Anda di halaman 1dari 53

K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M D A N P E R U M A H A N R A K Y AT

D I R E K T O R AT J E N D E R A L S U M B E R D AYA A I R
BALAI BESAR
W I L AYAH
SUNGAI
S E R AYU - O PAK
S AT U A N K E R J A O P E R A S I D A N P E M E L I H A R A A N S D A S E R AYU O PAK
Jl. Solo Km.6 Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 489172; Fax. (0274) 489552; http://www.bbwsso.net/

Audit Teknis dan


Penyusunan AKNOP OP
Bendung WS Serbog
DISKUSI PEMBAHASAN
LAPORAN AKHIR
Kontrak No. HK 0203/OPSDA.SO/01/22
Tanggal 26 Februari 2016

P T. D AYA C IP TA
DIANRANCANA
ENGINEERING, BUSINESS AND MANAGEMENT CONSULTANTS
OFFICE : JL. MEKARSARI RAYA NO. 103 BANDUNG 40283, TEL 022-7235607, FAX 022-7235607 E-mail ;
unang_bismi@yahoo.co.id INKINDO NO. 2464/P/321.JB

ISI PRESENTASI
Pendahuluan Latar Belakang, maksud, tujuan, sasaran,

dan lingkup,
Metodologi dan Rencana Kerja,
Audit teknis Bendung
Survei Inventarisasi dan Investigasi Bendung
Analisis Kinerja Bendung
Penyusunan AKNOP Bendung
Kesimpulan dan Rekomendasi

LATAR BELAKANG
Bangunan bendung yang telah dibangun dan dikelola Balai

Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (selanjutnya disebut


BBWS Serayu Opak) jumlahnya tidak sedikit. Agar bendung
tersebut dapat bermanfaat dan dapat berfungsi dengan baik
maka perlu dioperasikan sesuai dengan peruntukannya dan
harus senantiasa dipelihara.
Sebelum pelaksanaan pengoperasian dan pemeliharaan
(selanjutnya disebut O&P), perlu dibuat bagaimana
prosedur, cara dan biaya yang dibutuhkannya. Perencanaan
tersebut harus didukung dengan data bendung yang di-O&P.
Kegiatan O&P bendung harus benar-benar sesuai data
kondisi aktual di lapangan.
Dalam rangka menyusun perencanaan kegiatan OP
bendung-bendung di WS Serbog, melalui kegiatan
inventarisasi, kajian dan analisis, penyusunan angka
kebutuhan nyata OP, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu
Opak menyelenggarakan pekerjaan Audit Teknis dan
Penyusunan AKNOP OP Bendung WS Serbog.

MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud dari pekerjaan Audit Teknis dan Penyusunan AKNOP
OP Bendung WS SERBOG adalah untuk merencanakan
pelaksanaan kegiatan Operasi dan Pemeliharaan bendung
yang ada di BBWS Serayu Opak. Sedangkan tujuan dalam
pelaksanaan pekerjaan ini adalah sebagai berikut :

Untuk mengetahui kinerja bendung.


Untuk mengetahui angka kebutuhan nyata operasi dan
pemeliharaan bendung sehingga terarahnya pelaksanaan
kegiatan operasi dan pemeliharaan bendung sesuai
dengan kebutuhan
Agar bendung yang ada tersebut dapat berfungsi dengan
baik dan dapat memberikan manfaat yang sebesarbesarnya dan tetap terpelihara sehingga dapat bertahan
sampai umur layanannya habis.

SASARAN
Sasaran pekerjaan Audit Teknis dan Penyusunan AKNOP OP

Bendung WS Serbog adalah untuk mewujudkan dokumen


perencanaan O&P yang sesuai dengan angka kebutuhan nyata
operasi dan pemeliharaan secara sistematis untuk
meningkatkan kinerja pengelolaan bangunan bendung WS
Serbog

LINGKUP KEGIATAN
Pemantauan dan pencatatan (inventarisasi) kondisi

bendung,
Pemantauan dan pencatatan (inventarisasi) kondisi SDM,
Audit teknis bendung di WS SERBOG (analisa kinerja),
AKNOP bendung di WS SERBOG,
Membuat data multimedia dengan bantuan drone

LOKASI PEKERJAAN

Sumber : Permen PUPR No.04/PRT/M/2015 tentang Kriteria dan penetapan Wilayah Sungai (Lampiran V.57)

METODOLOGI DAN RENCANA KERJA


a. Persiapan,
b. Pemantauan dan pencatatan (inventarisasi) kondisi

bendung, (kondisi baik, rusak ringan, rusak sedang, rusak


berat)
c.

Pemantauan dan pencatatan (inventarisasi) kondisi SDM,

d. Audit teknis bendung di WS Serbog (analisa kinerja)


e. AKNOP bendung di WS Serbog,
f.

