Anda di halaman 1dari 31

JENIS-JENIS

KALIMAT

JENIS-JENIS KALIMAT
BERDASARKAN JUMLAH KLAUSA
Berdasarkan jumlah klausanya, kalimat
dibedakan atas
(a) Kalimat Tunggal
(b) Kalimat Majemuk

KALIMAT TUNGGAL
Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri dari
satu klausa bebas. Kalimat tunggal sering disebut
kalimat sederhana, kalimat simpleks dan kalimat
ekaklausa.
Contoh:
1. (S)

(P)

(O)(Ket)

Dia sedang menulis surat di kamar


2. (S)(P)
Kakekku masih gagah.

KALIMAT MAJEMUK
Kalimat majemuk adalah kalimat yang terbentuk dari beberapa
klausa bebas. Kalimat majemuk sering pula disebut kalimat
setara. Karena klausa-klausa yang membentuknya memiliki
status yang sama, setara atau sederajat. Klausa-klausa yang
setara dalam kalimat majemuk dihubungkan dengan konjungsi
koordinatif, seperti; dan, atau, tetapi, lalu.
Contoh:
1. ( Kl bebas)
( Kl bebas)
( Kl bebas)
Rini melirik, Rahmat tersenyum dan Tini tertawa/ Kal. Majemuk
setara
2. ( Kl bebas)( Kl terikat)
Dia membuka pintu, lalu mempersilakan kami masuk ( Kal.
Majemuk bertingkat)
3. ( Kl bebas utama)( Kl bebas/ utama)
Dia datang dan duduk di sebelah saya ketika Joni mandi. (KM
Campuran)

JENIS KALIMAT BERDASARKAN


STRUKTUR KLAUSA
Berdasarkan struktur klausanya, kalimat
dibedakan atas kalimat lengkap dan kalimat
tak lengkap.
a) Kalimat Lengkap
b) Kalimat Tidak Lengkap

KALIMAT LENGKAP
Kalimat

lengkap

adalah

kalimat

yang

mengandung

klausa lengkap. Terdiri atas unsur subjek dan predikat.


Kalimat yang lengkap memiliki klausa lengkap, yaitu
sekurang-kurangnya unsur subjek dan predikat, disebut
juga kalimat mayor.
Contoh
1)(S)

(P)

Negara Indonesia berdasarkan pancasila.


2)(S)(Ket)(P)
Bapak menteri besok pagi akan ke Jepang

KALIMAT TIDAK LENGKAP


Kalimat tidak lengkap adalah kalimat yang terdiri
atas klausa yang tidak lengkap. Terdiri dari hanya
subjek, hanya predikat atau objek. Kalimat ini
disebut juga kalimat minor.
Contoh:
1. Astaga!
2. Dari toko!
3. Selamat malam!

JENIS KALIMAT BERDASARKAN


AMANAT YANG DIKANDUNGNYA
Berdasarkan

amanat

dibedakan atas:
a) Kalimat Deklaratif
b) Kalimat Introgatif
c) Kalimat Imperatif
d) Kalimat Aditif
e) Kalimat Responsif
f) Kalimat Interjektif

yang

dikandungnya,

kalimat

KALIMAT
DEKLARATIF/BERITA/PERNYATAAN
Kalimat deklaratif adalah kalimat yang mengandung
intonasi deklaratif yang dalam ragam tulisan diberi
tanda titik pada akhir konstruksi. Amanat yang
dikandungnya berupa pemberitaan atau pernyataan.
Contoh:
1) Gaji pegawai negeri tidak dinaikkan.
2) Hampir setiap hari mahasiswa berdemonstrasi.

KALIMAT INTROGATIF
Kalimat introgatif adalah kalimat yang mengandung intonasi
introgatif yang dalam ragam tulisan diberi tanda tanya (?)
pada akhir konstruksi. Selain itu, ditandai pula oleh partikel
tanda tanya seperti kah, atau, kata tanya seperti; apa,
mengapa, bagaimana. Amanat yang dikandungnya berupa
pertanyaan atau keingian memperoleh jawaban.
Contoh:
1. Apa yang Anda harapkan dari saya?
2. Mengapa rakyat Indonesia semakin miskin?

