Anda di halaman 1dari 26

REFERAT

TRANSFUSI DARAH

Disusun oleh :
INEZ SORAYA
1102010130
IVAN NUGRAHA
1102010134

Pembimbing :

dr. Hayati Usman, Sp.An


dr. Dhadi Ginanjar D, Sp.An
dr. Ferra Mayasari, Sp.An

Darah Sebagai Organ

Darah yang semula dikategorikan sebagai


jaringan tubuh, saat ini telah dimasukkan
sebagai suatu organ tubuh terbesar yang
beredar dalam sistem kardiovaskuler.

Peran Darah sebagai Organ

Sel darah
merah
Komponen
Korpuskuler
(seluler)

Sel darah
putih
Trombosit

Komponen
cairan
(plasma)

Air
Protein
plasma +
elektrolit

Peran Penting Darah

1. Sebagai organ transportasi, khususnya pertukaran

O2 dan CO2
2. Sebagai organ pertahanan tubuh (imunologik),
khususnya dalam menahan invasi berbagai jenis
mikroba pathogen dan antigen asing.
3.
Menghentikan
perdarahan
(mekanisme
homeostasis) sebagai upaya untuk mempertahankan
volume darah apabila terjadi kerusakan pada
pembuluh darah .

Definisi

Tranfusi darah adalah suatu rangkain


proses pemindahan darah donor ke dalam
sirkulasi dari resipien sebagai upaya
pengobatan. Bahkan sebagai upaya untuk
menyelamatkan kehidupan.

KLASIFIKASI BERDASARKAN
SUMBER DARAH

Homologous atau allogenic


transfusion
Berasal dari darah orang lain
Autologous transfusion
Berasal dari darah pasien itu sendiri

Tujuan Transfusi Darah


Mengembalikan dan
mempertahankan volume
yang normal peredaran
darah
Menggantikan
Tindakan
kekurangan
terapi
komponen seluler
khusus
atau kimia darah

Memperbai
ki fungsi
homeostas
is

Meningkatka
n oksigenasi
jaringan

Indikasi Transfusi Darah

Untuk mengembalikan dan


mempertahankan suatu volume peredaran
darah yang normal
Untuk mengganti kekurangan komponen
seluler atau kimia darah

Komponen Darah
Selul
er

Darah utuh (whole blood)


Sel Darah Merah pekat (PRC)
Trombosit konsentrat (Concentrate
Platelets)
Granulosis feresis

Nonselul
er

Plasma segar beku (Fresh Frozen


Plasma)
Plasma donor tunggan (Single Donor
Plasma)
Kriopresipitat Faktor Anti Hemophilia
(Cryoprecipitate AHF)

Whole Blood (Darah Utuh)


Diskri
psi

Kandungan : sel darah merah, leukosit,


trombosit, dan plasma.
1 unit 250 ml, 350 ml, 450 ml
WB segar 48 jam, WB baru 6 hari, WB
biasa 35 hari
Hb meningkat 0,90,12 g/dl dan Ht
meningkat 3-4 % post transfusi 450 ml
darah lengkap

Indika
si

Untuk meningkatkan jumlah sel darah


merah dan volume plasma scr bersamaan
Perdarahan akut
Syok Hipovolemik
Bedah mayor dengan perdarhan aktif >
1500 ml/ perdarahan 25-30% volume darah
total
Namun hendaknya bukan menjadi
pilihan utama

Dosis dan
pemberia
n

Tergantung keadaan klinis


pasien
1 unit meningkatkan Hb
sekitar 1 gr/dl atau
hematokrit 3-4%
Pada anak-anak 20
ml/kgBB
Diberikan dalam 4 jam

6 x Hb (Hb normal -Hb pasien) x


BB

PRC (Sel Darah Merah)

Diskrip
si
Indika
si
Tujuan

Berisi SDM terkonsentrasi dg sedikit


plasma
Dari 450-500 whole blood yg disentrifuge
Waktu paruh 30 hr
Dibagi menjadi:
PRC leukosit reduced
PRC washed
PRC frozen
talasemia, anemia aplastik, leukemia dan
anemia karena keganasan lainnya.

Untuk menaikkan Hb pasien tanpa


menaikkan volume darah secara nyata

Dosis
dan
Pember
ian

Untuk Hb 1 gr/dl diperlukan PRC 4


ml/kgBB atau 1 unit dapat menaikkan
kadar hematokrit 3-5 %.
Diberikan selama 2 sampai 4 jam dengan
kecepatan 1-2 mL/menit
Pada neonatus 10-15 ml/kgBB
menaikkan Hb 3 gr/dl

3 x Hb (Hb normal -Hb


pasien) x BB

Platelets (Trombosit Pekat)


Diskri
psi

Kandungan > 5,5 x 1010 platelet/kantong


dan plasma 50 ml.