Membuat data multimedia dengan bantuan drone,

g. Penyusunan Laporan hasil pekerjaan

Tubuh Mercu

(20%)

Bangunan Mercu

Kolam Olak

(10%)

(40%)

Lantai Udik

(10%)

Pintu Intake
Ambang Dasar

(5%)
(2%)

Saringan Sampah
Bangunan Intake
(20%)

Bendung
(100%)

Bangunan Pembilas
(10%)

Perkuatan Sungai (10%)

Kantong Lumpur

Dinding Banjir
Pilar

(2%)

(2%)
(2%)

Jembatan Layan

(2%)

Rumah Pintu

(2%)

Peilschall

(3%)

Pintu Pembilas

(3%)

Undersluice

(1%)

Saringan Sampah

(1%)

Dinding Banjir

(1%)

Pilar

(1%)

Jembatan Layan

(1%)

Rumah Pintu

(1%)

Saringan batu

(1%)

Lareng hulu sungai

(5%)

Lereng hilir sungai

(5%)

Saluran Bilas

(5%)

Pintu bilas

(5%)

(10%)
Tembok Pangkal

(2%)

Sayap kanan

(2%)

Sayap kiri

(2%)

Bangunan Pelengkap

Jembatan akses

(1%)

(10%)

Pagar Pengaman

(1%)

Rumah Jaga

(1%)

Papan O&P

(1%)

RENCANA KERJA
No
1
2

5
6

Tahapan
Kegiatan
Pekerjaan
persiapan

Uraian Kegiatan

Mobilisasi personil dan peralatan, membuat


perijinan, data awal, membuat rencana kerja, dan
tinjauan lapangan awal (orientasi lapangan)
Pengumpulan
Data sekunder yang dikumpulkan dari instansi
data sekunder,
terkait yaitu :
Penyiapan data bangunan bendung yang dikelola
oleh BBWS Serayu Opak di Sungai Serayu
Bogowonto
Daftar bangunan dan lokasi pengendali bendung
eksisting,
Data NSPM
Data kegiatan O dan P eksisting
Kajian studi terdahulu
Inventarisasi
Inventarisasi kondisi dan fungsi Bangunan :
bangunan,
Penelusuran banguan bendung,
kondisi SDM dan Penilaian kondisi dan fungsi bangunan,
aspek lainnya
Pengukuran dan pembuatan sktesa
Inventarisasi kondisi SDM OP :
Wawancara dan pengisian kuisiner
Praktek/simulasi OP
Kajian dan
Kajian dan analisis hasil inventarisasi
Analisis hasil
Analisis tipe/jenis, frekuensi, kegiatan OP
inventarisasi
Analisis volume kebutuhan nyata OP
Analisis harga satuan
Penyusunan
Penyusunan angka kebutuhan nyata OP Bangunan
AKNOP
bendung dirinci, jenis kegiatan, frekuensi, volume.
harga satuan, biaya OP tahunan, biaya OP 5 tahunan
Membuat data
Pengambilan gambar situasi bendung dan lingkungan
multimedia
sekitarnya dengan bantuan drone
dengan bantuan Pembuatan informasi multimedia kondisi dan fungsi
drone
bendung

Keluaran Kegiatan
Termobilisasi SDM dan Peralatan dan
mendapatkan data awal hasil
orientasi lapangan
Data-data dan informasi bangunan
pengendali sedimen yang dikelola
oleh BBWS Serayu Opak di Sungai
Lukulo

Data-data dan informasi kondisi


dan fungsi bangunan bendung
berdasarkan hasil inventarisasi
mutakhir

Hasil analisis berupa kebutuhan


kegiatan OP, tipe/jenis, frekuensi,
kegiatan OP, analisis volume dan
harga satuan
AKNOP bangunan bendung yang
dikelola oleh BBWS Serayu Opak di
Sungai Serayu Bogowonto
Dokumentasi gambar situasi
bendung dan lingkungan sekitarnya
dengan bantuan drone
Informasi multimedia kondisi dan

BAGAN ALIR PELAKSANAAN


PEKERJAAN

AUDIT TEKNIS BENDUNG


Audit teknis bendung adalah kegiatan pemeriksaan

terhadap prasarana dan sarana bendung yang dimaksudkan


untuk mendapatkan data kondisi dan fungsi secara
komprehensif,
Acuan yang digunakan dalam Audit Teknis :
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan

Rakyat Republik Indonesia Nomor 06/PRT/M/2015 Tentang


Eksploitasi Dan Pemeliharaan Sumber Air Dan Bangunan
Pengairan,
Surat Edaran Direktur Jenderal Sumber Daya Air

Kementerian Pekerjaan Umum No. 01/2013 tentang


Operasi dan Pemeliharaan Pra
Kegiatan audit teknis bendung dilakukan dengan cara survei

inventarisasi dan investigasi kondisi dan fungsi bendung


yang ada di WS Serbog,

Aspek Teknis

Data Teknis
Bendung

- Data Teknis
- As Built Drawing
- Data Manual OP

Bangunan

Mercu Bendung
Bangunan Intake
Bangunan Penguras
Sayap Bendung
Kantong Lumpur
Bangunan Pelengkap

