Anda di halaman 1dari 76

Systematical Review

PLATELET RICH PLASMA DALAM REGENERASI


FRAKTUR TULANG : KOMBINASI PENGGUNAANNYA
DENGAN FAKTOR PERTUMBUHAN LAIN
Penyaji : dr. Makbruri
NPM
: 1506805572
Pembahas : dr.Swandito Wicaksono

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Daftar Presentasi
Systematical Review
Pengertian PRP
Anatomi & Histologi Tulang
Mekanisme Regenerasi Fraktur
Peran PRP dalam Regenerasi Fraktur
Kombinasi Penggunaan PRP

Dengan Faktor Pertumbuhan Lain


Diskusi
Kesimpulan

PRP & Healing Promotive Agent


Systematical Review
Apakah PRP lebih efektif dari Healing

Promotive Agent lainnya dalam regenerasi


fraktur?
Apakah

penggunaan PRP kombinasi


dengan Healing Promotive Agent Lainnya
Lebih efektif dari penggunaan PRP
tunggal?

PRP & Healing Promotive Agent


Systematical Review (Key Word)
Komponen

Kata Kunci

Sumber Pustaka

Problem

Healing Fracture

www.pubmed.com www.scholar.google.com www.libraryui.com

Intervention

Platelet Rich Plasma, PRP, and, www.pubmed.com www.scholar.google.com www.libraryui.com


combination

Outcome

Activity Efective

www.pubmed.com www.scholar.google.com www.libraryui.com

Inklusi : 1. Jurnal atau artikel dengan tahun terbit 2011-2016


2. Jurnal atau artikel yang digunakan adalah jurnal berupa full text
menggunakan bahasa Inggris atau bahasa Indonesia, yang
memuat judul, volume, nomor jurnal, serta lembaga yang
menerbitkan
berupa jurnal primer, penulis melakukan sendiri
penelitiannya dan memuat
tentang penggunaan PRP dalam proses regenerasi fraktur tulang
Ekslusi: 1. artikel atau jurnal yang tidak berhubungan dengan tujuan pencarian
yaitu selain penggunaan PRP dalam proses regenerasi tulang
2.artikel atau jurnal masih dalam tahap penelitian yang belum selesai

PRP & Healing Promotive Agent


Systematical Review

Platelet Rich Plasma


Plasma Kaya Trombosit (PKT)
fraksi plasma darah dengan konsentrasi
trombosit 3-4 kali di atas nilai normal
(konsentrasi trombosit pada whole blood)
kadar trombosit normal dalam darah
berkisar antara 150.000/L dan 350.000/
L
plasma kaya trombosit mengandung
1.000.000 trombosit/L pada volume 5 ml
plasma

Apa yang spesial dari platelet?


Platelet

terdiri dari granul granul yang


mengandung beberapa faktor pertumbuhan
Alpha granul dilepaskan (teraktifasi) ketika
platelet teraggregasi dan menuju ke tempat
terjadinya luka atau inflamasi
Beberapa faktor pertumbuhan spesial yang
terkandung antara lain : Transforming
Growth Factor, Insulin Growth Factor,
Fibroblast Growth factor, Bone Morphogenic
Protein.
Aktivasi Platelet ini dan pelepasan

beberapa
faktor
pertumbuhan
membuat platelet spesial dan
menjadi kunci perbaikan dan
penyembuhan jaringan

plasma kaya trombosit mengandung beberapa macam


growth factor dan kadar growth in vivo tetap terjaga
setelah dilakukan pembuatan plasma kaya trombosit
konsentrasi trombosit dalam PRP dapat meningkat
4X dari kadar trombosit di dalam darah sehingga kadar
growth factor di dalam plasma kaya trombosit juga
meningkat 4X
tingginya konsentrasi trombosit dan berbagai faktor
pertumbuhan di dalamnya membuat PKT
dimanfaatkan pada banyak cabang ilmu kedokteran

Platelet Rich Plasma Biology

Apa saja peran Growth Factors ?


chemotaxis
Memberikan response directional
movement terhadap stimulus kimia
cell proliferation
Menambah secara signifikan
aktifitas proliferasi sel;

Growth Factor & Osteogenesis

PRP itu bukan!

