuhnya inovasi
dalam organisasi adalah pemimpin yang :
a. Berpandangan jauh ke depan (sifat visioner)
b. Mampu mensinergikan berbagai unit, divisi dan
sumberdaya yang ada dalam organisasi (sifat
sinergistik)
c. Mampu
menggerakkan
orang-orang
dalam
organisasi untuk mencapai tujuan yang ingin
dicapai bersama (sifat transformasional)
LAN RI Badan Diklat NTT

Perilaku Pemimpin yang Memacu


Inovasi :( de Jong & Hartog)
1.Memberi contoh perilaku inovatif
Memberi contoh bagaimana mencari peluang,
mengeluarkan gagasan dan menjadi teladan dalam
penerapan sebuah gagasan inovatif.
2.Memberi rangsangan intelektual
Mengundang bawahan untuk memberikan gagasan,
mengajak mengevaluasi cara kerja yang berlaku
untuk melihat kemungkinan untuk diperbaiki.
3.Mengundang karyawan berbagi pengetahuan
Berkomunikasi terbuka dan transparan dalam
suasana informal di lingkungan kerja.

LAN RI Badan Diklat NTT

Perilaku Pemimpin Yang Memacu


Inovasi : ( de Jong & Hartog)
4.Memberikan arahan visi
Mengkomunikasikan visi yang terkait dengan peran
bawahan dalam berinovasi dan jenis inovasi yang
diharapkan, kegiatan/tindakan untuk mencapai visi
tersebut.
5.Memberi konsultasi
Mendiskusikan
bersama
bawahan
setiap
perubahan yang akan berpengaruh pada mereka.
6.Mendelegasikan
Memberikan otonomi yang cukup pada bawahan
agar mereka bisa mandiri dalam mengerjakan
pekerjaannya.
LAN RI Badan Diklat NTT

Perilaku Pemimpin Yang Memacu


Inovasi : ( de Jong & Hartog)
7.Medukung inovasi
Memberi perhatian, mendukung gagasan
inovatif, mencari jalan agar pemberi gagasan
bisa mengatasi masalah yang timbul.
8.Memberi umpan balik
Memberikan umpan balik yang positif pada
gagasan dan tahapan awal implementasi
inovasi.
9.Pengakuan
Memberikan apresiasi pada kinerja inovatif.
LAN RI Badan Diklat NTT

Perilaku Pemimpin Yang Memacu


Inovasi : ( de Jong & Hartog)
10. Memberi dukungan fasilitas
Memberi dukungan, misalnya dalam bentuk dana,
waktu serta peralatan/perlengkapan yang diperlukan
untuk berinovasi.
11. Memonitor kegiatan inovatif
Memonitor apakah tindakan inovasi itu efisien dan
efektif, mengecek apakah bawahan merasa gembira
atau sebaliknya.
12. Memberikan penugasan
Memberikan
tugas
yang
menantang
dan
kesempatan bagi karyawan untuk mewujudkan
komitmennya pada tugas.
LAN RI Badan Diklat NTT

MODAL STRUKTUR
ORGANISASI
1. Pada organisasi yang inovatif, struktur organisasi
dibuat tanpa batas atau lintas fungsi agar proses
penambahan pengetahuan terpacu dengan baik.
2. Organisasi yang kaku dan terkotak-kotak, serta
hierarkhis akan menghambat proses inovasi. Hal
ini terkait erat dengan sistem pengambilan
keputusan.
Sulitnya mendapat persetujuan untuk mendapat
dukungan sumberdaya untuk merealisasikan
inovasi membuat anggota merasa frustrasi.

LAN RI Badan Diklat NTT

INOVASI DI SEKTOR
PUBLIK

LAN RI Badan Diklat NTT

Pengantar
SP. tidak leluasa dan segan dalam berhubungan
dgn inovasi, bila dibanding sektor bisnis;
Karakteristik SP cenderung statis, formalistik,
dan status quo serta tidak suka dgn perubahan;
Reward yang tidak mencapai kriteria layak;
Indikasi kesejahteraan tidak kunjung membaik;
Pengukuran prestasi kerja cenderung tidak
obyektif, tidak memacu individu berprestasi,
dan berkinerja tinggi;

LAN RI Badan Diklat NTT

Pengantar ....
SP. Bercirikan nonkomersial/nonprofit,
orientasi pd kepentingan umum,
berlandaskan legitimasi kekuasaan;
Interaksi akuntabilitas & transparansi masy.
dan negara/pemerintah selaku eksekutor KP.
Intens.
SP digerakan oleh kebijakan publik (KP) :
(apapun pilihan pemerintah untuk melakukan
atau tidak melakukan sesuatu; Thomas R.
Dye) ;
Inovasi berhubungan dgn formulasi KP.
Inovasi SP. akan sulit bila tidak disertai
proses KP. didalamnya.