Penampang sungai
Kemiringan dasar
Gerusan Dasar
Sedimentasi

Lingkungan/
Morfologi
Audit Teknis
Bendung

Aspek Non
Teknis

Nama unit pengelola bendung


Nama institusi di atasnya
Data struktur organisasi
Jenis petugas op yang ada
Jumlah petugas
Data uraian tugas
Kecukupan jumlah petugas
Kesesuaian kompetensi

Skema Audit Teknis Bendung

SURVEI INVENTARISASI DAN


INVESTIGASI
Kegiatan survei inventarisasi dan investigasi dimaksudkan
untuk mengetahui kondisi dan fungsi dalam rangka audit
teknis bendung.
Survei yang dilakukan meliputi koordinasi dengan instansi
terkait dan inspeksi lapangan pada bendung serta pengisian
formulir kuisioner.
Inventarisasi dan investigasi data meliputi data teknis
(bendung, bangunan, morfologi sungai) dan data non teknis
(data pengelola dan SDM)
Survei inventarisasi dan investigasi dilakukan terhadap 12
bendung yang menjadi kewenangan Pusat yang ada di WS
Serbog.

DAFTAR BENDUNG
KEWENANGAN PUSAT DI WS
SERAYU BOGOWONTO
No
1
2
3

Nama Bendung
Bendung Gerak
Serayu (Serayu
Barrage)
Bendung
Banjarcahyana
Bendung
Pejengkolan

Bendung
Singomerto

Bendung
Bedegolan

Tajum

Koordinat
X, Y, Z
Serayu
Desa Kebasen
731'32.34"S
Kec. Gambarsari
10912'4.76"E
Kab. Banyumas
11 m
Serayu
Kelurahan Rejasa
723'22.52"S
Kec. Madukara
10941'3.07"E
Kab. Banjarnegara 250 m
Bedegolan Desa Pejengkolan 739'33.17"S
Kec. Paduresi
10946'17.53"E
Kab. Kebumen
40 m
Serayu
Desa Singomerto 723'16.86"S
Kec. Sigaluh
10944'33.49"E
Kab. Banjarnegara 307 m
Bedegolan Desa
740'33.18"S
Jlegiwinangun
10946'34.06"E
Kec. Kutowinangun 22 m
Kab. Kebumen
Tajum
Desa Tiparkidul
726'47.35"S
Kec. Ajibarang
109 4'36.10"E
Kab. Banyumas
18 m
Sungai

Lokasi

Sumber : Kompilasi Data, BBWS Serayu Opak

Daerah Irigasi Luas (Ha) Keterangan


Serayu
Banjarcahyan
a

Lintas
20.795,60 Kabupaten
Lintas
5.001 Kabupaten

Wadaslintang
31.853
Singomerto

Dalam Satu
5.863 Kabupaten

Bedegolan
8.200
Tajum

Dalam Satu
3.200 Kabupaten

DAFTAR BENDUNG
KEWENANGAN PUSAT DI WS
SERAYU BOGOWONTO
No

Nama Bendung

Sungai

Bendung Bojong

Sempor

Bendung Boro

Bogowonto

Lokasi
Desa Sempor
Kec. Gombong
Kab. Kebumen

Desa
Pangenrejo
Kec. Purworejo
Kab. Purworejo
9 Bendung Kedung Bogowonto
Desa
Putri
Kaligintung
Kec. Pituruh
Kab. Purworejo
10 Bendung Karet
Jatinegara
Desa Kamulyan
Jatinegara
Kec. Kuwarasan
Kab. Kebumen
11 Bendung Slinga
Desa Slinga
Kec.
Kaligondang
Sumber : Kompilasi Data, BBWS Serayu
Kab. Opak
Purbalingga
12 Bendung
Kalibutuh
Desa. Butuh,
Pekatingan
Kec. Butuh, Kab.
Purworejo
Sumber : Kompilasi Data, BBWS Serayu
Opak

Koordinat
X, Y, Z
734'25.61"S
10929'30.32"E
36 m

Daerah
Irigasi
Sempor

Luas
(Ha)
6.478

Keteranga
n

743'34.10"S
110 0'23.25"E
43 m

Boro

5.126

Dalam Satu
Kabupaten

741'12.06"S
110 2'12.27"E
80 m

Kedung Putri 4.341

Dalam Satu
Kabupaten

741'52.96"S
10929'8.95"E
11m
721'34.87"S
10923'4.68"E
53 m

Jatinegara

Dalam Satu
Kabupaten

742'56"S
10951'28"E
53 m

Wadaslintan 1224
g

1.400

Dalam Satu
Kabupaten

Video Drone

Video Drone

Video Drone

Video Drone

Video Drone

Video Drone

Video Drone

Video Drone

Video Drone

Video Drone

Video Drone

Video Drone

ANALISIS KINERJA BENDUNG


Analisis kinerja bendung dimaksudkan untuk mengetahui
tingkat pelayanan bendung berdasarkan kondisi dan fungsi
bangunan bendung.
Tujuan analisis kinerja bendung dalah :
(1) Memperoleh data awal yang akurat tentang kondisi dan
fungsi bendung dan bangunan pelengkapnya;
(2) Memperoleh gambaran kinerja bendung melalui penilaian
kondisi dan fungsi bendung dan bagian-bagiannya,
(3) Merekomendasikan upaya yang perlu dilakukan untuk
meningkatkan kinerja bendung.
(Prosedur kajian kinerja bendungan mengacu Norma Standar
Pedoman dan Manual (NSPM) yang berlaku pada Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, antara lain