Stem Cells
MSCs
Lipocytes
Bone Marrow

copyrights:oibconsultantsinc

14

PRP
Platelet Rich Plasma
First used in cardiac surgery
by Ferrari et al in 1987
Autologous transfusion

component after open heart


surgery

Used successfully in

various specialties
Maxillofacial
Cosmetic + hair
Spine
Orthopedic
Podiatric
General wound healing
Sports injury

Ferrari M, Zia S, Valbonesi M,


et al. A new technique for
hemodilution, preparation of
autologous platelet-rich
plasma and intraoperative
blood salvage in cardiac
surgery. Int J Artif Org. 1987;
10: 47-50.
Gamradt Seth C, et al.
Platelet Rich Plasma in
Rotator Cuff Repair.
Techniques in Orthopaedics.
22(1): 26-33.
Everts PAM, Knape JTA,
Weibrich G, Schonberger
JPAM, Hoffmann JJHL,
Overdevest EP, Box HAM, and
van Zundert A. Platelet-Rich
Plasma and Platelet Gel: A
Review. JECT. 2006; 38: 174187.

Fraktur
Fraktur adalah terputusnya struktur kontuinitas dari suatu
tulang

Komposisi Tulang
Cells
Osteocytes
Osteoblasts
Osteoclasts
Extracellular Matrix
Organic (35%)
Collagen (type I) 90%
proteoglycans, glycosaminoglycans,
lipids (ground substance), etc
Inorganic (65%)
Primarily hydroxyapatite Ca5(PO4)3(OH)2

Komponen penyusun tulang


Cortex
Periosteum
Bone marrow
Soft tissue

Mekanisme dari regenerasi fraktur tulang


Intramembranous Bone

Formation
Endochondral Bone Formation

Intramembranous (Periosteal) Bone


Formation
Osteoblast berdiferensiasi

secara langsung dari sel


preosteoblast dan berlanjut
menjadi kumpulan osteoid
Tidak melibatkan peran

kartilago

Endochondral Bone Formation


Osteoblast merupakan

precursor dari kartilago


Melibatkan peran sel
Kondrosit, Kondrosit akan
mengalami hipertropi,
degenerasi dan kalsifikasi
Invasi dari pembuluh
darah pada jaringan
kartilago diikuti oleh
peristiwa ossifikasi tulang

Stages of Fracture Healing

Inflammation
Repair
Remodeling

Inflammation
Rusaknya jaringan menghasilkan

hematom di tempat terjadinya fraktur


Trombosis pembuluh darah lokal

mengakibatkan nekrosis tulang di ujungujung terjadinya fraktur


Dilanjutkan dengan bertambahnya

permabilitas kapiler mengakibatkan reaksi


inflamasi lokal
Growth faktor memainkan perannya

sebagai osteoinduktiv dalam menstimulasi


proliferasi dan diferensiasi dari stem sel
mesenkimal

Repair
Kalus periosteum terbentuk

sepanjang tepi dari tempat


terjadinya fraktur
Ossifikasi intramembran
dimulai oleh sel preosteoblast
Kalus intramedullary dibentuk
di tengah pusat terdapatnya
celah fraktur
Oosifikasi endokondral
terjadi di tempat terjadinya
fraktur dan hematoma
Faktor Mekanik dan Kimia
menstimulasi pembentukan
kalus dan mineralisasinya

Remodeling
Tulang woven secara bertahap berubah menjadi tulang

lamellar
Sum-sum tulang mulai terbentuk kembali
Tulang mengalami restrukturisasi berdasarkan respon
terhadap tekanan dan regangan (Hukum Wolffs)

Efek dari Platelet Growth Factors terhadap jaringan


Growth Faktor mempengaruhi
proses regenerasi jaringan melalui
proses serial kompleks biokimia
dan seluler. Growth faktor
menyebabkan peningkatan jumlah
sel regenerative di suatu tempat
yang dibutuhkan kehadirannya,
melalui mekanisme dan interaksi
yang baru sedikit dimengerti yang
menyebabkan maturasi dan
differensiasi sell punca

Growth Factors
Transforming growth factor
Bone morphogenetic proteins
Fibroblast growth factors
Platelet-derived growth factors
Insulin-like growth factors

