Anda di halaman 1dari 20

Mayat Laki-laki yang Ditemukan

Gantung Diri
E4

Kasus 1
Mayat tersangka pelaku pemerkosaan remaja putri.
Berita yang dituliskan dalam SPV: laki-laki ini mati karena gantung
diri di dalam sel tahanan polsek.
Pemeriksaan
Luar
Bengkak & Memar

Jejas jerat melingkar,


simpul kiri belakang
sudut ke atas

Railway hematom
Luka bakar sesuai jejas
listrik
Luka bakar bundar
d:1cm

Pemeriksaan
Dalam

resapan darah luas di


kulit kepala
pendarahan tipis di
bawah selaput keras otak
s
embab otak besar
sedikit resapan darah di
otot leher sisi kiri
patah ujung rawan
gondok ,sisi kiri
busa halus di dalam sal.
nafas
sedikit bintik-bintik
perdarahan di permukaan
kedua paru dan jantung

Aspek Hukum
KEWAJIBAN DOKTER MEMBANTU PERADILAN
Pasal 133 KUHAP kewajiban dokter untuk membuat keterangan
ahli (V et R)
Pasal 134 KUHAP bila diperlukan lakukan otopsi mayat
Pasal 179 KUHAP dokter wajib memberikan keterangan ahli
demi keadilan

BENTUK BANTUAN DOKTER BAGI PERADILAN DAN


MANFAATNYA
Pasal 183 KUHAP hukuman pidana boleh diberikan bila minimal
ada 2 alat bukti sah
Pasal 184 KUHAP macam-macam alat bukti yang sah
Pasal 186 KUHAP keterangan ahli adalah keterangan yang
dinyatakan di pegadilan

Prosedur Medikolegal
Laporan
ke POLRI

penyelidika
n

prose
s

penyidik
an

prose
s

periks
a

Kejaksaan

bebas
hukuma
n

Sidang
pengadil
an

stop
lanjut

lengka
p

Kurang/sal
ah

penuntut
an

Identifikasi Korban
9 metode identifikasi:
Visual
Pakaian
Perhiasaan
Surat dan dokumen
Identifikasi medis
Odontologi
Serologi
Sidik jari
Ekslusi

Kesesuaian 2 metode
+ 1 metode ilmiah

Prinsip: pembandingan antara dua


set data:
Data
Data
antemortem

Info dari
keluarga,
kerabat
Data medis
Data gigi
Data polisi
Data sama : menguatkan
Data berbeda : bersifat eksklusi

postmortem

Info dari
hasil
pemeriksaan
terhadap
jenazah

Tanatologi
Tanatologi adalah bagian dari ilmu kedokteran
forensik yang mempelajari kematian dan
perubahan yang terjadi setelah kematian serta
faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut.
Manfaat tanatologi:
Menetapkan hidup atau matinya korban
Memperkirakan lama kematian korban
Menentukan wajar atau tidak wajarnya
kematian korban.

Tanda Pasti
Kematian
1. Lebam mayat
2. Kaku mayat
3. Penurunan suhu
4. Pembusukan
5. Adposera
6. Mumifkasi

Tanda Tidak Pasti


Kematian
1. Pernapasan berhenti
2. Terhentinya sirkulasi
3. Kulit pucat
4. Tonus otot
menghilang dan
relaksasi.
5. Pembuluh darah
retina mengalami
segmentasi
6. Pengeringan kornea

Traumatologi Forensik
Traumatologi adalah ilmu yang mempelajari tentang luka
dan cedera serta hubungannya dengan berbagai kekerasan
(rudapaksa) sedangkan yang dimaksudkan dengan luka
adalah suatu keadaan ketidaksinambungan jaringan tubuh
akibat kekerasan.
Berdasarkan sifat serta penyebabnya, kekerasan dapat
dibedakan atas kekerasan yang bersifat:
Mekanik: Kekerasan oleh benda tajam atau tumpul dan
tembakan senjata api.
Fisika: Suhu, listrik dan petir, perubahan tekanan udara
(barotrauma), akselerasi, akustik dan radiasi.
Kimia/Korosif: Asam atau basa kuat.

Aspek Forensik Perlukaan

Kekerasan penyebab luka


Hubungan sebab akibat
luka dengan kematian

Saat perlukaan Umur


luka
- Saat masih hidup?
Kapan
- Luka setelah mati

Cara terjadinya luka


- Pembunuhan
- Bunuh diri
- Kecelakaan

Gambaran luka yang


objektif
Lokasi luka (regio dan
koordinat)
Bentuk dan ukuran
luka
Keadaan tepi luka
Keadaan dasar luka
Keadaan sekitar luka

Luka akibat kekerasan benda


tumpul
memar adalah suatu
perdarahan dalam
jaringan bawah
kutis/kulit akibat
pecahnya kapiler dan
vena yang disebabkan
oleh kekerasan tumpul.
Bila kekerasan benda
tumpul mengenai
jaringan longgar seperti
di daerah mata, leher
atau pada bayi dan usia
lanjut, maka memar
cenderung lebih luas.