Kinerja bendung dianalisis berdasarkan penilaian terhadap


kondisi dan fungsi bangunan bendung.
Kriteria penilaian kondisi dan fungsi bendung dilakukan
berdasarkan beberapa komponen bangunan yang
mempunyai fungsi berbeda-beda.
Komponen penyusun dari bendung antara lain:
1) Bangunan mercu,
2) Bangunan Intake,
3) Bangunan pembilas,
4) Bangunan Kantong lumpur dan
5) Bangunan pelengkap.
Prosentase penilaian atau bobot penilaian dari fungsi
bangunan sesuai dengan keutamaan bangunan tersebut
dalam kinerja bangunan.

Tubuh Mercu
Bangunan Mercu

Penilaian kinerja
bendung dengan
metode
pembobotan.

(40%)

(10%)

Lantai Udik

(10%)

Pintu Intake
Ambang Dasar

(5%)
(2%)

Saringan Sampah
Bangunan Intake

Kontribusi nilai bobot


tiap komponen
terhadap kinerja
fungsi layanan
bendungan tidak
sama, bobot tiap
komponen disusun
berdasarkan
besarnya pengaruh
komponen tersebut
terhadap fungsi
pelayanannya dan
pertimbangan
terhadap kegagalan
bangunan.

(20%)

Kolam Olak

(20%)

Bendung

Bangunan Pembilas

(100%)

(10%)

Perkuatan Sungai
(10%)

Kantong Lumpur

Dinding Banjir

(2%)

(2%)

Pilar

(2%)

Jembatan Layan

(2%)

Rumah Pintu

(2%)

Peilschall

(3%)

Pintu Pembilas

(3%)

Undersluice

(1%)

Saringan Sampah

(1%)

Dinding Banjir

(1%)

Pilar

(1%)

Jembatan Layan

(1%)

Rumah Pintu

(1%)

Saringan batu

(1%)

Lareng hulu sungai

(5%)

Lereng hilir sungai

(5%)

Saluran Bilas

(5%)

Pintu bilas

(5%)

(10%)
Tembok Pangkal

(2%)

Sayap kanan

(2%)

Sayap kiri

(2%)

Bangunan Pelengkap

Jembatan akses

(1%)

(10%)

Pagar Pengaman

(1%)

Rumah Jaga

(1%)

Papan O&P

(1%)

KRITERIA PENILAIAN KONDISI BENDUNG BERDASARKAN TIGKAT


KERUSAKAN
Kondisi Bangunan

Ciri Fisik

Kondisi Baik

Bentuk fisik bangunan masih baru atau seperti baru,


Belum mengalami perubahan fisik yang berarti,
Jika nilai kondisi > 90 - 100 % atau,
Nilai tingkat kerusakan bangunan < 10 %.

Kondisi Rusak Ringan

Bentuk fisik bangunan sudah mengalami sedikit perubahan,


Terdapat retak-retak rambut / pensil,
Terdapat pengelupasan plester dan atau siar dalam jumlah kecil,
Stabilitas fisik bangunan masih terjaga,
Jika nilai kondisi 80 - 90 % atau,
Nilai tingkat kerusakan bangunan antara 10 < 20 %.

Kondisi
Sedang

Bentuk fisik bangunan sudah mengalami perubahan yang berarti,


Terdapat retak-retak pensil atau berlubang,
Terdapat pengelupasan plester dan atau siar sampai membuat lubang-lubang kecil,
Terdapat pasangan batu yang terlepas,
Stabilitas fisik bangunan mulai terganggu,
Jika nilai kondisi 60 - < 80% atau,
Nilai tingkat kerusakan bangunan antara 21 <40 %.

Rusak

Kondisi Rusak Berat

Bentuk fisik sudah mengalami perubahan serius,


Terdapat retakan yang sudah memutuskan kekuatan struktur bangunan sampai
roboh,
Stabilitas fisik bangunan sangat terganggu sampai tidak stabil lagi,
Jika nilai kondisi < 60 % atau,
Apabila bangunan tidak roboh, nilai tingkat kerusakan bangunan 40 %.

KRITERIA PENILAIAN FUNGSI BENDUNG BERDASARKAN TINGKAT


KESESUAIN
Fungsi Bangunan
Fungsi Baik

Ciri Fisik
Bangunan masih berfungsi sesuai yang direncanakan,
Secara umum bangunan mengalami penurunan fungsi kurang dari 10 %,
dari fungsi awal bangunan.

