Anda di halaman 1dari 13

BAB

TATA CARA
MENENGOK ORANG SAKIT
DAN
MENGURUS JENAZAH

Tata Cara Menengok Orang Sakit


1. Org yg menengok org sakit hendaknya berniat melaks sunnah
Rasul, bukan krn malu thd tetangga/cari muka,
2. Menghibur si sakit dg kata2 yg lemah lembut & menguatkan
jiwanya agar tegar dlm menghadapi penyakitnya,
3. Mendoakan agar sakit yg diderita cepat sembuh,
4. Menganjurkan utk sabar & tabah,
5. Org yg menengok si sakit diharapkan memberikan bantuan
material trtm bagi si sakit yg kurang mampu,
6. Memberi nasehat agar berbaik sangka kpd Allah.
Jk tampak tanda2 org sakit tsb parah & diperkirakan hampir
menghembuskan nafas terakhir, hendaklah ia dihadapkan ke
kiblat diajari talqin kalimat tauhid (l ilha illa Allah). Jk org tsb
meninggal dunia mk ssorg dr mahramnya & org yg sama jenis
kelaminnya segera melak hal2 spt menutup ke2 matanya,
melemaskan persendiannya, menanggalkan pakaiannya,
menutup seluruh tubuhnya dg kain, membayar hutang2nya, &
melaks. wasiat.

4 Kewajiban yg Hrs Dilakukan thd


Mayat

1. Memandikan
Dasar diwajibkannya memandikan mayat :













( )

Artinya: Rasulullah saw. bersabda ttg org yg
meninggal krn terjatuh dr untanya, mandikanlah
dia dg air (biasa) & air bidara. (HR. Bukhari
Muslim)
Ada bbrp syarat mayat itu wajib dimandikan sbb:
a. mayat orang Islam,
b. ada tubuhnya sebagian,
c. matinya bukan mati syahid,
d. mayat pria dimandikan oleh pria, mayat pr
dimandikan oleh pr boleh juga oleh suami atau pria
muhrim-nya bila tdk ada pr lain.

Diwajibkan memandikan mayat hanya sekali sekurang2nya


mengalirkan air ke sel tubuhnya & disunnahkan 3 atau 5 x.
Utk kesempurnaan memandikan jenazah mk perlu
perhatikan:
a.Jenazah dimandikan di tmp sunyi, hanya ada orang yg
memandikan & pembantunya serta wali jenazah itu sendiri,
b.Jenazah diletakkan di tmp yg agak tinggi, mis. dipan, agar air
bebas mengalir & tdk mengenangi tubuhnya,
c.Jenazah dimandikan dlm pakaian gamis /ditutupi dg kain,
d.Menggunakan air dingin sebab dpt menguatkan badannya,
e.Aurat jenazah tdk boleh dilihat, sdgk bag tubuh lainnya boleh,
f. Org yg memandikan jenazah hendaklah org yg dpt dipercaya
menyimpan rahasia. Jk melihat hal2 yg baik pd jenazah boleh
menyebutnya ttp hal2 yg buruk haram diungkapkan.

Tata Cara Memandikan


Mayat hendaknya diletakkan di tmp yg terlindung
dr pandangan orang2 yg tdk berkepentingan.
Ia dibaringkan di atas ranjang/balai2 agar air yg tlh
terpakai dpt mengalir dg sempurna.
Kakinya diarahkan ke kiblat.
Pakaiannya diganti dg kain sarung/kain panjang
sbg kain basahan agar auratnya tdk terbuka.
Sblm mencurahkan air ke sel. badannya, terlebih
dahulu diistinjakkan.
Punggungnya disandarkan, perutnya sedikit
ditekan agar tinjanya keluar. Ini dilakukan
bersamaan dg siraman air yg mengandung
harum2an utk menghilangk bau tinja.

Mulut & giginya dicuci & dibersihkan


Basuh kepala & sel badannya dg mendahulukan bag
kanan (jenazah dibaringkan ke kiri) baru kmd bag
kiri (jenazah dibaringkan ke kanan).
Memandikan dmk terhitung 1 kali.
Memandikan sel badan dr ujung rambut hingga
ujung kuku, baik juga menggunakan air sabun
dibasuh dg air biasa. Ini dinilai memandikan yg
kedua kali.
Kmd jenazah dibasuh lagi dg air yg dicampur dg
kapur barus & wangi2an lainnya sbg cara
memandikan yg ke3 kali.
Kmd jenazah diwudlukan, rambut disisir rapi, & bila
ada rambut yang gugur hendaklah diletakkan
kembali ke kepalanya ketika mengkafaninya.

