Anda di halaman 1dari 22

Audit Kecurangan dan Tindakan Ilegal

Nama Kelompok:

Steven Christian (3203014093)


Achmad Chalili
(3203014164)
Samuel
(3203014266)
Rolan
(3203014306)

3. Korupsi
Dengan kata lain, mereka beralasan bahwa tindakan
kecurangan yang mereka lakukan benar:

. Semua orang melakukannya, jadi saya tidak berbeda.


. Mengambil uang dari kas hanya sementara meminjam".

Uang akan dikembalikan ketika menang berjudi/ bertaruh.

. Atasan membayar saya lebih rendah jadi saya berhak


menerima tunjangan ini sebagai kompensasi maka
perusahaan bisa memberikannya.

. Kenyataannya saya tidak menyakiti orang, itu adalah untuk


tujuan baik.

. Ini bukanlah masalah serius.

Prinsip-prinsip Utama untuk Mengelola Risiko


Kecurangan
Panduan kecurangan menekankan betapa
pentingnya bagi organisasi untuk membangun
usaha yang ketat dan berkelanjutan untuk
melindungi diri dari tindakan kecurangan. Ini
diuraikan dalam lima prinsip inti yang terangkum
pada exhibit 8-8 yang menyarankan organisasi
untuk mengikutinya.
1. Risiko Kecurangan Tata Kelola (Prinsip 1)
2. Penilaian Risiko Kecurangan (Prinsip 2)
3. Pencegahan Kecurangan (Prinsip 3)
4. Deteksi Kecurangan (Prinsip 4)
5. Kecurangan Pelaporan, Penyelidikan, dan
Resolusi

TATA KELOLA ATAS PROGRAM MANAJEMEN RESIKO


KECURANGAN
Praktek-praktek tata kelola dewan yang kuat, termasuk:
Kepemilikan agenda dewan dan arus informasi.
Akses ke beberapa lapisan manajemen dan efektif
mengendalikan Whistleblower hotline.
Proses nominasi independen.
Efektif tim manajemen senior.. evaluasi, kinerja,
manajemen, kompensasi, dan perencanaan penggantian.
Kode Etik spesifik untuk manajemen senior, selain kode
etik organisasi.
Penekanan kuat pada efektivitas kemandirian dewan dan
proses melalui evaluasi dewan, sesi pertemuan eksekutif
dan partisipasi aktif dalam pengawasan strategis dan
upaya peringanan risiko.

Penilaian Risiko Kecurangan


Langkah-langkah penting dalam proses penilaian
risiko kecurangan:
1. Identifikasi risiko kecurangan bawaan,
2. Penilaian terhadap dampak dan kemungkinan
dari risiko yang teridentifikasi.
3. Pengembangan tanggapan terhadap risiko
yang memiliki dampak yang tinggi dan
kemungkinan untuk menghasilkan hasil yang
diluar toleransi manajemen.

Peran dan tanggung jawab

Dewan Direksi
Manajamen
Karyawan
Fungsi Audit Internal

Komponen dari Program Manajemen Resiko Kecurangan

Biasanya program-program terpadu yang sukses memiliki komponen


kunci tertentu.
Komitmen dewan dan senior manajemen.
Kegiatan kesadaran kecurangan yang membantu karyawan
memahami tujuan, persyaratan, dan tanggung jawab dari program,
Proses penegasan yang memerlukan karyawan untuk menegaskan
secara berkala.
Sebuah konflik pengungkapan protokol atau proses yang
membantu karyawan diri mengungkapkan potensi atau konflik
sebenarnya.
Penilaian resiko kecurangan, yang membantu untuk
mengidentifikasi semua skenario wajar kecurangan
Proses penyelidikan yang menjamin semua hal menjalani
penyelidikan yang tepat waktu dan menyeluruh, yang sesuai,
Proses evaluasi dan perbaikan untuk memberikan jaminan mutu
bahwa program akan terus memenuhi tujuan,
Pengawasan untuk memastikan program ecara konsisten
beroperasi seperti yang dirancang.

