Anda di halaman 1dari 36

PENYEBARAN ABSES KE

JARINGAN IKAT LONGGAR,


JARINGAN KERAS DAN
SPASIUM
Iqi Siti Rizkiah
130112150533
Preseptor: Dian Ariani., drg

ABSES
Definisi :
Abses merupakan rongga patologis yang berisi pus yang disebabkan
oleh infeksi bakteri campuran.
Dental abses artinya abses yang terbentuk didalam jaringan periapikal
atau periodontal karena infeksi gigi atau perluasan dari gangren pulpa.
Etiologi:
Bakteri menginfeksi gigi melalui dental karies
Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans
Penyebaran abses tergantung kepada :
Jumlah dan virulensi bakteri
Daya tahan tubuh
Anatomi jaringan yang terlibat

PENYEBARAN ABSES
Inflamasi dapat menyebar dari lesi awalnya,melalui:
1. Kontinuitas ruang dan bidang jaringan (direk)
2. Sistem limfatik (limfogen)
3. Melalui sirkulasi darah (hematogen)

Patogenesis(etiology):
Staphylococcus aureus dalam proses ini memiliki
disebut koagulase yang fungsinya untuk mendeposisi fibrin.

enzim

aktif

yang

Sedangkan Streptococcus mutans memiliki 3 enzim utama yang berperan dalam


penyebaran infeksi gigi, yaitu streptokinase, streptodornase, dan hyaluronidase.

Abses periapikal

Abses periosteal
Abses
periapikal

Terbatasi
tulang
alveolar

intraalveola
r abscess

(if crossed)
subperioste
um &
periosteum

PATHOGENESIS
Abses
periapikal

Abses
subperioste
al

Abses
periosteal

Jaringan
keras
Osteomyeliti
s

Jaringan ikat
longgar
(selulitis)
Jaringan
lunak
(mukosa)

Gingival
abcess

spasium

Submandibu
la

Sublingual

Submucous
vestibular
abcess

Submental

Fossa
canina

Submucous
palatal
abcess

Bukal

Subcutaneo
us abcess

ABSES PERIAPIKAL
Kumpulan pus yang terlokalisir di dalam tulang
alveolar pada daerah apex dari akar gigi akibat
kematian jaringan pulpa dimana infeksi meluas
melalui jaringan apikal.
Manifestasi :
Gigi sakit berdenyut spontan, sakit saat
mengunyah, bengkak (-), demam(-/+),
lympadenopati
Tanda klinis : Karies (+), perkusi (+), tekanan (+),
Palpasi (+), mobilisasi (+/-)
Tatalaksana : drainase root canal
insisi: fluktuasi +
- eliminasi fokus infeksi
ii-Antibiotik

ABSES PERIOSTEAL
Kumpulan pus yang terlokalisasi di dalam
jaringan
periosteum
(lapisan
tipis
yang
tervaskularisasi dengan baik, yang melapisi tulang)
Gejala :
1.Rasa sakit yang hebat (karena pada periosteum
banyak mengandung saraf), terasa hangat pada
regio yang terlibat
2.Demam
3.Bengkak diffuse (+), palpasi, tekanan, perkusi (+)
4.Komplikasi : dalam sehari bisa terjadi abses
subperiosteal

ABSES SUBPERIOSTEAL
Kumpulan
pus
yang
terlokalisasi
di
dalam
jaringan
subperiosteum (lapisan antara kortex tulang dengan lapisan
periosteal)

Penyebaran abses intraalveolar pus perforasi pada tulang


dan menjadi tetap dibawah periosteum

(A) Abses intraalveolar (B) Abses subperiosteal

PILIHAN ANTIBIOTIK
Antimicrobials

Adult Dosage

Pediatric Dosage

Narrow-spectrum agents
Penicillin VK

250 500 mg q6h

50 mg /kg q8h

Amoxicillin

500 mg q8h

15 mg / kg q8h

Erythromycin

250 mg q6h

10 mg / kg q16h

Azithromycin

10 mg / kg / d x 1d,
500 mg x 1d, then
then 5 mg / kg / d
250 or 500 mg q 24h
q24h x 4d

Doxycycline

100 mg q12h

1 2 mg / kg q12h x
1d, then 1 2 mg / kg
q 24h

Broad-spectrum agents
Clindamycin

150 300 mg q8h

10 mg / kg q8h

Amoxicillin /
clavulanate

875 mg q12h

45 mg /kg q12h

Metronidazole plus 1
of the following:

