Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN KASUS

KONJUNGTIVITIS VERNALIS

Pembimbing :
Dr. Endro Pranoto, Sp.M
Dr. Sri Subekti, Sp.M, M.Sc
Dr. Iva Rini Aryani. Sp.M, M.Sc

Konjungtivitis
a/
peradangan
selaput bening yg menutupi bagian
putih mata & bagian dlm kelopak
mata. Peradangan tsbt menyebabkan
timbulnya berbagai macam gejala,
salah satunya a/ mata merah.
Konjungtivitis dapat disebabkan oleh
virus, bakteri, alergi, / kontak dengan
benda asing, misalnya kontak lensa
(Ilyas, 2010)

Konjungtivitis vernalis a/ bentuk


konjungtivitis alergi yang lebih serius
dimana
penyebabnya
tidak
diketahui.
Konjungtivitis
vernalis
paling sering terjadi pada anak
Tujuan

Untuk melaporkan kasus


konjungtivitis vernalis.

Identitas Pasien
Nama
: MR
Umur
: 7 tahun
Jenis Kelamin: Laki - laki
Alamat
: Temanjir, Pringgabaye
Agama
: Islam
Pekerjaan : Pelajar

Keluhan Utama
Kedua mata terasa gatal
Riwayat penyakit sekarang
Pasien dtg dg keluhan mata merah yg dirasakan sejak 3 hari yg
lalu, hilang timbul. Mata merah dirasakan pada kedua mata pasien
& terus memerah hingga hari ini. Mata terasa semakin memerah
bila pasien bermain di luar rumah (bersepeda) & dikucek-kucek.
Merah pada mata berkurang bila pasien tidak bermain ke luar
rumah /bermain sepeda di siang hari. Mata merah disertai dgn rasa
gatal, rasa gatal ini dirasakan terus menerus o/ pasien & dirasa
sangat mengganggu sehingga pasien sering mengucek matanya.
Pasien jg mengeluhkan pembengkakan pd kedua kelopak mata
pasien. Rasa nyeri pada kedua mata, silau & pandangan kabur
disangkal o/ pasien.

Riwayat penyakit dahulu


Pernah mengalami sakit mata
sebelumnya seperti ini
Riwayat pengobatan
Pernah berobat sebelumnya
Riwayat keluarga
Tidak didapatkan keluarga yang
mengalami penyakit yang sama

Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : Baik
Kesadaran: Composmentis
Status Generalis
Pemeriksaan kepala : dbn
Pemeriksaan leher : dbn
Pemeriksaan Abdomen : dbn
Pemeriksaan ekstremitas : dbn

Diagnosis Banding
Trakoma, Konjungtivitis Folikularis, Konjungtivitis Alergi

Terapi
Vasokonstriktor
Kortikosteroid topical
Kontrol poliklinik 2 minggu
KIE

Prognosis
Dubius ad bonam

Konjungtiva banyak sekali mengandung


sel
dari
sistem
kekebalan
yg
melepaskan
senyawa
kimia
dlm
merespon
terhadap
berbagai
rangsangan (seperti serbuk sari atau
debu
tungau).
Mediator
ini
menyebabkan radang pada mata, yang
mungkin sebentar atau bertahan lama.
Alergi mata merah yang berkelanjutan
terjadi sepanjang tahun; paling sering
disebabkan oleh tungau debu, bulu
hewan, dan bulu unggas

Pada dasarnya merupakan suatu rx


alergi. Pada rx hipersensitivitas tipe I
terjadi pelepasan mediator sel mast
(histamin) yg dpt memicu vasodilatasi,
peningkatan permeabilitas PD, rasa
gatal, & peningkatan produksi mukus
dari sel2 goblet pd lapisan konjungtiva.

Vasodilatasi
posterior

arteri

yg

konjungtiva

konjungtiva

memasok
bulbi

darah

ke

mengakibatkan

penampakan mata merah yg dominan


ditemukan

pd

fornix.

Peningkatan

permeabilitas

pembuluh

darah

mengakibatkan

terjadinya

edema

Pemberian vasokonstriktor topical


dapat mengurangi gejala kemerahan
dan edema pada konjungtiva.
Pemberian
stabilisator
yaitu
natrium kromoglikat 2
Pemberian
obat
kortikosteroid
topical , dengan deksametason 1%
topical, diberika tiap 2 jam,8 kali
sehari.

Konjungtivitis vernalis adalah


bentuk
konjungtivitis alergi yang paling sering
terjadi pada anak dengan prevalensi pada
kedua jenis kelamin sama. Gejala yang
mendasar adalah rasa gatal, manifestasi
lain yang menyertai meliputi mata berair,
rasa pedih terbakar, dan perasaan seolah
ada benda asing yang masuk. Terdapat dua
tipe konjungtivitis vernalis, yaitu tipe
palpebral dan tipe lumbal. Pada kasus
konjungtivitis di atas adalah tipe lumbal.
Sebelumnya pasien sudah pernah mnglami
keluhan yang sama.

TERIMAKASIH