KALIMAT IMPERATIF
Kalimat imperatif adalah kalimat yang mengandung
intonasi imperatif yang dalam ragam tulisan diberi
tanda seru (!) pada akhir konstruksi. Kalimat
imperatif ditandai pula oleh partikel lah atau katakata seperti hendaklah, jangan.
Contoh:
1. Jangan perhatikan ucapannya!
2. Bacalah buku itu!

KALIMAT ADITIF
Kalimat aditif adalah kalimat yang memberikan
keterangan tambahan pada kalimat pernyataan,
dapat lengkap dapat pula tidak lengkap.
Contoh:
1. Sudah bulan Agustus, pemasukan juga tidak
2. Hanya belum punya uang.

KALIMAT RESPONSIF
Kalimat responsif adalah kalimat terikat yang
berhubungan

dengan

pernyataan

yang

mendahuluinya, dapat lengkap, dapat tidak


lengkap.

Kalimat

responsif

biasanya

disebut

kalimat

jawaban

atau

tambahan.
Contoh: Ya!

Tadi pagi!

juga

kalimat

KALIMAT INTERJEKTIF
Kalimat

interjektif

adalah

kalimat

seruan

yang

mengungkapkan perasaan, dapat lengkap, dapat


tidak lengkap. Seruan ada dua macam yaitu (1) yang
terjadi dari klausa lengkap ditandai oleh partikel
seperti: mudah-mudahan, alangkah dan (2) yang
seperti: aduh, wah, amboi.
Contoh:
1. Wah, ini baru kejutan!
2. Amboi, cantiknya!

JENIS KALIMAT BERDASARKAN


PEMBENTUKNYA DARI KLAUSA INTI
DAN PERUBAHANNYA
Berdasarkan pembentukan kalimat dari klausa
inti dan perubahannya, kalimat dibedakan
atas:
1. Kalimat inti
2. Kalimat bukan inti

KALIMAT INTI (KALIMAT DASAR)


Kalimat inti adalah kalimat yang dibentuk dari
klausa inti yang lengkap, bersifat deklaratif, aktif,
netral. Dalam bahasa Indonesia dikenal kalimat inti
atau kalimat dasar dengan pola struktur sebagai
berikur: (Kategori kata diseragamkan dalam bentuk
frasa).
Contoh:
(S) + (p): Ibu/ datang.//
(S) + (P) + (O)

: Ayah/ merapikan/ rak buku.//

KALIMAT BUKAN INTI


Kalimat bukan inti adalah kalimat yang terbentuk
dengan pengubahan pola kalimat inti melalui proses
seperti:

pemasifan,

penambahan,

pengingkaran,

pemerintahan,

penanyaan,

penginversian

dan

pelesapan.
Contoh:
1. Komik dibaca oleh Dini.(Transformasi pemasifan

dari kalimat inti Dini membaca komik.)


2. Apakah

Dini

membaca

komik?(Transformasi

penanyaan dari kalimat inti Dini membaca komik.)

JENIS KALIMAT BERDASARKAN


JENIS KLAUSA
Berdasarkan jenis klausa pembentuknya,
kalimat dibedakan atas:
1. Kalimat verbal
2. Kalimat nonverbal

KALIMAT VERBAL
Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnta berupa kata
kerja. Dapat berupa kalimat verbl transitif, intransitif, aktif,
pasif.
1. Kalimat

aktif

Transitif

Kalimat

yang

predikatnya

membutuhkan objeks.
2. Kalimat intransitif yaitu kalimat yang predikatnya tidak
memerlukan objeks (menangis, bersisir, mandi, tidur dll)
Contoh:
1) Ibu menulis surat.(Kalimat verbal transitif)
2) Nina berdandan di kamar.( Kalimat verbal intransitif)
3) Surat ditulis Ibu (Kalimat verbal pasif).