Pengantar .......
SP yang kaku dan status quo dituntut untuk
berubah, fleksibel, mampu menjawab tantangan
perubahan dan dinamika yang terjadi di masy;
Meningkatnya kesadaran warga negara akan
haknya, dan juga tingkat pendidikan, literasi,
kesejahteraan serta aspek sosek lainnya telah
memaksa SP untuk mengimbanginya dengan
kebijakan serta kualitas pelayanan yang setara
dengan kapasitas warga negaranya.
LAN RI Badan Diklat NTT

INOVASI DI SEKTOR
PUBLIK

Inovasi di SP : salah satu jalan untuk


mengatasi
kemacetan
atau
kebuntuan
organisasi di SP.
Karakteristik dari sistem di sektor publik yang
kaku dan cenderung status quo harus bisa
dicairkan melalui penularan budaya inovasi.
Inovasi yang biasanya hanya akrab di
lingkungan dinamis, (sektor bisnis), perlahan
mulai disuntikkan ke lingkungan sektor publik,
dan inovasi mulai mendapatkan tempat di
sektor publik.
LAN RI Badan Diklat NTT

INOVASI DI SEKTOR
PUBLIK
Hal ini tidak terlepas dari dinamika
eksternal dan tuntutan perubahan yang
sedemikian cepat yang terjadi di luar
organisasi, di samping perubahan di
masyarakat dengan tingkat literasi yang
lebih baik, mempunyai kesadaran yg lebih
baik akan haknya.
Dengan demikian, SP dpt menjadi sektor yg
dpt mengakomodasi dan merespons secara
cepat setiap perubahan yang terjadi.

LAN RI Badan Diklat NTT

KEHARUSAN SP
BERINOVASI
Laporan United Nations Department of Economic
and Social Affairs (UNDESA) :

Demokratisasi:
Fenomena demokratisasi telah menyebar ke
seluruh
dunia,
melewati
batas-batas
kedaulatan, ideologi, dan politik bangsabangsa.
Perjanjian internasional (globalization):
Perjanjian internasional sebagai bagian dari
konsekuensi globalisasi dan interaksi antar
bangsa dalam rangka kerjasama.
LAN RI Badan Diklat NTT

KEHARUSAN SP
Brain drain:BERINOVASI ...
-Fenomena human capital flight yang terjadi dari negara
berkembang ke negara maju, sehingga terjadi
ketidakseimbangan penyebaran SDM unggulan. Alhasil,
kesenjangan sosial-ekonomi-politik antara negara maju
dan negara berkembang semakin melebar.
-Negara pasca konflik, demokrasi, dan ekonomi transisi:
-Beberapa negara yang baru saja melewati masa konflik dan
instabilitas politik akibat perang atau friksi kepentingan
politik dalam negeri, saat ini mulai mengadopsi sistem
demokrasi dan mengalami masa transisi.
LAN RI Badan Diklat NTT

KEHARUSAN SP
BERINOVASI ...
Moral pegawai negeri:
-Moralitas menjadi salah satu isu integritas
pegawai dalam penataan birokrasi yang lebih
baik.
-Sumber baru persaingan: privatisasi dan
outsourcing:
-Privatisasi dan outsourcing adalah fenomena
organisasional yang telah merambah sektor
publik sejak lama. Hal ini berdampak pada
perubahan struktur, budaya kerja, dan
lingkungan dinamis organisasi.
LAN RI Badan Diklat NTT

INOVASI DALAM
KEBIJAKAN

Tiga peran Pem dlm menginovasi kebijakan,


yaitu:
Policy innovation: new policy direction and
initiatives (Inovasi Kebijakan)
Innovation in the policy making process
(inovasi
dalam proses pembuatan kebijakan)
Policy to foster innovation and its diffusion
(kebijakan untuk mengembangkan inovasi
dan penyebarannya)
LAN RI Badan Diklat NTT