Fungsi Terganggu Ringan

Bangunan masih berfungsi akan tetapi mengalami gangguan ringan,


Secara umum bangunan mengalami penurunan fungsi antara 11 20 %.

Fungsi Terganggu Sedang

Bangunan masih berfungsi akan tetapi mengalami gangguan sedang,


Secara umum bangunan mengalami penurunan fungsi antara 21 40 %.

Fungsi Terganggu Berat

Bangunan mengalami gangguan berat atau tidak berfungsi sama sekali,


Penurunan fungsi antara lebih dari 41 %.

Berdasarkan hasil inventarisasi dan audit bendung dapat


ditentukan nilai kondisi dan fungsi bangunan.

Matrik Penilaian Kondisi & Fungsi

Berdasarkan hasil analisis kondisi dan fungsi bendung, maka


bisa diketahui kinerja dari bangunan bendung yang di
lakukan audit teknis.
Kinerja bendung merupakan nilai gabungan antara kondisi
dan fungsi bangunan dengan bobot masing-masing sebesar
50%.
No.

Nama Bendung

Kondisi

Fungsi

Kinerja

Rekomendasi

Bd. Gerak Serayu

88.38

Baik

88.05

Baik

88.21

Pemeliharaan Rutin

Bd. Banjarcahyana

57.48

Rusak Berat

55.81

Terganggu Berat

56.64

Rehabilitasi

Bd. Pejengkolan

86.33

Rusak Ringan

86.34

Terganggu ringan

86.33

Pemeliharaan Rutin

Bd. Singomerto

81.10

Rusak Ringan

79.85

Terganggu Ringan

80.48

Pemeliharaan Rutin

Bd. Bedegolan

82.05

Rusak Ringan

81.63

Terganggu Ringan

81.84

Pemeliharaan Rutin

Bd. Tajum

80.95

Rusak Ringan

80.40

Terganggu ringan

80.68

Pemeliharaan Rutin

Bd. Boyong

82.20

Rusak Ringan

82.35

Terganggu Ringan

82.27

Pemeliharaan Rutin

Bd. Boro

76.45

Rusak Sedang

78.25

Terganggu Sedang

77.35

Pemeliharaan Berkala

Bd. Kedung Putri

75.83

Rusak Sedang

79.10

Terganggu Sedang

77.46

Pemeliharaan Berkala

10

Bd. Karet Jatinegara

84.50

Rusak Ringan

83.10

Terganggu Ringan

83.80

Pemeliharaan Rutin

11

Bd. Slinga

88.55

Baik

87.80

Baik

88.18

Pemeliharaan Rutin

12

Bd. Pekatingan

Terganggu ringan

80.17

Pemeliharaan Rutin

79.99

Rusak Ringan

80.35

METODE PENYUSUNAN AKNOP


BENDUNG
AKNOP dalah angka kebutuhan nyata operasi dan
pemeliharaan dalam hal ini bendung,
Maksud AKNOP Bendung yaitu menghitung angka kebutuhan
anggaran dalam rangka kegiatan operasi dan pemeliharaan
bendung dalam jangka waktu atau periode tertentu.
Tujuan AKNOP Bendung yaitu:
1) Untuk mengetahui angka kebutuhan nyata operasi dan
pemeliharaan bendung sehingga terarahnya pelaksanaan
kegiatan operasi dan pemeliharaan bendung sesuai
dengan kebutuhan
2) Agar bendung yang ada tersebut dapat berfungsi dengan
baik dan dapat memberikan manfaat yang sebesarbesarnya dan tetap terpelihara sehingga dapat bertahan
sampai umur layanannya habis.

Penyusunan AKNOP Bendung dilakukan melalui tahapan:


1) Inventarisasi komponen-komponen detail kegiatan
Operasi dan Pemeliharaan bendung yang harus
dilakukan,
2) Inventarisasi komponen-komponen teknis yang
memerlukan pembiayaan,
3) Inventarisasi fasilitas pendukung yang diperlukan dalam
mendukung pelaksanaan kegiatan, Operasi dan
Pemeliharaan bendung,
4) Periode/frekuensi kegiatan operasi dan pemeliharaan,
5) Perhitungan volume dan harga satuan kegiatan,
6) Perhitungan angka kebutuhan biaya aktual pengelolaan
bendung.

PEMBIAYAAN O&P BENDUNG


Biaya O&P bendung adalah segala biaya yang
dibutuhkan/dikeluarkan untuk membiayai kegiatan operasi
dan pemeliharaan bendung dalam rangka mengoptimalkan
fungsi dan manfaat bendung berikut bangunan
prasarananya sesuai dengan umur layanan yang telah
direncanakan serta menjaga kondisi keamanannya.
Perhitungan dan perencanaan biaya O&P bendung dilakukan
dengan cara membuat daftar atau melakukan inventarisasi
kebutuhan operasi dan pemeliharaan terhadap komponenkomponen yang perlu mendapatkan perbaikan dan
perawatan secara menerus, termasuk jenis dan metode
pemeliharaan dan atau perbaikan.
Rencana Anggaran Biaya yang harus disediakan dan
direncanakan mencakup biaya langsung, biaya tak langsung
dan biaya tak terduga.

