Anda di halaman 1dari 21

TEHNIK PENELUSURAN

KEPUSTAKAAN

BY : ASMARITA JASDA,S.Kep,M.Si.Med

Tinjauan Kepustakaan
Pengertian
Kenapa penting?

Pengertian
Presentasi, klasifikasi dan evaluasi

penelitian terdahulu
Merupakan suatu konstruksi
Peninjauan penelitian terkait/relevan
Mencari, membaca dan menelaah
Suatu pandangan kritis
Tidak selalu harus tepat dan identik
dengan permasalahan yang dihadapi
Rujukan komprehensif
Analisis teoritik

Pengertian
Keseluruhan tulisan yang berisikan topik
yang diteliti yang terdiri dari teoritis dan
hasil penelitian orang lain serta bahan
yang relevan.
Meliputi buku, artikel, proseding
konferensi, tulisan yang dipublikasikan,
dan komunikasi pribadi dengan peneliti
lain.

Kenapa penting ????


Tinjauan kepustakaan membantu peneliti

untuk mengembangkan pemahaman yang


komprehensif tentang topik penelitiannya.
Membuat peneliti mengetahui apa yang
sudah diketahui dan pertanyaan apa yang
mesti dijawab.
Membantu peneliti untuk memutuskan apa
yang seharusnya diteliti.
Membantu peneliti untuk menfokuskan
topik penelitiannya.

Pentingnya:
Mengungkapakn penelitian yang serupa

dengan penelitian yang akan dilakukan


Mengkaji sejarah permasalahan

Peranan Tinjauan
Kepustakaan
Pengidentifikasian masalah penelitian dan

pengembangan pertanyaan penelitian dan


hipoteses

Pengorientasian pada hal yang sudah

diketahui dan yang belum diketahui

Penentuan kesenjangan atau inkonsistensi

dari penelitian

Penentuan replikasi dari studi sebelumnya

pada setting dan populasi yang berbeda.

Pengidentifikasian intervensi klinik melalui

penelitian empirik
Pengidentifikasian teori dan kerangka
konsep yang relevan untuk masalah
penelitian
Pengidentifikasian desain penelitian dan
metode pengumpulan data yang
digunakan
Penginterprestasian hasil penelitian dan
membantu pengembangan implikasi dan
rekomendasi

Tujuan tinjauan kepustakaan


riset quantitatif

Memperjelaskan topik penelitian.


Memperjelas masalah penelitian
Memperjelas kepentingan masalah penelitian.
Menfokuskan tujuan penelitian.
Menjelaskan penelitian yang relevan.
Menjelaskan teori yang sesuai.
Menyimpulkan pengetahuan yang baru.
Mengembangkan kerangka konsep penelitian.
Menfokuskan pertanyaan penelitian, tujuan dan
hipotesis.
Mengembangkan definisi variabel secara umum
, mengidentifikasi keterbatasan dan asumsi.

Tujuan tinjauan kepustakaan


riset qualitatif
Phenomenology: membandingkan dan

mengkombinasi hasil suatu penelitian dengan


literature untuk menentukan pengetahuan
baru suatu fenomena.
Grounded theory: untuk menjelaskan,
mendukung dan memperluas teori yang
dikembangkan pada penelitian.
Ethnography: untuk menyediakan latar
belakang untuk pelaksanaan penelitian
sebagaimana penelitian quantitatif untuk
memberikan pengertian variabel secara umum
pada suatu budaya yang dipilih.

Lingkup tinjauan kepustakaan


Faktor yang mempengaruhinya:
1. Jenis informasi dan sumber yang tersedia.
2. Kedalaman dan keluasan tinjauan
kepustakaan yang diperlukan.
3. Jangka waktu untuk melakukan tinjauan
kepustakaan

Jenis informasi
Literatur teoritis: analisa konsep, model, teori

dan kerangka kerja konseptual yang dapat


mendukung masalah dan tujuan penelitian.
Literatur empiris: termasuk laporan penelitian

yang terdapat dalam jurnal dan buku serta


makalah yang tidak diterbitkan.

Sumber yang tersedia


Sumber pertama: tulisan yang dibuat oleh

orang yang melakukan penelitian


Sumber kedua: (hanya digunakan apabila
tidak dapat menemukan sumber pertamanya)

Kedalaman dan keluasan


tinjauan kepustakaan
Kedalaman: jumlah dan kualitas sumber yang

dikaji dalam satu topik bahasan


Keluasan: jumlah topik berbeda yang dikaji
dalam tinjauan kepustakaan.

Cont
Dipengaruhi oleh:
1. Latar belakang peneliti.
2. Kompleksitas proyek penelitian.
3. Ketersediaan sumber.

Jangka waktu untuk melakukan


tinjauan kepustakaan
Dipengaruhi oleh masalah yang diteliti, sumber
yang tersedia dan tujuan penelitian.
Kesulitan untuk mencari sumber dan jumlah
sumber yang akan digunakan sering
mempengaruhi waktu yang telah disediakan

Proses tinjauan
kepustakaan
Meliputi:
1. Menggunakan perpustakaan.
2. Mengidentifikasi sumber bacaan.
3. Melokalisir sumber bacaan.
4. Membaca sumber bacaan.
5. Mengkritik sumber bacaan.

Menggunakan
perpustakaan
1. Perpustakaan umum: sumber ilmiah

kurang.
2. Perpustakaan akademik: dilingkungan
institusi pendidikan, menggunakan
sistem peminjaman antar fakultas atau
universitas.
3. Perpustakaan khusus: mengkoleksi
materi-materi khusus untuk topik khusus
atau area kekhususan (keperawatan,
kedokteran, kanker, AIDS)

Mengidentifikasi sumber bacaan


Klarifikasi masalah penelitian yang akan
dilakukan dengan tujuan mempersempit fokus
topik penelitian
Cari literatur secara manual: memeriksa
katalog, mengecek indeks, memeriksa abstrak
dan bibliografi
Cari literatur menggunakan komputer: database
elektronik (CINAHL, MEDLINE, Proquest dll)

Melokalisir bahan bacaan


Langkah:
1. Mengorganisir daftar bacaan yang telah
teridentifikasi.
2. Pergi ke perpustakaan untuk mendapatkan
sumber
3. Mencatat referensi secara sistematis
4. Mencari cara lain untuk melokalisir sumber

Membaca dan mengkritik sumber


Baca selintas (skimming): merupakan cara

cepat mendapatkan kajian selintas, dengan


membaca topik, pengarang, abstrak,
pendahuluan, satu dua kalimat setiap
subtopik dan kesimpulan
Baca seluruhnya (comprehending): secara
hati-hati dan teliti memfokuskan pada
pemahaman konsep-konsep utama dan alur
logis dari semua ide yang ada pada artikel