KALIMAT NONVERBAL/KALIMAT NOMINAL


Kalimat nonverbal adalah kalimat yang dibentuk oleh
klausa nonverbal sebagai konstituen dasarnya. Dapat
berupa kalimat nonverbal nominal, adjectival, numeralia
dan sebagainya.
Contoh:
1. Kakekku pelaut. (Kalimat nonverbal nominal)
2. Adiknya cantik sekali.(Kalimat nonverbal adjektival)
3. Tabungannya
numeralia)

lima

juta.(Kalimat

nonverbal

KALIMAT EFEKTIF
Kalimat

efektif

adalah

kalimat

yangdapat

mengungkapkan maksud penuturatau penulissecara


tepat

sehingga

maksud

dapat

dipahami

oleh

pendengaratau pembacasecara tepat. Kalimatefektif


memiliki diksi (pilihan kata)yangtepat, tidak mengalami
kontaminasi

frasa,

sesuaiketentuan

EYD,

baikpemakaiantanda baca dan penulisan kata.kalimat


(1) kesatuan,
efektif
juga memiliki enam syarat keefektifan,yaitu
adanya
(2) kepaduan,
(3) kepararelan,
(4) ketepatan,

1.KESATUAN
Kesatuan dalam kalimat efektif adalah dengan adanya ide
pokok (subjek dan predikat)sebagai kalimat yang jelas.
Contoh:
1. Bagi

yang

tidak

berkepentingandilarangmasuk.(salah)
K P
2. Yangtidakberkepentingandilarangmasuk.(benar
)
S P

2.KEPADUAN
Kepaduan terjadinya hubungan yang padu antara unsur-unsur
pembentuk kalimat. Yang termasuk unsur pembentuk kalimat
adalah kata , frasa, tanda baca, dan fungsi sintaksis S-O-O-Pel-Ket.
Kepaduan juga menyangkut pemakaian kata tugas yang tepat.
Contoh:
a) Kepada setiap pengemudi mobil harus memiliki surat izin
mengemudi.(tidak

mempunyai

subjek/

subjeknya

tidak

jelas).(salah)
b) Setiap pengemudi mobil harus memiliki surat izin mengemudi
(subjeknya sudah jelas).(benar)
c) Kami telah membicarakan tentang hal itu.(salah)
d) Kami telah membicarakan hai itu. (benar)

3.KEPARALELAN
Keparalelan adalah pemakaian bentuk gramatikal yang sama
untuk bagian-bagian kalimat tertentu.Umpamanya alam sebuah
perincian,jika

unsur

pertama

menggunakan

verba

(kata

kerja)dan seterusnya juga harus verba .Jika unsur pertamanya


nomina (kata benda), bentuk berikutnya juga harus nomina.
Contoh:
1. Kami telah merencanakan membangun pabrik, membuka
hutan,pelebaranjalan desa, dan membuat tali air. (salah)
2. Kami telah merencanakan membangun pabrik,membuka
hutan,melebarkan jalan desa, dan membuat tali air. (benar)
3. Kakakmu menjadi dosen atau sebagai pengusaha? (salah)
4. Kakakmu menjadi dosen atau menjadi pengusaha? (benar)

4. KETEPATAN
Ketepatan

adalah

kecocokanpemakaian

unsur-

kesesuain/
unsur

yang

membangun suatu kalimat sehingga terbentuk


pengertian yang bulat dan pasti. Contoh:
1. Karyawan teladan itu memang tekun belajar
dari pagisehinggapetang. (salah)
2. Karyawan teladan itu memang tekun belajar
dari pagi sampai petang. (benar)

5.KEHEMATAN
Kehematan yaitu hemat pemakaian kata atau
kelompok kata.Dengan kata lain tidak mengalami
gejala bahasa pleonasme.Dengan hemat kata,
diharapkan kalimat menjadi padat berisi. Conto:
1. Hanya ini saja yang dapat saya berikan. (salah)
2. Hanya ini yangdapat saya berikan.(benar)
3. Ini saja yang dapat saya berikan. (benar)