BIAYA LANGSUNG

Biaya
langsung

Biaya O&P
Bendung

Biaya Tak
langsung

Biaya Tak
Terduga

Volume
Kegiatan

Biaya
Operasi

Bentuk
Kegiatan

Biaya
Pemeliharaa
n

Analisis

Biaya
peralatan
O&P

Skema/Metode Penyusunan AKNOP Bendung

Harga
Satuan

Jadwal
O&P

AKNOP

ANALISIS VOLUME KEGIATAN O&P


BENDUNG
Analisis volume kegiatan dilakukan terhadap seluruh
komponen bendung yang membutuhkan kegiatan operasi
dan pemeliharaan,
Kegiatan operasi bendung yang membutuhkan pembiayaan
meliputi :
1) Gaji dan Upah pegawai tetap dan pegawai harian
2) Bahan Habis Pakai alat tulis dan kelengkapannya
3) Hidrologi pencatatan data curah hujan, debit dan telimetri
4) Pemeriksaan Peilschall pembacaan tinggi muka air (pagi, siang dan

sore hari)
5) Hidromekanikal / Pintu operasi pintu
6) Perjalanan Dinas menghadiri undangan rapat dan pelaporan
7) Biaya Rapat Rutin
8) BBM kegiatan mobilitas harian petugas

ANALISIS VOLUME KEGIATAN O&P


BENDUNG
Kegiatan pemeliharaan komponen bangunan bendung yang
membutuhkan pembiayaan meliputi :

Bangunan
Mercu

Bangunan
Intake

Bangunan
Pembilas

Pembersihan sampah pada


hulu mercu,
Pengerukan endapan sedimen
pada hulu mercu,
Perbaikan pasangan batu kali,
Perbaikan lapisan plesteran,
Perbaikan lapisan beton.
Pengecatan pintu intake,
Pengecatan rumah pintu,
Perbaikan atap rumah pintu,
Pengecatan peilschall,
Pengecatan peilschall,
Perbaikan pasangan batu kali,
Perbaikan lapisan plesteran,
Perbaikan retak-retak bangunan,
Penggantian sill/karet pintu intake.

Pengecatan pintu pembilas,


Perbaikan rumah pintu,
Penggantian sill/karet pintu,
Perbaikan retak-retak bangunan.

Bangunan
Kantong
Lumpur

Bangunan
Pelengkap

Perbaikan pasangan batu kali,


Perbaikan lapisan plesteran,
Perbaikan siar.

Perbaikan pasangan batu kali,


Perbaikan lapis plesteran,
Pembersihan vegetasi,
Pengecatan pagar pengaman,
Perbaikan jembatan akses,
Perbaikan pagar pengaman,
Perbaikan krib.

Biaya operasi Bendung Singomerto


No.

Periode O & P

Subjek
H

OPERASI BENDUNG

Gaji dan Upah

2M

3B

6B

Frekuensi
TH

2TH

Total Harga Rp.