Transforming Growth Factor


Merupakan Super Family dari GF (34 Members)
Beraksi pada serine/threonine kinase reseptor pada

dinding sel
Mempromosikan proliferasi dan differensiasi dari sel
precusor mesenchymal menjadi osteoblast, osteosyt
dan kondrosit.
Stimulasi endocondral dan intramembranous dalam
regenerasi tulang
Menginduksi sintesis kartilago spesifik (Proteoglycans
dan tipe 2 Kolagen)
Menstimulasi sintesis kolagen oleh osteoblas

Bone Morphogenetic Proteins


Protein yang mempunyai kemampuan osteoinductive,

didapatkan pertama kali melalui isolasi demineralized bone


matrix
Menginduksi sell untuk berdifferensiasi
BMP 3 (osteogenin) merupakan penginduksi yang sangat
kuat dalam differensiasi sel mesenkimal menjadi sel tulang
Promosi oosifikasi endokondral
BMP 2 dan BMP 7 menginduksi penulangan formasi
endocondhral di daerah yang mengalami fraktur
Mengatur produksi matriks ekstraselluler
BMP 1 adalah enzim yang membelah carboxy termini dari
procollagen I,II dan III menjadi Kolagen

Bone Morphogenetic Proteins


Merupakan bagian dari TGF B Super family
Telah diidentifikasi 16 macam BMP
BMP 2-7, dan BMP 9 bersifat osteoinduktive
BMP 2,6, dan 9 merupakan osteoinduktif yang

poten dalam differensiasi sel mesenkimal


menjadi sel osteoblast, terrlibat dalam peran
transforamsi sel progenitor menjadi sel preosteoblasts
Bekerja melalui SMAD pathway intraselluler

Clinical Use of BMPs


Digunakan dosis antara 10x hingga 1000x dari level

normal
Resiko pembentukan formasi yang berlebih dapat
dihindari
rhBMP-2 digunakan dalam kasus fraktur terbuka yang
baru terjadi untuk mempercepat penyembuhan
Penelitian menunjukan penggunaan rhBMP-2 dalam
kasus fraktur terbuka mempunyai angka infeksi yang
rendah
BMP 7 telah diterima untuk digunakan dalam kasus non
union berat dimana terapi autograft bukan pilihan yang
baik.

Fibroblast Growth Factors


Terdiri dari 2 sub grup yaitu yang bersifat

asam (FGF-1) dan bersifat basa (FGF-2)


Berperan dalam menambah proliferasi
kondrosit dan osteoblast
Mempercepat pembentukan kalus
FGF-2 Menstimulasi angiogenesis

Platelet-Derived Growth Factor


Merupakan dimer dari produk 2 buah gen yang

berbeda yaitu : PDGF A dan PDGF B


PDGF BB dan PDGF AB merupakan bentuk yang
paling umum ditemui di sirkulasi
Menstimulasi pertumbuhan sel tulang
Mempunyai kemampuan mitogenesis sel mesenkim
Menambah jumlah collagen tipe 1 dengan
menambah jumlah osteoblast
PDGF BB menstimulasi resorpsi tulang dengan
menambah jumlah sel osteoclasts

Insulin-like Growth Factor


Terdiri dari 2 tipe : IGF I dan IGF II
Disintesis oleh beberapa jaringan
IGF 1 diproduksi di liver yang distimulasi oleh Hormon

pertumbuhan
Menstimulasi pembentukan kolagen dan sintesis matriks
Menstimulasi replikasi dari sel osteoblas
Menghambat degenerasi kolagen

PRP & Healing Promotive Agent


Outcome yang diperiksa
berupa tampakan secara
1. Histologi
2. Radiologi
3. Fungsi klinis.

Ref

Perbandingan

Subjek

Outcome yang Diperiksa

Kontrol:
PRP;
AutoBone Graft;
PRP & AutoBone Graft;

Kelinci

1. Histologi (Salked et all score)


2. Radiologi (Cheung et all score)

Kontrol;
PRP;
Bone Allograft;
PRP & Bone Allograft

Manusia

1.Lateral X-Ray & 3D CT reconstructions (Thalamic Portion, Bohler Angle, Crucial Angle of gissane,
panjang, tinggi lebat Calcaneal body)
2.AOFAS Ankle-hind Foot Scoring Sistem

10

PRP;
Nacl (placebo).