Indik
asi

Setiap perdarahan spontan atau suatu operasi


besar dengan jumlah trombositnya kurang dari
50.000/mm3
Trombosit < 10.000/mm3 dalam pemeriksaan
24 jam terakhir

Dosis
dan
Pember
ian

Rumus : BB x 1/13 x 0.3


1 kantong meningkatkan platelet 5000100.000/mm3

Fresh Frozen Plasma (FFP)


Diskri
psi

1 kantong 250 ml plasma yg


dibekukan pada suhu -180 selama 6-8
jam
FFP dalam 24 jam mengandung Faktor V
dan VIII

Indik
asi

Perdarahan aktif atau resiko perdarahan


akibat kekurangan beberapa faktor koagulasi
Perdarahan hebat akibat terapi warfarin
Masif transfusi dengan perdarahan
coagulopati
Trombotik trombositopeniapurpura

Dosis
dan
Pember
ian

Ditentukan oleh ukuran pasien dan kondisi


klinis
Bila digunakan untuk memperbaiki
kekurangan faktor koagulasi dipandu test
koagulasi (PT, aPTT)
Dosis 10-20 ml/kgBB (4-6 unit u/ dewasa)

Cryoprecipitated AHF
Diskri
psi

Indik
asi

Mengandung 150 mg fibrinogen, 80 IU


factor VIII:C, factor VIII:vWF, faktor XIII,
fibronectin, dan 5-30 ml plasma

u/ perdarahan karena defisiensi fibrinogen


dan faktor XIII, pasien dengan hemofilia A /
von Willebrands disease

Dosis
dan
Pember
ian

0.5x Hb (Hb normal -Hb pasien) x BB


Kebutuhan fibrinogen 250/
fibrinogen/kantong
1 kantong per 7-10 kgBB meningkatkan
fibrinogen 60-100 mg/dl
1 kantong meningkatkan F VIII 35%

Reaksi Transfusi Hemolitik Akut


Ketidakcocokan golongan darah ABO
(antibodi jenis IgM yang beredar)
Kesalahan dalam mencatat identifikasi
pasien atau unit darah yang akan
diberikan
Gejala klins RTHA

Demam
dengan
atau
tanpa
menggigil, mual, sakit punggung atau
dada, sesak napas, urine berkurang,
hemoglobinuria, dan hipotensi

Reaksi Transfusi Hemolitik Lambat

Adanya antibodi yang beredar yang tidak


dapat dideteksi sebelum transfusi dilakukan
karena titernya rendah
Gejala klinis

Demam, pucat, ikterus, dan kadangkadang hemoglobinuria

Resiko dan Komplikasi


Transfusi
Komplikasi Imunologi
Reaksi Hemolitik
Acute atau Delayed
Reaksi Anafilaksis
Reaksi Febris
Reaksi Transfusi Alergi
TRALI (Transfusion-Related Acute
Lung Injury)
Purpura pasca transfusi

Komplikasi NonImunologi
Overload volume
Infeksi : Hepatitis A-B-C,
HIV, Cytomegalovirus,
Bakteri, parasit (malaria,
toxoplasma)

Reaksi Anafilaksis
Aktivasi komplemen dan mediator kimia
lainnya meningkatkan permeabilitas vaskuler
dan konstriksi otot polos terutama pada
saluran napas yang dapat berakibat fatal.
Gejala dan tanda reaksi anafilaktik biasanya
adalah angioedema, muka merah (flushing),
urtikaria, gawat pernapasan, hipotensi, dan
renjatan.
Manajemen: hentikan transfusi sampai gejala
menghilang selama 30 menit. menghentikan
transfusi dengan segera, tetap infus dengan
NaCl 0,9% atau kristaoid, berikan antihistamin
dan epinefrin, Pemberian dopamin dan
kortikosteroid perlu dipertimbangkan

Infeksi
Infeksi Virus :
Hepatitis A-B-C
90% tentang kasus ini hepatitis C
virus, 10-20% berkembang menjadi
cirrhosis
HIV
Cytomegalovirus

Infeksi Bakteri
Infeksi Parasit :
malaria, chagas disease, toxoplasmosis

DAFTAR PUSTAKA
1. Strauss RG, Transfusi Darah dan Komponen Darah, dalam Nelson Ilmu Kesehatan Anak
(Nelson Textbook of Pediatrics), 1996, Jakarta, EGC, volume 2, Edisi 15, halaman: 1727-1732
2. Latief SA, Suryadi KA, Cachlan MR. Petunjuk Praktis Anestesiologi Edisi Kedua, Jakarta :
Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif FKUI : 2002
3. Ramelan S, Gatot D, Transfusi Darah Pada Bayi dan Anak dalam Pendidikan Kedokteran
berkelanjutan (Continuing Medical Education) Pediatrics Updates, 2005, Jakarta, IDAI cabang
Jakarta, halaman: 21-30
4. Sudarmanto B, Mudrik T, AG Sumantri, Transfusi Darah dan Transplantasi dalam Buku Ajar
Hematologi- Onkologi Anak, 2005, Jakarta, Balai Penerbit IDAI, halaman: 217-225
5. Hoffbrand, A.V. Kapita selekta Hematologi; oleh A.V Hoffbrand dan J.E. Pettit; alih bahasa,
Iyan Darmawan. Ed.2.-Jakarta:EGC 1996.
6. Palang Merah Indonesia. Pelayanan Transfusi Darah, 2002
http://www.palangmerah.org/pelayanan transfusi.asp.
7. Sudoyo AW, Setiohadi B. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi Keempat. Jakarta :
Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. 2006
.8. Gary, R Strange, William R, Steven L, 2002, Pediatric Emergency Medicine, 2 nd edition.
Boston: Mc Graw Hill, halaman: 527-529
9. E. Shannon cooper,1992, Clinic in Laboratory Medicine, Volume 12, Number 4,
Philadelphia: WB Saunders Company, halaman: 655-665
10. Dr. Husein Alatas. Buku Kuliah 1 Ilmu Kesehatan Anak, 1985, Jakarta, Bagian Ilmu
Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, halaman: 473-480

TERIMA KASIH