Penilaian risiko biasanya mencakup


Personil Akuntansi dan Keuangan

Personil Bisnis Nonkeuangan


Personil Hukum dan Kepatuhan
Personil Manajemen Risiko.
Auditor Internal
Pihak Internal atau Eksternal Iain

entifikasi Risiko
ecurangan

Elemen-elemen yang harus dipertimbangkan ketika melakukan


skenario brainstorming risiko kecurangan:
Insentif, tekanan, dan kesempatan
Risiko manajemen mengesampingkan pengendalian
Populasi risiko kecurangan
Kecurangan dalam pelaporan keuangan
Penyalahgunaan asset
Korupsi
Risiko kecurangan Iain

nilaian Dampak dan


emungkinan Risiko
ecurangan
Poin-poin yang harus dipertimbangkan ketika menilai risiko kecurangan:
*Dampak (Impact)
Mempertimbangkan semua kemungkinan hasil dari skenario risiko
kecuranagan, bukan hanya laporan keuangan atau dampak moneter.

*Kemungkinan (Likelihood)
Penilaian mengenai probabilitas atau frekuensi skenario kecurangan yang
sebagian telah dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, seperti kejadian
sebelumnya dalam skenario organisasi atau organisasi dalam industri
yang sama atau lokasi geografisnya.

Pencegahan Kecurangan
Fraud Guide menguraikan elemen-elemen umum yang dapat memainkan
peran penting dalam mencegah kecurangan:
1. Melakukan investigasi latar belakang
2. Memberikan pelatihan anti fraud
3. Mengevaluasi kinerja dan kompensasi program
4. Melakukan wawancara keluar
5. Batas kewenagan
6. Transaksi tingkat prosedur

eteksi
ecurangan
Whistleblower hotlines
Proses control
Prosedur proaktif deteksi
kecurangan

INVESTIGASI KECURANGAN DAN


TINDAKAN PERBAIKAN
Mendeteksi suatu kejadian kecurangan adalah suatu hal yang penting. Kecurangan
dapat diamankan oleh sistem hukum dan penanganan didalam organisasi (internal
control). Kemudian yang perlu dilakukan adalah mengetahui fakta dan keadaan
sekitar kecurangan tersebut.
Beberapa langkah guna terlaksananya tahapan tersebut yaitu:
Receiving the Allegation (Menerima Tuduhan)
Evaluating the Allegation (Mengevaluasi Tuduhan)
Establishing Investigation Protocols (Membangun Investigasi Protokol)
Determining Appropriate Actions (Menentukan Tindakan Yang Tepat)

Receiving the allegation (menerima tuduhan)


Sistem penyelidikan dan respon haruslah mencakup hal-hal sebagai berikut
1. Mengkategorikan masalah
2. Mengkonfirmasi kebenaran dari tuduhan
3. Menetapkan tingkat keparahan tuduhan
4. Meningkatkan masalah atau penyelidikan pada saat yang tepat
5. Mengacu pada persoalan di luar program
6. Melakukan penyelidikan dan pencarian fakta
7. Memutuskan dan menutup sebuah penyelidikan
8. Mendaftar tipe informasi yang harus dirahasiakan
9. Menentukan bagaimana investigasi akan didokumentasikan
10. Mengelola dan memelihara dokumen dan informasi

Evaluating the Allegation (evaluasi dari


sebuah tuduhan)
Suatu tahapan eveluasi hendaknya melibatkan pertanyaan
pertanyaan berikut:
Apakah tuduhan tersebut memerlukan penyelidikan formal atau informasi yang
ada sekarang sudah cukup untuk dapat menarik suatu kesimpulan?
Siapakah yang akan memimpin sebuah penyelidikan ?
Apakah dibutuhkan keahlian khusus atau peralatan tertentu untuk melakukan
penyelidikan tersebut?
Hal hal apa sajakah yang perlu untuk diberitahukan dan kapan hal tersebut
dilakukan?