Manusia

1.Radiologi (Lateral & Anterior)


2.Clinically (Hitung Panjang Tulang, Kehadiran Union/kalus)
3. Skala Nyeri (VAS)

11

Platelet Poor Plasma;


PRP konsentrasi rendah;
PRP konsentrasi sedang;
PRP konsentrasi tinggi

Tikus

1.Evaluasi Radiologi
2.Evaluasi Histologi
3.Load Bearing evaluasi (Mechanical)

12

Kontrol;
PRP;
Deminerallized bone matrix (DBM)&PRP;
DBM.

Tikus

1 Radiologi(Cook et All Scale)


2 Histologi (Salked et All Score)

13

PRP;
Kontrol

Kelinci

1.Radiologi (Lanc & Sandu Score)


2.Histopatologi (Emery Score)
3.Biomekanik

14

PRP & Bone Chips;


Bone Chips

Manusia

1.Radiologi (CT Scan Mengukur densitas tulang)

15

Blood Clot;
Bioactive glass;
PRP;
PRP & Biactive Glass

Kelinci

1 .Histology & Histomorphometry


2 .Radiologi (Densitas Tulang)

16

PRP;
Bone marrow concentrate (BMC)

Kelinci

1.Radiologi
2.Histologi & Histomorphometry

17

Kontrol;
PRP;
Hiperbarik Oksigen;
PRP&Hiperbarik Oksigen

Kelinci

1.Kehadiran Jumlah Osteosit


2.Kehadiran Jumlah Osteoblast
3.umlah persen Kolagen
4.Tebal defek atau lesi

1. Outcome Histologi
a. PRP & Autobonegraft

a. PRP & Autobonegraft

b. PRP (Dosis Menengah,Tinggi) & Kontrol

b. PRP (Dosis Menengah,Tinggi) & Kontrol


B

Kontrol

Pada minggu ke 8, grup


control menunjukan
gambaran trabekula
tulang yang immature
dan tampak jaringan
kartilago

PRP konsentrasi sedang

Pada minggu ke 8,
tampak gambaran
trabekula tulang yang
telah matur , dan
remodeling cortex,
kelompok ini
menunjukkan hasil yang
terbaik

PRP konsentrasi tinggi

Pada minggu ke 8,
jaringan trabecular yang
timbul lebih longgar dan
dalam bentuk yang
irregular.

c. PRP&DBM

c.PRP&DBM
Kontrol

Tampak jaringan fraktur diisi oleh jaringan


fibrous, tanpa jaringan kartilago dan
bangunan kortex

PRP

Tampak jaringan fraktur diisi oleh jaringan


kartilago, terdapat gambaran periosteal tulang
baru dan pengembangan cortex menjembatani
daerah yang fraktur

Deminer
alized
Bone
matrix
(DBM)

Daerah fraktur diisi oleh jaringan kartilago


dengan pembentukan tulang baru yang minimal

DBM &
PRP

Daerah fraktur tulang diisi oleh jaringan


fibrokartilago tanpa adanya bangunan kortex.

d. PRP & Kontrol

d. PRP & Kontrol


Kontrol

Terdapat gambaran jaringan fibrous,


tanpa adanya bentukan formasi bone
marrow

PRP

Jaringan tulang cortical compact tampak di


kelompok ini dan gambaran pembentukan
tulang baru tampak di daerah fraktur

e. PRP & Bioactiveglass

Blood Clot

Daerah fraktur terlihat gambaran


jaringan ikat padat, tanpa adanya
formasi tulang baru di daerah tengah
fraktur tulang.

Bioglass
(BG)
Material

Daerah fraktur tulang terlihat gambaran


jaringan ikat padat, terdapat banyak
glass partikel dan makrofag, terutama
disekitar
biomateral.
peningkatan
aktivitas pembentukan tulang baru hanya
terlihat di ujung-ujung fraktur, di daerah
tengah tulang tidak terlihat proses
regenerasi fraktur.

PRP

Daerah tengah fraktur terdapat jaringan


ikat dan beberapa fokus regenerasi
pembentukan tulang baru, akan tetapi
tulang yang dibentuk masih tipis dan
tidak memenuhi seluruh defect tulang
yang mengalami fraktur.