Inovasi dan Kebijakan


Dalam SP, inovasi dan kebijakan merupakan dua
istilah yang saling melengkapi satu sama lain.
Inovasi hadir sebagai sebuah produk baru dan
sifatnya yang menggantikan cara yang lama.
Demikianpun kebijakan hadir untuk mengganti
kebijakan yang lama.
Artinya setiap kebijakan, secara konten pada
prinsipnya harus memuat Inovasi Baru.
Kebijakan yang tidak memuat sesuatu yang baru
atau menggantikan yang lama, kebijakan itu
Tidak Fungsional.

LAN RI Badan Diklat NTT

Perbedaan Karakter SB
dan SP
Prinsip Pengorganisasian: SB-untung, SPKP
Struktur Organisasional:
Ukuran Kinerja: SB-ROI, SP-Kompleks
Isu Manajemen: SB-independensi, SP-kerja
dalam tekanan politik.
Hubungan dgn end-users: SB-pasar
konsumen, industri, feedback
memunculkan ide/inovasi; SP. Bukan faktor
and-user tapi tekanan politik;
LAN RI Badan Diklat NTT

Karakter SB vs SP....
Rantai Supplay: SB. menawarkan inovasi;
SP. menetapkan standar Pengadaan BJ.
SDM-SB-motif ekon; SP-idealisme tapi
inovasi adalah ancaman.
Sumber Pengthetahuan: SB-luas,
flexibel; SP. luas tapi agak kaku terbentuk
prosedur dan regulasi yang berlaku
Horizon Waktu: SB-waktu pendek; SPwaktu panjang.
LAN RI Badan Diklat NTT

INOVASI DI SEKTOR BISNIS DAN SEKTOR


PUBLIK (1)

Bidang
Inovasi

Prinsip
Pengorganisasian

Struktur
Organisational

Ukuran Kinerja

Isu Manajemen

Lembaga

Sektor Bisnis

Sektor Publik

Upaya memperoleh profit, Penegakan kebijakan publik


stabilitas atau pertumbuhan
pendapatan
Kebijakan baru dan atau yang
Pasar yang terus berubah
berubah karena siklus politik
Ukuran
organisasi
bervariasi

Sistem organisasi yang kompleks,


yang kadang konflik satu sama lain

Inovasi harus disesuaikan dengan


situasi yang kompleks, termasuk
Perusahaan besar biasanya isu social equity dan efisiensi
mengalokasikan dana khusus ekonomi
untuk inovasi
Indikator dan target kinerja yang
Return on Investment (RoI)
banyak
Inovasi memakan
biaya Keuntungan dari inovasi sangat
besar,
oleh
karenanya
sulit diukur
biasanya dihitung dari selisih
keuntungan penjualan
Kebanyakan manajer berada

Beberapa
manajer mempunyai
otonomi, Negara
beberapa
Administrasi
RI lainnya
dibatasi
oleh
shareholder,

dalam situasi tekanan politik

INOVASI DI SEKTOR BISNIS DAN SEKTOR


PUBLIK (2)
Bidang
Inovasi

Sektor Bisnis

Sektor Publik

Isu Manajemen

Inovasi berhubungan denggn Inovasi memerlukan persetujuan


pengambilan resiko
politik

Hubungan dengan
end-users

Pasar
adalah
sebagai
konsumen dan juga industri. End-users adalah masyarakat,
Feedback
dari
pasar secara tradisional adalah warga
mendorong ide/inovasi
negara

Rantai Supply

Sumber Daya
Manusia

Inovasi
dimotivasi
oleh
kebutuhan menjaga hubungan Customer
relation
tidak
dengan pasar
terbangun dengan baik. Inovasi
biasanya didorong oleh faktor
Kebanyakan
perusahaan end-users
merupakan bagian dari rantai Sektor publik tergantung pada
supply yang lebih besar
sektor bisnis dalam pengadaan
Inovasi
yang
dihasilkan barang dan jasa
perusahaan kecil biasanya
kalah oleh perusahaan besar, Sektor publik menentukan
karena
kalah
dalam
hal standar, sektor bisnis
dukungan dana
menawarkan inovasi

