Anda di halaman 1dari 7

Pembuatan

Sefalospori
n
- Anggun Nia Mulyani (13334056)
- Fitri Ningsih (13334043)
- Titih Ayunda (13334045)
- Bunga Claudya (13334054)
- Zahirah Nisa Syahidah
(13334048)
- Rahmah Intan Aprilia (13334049)

Sefalosporin

Sefalosporin merupakan salah satu antibiotik yang memiliki


cincin -laktam dalam strukturnya sehingga tergolong
antibiotik -laktam bersama-sama dengan penisilin,
monobaktam, dan karbapenem. Sefalosporin tergabung dalam
cephem, subgrup antibiotik -laktam bersama dengan
sefasimin. Seperti halnya semua senyawa metabolit sekunder,
antibiotik sefalosporin dihasilkan dalam industri bioproses yang
melibatkan mikroorganisme.

Sefalosporin C merupakan contoh sefalosporin yang paling awal


ditemukan. Fungsinya sebagai antibiotik yang cukup potensial
menjadikannya produk antibiotik yang banyak dihasilkan
setelah penisilin. Dengan mengubah-ubah gugus sampingnya,
diperoleh berbagai senyawa turunan sefalosporin atau disebut
sefalosporin semisintetik dengan sifat-sifat yang berbeda.

Secara umum, sefalosporin dikelompokkan dalam 5 generasi, berdasarkan sifat


antibakterial, spektrum antibiotik, stabilitas terhadap laktamase, dan aktivitas
intrinsik :

Generasi 1, bersifat lebih efektif dalam menghadapi infeksi staphylococcal dan


streptococcal (bakteri gram positif), stabil terhadap asam, sedikit aktif dalam
melawan bakteri gram negatif. Beberapa obat yang tergolong dalam sefalosporin
generasi pertama yaitu cefadroxil, cefazolin, cephalexin, cephaloridine,
cephalothin, cephapirin, dan cephradine.

Generasi 2, memiliki spektrum bakteri gram negatif yang lebih luas, akan tetapi
lebih lemah dalam melawan bakteri gram positif dibanding generasi pertama.
Kelompok ini juga lebih resistan terhadap -laktamase. Sefalosporin yang termasuk
generasi kedua adalah cefaclor, cefoxitin, cefprozil, dan cefuroxime.

Generasi 3, memiliki aktivitas terhadap bakteri gram negatif yang


jauh lebih besar, yang disertai dengan berkurangnya aktivitas
terhadap bakteri gram negatif. Kelompok ini meliputi cefdinir,
cefixime, cefotamine, ceftriaxone, ceftazidime, dan cefoperazone.

Generasi 4, memiliki spektrum yang lebih seimbang, sehingga aktif


dalam melawan bakteri gram positif dan gram negatif. Generasi 4
sefalosporin merupakan antibiotik yang paling potensial di antara
obat-obat dalam mengobati beberapa infeksi serius pada manusia.
Cefepime, cefluprenam, cefozopran, cefpirome, dan cefquinome
merupakan obat-obat yang tergolong dalam generasi 4 ini.

Generasi 5, merupakan kelompok terbaru yang diidentifikasi meliputi


ceftobiprole dan ceftaroline, meskipun pengelompokannya masih
belum diterima secara universal. Ceftaroline memiliki aktivitas yang
sangat baik dalam melawan bakteri gram positif.

Sifat Fisika

Sifat Kimia

padatan berwarna putih,


coklat, atau kuning muda,
biasanya tidak berbentuk
(amorf),
kadang-kadang bisa
berbentuk kristal.
umumnya tidak memiliki
titik leleh yang tinggi.

Bentuk geometri cincin


dengan ikatan rangkap di
dalamnya, menjadikan
sefalosporin sebagai
molekul yang cukup stabil
karena memungkinkan
terjadinya resonansi.
Pembuatan senyawa
turunan sefalosporin
biasanya dengan
melakukan penyerangan
menggunakan nukleofil
seperti alkolsida atau
hidroksilamin.

PEMBUATAN
SEFALOSPORIN

Sefalosporin C dapat dihasilkan


dari mikroorganisme
Acremonium chrysogenum
sebagai produk metabolit
sekunder. Mikroorganisme lain
seperti Cephalosporium
polualeurum, Emerricellopsis
glabra, Emericellopsis
microspora, juga dapat
menghasilkan sefalosporin C,
tetapi dengan jumlah yang
sedikit sehingga tidak
menguntungkan bagi industri
yang menggunakan
mikroorganisme tersebut.

Taksonomi
Kingdom : Fungi
Subkingdom : Dikarya
Phylum : Ascomycota
Subphylum : Pezizomycotina
Class
: Sordariomycetes
Subclass : Hypocreomycetidae
Order
: Hypocreales
Family : Hypocreaceae
Genus : Acremonium
Spesies : Acremonium
chrysogenum