250 mg q6h or 500 7.5 mg / kg q6h or 15


mg q12h
mg / kg q12h

Penicillin VK

250 500 mg q6h

50 mg /kg

SPACIUM

Submandibular
abscess
Sublingual
abscess
Submental
abscess
Fossa canina
abscess
Buccal abscess

SELULITIS FASIALIS
Selulitis : penyebaran oedematus dari
inflamasi akut pada permukaan jaringan lunak
dan bersifat difus
Spasia fasialis adalah suatu area yang
tersusun atas lapisan-lapisan fasia di daerah
kepala dan leher berupa jaringan ikat yang
membungkus otot-otot dan berpotensi untuk
terserang infeksi serta dapat ditembus oleh
eksudat purulen (Peterson, 2002).

SELULITIS FASIALIS
Gejala lokal antara lain :
-pembengkakkan mengenai jaringan lunak/ikat longgar
-sakit, panas dan kemerahan pada daerah pembengkakkan
- pembengkakan disebabkan oedem, infiltrasi selulars dan
kadang karena adanya pus, pembengkakkan difus
-konsistensi kenyal keras seperti papan, kadang-kadang disertai
trismus dan kadang-kadang dasar mulut dan lidah terangkat.

PHLEGMON
selulitis difus yang mengenai spasia sublingual, submental dan
submandibular bilateral, kadang-kadang sampai mengenai spasia
pharingeal (Berini, Bresco & Gray, 1999 ; Topazian, 2002).

Etiologi :
- infeksi primer gigi molar kedua dan ketiga bawah
- penyebab lainnya: sialodenitis kelenjar submandibula, fraktur
mandibula compund, laserasi mukosa lunak mulut, luka yang
menusuk dasar mulut dan infeksi sekunder dari keganasan oral.

PHLEGMON :
MANIFESTASI KLINIS
Gejala klinis umum : malaise, lemah, lesu, malnutrisi,
dan dalam kasus yang parah dapat menyebabkan
stridor atau kesulitan bernapas.
Gejala klinis ekstra oral : eritema, pembengkakan,
perabaan yang keras seperti papan (board-like) serta
peninggian suhu pada leher dan jaringan ruang
submandibula-sublingual yang terinfeksi; disfonia (hot
potato voice) akibat edema pada organ vokal.
Gejala klinis intra oral : pembengkakkan, nyeri dan
peninggian
lidah;
nyeri
menelan
(disfagia);
hipersalivasi (drooling); kesulitan dalam artikulasi
bicara (disarthria).

PHLEGMON
Brawny edema sublingual and
submandible spaces, submental
space swollen
Sublingual space > woody
tongue (lidah terangkat, protrusi,
dan pembesaran pada bagian
posterior)
Submandibular space > bull
neck (pembesaran dan
tenderness leher diatas tulang
hyoid)

PHLEGMON :
TATALAKSANA
Menjaga patensi jalan napas : Trakeostomi
Terapi antibiotik secara progesif, dibutuhkan untuk
mengobati dan membatasi penyebaran infeksi.
Penicillin G dosis tinggi (2-4 juta unit IV terbagi setiap 4 jam) +/Metronidazole
Clindamycin
Metronidazole
Amoxicillin/ clavulinic acid
dekompresi ruang submandibular, sublingual, dan
submental (insisi dan drainage)
Nutrisi yang cukup (hidrasi NaCL)

SUBMANDIBULAR ABCESS
Klinis: Pembengkakan ekstraoral hiperemi di
sekitar sudut mandibula (angulus mandible
tidak teraba)

Asal infeksi:
Infeksi pada spatium ini
dapat berasal dari
abses dentoalveolar,
abses periodontal, dan
perikoronitis
Fluktuasi, bila (+) :
insisi
() : open boor
Terapi: antibiotik,

SUBLINGUAL ABCESS
Klinis:
pembengkakan intraoral hiperemis di dasar
mulut (lidah terangkat/miring ke arah yang sehat)
Nyeri, susah berbicara

Asal infeksi:
Premolar, Molar 1
Fluktuasi, bila (+) :
aspirasi intraoral
Terapi: antibiotik, analgesik

SUBMENTAL ABCESS
Klinis:
pembengkakan ekstraoral di bawah dagu,
eritema, nyeri, dysphagia, sulit berbicara
Asal infeksi:
gigi insisor mandibula
(direct)
submandibular space
(indirect)
Fluktuasi, bila (+) : insisi
() : open boor
antibiotik, analgesik