Motif ekonomi
Lembaga Administrasi
Negara RI

INOVASI DI SEKTOR BISNIS DAN SEKTOR


PUBLIK
(3)
Bidang
Inovasi

Sektor Bisnis

Sumber Daya
Manusia

Pegawai
didorong
membuat
perbaikan
produk yang dihasilkan

Sumber
Pengetahuan

Fleksibel dan luas mulai dari


konsultan,
asosiasi
perdagangan,
dan
peneliti
sektor publik

Sektor Publik

untuk Inovasi memerlukan


atas persetujuan politik

Sumber pengetahuan adalah


masyarakat, secara tradisional
adalah warga negara
Jenis inovasi di beberapa
bagian berbeda
Kebanyakan long-term

Horizon Waktu

Inovasi bervariasi
Kebanyakan short-term
Kesulitan dalam mengetahui
Inovasi
memerlukan konsekuensi dari sebuah
inovasi
pembayaran secepatnya

Lembaga Administrasi Negara RI

Sistem Inovasi Daerah (SIDa)


Keputusan Bersama Menteri Risert
Teknologi dan Mendagri, masingmasing No. 3 Tahun 2012 dan No. 36
Tahun 2012, ttg Pengembangan
SIDa.
Menginstruksikan
agar
setiap
pejabat daerah untuk merancang
pengembangan ekonomi wilayahnya
dengan mengembangkan sistem
inovasi daerah.

Sistem Inovasi Daerah (SIDa)


Pesan-Pesan
Keputusan
Bersama
tersebut :
1. Pengembangan inovasi di daerah
merupakan
strategi
jitu
bagi
pengembangan
wilayah
secara
umum.
2. Kebijakan yang inovatif.
3. Menciptakan
daya
saing
antar
daerah.
4. Merupakan salah satu strategi utama

Sistem Inovasi Daerah (SIDa)


Butir2 Pengembangan
1. Kebijakan membuat tim koordinasi
dan Roadmap SIDa.
2. Penataan SIDa baik kelembagaan
maupun sumberdaya SIDa.
3. Mengembangkan
SIDa
melalui
potensi lokal.
4. Melakukan koordinasi dan pelaporan
hingga ke pemerintah pusat.

Inovasi dan UU No.5/2014


1. Meniadakan eselonisasi dan
diganting dengan job grading.
2. Pasal 1 disebutkan bahwa Aparatur
Sipil Negara yang selanjutnya
disingkat ASN adalah profesi bagi
pegawai negeri sipil dan pegawai
pemerintah dengan perjanjian kerja
yang bekerja pada instansi
pemerintah.
3. memperkenalkan jenis jabatan baru,
yakni Pegawai Pemerintah dengan

Inovasi dan UU No.5/2014


4.Pasal 70 ayat 6 disebutkan bhw
pengembangan kompetensi dapat
dilakukan melalui pertukaran antara
PNS dengan pegawai swasta dalam
waktu paling lama 1 (satu) tahun dan
pelaksanaannya dikoordinasikan oleh
LAN, BKN.
5.Pasal 71 ayat 1 meyebutkan: Untuk
menjamin keselarasan potensi PNS
dengan kebutuhan penyelenggaraan
tugas pemerintahan dan

Inovasi dan UU No.5/2014


6.Pasal 79 intinya menyatakan:
Pemerintah wajib membayar gaji PNS
yang adil dan layak, serta
penggajiannya dibayarkan sesuai
dengan beban kerja dan resiko
pekerjaan (harga jabatan), tidak lagi
berbasis jabatan dan pangkat.
7.Pasal 108 menyatakan Pengisian
jabatan tinggi pertama dilakukan
secara terbuka dan kompetitif secara

Sumber Inovasi SP
50%
inovasi
di
sektor
publik
merupakan inisiatif dari front line,
staff dan middle manager.
2.70% inovasi yang dihasilkan bukan
merupakan respon dari hal krisis.
60% inovasi melewati batas-batas
organisasional
(cut
cross
organizational boundaries)
Inovasi hadir lebih dikarenakan oleh
motivasi untuk dikenali atau
Survey
Borin (The Challenge
of Innovating in Government,
2001)
dihargai
dan kebanggaan
dari pada