PRP+BG

Daerah tengah fraktur diisi oleh


banyaknya jaringan ikat, paling banyak
dibanding kelompok lain, terdapat
partikel BG dan makrofag, di daerah
ujung
fracture
terdapat
aktifitas
pembentukan tulang baru dan sudah
memenuhi daerah tengah fraktur.

f. PRP&BMC

f.PRP & BMC


PRP

Terdapat regenerasi pembentukan tulang baru,


diisi oleh banyak jaringan ikat padat trabekula.

Bone
Marrow
Concent
rate
(BMC)

Lebih sedikit jaringan ikat padat yang terbentuk


dibandingkan dengan kelompok PRP, jaringan ikat
dan trabekula terbentuk secara longgar.

g.PRP & HIPERBARIK OKSIGEN

g.PRP & HBO


Kontrol

Jumlah kolagen yang hadir lebih sedikit


dibanding kelompok yang lain, jumlah
osetosit dan osteoblast yang hadir pada
minggu ke 8 paling sedikit dibanding
kelompok lain.

PRP

Jumlah osteoblast pada minggu ke 8 lebih


banyak dibandingkan kelompok lain, jumlah
osteosit yang hadir tida k jauh berbeda
jumlahnya dengan kelompok HBOG, jumlah
kolagen yang hadir lebih tinggi dari kelompok
HBOG.
Hiperba Jumlah osteocyte yang hadir lebih banyak
rik
dari kelompok PRP, akan tetapi jumlah
Oksige osteoblast dan kolagen lebih sedikit hadirnya
n (HBO) dibanding kelompok PRP.

HBO&P
RP

Jumlah osteosit dan kolagen paling tinggi di


antara kelompok yang lain, kelompok ini
memberikan hasil yang terbaik dibandingkan
kelompok lain.

2. Outcome Radiologi
a. PRP & Autobonegraft

a.PRP&AutoBonegraft
Kontrol

Pada evaluasi minggu ke 3 tidak


terdapat perbedaan signifikan antara
kelompok lain, pada evaluasi minggu ke
3,7,11 kelompok ini memiliki hasil score
yang terendah dibanding kelompok lain,
tidak ada gambaran union pada minggu
ke 11 evaluasi (skor: 2,33)

PRP

Hasil yang nyata terlihat pada evaluasi


minggu ke 7 menunjukkan outcome yang
lebih baik dibandingkan grup control dan
grup bone graft, tetapi outcomenya lebih
rendah dari kombinasi PRP & ABG
(skor:4,33)

AutoBo Hasil yang nyata terlihat pada evaluasi


ne Graft minggu ke 7 menunjukkan outcome yang
(ABG)
lebih baik daripada grup control (Skor:5,22)
PRP &
ABG

Pada Minggu ke 7, 11 evaluasi kelompok


ini memberikan hasil yang terbaik
dibandingkan dengan kelompok lainnya.
(Skor:6)

b. PRP & Allobonegraft

b. PRP & Allobonegraft


Autog
raft

Tidak
ada
perbedaan
yang
signifikan antara ketiga kelompok,
evaluasi radiologi menunjukkan
hasil yang memuaskan terjadinya
union.

PRP+
Allogr
aft

Tidak ada perbedaan yang signifikan


antara ketiga kelompok, evaluasi
radiologi menunjukkan hasil yang
memuaskan terjadinya union.

Allogr
aft

Tidak ada perbedaan yang signifikan


antara ketiga kelompok, evaluasi
radiologi menunjukkan hasil yang
memuaskan terjadinya union.

c.PRP & Kontrol


Placebo(Nac Terdapat
sebagian
subjek
l)
(44,9%) yang mengalami failure
healing
PRP

Terdapat sebagian subjek (18,9%)


yang mengalami failure healing,
sisanya gambaran radiologi union
terbentuk sempurna dengan hasil
memuaskan

d. PRP (Dosis Menengah,Tinggi) & Kontrol

d.PRP (Dosis Menengah,Tinggi) & Kontrol


Kontrol

Radiologi diambil 8 minggu post operasi,


grup kontrol menunjukan gambaran
kalus tetapi tidak menutupi celah fraktur

Platelet
Poor
Plasma

Terdapat gambaran kalus yang sedikit


menjembatani dan menutupi antara sisi
fraktur

PRP
Konsen
trasi
Rendah

Terdapat gambaran kalus yang sedikit


menjembatani dan menutupi antara sisi
fraktur

PRP
Konsen
trasi
Sedang

Menunjukan
gambaran
kalus
yang
sempurna, celah fracture tidak ada lagi
(Perfect fracture union)