CANINE FOSSA ABCESS


Klinis:
Pembengkakan hiperemis di daerah maksila
(nasolabial menghilang, sembab dibawah mata)

Nyeri tekan (+)

Asal infeksi:
gigi caninus maksila
Fluktuasi(-)
Terapi: open boor, antibiotik,
analgesik, ekstraksi gigi
penyebab

BUCCAL ABCESS
Klinis:
Pembengkakan di daerah pipi (cembung
seperti kubah)
Nyeri, trismus ringan
Asal infeksi:
gigi posterior maksila dan
mandibula
Fluktuasi (-)
Terapi: open boor, antibiotik,
analgesik, ekstraksi gigi
penyebab

PHLEGMON (LUDWIG
ANGINA)

Penyebaran abses dan infeksi pada spasium


submandibular, sublingual, submental bilateral.
Etiologi: infeksi odontogenik, poor oral
hygiene, riwayat cabut gigi (biasanya lower
second dan third molars).
Gejala klinis:
dysphagia
odynophagia
"woody" edema di bagian sublingual
Pengangkatan lidah potensi gangguan salur nafas
demam
dysarthria
drooling

Terapi

JARINGAN KERAS

Osteomyelitis

OSTEOMYELITIS
Peradangan pada dalam ruang medula atau permukaan
korteks tulang yang menyebar dari lokasi awal, biasanya
karena infeksi bakteri.
Etiologi : komplikasi dari infeksi odontogenik; fraktur mandible
Manifestasi Klinis:
Muka bengkak (ekstraoral), sakit hebat lokalisasi,
demam dan malaise, multiple gigi mobile (goyang),
gingival bengkak dan pus keluar, fraktur spontan di
rahang, multiple fistule
Terkena mandibula : sakit sampai telinga, paresthesia
bibir
Fluktuasi (-), perkusi (+), Trismus

OSTEOMYELITIS
Terapi
Akut osteomielitis
Hospitalisasi
IV antibiotik dosis tinggi (penicilin, clindamycin,
cephalosporin, metronidazole)
Identifikasi kuman (biasanya steptococci / anaerob)
Drainage, debridement
Sequestrectomy
Kronis Osteomyelitis : antibiotik sampai 6 bulan,
sequestrectomy

JARINGAN IKAT
LONGGAR
JARINGAN LUNAK

Gingival abscess
Submucosal platal
abscess
Submucosal
vestibular abscess
Subcutan abscess

PERBEDAAN SELULITIS DENGAN ABSES


Perbedaan

Selulitis

Abses

Durasi

3-7 hari

>5 hari

Fluktuasi

Indurasi

Kuman

Aerob dan
Anaerob

Anaerob

Lokasi

Difus

Terlokalisi

Nyeri

Hebat, akut, difus

Sedang,
akut/kronik, lokal

Pus

Drainase

Tidak bisa

Bisa

Antibiotik

Segera diberikan

Setelah drainase

Kegawatan

+++ (cepat
menyebar)

GINGIVAL ABCESS
Merupakan suatu benjolan akibat infeksi yang
terjadi pada gusi (gingiva).
Terjadi karena faktor iritasi, seperti plak,
kalkulus, invasi bakteri, impaksi makanan atau
trauma jaringan, atau gigi yang akan tumbuh.
Klinis:

Nyeri tergantung
Mobility (+)
Fluktuasi (+)
Perkusi (+)
Tekanan (+)
Palpasi (+)

SUBMUCOSAL PALATAL ABCESS


Benjolan karena akumulasi abses di bawah
mukosa palatal
Klinis:
Bengkak
Fluktuasi (+)
Terapi:
Insisi (drainase)
antibiotik, analgesik
ekstraksi gigi penyebab

SUBMUCOSAL VESTIBULAR
ABCESS
Benjolan karena akumulasi abses di bawah
mukosa vestibular
Klinis:
Bengkak
Suhu meningkat
Sakit
Fluktuasi (+)
Terapi:
insisi
antibiotik, analgesik
ekstraksi gigi penyebab

SUBCUTAN ABSCESS
Bengkak hiperemis karena terdapat abses pada
ruang antara fasia superfisialis dan kulit wajah
(daerah puncak nekrosis kehitaman)
Gejala klinis :
Fluktuasi (+)
Palpasi (+)
Terapi:
- insisi
- antibiotik
- analgesik
- ekstraksi gigi penyebab

TERIMA KASIH