Tipologi Inovasi SP
(Halvorsen)

1. A new or improved service


(pelayanan baru/ pelayanan yang
diperbaiki) mis. Pelayanan
Kesehatan di rumah
2. Process innovation (inovasi proses)
misalnya perubahan dlm proses
penyediaan pelayanan/produk.
3. Administrative innovation,mis.
Pengguna- an instrumen kebijakan
baru
hasil
kebijakan.
LAN
RI Badan
Diklatperubahan
NTT

Lanjutan ......
4. System innovation, mis. sistem
baru/perubahan mendasar sistem yang ada
dengan mendirikan organisasi baru;
5. Conceptual inovation, perubahan dalam
outlook, mis. manajemen air
terpadu/mobility leasing (mobilitas
penyewaan)
6. Radical change of rationality (perubahan
radikal), yaitu pergeseran pandangan umum/
mental matriks dari pegawai pemerintah

LAN RI Badan Diklat NTT

Inovasi Kolaboratif pada


SP
IK: Inovasi yang melibatkan semua sumberdaya
yg
tersedia
(internal-eksternal),
mengingat
organisasi birokrasi kita masih bersifat tertutup.
IK Mampu menghasilkan kualitas dan kuantitas
inovasi
dalam
memecahkan
masalah
dan
tantangan kebijkan publik.
IK Mampu membuka akses ke berbagai aktor dan
menyentuh sumberdaya inovasi lintas batas.
IK Mampu mengatasi sekat budaya & memperoleh
dukungan sosio-politik bagi terselenggaranya
inovasi di sektor publik.

LAN RI Badan Diklat NTT

HAMBATAN INOVASI
Pemimpin yang tidak menghargai usulan/ide
dari bawahannya dan seringkali dicurigai;
Proses birokrasi yang berbelit-belit;
Pemimpin melempar tanggung jawab dalam
memberi penilaian pada gagasan inovatif;
Pemimpin yang sering mengkritik segi
kelemahan dari setiap gagasan dan kurang
menekankan pada segi positifnya;
Sikap pemimpin yang takut gagal;

LAN RI Badan Diklat NTT

Hambatan Inovasi ....


Pemimpin atau pihak-pihak yang menolak
menghentikan program atau membubarkan
organisasi yang dinilai telah gagal.
Sangat tergantung kepada high performers
bahkan top leader sebagai sumber inovasi.
Walaupun teknologi tersedia, tetapi struktur
organisasi dan budaya kerja menghambat.
Tidak ada rewards atau insentif untuk melakukan
inovasi atau untuk mengadopsi inovasi.
Lemah dalam kecakapan (skills) untuk mengelola
resiko atau mengelola perubahan.
Hambatan politik.
LAN RI Badan Diklat NTT

Hambatan Inovasi....
Alokasi anggaran yang terbatas dalam sistem
perencanaan jangka pendek.
Tuntutan penyelenggaraan pelayanan publik vs
beban tugas administratif.
Budaya cari aman/status quo, dan takut resiko
dalam birokrasi masih terlalu kuat.
Walaupun
masih
banyak
lagi
faktor-faktor
penghambat/penghalang
inovasi
dalam
pemerintahan, namun paling tidak 8 (delapan)
faktor yang telah diidentifikasi seperti di atas
menyebabkan tidak ada atau minimnya inovasi
dalam pemerintahan.
LAN RI Badan Diklat NTT

Hambatan Inovasi (Tri Widodo)


1. Enggan menutup program/organisasi yang
gagal;
2. Over-ketergantungan pada figur berprestasi
tinggi sebagai sumber inovasi;
3. Kurang bersahabat dengan teknologi (kebud
dan kebijakan tidak pro-inovasi);
4. Penghargaan mendorong inovasi, hal wajar;
5. Keterampilan menentukan keberhasilan inovasi;
6. Tekanan persyaratan administrasi yg tinggi;
7. Tidak berani menanggung dampak dari sebuah
pilihan.
LAN RI Badan Diklat NTT

PROSES INOVASI
1. Memproduksi Gagasan: memunculkan
gagasan sebanyak mungkin, baik secara
individual, maupundalam curah pendapat
dari sejumlah anggota organisasi.
Prinsip :
a. Melalui perenungan mendalam;
b. Kemampuan melihat kombinasi yang
mungkin terjadi (tuts piano/HP multi fungsi);
c. Kemampuan meninggalkan pola lama;
d. Memilah pola lama utk menemui pola baru;
e. Menganalisis gagasan agar orang tertarik.