5 TH

a. Juru Operasi

12

18,000,000.00

b. Juru Pemeliharaan

12

18,000,000.00

Hidrologi
a. Data Curah Hujan

365

6,022,500.00

b. Data Telimetri

365

6,022,500.00

c. Data Debit

365

6,022,500.00

Hidromekanikal / Pintu
a. Pintu Intake

10,349,472.00

b. Pintu Pembilas

2,587,368.00

12

912,500.00

12

2,574,000.00

Pemeriksaan Peilschall

Bahan Habis Pakai


a. Kertas dan Alat Tulis

Perjalanan Dinas
a. Pelatihan Juru Operasi

5,240,000.00

b. Pelatihan Juru Pemeliharaan

5,240,000.00

12

1,800,000.00

12

0.00

Biaya Rapat Rutin

BBM
a. Rutin

Biaya Operasi

82,770,840.00

Biaya pemeliharaan rutin Bendung


Singomerto
II

PEMELIHARAAN RUTIN BENDUNG

Bangunan Mercu
Pembersihan Mercu

Pengecatan Pintu Intake

Pelumasaan Pintu Intake

Pembersihan Saringan Sampah

0.00

12

218,030.00

94,073.55

Pengecatan Rumah Pintu

0.00

Peilschall

0.00

0.00

Bangunan Pembilas
x

Pelumasan Pintu Pembilas

12

Pembersihan Saringan Sampah

12

218,030.00

Pengecatan Jembatan Layan

94,073.55

Pengecatan Rumah Pintu

0.00

12

3,653,507.10

0.00

Kantong Lumpur
Saluran Bilas

Pintu Bilas
5

1
12

Pengecatan Jembatan Layan

Pengecatan Pintu Pembilas

12

Bangunan Intake

Bangunan Pelengkap
Tembok Pangkal

12

3,809,135.65

Bangunan Sayap Kanan

12

1,057,666.56

Bangunan Sayap Kiri

12

1,891,954.26

Jembatan Akses

2,349,750.00

Penegcatan Pagar Pengaman

0.00

Pengecatan Rumah Jaga

0.00

Pengecatan Papan OP

1
Biaya Pemeliharaan Rutin

0.00
52,405,333.92

Biaya pemelihraan berkala Bendung


Singomerto
III
1

PEMELIHARAAN BERKALA BENDUNG


Bangunan Mercu
Tubuh Mercu

12,350,674.08

Kolam Olak

0.00

Lantai Udik

0.00

12

0.00

0.00

Bangunan Intake

Pintu Intake

Ambang Dasar

Saringan Sampah

48

0.00

Dinding Banjir

x
x

0.00

Pilar

0.00

Jembatan Layan

0.00

Rumah Pintu

961,150.00

0.00

Peilschall
3

Pintu Pembilas

0.00

Undersluice

0.00

48

0.00
0.00

Saringan Sampah

Pilar

Jembatan Layan

0.00

Rumah Pintu

192,230.00

Saringan Batu

0.00

Dinding Banjir

0.00

Kantong Lumpur
Saluran Bilas

2,251,171.40

0.00

Tembok Pangkal

2,218,434.28

Bangunan Sayap Kanan

478,434.28

Bangunan Sayap Kiri

4,385,428.50

Jembatan Akses

0.00

Pagar Pengaman

0.00

Rumah Jaga

0.00

Papan OP

Pintu Bilas
5

Bangunan Pembilas

Bangunan Pelengkap

0.00

Biaya Pemeliharaan Berkala

22,837,522.54

Total Biaya Operasi dan Pemeliharaan Bendung

135,176,173.92

Rekap Aknop Bendung WS


Serbog
No.

Nama Bendung

Biaya
Operasi

Biaya (Rp)

Bd. Gerak Serayu

Inspeksi rutin &


Pemeriksaan dan
Pemantauan

0.00

Bd. Banjarcahyana

Rehabilitasi

0.00

Bd. Pejengkolan

Inspeksi rutin &


Pemeriksaan dan
Pemantauan

85,358,208.00

Bd. Singomerto

Inspeksi rutin &


Pemeriksaan dan
Pemantauan

90,532,944.00

Bd. Bedegolan

Inspeksi rutin &


Pemeriksaan dan
Pemantauan

Pemeliharaan

AKNOP (Rp)

Biaya (Rp)

82,770,840.00

Rehabilitasi
Pembersihan vegetasi :
saluran bilas

tembok pangkal

bangunan sayap kanan

bangunan sayap kanan

Perbaikan tubuh mercu


Perbaikan pilar intake dan pembilas
Perbaikan dan pembersihan vegetasi saluran
bilas
Perbaikan dan pembersihan vegetasi tembok
pangkal
Perbaikan dan pembersihan vegetasi bangunan
sayap kanan
Perbaikan dan pembersihan vegetasi bangunan
sayap kiri

Perbaikan tubuh mercu


Perbaikan pilar intake dan pembilas
Perbaikan dan pembersihan vegetasi saluran
bilas
Perbaikan dan pembersihan vegetasi tembok
pangkal
Perbaikan dan pembersihan vegetasi bangunan
sayap kanan
Perbaikan dan pembersihan vegetasi bangunan
sayap kiri

0.00

0.00

0.00

0.00

24,831,250.00

110,189,458.00

69,551,444.08

160,084,388.08

22,837,522.54

105,608,362.54

Rekap Aknop Bendung WS


Serbog
6

Bd. Tajum

Inspeksi rutin &


Pemeriksaan dan
Pemantauan

75,368,736.00

Perbaikan peilschall
Pembersihan vegetasi :

saluran bilas
tembok pangkal

bangunan sayap kanan

7,153,929.25

82,522,665.25

7,488,217.83

95,433,793.83

243,755,002.74

324,850,974.74

117,550,872.42

203,808,212.42

bangunan sayap kanan

Perbaikan tubuh mercu


Perbaikan pilar intake dan pembilas
Perbaikan dan pembersihan vegetasi saluran bilas
7

Bd. Bojong

Inspeksi rutin &


Pemeriksaan dan
Pemantauan

87,945,576.00

Perbaikan dan pembersihan vegetasi tembok pangkal


Perbaikan dan pembersihan vegetasi bangunan sayap kanan
Perbaikan dan pembersihan vegetasi bangunan sayap kiri
Perbaikan tubuh mercu
Perbaikan pintu dan saringan sampah intake dan pembilas
Perbaikan dan pembersihan vegetasi saluran bilas

Bd. Boro

Inspeksi rutin &


Pemeriksaan dan
Pemantauan

81,095,972.00

Perbaikan dan pembersihan vegetasi tembok pangkal


Perbaikan dan pembersihan vegetasi bangunan sayap kanan
Perbaikan dan pembersihan vegetasi bangunan sayap kiri
Perbaikan jembatan akses
Perbaikan pagar pengaman
Perbaikan bangunan intake
Perbaikan dan pembersihan vegetasi saluran bilas