Membangun Protokol
Investigasi
Fraud Guide menyatakan bahwa faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam
mengembangkan rencana penyelidikan meliputi:

Ketepatan waktu

Pemberitahuan

Kerahasiaan

Hak hukum

Kepatuhan

Mengamankan bukti

Objektivitas

Hasil

Dari kesimpulan yang ada maka dibuat sebuah laporan yang akan disiapkan dan
diberikan pada mereka yang akan menangani kasus tersebut sehingga mereka
dapat mengevaluasi tindakan yang perlu diambil.

Menentukan Tindakan yang Tepat

Langkah terakhir adalah menentukan tindakan yang


tepat berdasarkan hasil penyelidikan. Kemungkinan
tindakan meliputi :
Tindakan

hukum, entah itu pidana atau perdata

Tindakan

pendisiplinan, seperti peringatan, penurunan


pangkat, ataupun pemberhentian kerja

Klaim

asuransi jika kerugian yang dialami dilindungi


oleh polis asuransi

Mendesain

ulang atau menguatkan proses dan kontrol

Pemahaman tentang Pelaku Kecurangan

Sebuah organisasi harus memiliki individu yang kompeten dalam


posisi pengontrol yang cukup dalam merancang sistem
pengendalian internal yang akan dioperasikan secara efektif.

Namun, mengingat bahwa kecurangan melibatkan niat untuk


bertindak dengan cara yang berbeda daripada biasanya maka
ada unsur lain harus dipertimbangkan:
Bagaimana

orang-orang melakukan hal yang tidak etis

Auditor

internal harus memiliki skeptisme profesional dan


tidak menganggap orang tersebut akan "melakukan
perbuatan yang benar

Cara

lain adalah auditor internal harus dapat "berpikir seperti


penjahat untuk menangkap penjahat

Bendera merah dapat sebagai sinyal dari individu yang rentan


untuk melakukan penipuan akan membantu audit internal
mengerti kapan resiko kecurangan meningkat. Bendera merah
tersebut mencakup individu yang:
1.

Memperlihatkan gaya hidup yang melebihi dari kemampuan


yang dimiliki.

2.

Memiliki masalah dalam hal keuangan yang ekstrim dan


memiliki banyak hutang.

3.

Memiliki kecenderungan untuk menghabiskan uang.

4.

Menderita depresi atau masalah emosional lainnya.

5.

Memiliki keinginan untuk melakukan judi.

6.

Memiliki keinginan untuk punya status, dan percaya bahwa


uang dapat membeli status itu.

Implikasi bagi Auditor Internal dan lainnya

Auditor internal memiliki peran penting dalam


manajemen resiko dalam kejadian kecurangan. Terdapat
standar yang dapat digunakan oleh auditor internal yaitu
sebagai berikut:
Standar

1210.A2

Standar

1220

Standar

2060

Standar

2120

Skeptisme Profesional, Putusan Profesional, dan


Teknologi Forensik
Ketika menilai risiko kecurangan, auditor internal harus
menunjukkan skeptisme profesional yang tinggi, yaitu kemampuan
untuk secara kritis mengevaluasi bukti dan informasi yang
tersedia.
Auditor internal yang berpengalaman memiliki kemampuan yang
lebih baik untuk "menghubungkan titik-titik" dan merekonstruksi
seluruh informasi dan bukti.
Penyelidikan forensik dan pemeriksaan kecurangan di masa depan
akan sangat bergantung pada forensik komputer, pencitraan data
komputer, penemuan bukti elektronik dan analisis data.

Mengkomunikasikan Hasil Audit


Kecurangan
Auditor internal harus mengkomunikasikan secara sistematis, dengan
cara yang terorganisir untuk meningkatkan kejelasan dan pemahaman,
yang biasanya meliputi:

Penjelasan singkat, yang didalamnya berisi pernyataan yang jelas


tentang isu (kecurangan)

Sebuah kutipan dari kebijakan yang relevan, aturan, standar, hukum,


dan peraturan yang berlaku yang dapat digunakan untuk
menganalisa kecurangan

Analisis bukti yang terkumpul untuk mendukung pendapat


profesional

Kesimpulan, yaitu temuan dan rekomendasi