PROSES INOVASI
2. Mengevaluasi Gagasan:
-Gagasan yang ada akan dievaluasi
dengan menggunakan kriteria tertentu.
-Usahakan dlm tahap ini agar dilakukan
secara transparan dan diikuti oleh semua
pemberi gagasan, sehingga tidak akan
merasa sangat kecewa bila gagasannya
ditangguhkan implementasinya.
-Evaluasi jangan dilihat dari sisi
negatifnya saja agar tidak menghilangkan
motivasi berinovasi

PROSES INOVASI
Prinsip-Prinsip Evaluasi Gagasan:
1). Tansparansi;
2). Kelengkapan informasi: gagasan yang
didukung kuatnya argumentasi, ketersediaan
data yang relevan untuk mewujudkan
gagasan tersebut menjadi produk inovatif;
3). Seimbang, dalam melakukan evaluasi dari
aspek manfaat, sumberdaya yg diperlukan
dan resiko yang akan muncul bila gagasan
itu gagal
4) Kecepatan (speed) dimana adanya batas
waktu gagasan itu menjadi produk inovatif;

PROSES INOVASI
6). Umpan balik (feedback), dimana pencetus
gagasan harapkan agar segera ada
tanggapan. Umpan balik yang cepat disertai
evaluasi berimbang antara pemikiran positif
dan negatif akan memotivasi bawahan
untuk rajin dalam memberi gagasan.
7). Bersifat pragmatis dengan menggunakan
standar yang sama untuk setiap gagasan,
dan tidak membuat standar ganda yang
justru membuat evaluasi menjadi tidak
obyektif.

PROSES INOVASI
3. Mengimplementasi Gagasan :
a) Pimpinan pada sebuah level inovasi
sangat mendukung implementasi
gagasan menjadi sebuah produk
inovasi;
b) Atasan langsung dijadikan sebagai
sponsor inovasi;

PROSES INOVASI
Kategori Faktor Pendukung Implementasi
Gagasan :
a. Peran manajer senior yang mendukung gagasan.
b. Adanya sistem penilaian kerja yang adil dan obyektif
dalam menilai gagasan dan karya inovatif.
c. Adanya sistem kompensasi yang mendukung untuk
menghargai sebuah inovasi.
d. Adanya pelatihan untuk mengimplementasikan
sebuah gagasan inovatif.
e. Adanya suasana kerja yang mendukung inovasi.
f. Adanya dukungan anggaran dan sumberdaya lainnya
untuk merealisasikan gagasan sehingga dapat
menjadi sebuah produk inovatif.

SIMPULAN INOVASI
1.Kompetisi ketat telah mendorong SW utk mengembang
kan dan memandang inovasi sebagai alat utk
meningkat kan kualitas produk, proses dan pelayanan,
sehingga mendapatkan keuntungan kompetitif .
2.Inovasi dan KP merupakan dua hal yg saling
melengkapi. Inovasi hadir sebagai sebuah produk baru
dan sifatnya menggantikan cara yg lama. KP juga
ddmikian (konten-inov)
3.Inovasi di SP hanya berhasil apabila masy. memiliki
kemampuan menjangkaunya. Inovasi menjadi tdk
berarti, bila tidak dimanfaatkan oleh publik secara
luas.

SIMPULAN INOVASI
4. Inovasi harus memperhatikan budaya dan
identitas lokal, sebagai bagian dari proses
adaptasi inovasi yang lebih baik.
5. Diketahui, SP sering ketinggalan dibandingkan
SW, tetapi tidak berarti SP tidak bisa
mengembangkan inovasi/ hanya sebagai
pengikut dari inovasi yg telah dikembangkan
SW.
6. Inovasi memang harus ada unsur kebaruan .
Namun inovasi tidak berarti menciptakan
sesuatu yang baru dalam arti membuat
sesuatau yang belum ada menjadi ada.

Terima
Kasih
Salam
Inovasi

LAN RI BADAN DIKLAT NTT