Bd. Kedung Putri

Inspeksi rutin &


Pemeriksaan dan
Pemantauan

Perbaikan dan pembersihan vegetasi tembok pangkal


86,257,340.00

Perbaikan dan pembersihan vegetasi bangunan sayap kanan


Perbaikan dan pembersihan vegetasi bangunan sayap kiri
Perbaikan pagar pengaman
Perbaikan bangunan pembilas

Rekap Aknop Bendung WS


Serbog
Perbaikan dan pembersihan vegetasi saluran bilas
Perbaikan dan pembersihan vegetasi tembok pangkal
10

Bd. Karet Jatinegara

Inspeksi rutin &


Pemeriksaan dan
Pemantauan

72,421,368.00

Perbaikan dan pembersihan vegetasi bangunan sayap


kanan

3,535,817.83

75,957,185.83

25,592,500.00

110,950,708.00

56,477,339.16

159,947,123.16

Total AKNOP OP Bendung WS Serbog

1,429,352,871.84

Perbaikan dan pembersihan vegetasi bangunan sayap


kiri
Perbaikan dan pembersihan vegetasi saluran bilas
Pembersihan vegetasi :
11

Bd. Slinga

Inspeksi rutin &


Pemeriksaan dan
Pemantauan

85,358,208.00

saluran bilas

tembok pangkal

bangunan sayap kanan

bangunan sayap kanan

Perbaikan bangunan intake


Perbaikan dan pembersihan vegetasi saluran bilas
Perbaikan dan pembersihan vegetasi tembok pangkal
12

Bd. Pekatingan

Inspeksi rutin &


Pemeriksaan dan
Pemantauan

103,469,784.00

Perbaikan dan pembersihan vegetasi bangunan sayap


kanan
Perbaikan dan pembersihan vegetasi bangunan sayap
kiri
Perbaikan pagar pengaman
Perbaikan bangunan pembilas

KESIMPULAN
Audit teknis bendung meliputi kegiatan survei dan inventarisasi bendung, analisis kondisi dan

fungsi bangunan, analisis kinerja bangunan dan analisis AKNOP bendung.


Kegiatan inventarisasi yang dilakukan meliputi seluruh bagian bendung di WS Serbog, komponen

bangunan bendung antara lain: tubuh mercu, bangunan intake, bangunan pembilas, kantong
lumpur dan bangunan pelengkap.
Jumlah bendung yang dilakukan survei dan investigasi sebanyak 12 bangunan yang berada di
Kab. Banyumas, Kab. Banjarnegara, Kab. Kebumen, Kab. Purworejo, dan Kab. Purbalingga.
Berdasarkan hasil inventarisasi, penilaian kondisi dan fungsi bangunan, bendung di WS Serbog.
Bendung Gerak Serayu mengalami kerusakan ringan sehingga fungsinya terganggu ringan.
Sedangkan kondisi kerusakan berat pada bendung terdapat di Bendung Banjarcahyana.
Nilai kinerja bendung paling tinggi terdapat di Bendung Gerak Serayu sebesar (88,21%) dan nilai
kinerja paling rendah terdapat di Bendung Banjarcahayana sebesar (56,64%).
AKNOP Bendung WS Serbog dilakukan terhadap 10 bendung, sedangkan 2 bendung lain yaitu
Bendung Gerak Serayu dan Bendung Banjarcahyana tidak dilakukan AKNOP. Pada Bendung Gerak
Serayu tidak dilakukan AKNOP karena penilaian kinerja baru sebatas kondisi dan fungsi bendung,
sdangkan untuk bagian elektrikal bendung belum dilakukan penilaian. Sedangkan pada Bendung
Banjarcahyana tidak dilakukan AKNOP karena akan dilakukan rehabilitasi bendung.
Kebutuhan total AKNOP seluruh bagian bendung di WS Serbog sebesar Rp 1.429.352.000,00.
Kebutuhan AKNOP terbesar yaitu Rp 324.850.974,74 di Bendung Boro.
Kebutuhan AKNOP terkecil yaitu Rp 75.957.185,83 di Bendung Karet Jatinegara.
Kerusakan yang banyak terjadi pada komponen bendung adalah pasangan batu kali yang
terkelupas

REKOMENDASI
Mengingat pentingnya fungsi dari bendung

di WS Serbog, maka perlu segera dilakukan


pemeliharaan pada setiap komponen
bangunan agar fungsi dari bangunan dapat
terjaga.
Pelaksanaan kegiatan operasi dan
pemeliharaan dilaksanakan berdasarkan
hasil penilaian kinerja bendung WS Serbog.
Hasil kajian AKNOP dapat digunakan
sebagai usulan dalam perencanaan dan
penganggaran biaya operasi pemeliharaan
bendung WS Serbog.

TERIMA KASIH

Komentar, masukan, kritik dan saran sungguh sangat kami harapkan


untuk menyempurnakan
Laporan Akhir ini

Anda mungkin juga menyukai