Umur memar dapat dilihat


dari perubahan warnanya.
Pada saat perlukaan,
memar berwarna merah,
lalu berubah menjadi
ungu atau hitam dan
setelah 4 sampai 5 hari
akan berwarna hijau yang
kemudian berubah
menjadi kuning dalam 7
sampai 10 hari dan
akhirnya menghilang
dalam 14 sampai 15 hari.
Perubahan warna terjadi
mulai dari tepi ke arah
tengah

Luka akibat kekerasan benda


tumpul
Luka lecet adalah
luka kulit yang
superficial, akibat
cedera pada
epidermis yang
bersentuhan
dengan benda
yang memiliki
permukaan kasar
atau runcing.

Berdasarkan
mekanisme
terjadinya luka
dibagi menjadi 4
yaitu:
1. Luka lecet gores
2. Luka lecet serut
3. Luka lecet tekan
4. Luka lecet geser

Luka akibat kekerasan benda


tumpul
Luka robek
adalah luka
terbuka yang
terjadi akibat
kekerasan tumpul
yang kuat sehingga
melampaui
elastisitas kulit
atau otot.

Ciri luka robek bentuk


tidak beraturan, tepi tidak
rata, tampak jembatan
jaringan antara kedua
tepi luka, bentuk dasar
luka tidak beraturan, akar
rambut tampak hancur
atau tercabut bila
kekerasannya di daerah
yang berambut dan
sering tampak luka lecet
atau memar di sekitar
luka

Luka akibat kekerasan


benda tajam
Benda-benda yang
dapat mengakibatkan
luka dengan sifat luka
seperti ini adalah
benda yang memiliki
sisi tajam, baik
berupa garis maupun
runcing, yang
bervariasi dari alatalat seperti pisau,
golok, dan
sebagainya hingga
keping kaca

Gambaran umum luka yang


diakibatkannya adalah tepi
dan dinding luka yang rata,
berbentuk garis, tidak terdapat
jembatan jaringan dan dasar
luka berbentuk garis atau titik.
Luka akibat kekerasan benda
tajam dapat berupa luka iris
atau luka sayat, luka tusuk dan
luka bacok. Sudut luka yang
lancip dapat terjadi dua kali
pada tempat yang berdekatan
akibat pergeseran senjata
sewaktu ditarik atau akibat
bergeraknya korban. Bila
dibarengi gerak memutar,
dapat menghasilkan luka yang
tidak selalu segaris.

Interpretasi Temuan
Pemeriksaan
Luar
Bengkak & Memar

Jejas jerat melingkar,


simpul kiri belakang
sudut ke atas

Railway hematom
Luka bakar sesuai jejas
listrik
Luka bakar bundar
d:1cm

Pemeriksaan
Dalam

resapan darah luas di


kulit kepala
pendarahan tipis di
bawah selaput keras otak
s
embab otak besar
sedikit resapan darah di
otot leher sisi kiri
patah ujung rawan
gondok ,sisi kiri
busa halus di dalam sal.
nafas
sedikit bintik-bintik
perdarahan di permukaan
kedua paru dan jantung

ASFIKSIA

Tanda Klasik Asfiksia


Tradieus spot (petechie hemorrages)

Kongesti dan odema


Sianosis
Darah cair

Gambaran umum post mortem


asfiksia
Pemeriksaan luar

Pemeriksaan dalam

Sianosis pada ujung jari-jari dan kuku


Pembendungan sistemik maupun
pulmoner dan dilatasi jantung kanan
merupakan tanda klasik pada kematian
akibat asfiksia.
Warna lebam mayat merah-kebiruan
gelap dan terbentuk lebih cepat.
Terdapat busa halus pada hidung dan
mulut yang timbul akibat peningkatan
aktivitas pernapasan pada fase dispneu
yang disertai sekresi selaput lendir
Kapiler yang mudah pecah
Gambaran pembendungan pada mata
berupa pelebaran pembuluh darah
konjungtiva bulbi dan palpebra yang
terjadi pada fase kejang

Darah berwarna lebih gelap dan


lebih encer, karena fibrinolisin
darah yang meningkat paska
kematian.
Busa halus di dalam saluran
pernapasan.
Pembendungan sirkulasi pada
seluruh organ dalam tubuh
sehingga menjadi lebih berat,
berwarna lebih gelap dan pada
pengirisan banyak mengeluarkan
darah.
Petekie
Oedem paru
Fraktur pada laring

Kesimpulan
Saat mati tidak di jelaskan. (bisa
diperkirakan
dari
pemeriksaan
tanatologi)
Cara Mati Tidak wajar
Sebab Mati kekerasan tumpul
pada kepala yang menyebabkan
perdarahan
dibawah
keras
Terdapat sedikit resapan
darah di ototselaput
leher sisi kiri, sedikit
busa halus
di dalam
saluranotak.
napas, dan sedikit bintik-bintik
otak
dan
sembab
perdarahan di permukaan kedua paru dan jantung
merupakan tanda-tanda asfiksia sebagai mekanisme
kematian