6. KELOGISAN
Kelogisan

di

sini

adalah

terdapatnya

arti

kalimat

yang

logisataumasuk akal. Supaya efektif, kata-kata dalam sebuah


kalimat tidak boleh menimbulkan makna ambigu (ganda) atau
tidak boleh mengandung dua pengertian.Contoh:
1. Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-57.(salah)
Alasan : Seolah-olah ada 57 negaraRepublik Indonesia.
2. Heri kemerdekaan ke-57 Republik Indonesia. (benar)
3. Kepada Bapak Gubernur waktu dan tempat kami persilahkan.
(salah)
Alasan : Waktu dan tempat tidak mungkin kami persilahkan.
4. BapakGubernur kami persilahkan. (benar)

BEBERAPA KESALAHANDALAM KALIMAT


Beberapa kesalahan yang terjadi dalam kalimat,
diantaranya:
(1) kalimat kontaminasi,
(2) ketidakjelasan unsursubjek dan predikatdalam
kalimat,
(3) gejala pleonasme dalam kalimat.

1. KALIMAT KONTAMINASI
Kalimat kontaminasi atau kalimat rancu adalah kalimat yang kacau
susunannya, namun kekacauan susunan kata dalam kalimat itu sifatnya
khas.Dikatakan khas karenaadanya pembentukan satu kalimat yang
kurang tepat dari dua kalimat yang benar sehingga gagasan kalimatnya
menjadi kabur atau tidak jelas. Contoh:
Melalui kursus ini diharapkan bermanfaat untuk meningkatkan
keterampilan.(salah)
Bagian
pertama
kalimat
di
atasmelalui
kursus
ini;
bagian
keduanyadiharapkan bermanfaat untuk Hubungan bagian pertama dan
kedua tidak cocok.Kalau kita bertanya,Apa yang diharapkan bermanfaat
untuk meningkatkan keterampilan? Jawabnya bukan melaluikursus
ini.Jawaban yang tepat adalah kursus ini. Kalau bagian pertama ingin
dipertahankan
seperti
itu,
maka
bagian
kedua
harus
diubah
menjadi:diharapkan
dapat
ditingkatkan
keterampilan.Mari
kita
kembalipadakalimat pertama yang rancu itu kepada dua buah kalimat
asalnya yang benar.Perhatikan kalimat asal itu.
1. Kursus
ini
diharapkan
bermanfaatuntuk
meningkatkan
keterampilan.(benar)
2. Melalui kursus ini diharapkan dapat ditingkatkan keterampilan.(benar

2.
KETIDAKJELASANUNSURSUBJEKDANPREDI
KAT DALAM KALIMAT
Pada sebagian kalimat yang tidak jelasunsursubjekdan
tidak
memiliki
unsurpredikatakan
membuat
ketidakefektifan
dan
hanya
memiliki
unsur
lain
sepertiobjek,keterangandan Pelengkap.Contoh:
1. Di antara beberapa negara Eropa Barat berupaya
membuat heli antitank untuk menekan biaya
bersama.(tidak jelas unsursubjek)
2. Negara Eropa Barat berupaya membuat heli antitank
untuk menekan biaya bersama. (jelas unsursubjek)
3. Ayah
ke
kantor
jam
tujuh
pagi.(tidak
ada
unsurpredikat)
4. Ayahpergi
ke
kantor
jam
tujuh
pagi.
(ada
unsurpredikat)

3.GEJALA PLEONASME DALAM KALIMAT


Yang dimaksud dengan gejala pleonasmedalam kalimat adalah
penggunaan unsur kata atau bahasa yang berlebihan.
Contoh:
1. Para tamu-tamu mulai datang ke pesta itu. (salah)
2. Para tamu mulai datang ke pesta itu. (benar)
3. Tamu-tamu mulai datang ke pesta itu. (benar)
4. Sejak dari terminal sampai pesawat, Pamella diikuti terus oleh para
wartawan asing (salah)
5. Sejak terminal sampai pesawat, Pamella diikuti terus oleh para
wartawan asing.(benar)
6. Dari terminal sampai pesawat, Pamella diikuti terus oleh para
wartawan asing. (benar)