PRP
Konsen
trasi
Tinggi

Terlihat gambaran union fracture tetapi


masih ada sedikit garis fraktur dan dijumpai
kalus yang besar.

e. PRP&DBM

e. PRP&DBM
Kontrol

Tidak ada perubahan dari awal sampai 8 minggu post operasi, tidak ada bentukan
kalus yang menjadi penghubung kedua sisi fracture

Deminerallized
Terdapat gambaran penghubung berupa kalus di sisi medial dan lateral dengan gambaran
Bone Matrix (DBM) radiodensitas yang sama, tetapi celah fraktur masih sedikit terlihat di ujung penghubung
fraktur
PRP

Terdapat gambaran tulang baru menghubungi dengan sempurna celah fraktur, tidak ada
celah fraktur yang tampak lagi, hasil ini yang terbaik dibanding kelompok lainnya

DBM & PRP

Terdapat gambaran peningkatan radiodensitas, terdapat bentukan tulang baru tetapi hanya
di satu sisi dari pangkal kortex.

f. PRP & Kontrol

f. PRP & Kontrol


Kontrol

Hari ke 14 post operasi menunjukan 0-25%


bentukan formasi tulang, hari ke 28 post
operasi, bentukan tulang yang terbentuk
tidak ada perubahan, masih sama dengan
hari ke 14 yaitu 0-25% bentukan tulang yang
terbentuk, pada hari ke 42 post operasi
bentukan tulang dalam tahap 25-75% dari
celah fraktur, pada evaluasi terakhir hari 56
post operasi gambaran formasi tulang yang
terbentuk dalam tahap 25-75%

PRP

Hari ke 14 post operasi bentukan formasi tulang


yang terbentuk mencapai angka 25-50% lebih
tinggi daripada kelompok kontrol, pada hari ke
28 post operasi menunjukkan angka 50-75%
tulang baru yang terbentuk, terjadi peningkatan
yang signifikan, evaluasi hari ke 42 menunjukan
50-75% formasi tulang baru terlihat dan pada
hari ke 56 100% bentukan tulang baru terlihat
menutupi seluruh celah fraktur.

g. PRP & Kontrol

g. PRP & Kontrol


Kontrol

Satu minggu post operasi dilakukan pemeriksaan CT mengukur densitas tulang


didapatkan angka 119,0, lebih tinggi dibandingkan kelompok PRP, pada minggu ke
enam post operasi tidak ada perbedaan angka yang signifikan antara kedua
kelompok, pada minggu ke 12 post operasi kelompok ini angka densitasnya lebih
tinggi dibanding kelompok PRP

PRP & Bone


Chips (Allograft)

Satu minggu post operasi dilakukan pemeriksaan densitas tulang didapatkan angka
50,8 lebih rendah daripada kontrol, pada minggu ke enam post operasi tidak ada
perbedaan angka yang signifikan antara kedua kelompok, pada minggu ke 12 post
operasi kelompok ini angka densitasnya lebih rendah dibanding kelompok control

h. PRP & Bioactiveglass

h. PRP & Bioactiveglass


Blood
Clot
(BC)

Angka densitas diukur dengan


software Image J didapatkan angka
densitas
47,1
densitas
tulang
terendah dibanding kelompok lainnya

Bioacti
ve
Glass
(BG)

Angka densitas tulang 51,3

PRP

Angka densitas tulang 60,7 lebih tinggi


dibandingkan dengan kelompok BG

PRP&B Angka densitas tulang 66,2 paling tinggi


G
dibandingkan dengan kelompok lain

i. PRP&BMC

i. PRP&BMC
PRP

Dengan
pemeriksaan
CT
image
ditemukan konsodilasi bentukan tulang
baru di daerah fraktur dengan ketebalan
kortex 1,3 mm

Bone
Marrow
Concen
trate
(BMC)

Tidak terbentuk konsolidasi di daerah


fraktur

a. Outcome Klinis (PRP & AlloboneGraft)

Perbandingan

Hasil

Parameter

Allograft

90,84

PRP&Allograft

91,39

Autograft

91,47

Post-Surgical
Functional Score
(Tidak
ada
perbedaan
signifikan ketiga
kelompok)

b. Outcome Klinis (PRP & Kontrol)