2. Mengkafani
a. Mengkafani (membungkus mayat)
sekurang2nya dg 1 lapis kain yg
menutup sel bag. Bahan kain kafan &
cara mengkafani hendaknya sempurna.
b. Sebaiknya kain kafan itu tdr dr 3 lapis,
dr bahan katun berwarna putih & bersih
meskipun tidak baru & jangan pula yg
terlalu mahal harganya.

Cara Mengkafani:
Kain kafan dihamparkan sehelai-sehelai
tiap helainya ditaburi bahan wangi-wangian,
seperti kapur barus.
mayat diletakkan di atasnya.
Kedua tangannya disedekapkan di atas dadanya,
tangan kanan di atas tangan kiri, atau kedua
tangan itu diluruskan di sisi lambungnya.
kain kafan dibungkuskan,
diikat simpul hidup di bagian ujung kepala, di
dada, pinggang, dan ujung kaki
bila mayatnya perempuan sebaiknya dikafani
dengan lima potong kain, yaitu kain basahan,
baju, tutup kepala, kerudung, dan kain putih.

3. Menyalatkan
Mayat yang telah dimandikan dan dikafani
siap untuk dishalatkan. Dasarnya:

( )

Artinya: Shalatkan orang yang telah


meninggal dunia (HR. Ibnu Majah)
Syarat menyalatkan jenazah:
menutup aurat,
suci badan pakaian,
menghadap ke kiblat,
mayat sudah dimandikan dan dikafani,
jenazah diletakkan di depan (arah kiblat)
kecuali dalam shalat ghaib.

Rukun menyalatkan jenazah:


niat,
berdiri jika mampu (dalam shalat jenazah tidak ada ruku dan
sujud),
membaca takbir empat kali,
membaca al- fatihah setelah takbir pertama,
membaca salawat atas Nabi setelah takbir kedua
setelah takbir ketiga membaca doa:


















Artinya: Ya Allah, ampunilah dia, kasihanilah dia,
sejahterakanlah dia dan maafkanlah kesalahannya.
Setelah takbir keempat membaca doa:













Artinya: Ya Allah, janganlah Engkau rugikan kami dalam
mengharapkan ganjarannya, janganlah Engkau berikan
fitnah kepada kami sepeninggalannya dan ampunilah
kami dan dia.
Salam

Sunnah dalam salat jenazah


mayat diletakkan pada posisi melintang
menghadap kiblat, kepala sebelah kanan dan
kaki sebelah kiri,
salat di dekat kepala jika mayatnya laki-laki dan
di dekat pertengahan badan jika mayatnya
perempuan,
membaca taawuz saat akan mulai salat,
mengangkat kedua tangan ketika takbir,
israr,
sesudah takbir keempat membaca doa untuk
keselamatan bersama, dan
Jika jamaah banyak seyogyanya disusun tiga saf

4. Menguburkan
Hukum menguburkan mayat adalah fardhu kifayah
bagi orang hidup. Dalamnya kuburan sekurang-kurangnya
tidak tercium bau busuk mayat dari atas kubur dan tidak
dapat dibongkar oleh binatang buas. Lubang kubur
disunnahkan memakai lubang lahad kalau tanah
pekuburan itu keras, tetapi jika tanahnya mudah runtuh
seperti tanah yang bercampur pasir maka sebaiknya
dibuatkan lubang tengah.
Sesampainya di kuburan, kepala hendaknya diletakkan
di sisi kaki kuburan, lalu diangkat ke liang lahad atau
lubang tengah, di miringkan di sebelah kanannya, di
hadapkan ke kiblat, ketika meletakkan mayat ke dalam
kubur disunnahkan membaca:







Artinya: Dengan nama Allah atau agama Rasulullah saw.

Beberapa sunnah yang bersangkutan dengan penguburan:


ketika memasukkan mayat ke dalam kubur, sunnah
menutupi bagian atasnya dengan kain atau yang lainnya
kalau mayat itu perempuan,
kuburan itu disunnahkan ditinggikan kira-kira sejengkal dari
tanah biasa,
kuburan lebih baik didatarkan daripada dimunjungkan,
memberi tanda dengan batu di atas kubur, di sisi kepala
jenazah, yang biasa disebut dengan nisan,
menaruh kerikil (batu kecil-kecil) di atas kuburan,
meletakkan pelepah yang basah di atas kuburan,
menyiram kuburan dengan air mulai dari kepala hingga
kaki, dan
sesudah mayat dikuburkan, orang yang mengantarkannya
disunnahkan berhenti sebentar dan mendoakannya
(memintakan ampun dan supaya ia mempunyai keteguhan
dalam menjawab pertanyaan malaikat.