Nacl
(Placebo)

Hari (H) 45 : 3,5


H 90 : 3,1
H 135 : 2,3
H 180 : 1,7
H 225 : 1,3
H 270 :1,1

PRP

H 45 : 2,8
H 90 : 2,1
H 135 : 1,6
H 180 : 1,4
H 225 : 1,2
H 270 :1,1

VAS : Visual Analog


Score, angka VAS
berbeda
signifikan
lebih
rendah
kelompok
PRP
dibandingkan
kelompok kontrol

c. Outcome klinis (PRP & Kontrol)


Kontrol

60,2

Platelet
Poor
plasma

62,2

PRP
konsentra
si rendah

69,4

PRP
konsentra
si sedang

92,3

PRP
konsentra
si tinggi

68,6

Biomechanical Load Bearing


(Beban Maksimal yang diberi
hingga terjadi refraktur) =
Beban maksimal
terbesar
terdapat dalam
kelompok
PRP konsentrasi sedang

d.Outcome Klinis PRP & Kontrol


Kontrol

38,6

PRP

99,1

Diberikan
ultimate
Load
Bearing sampai terjadinya
fraktur,
beban
maksimal
terdapat pada kelompok PRP
dengan
perbedaan
yang
signifikan

Diskusi
10 Studi PRP 7 Yang menampilkan Outcome Histologi, 9

Menampilkan Outcome Radiologi, 4 Outcome Klinis


8 Studi menghasilkan outcome positive pemberian PRP tunggal, 1

Studi memberikan hasil perbedaan yang tidak bermakna


dibandingkan dengan kontrol, 1 studi PRP tidak lebih baik
penggunaannya dibandingkan kontrol
4 Kombinasi PRP dengan Healing Promotive Agent menghasilkan

hasil yang positive dengan pemberian PRP


2 Kombinasi PRP dengan Healing Promotive Agent memberikan

hasil yang kurang maksimal dibandingkan pemberian PRP tunggal

Diskusi
Kombinasi yang positif :

1. PRP & AutoBoneGraft


2. PRP & Bonechips (autobonegraft)
3. PRP & Biactive Glass
4. PRP & Oksigen Hiperbarik
. Kombinasi yang negative
1. PRP & DBM
2. PRP & Allobonegraft
. PRP tunggal lebih unggul dari BMC tunggal

Diskusi
Hasil yang positif (AutoboneGraft) kombinasi dengan

PRP selain karena GF yang dikandung di dalam PRP juga


terkait dengan sifat osteoinductive autobonegraft.
Osteonduktive membantu osteogenesis dalam
regenerasi tulang. Material Bioligis Sedikit angka
infeksi yang timbul, Penolakan sistem imun tubuh lebih
rendah efek sinergis dengan PRP
Bioglass Memberikan efek sinergis Efek sinergis

dengan PRP (Osteokunductive terhadap regenerasi


fraktur)

Diskusi
PRP & Hiperbarik Oksigen memberikan efek sinergis

Hiperbarik oksigen Memperbanyak neovaskularisasi


Memperbanyak aliran darah Menginduksi Proliferasi
dan diferensiasi sel ostegenik Osteoblast

Dosis Optimal PRP Dosisi menengah (2,65x10^9)

bukan dosis tinggi (8,21x10^9). Dosis menegah


Mempromosikan diferensiasi sel osteogenik, dosis tinggi
menghambat

PRP & DBM memiliki hasil yang tidak memuaskan karena

Trombin yang diaktifkan oleh PRP menghambat kerja


DBM dalam proses kondrogenesis dan osteogenesis
PRP & Allobonegraft memiliki hasil tidak ada perbedaaan

yang bermakna antara grup kontrol dan PRP


Allobonegraft lebih resiko terjadinya infeksi dan sistem
imun tubuh menolak dibandingkan dengan Autobonegraft

Kesimpulan
Sebagian besar penelitian yang dilakukan memiliki hasil
yang positif ketika diberikan PRP, kombinasi PRP dengan
healing promotive agent lainnya memiliki efek yang sinergis
terutama healing promotive agent yang berasal dari
individu itu sendiri karena sifatnya yang tidak memicu
reaksi alergi imunogi dan rendahnya angka infeksi yang
ditimbulkan.