Anda di halaman 1dari 46

Tulang dan

TULANG RAWAN

Tim histologi veteriner


2015

Tulang rawan ditandai dengan suatu matriks


ekstrasel yang banyak mengandung
glikosaminoglikan dan proteoglikan, yaitu
makromolekul yang berinteraksi dengan
serat kolagen dan elastin.
Variasi komposisi komponen matriks
menghasilkan 3 jenis tulang rawan.
Tulang rawan merupakan bentuk khusus
jaringan ikat dengan konsistensi matriks
ekstrasel yang keras sehingga
memungkinkan jaringan ini menahan stres
mekanik tanpa terbentuknya distorsi yang
permanen.

TulangRawan

Jaringan penunjang yang liat dan lentur.


Bahan dasar yang kental dan bening:
Kompleks protein khondromukoid,
Asam khondroinsulfat,
Asam hialuronat

Fungsinya:
Menyangga jaringan lunak serta alat
dalam
Peredam benturan dan daerah
pergeseran bagi sendi
Memudahkan pergerakan tulang
Penting untuk perkembangan dan
pertumbuhan tulang-tulang panjang,
baik sebelum maupun sesudah lahir.

Sel tulang rawan disebut khondrosit.


Berada dalam lacuna (celah) dengan
dinding menebal (kapsul).
Di bagian pinggiran berbentuk elips,
makin kedalam jadi bundar dan
berkelompok
Kondrosit berfungsi mensintesis dan
mempertahankan matriks yang
mengandung serabut kolagen, serabut
elastis, dan serabut fibrosa

Matriks jaringan tulang rawan terdiri


atas kondrin, yaitu zat jernih seperti
kanji yang terbuat dari
mukopolisakarida dan fosfat
Kondrin dihasilkan oleh sel
kondroblast yang terletak pada
lakuna
Tulang rawan selalu terbungkus oleh
membran perikondrium karena
masih bersifat lunak

Perikondrium

Semua tulang rawan hialin ditutupi


selapis jaringan ikat padat
perikondrium penting untuk
pertumbuhan dan ketahanan
tulang rawan kecuali tulang rawan
sendi
Perikhondrium kaya akan kolagen
dan mengandung banyak fibroblas.
ada banyak sel yang menyerupai
fibroblas, tetapi sel ini adalah
khondroblas (sel tulang rawan

Kondrosit

Di perifer tulang rawan hialin,


kondrosit muda memiliki
bentuk panjang lonjong,
dengan sumbu panjangnya
yang paralel terhadap
permukaan
Lebih ke dalam, sel-sel ini
menjadi bulat dan terdapat
dalam kelompok yang
beranggotakan 2-8 sel akibat

Tulang rawan hialin


Mengandung serabut
kolagen yang halus
Berwarna putih
kebiru-biruan dan
tembus cahaya
Terdapat di ujung
tulang keras,
persendian dan
saluran pernapasa n
Berfungsi membantu
pergerakan
persendian

Tulang rawan elastis


Mengandung
serabut elastis yang
padat dan kasar
Berwarna gelap dan
keruh
Terdapat pada ruas
tulang belakang,
persendian
Berfungsi untuk
menyongkong dan
melindungi bagian
di dalamnya

Tulang rawan fibrosa


Mengandung
serabut elastis dan
serrabut kolagen
Berwarna keruh
kekuning-kuningan
Kartilago ini lebih
mudah pulih dari
yang lainnya
Terdapat di daun
telinga
Berfungsi memberi
fleksibilitas

Pembentukan tulang rawan


Terjadi 2 cara :
1. Pertumbuhan Interstitial (endogen),
Terjadi pada fase awal pembentukan
kartilago dengan tujuan meningkatkan
masa jaringan dengan memperbabyak
matriks kartilago dari dalam.
2. Pertumbuhan apposisional
(eksogen),terjadi karena diferensiasi selsel perikondrium (sel-mesenkim)

KARTILAGO HIALIN

fibroblast
perichondrium

Chondrosit

Sel Isogen
(>1 sel dalam
1 lacuna)

Chondroblast

Matrix
ekstraseluler
metachromatic

KARTILAGO ELASTIS

Perikhondrium

KARTILAGO FIBROSA

Lokasi anulus fibrosus diskus intervertebrae, simphisis


pubis, cartilago articularis, perlekatan tendo terutama
tendo-tendo besar.

Makroskopis putih tidak transparan, padat dan kaku

Mikroskopis:
Khondrosit dalam lakuna
Matriks penuh dengan anyaman padat serabut kolagen
sehingga lacuna dan isinya terdesak
Mirip jaringan ikat fibrosa padat
Batas dengan perikhondrium tidak jelas

KARTILAGO FIBROSA

PERICHONDRIUM

Struktur:
o Lapisan Fibrosa:
Jaringan padat fibrosa
Banyak mengandung serat kolagen
o Lapisan khondrogenik:
Mengandung fibroblas
Miripi jaringan kartilago pada kartilago muda
Fibroblas bisa berubah menjadi khondroblas
Lokasi:
Pada permukaan kartilago kecuali di permukaan di daerah
pesendian
Fungsi:
Melindungi kartilago
Nutrisi kartilago
Pertumbuhan aposisi (lapisan khondrogenik)

Pembentukan tulang rawan


Terjadi 2 cara :
1. Pertumbuhan Interstitial (endogen),
Terjadi pada fase awal pembentukan
kartilago dengan tujuan meningkatkan
masa jaringan dengan memperbabyak
matriks kartilago dari dalam.
2. Pertumbuhan apposisional
(eksogen),terjadi karena diferensiasi selsel perikondrium (sel-mesenkim)

PERUBAHAN PADA JARINGAN


KARTILAGO

PERTUMBUHAN
Aposisi fibroblas lapisan khondrogenik
perikhondrium berubah menjadi khondrosit
Interstitial khondrosit membelah diri
REGENERASI
Pada mamalia tidak terjadi

Pembentukan tulang rawan


Terjadi 2 cara :
1. Pertumbuhan Interstitial (endogen),
Terjadi pada fase awal pembentukan
kartilago dengan tujuan meningkatkan
masa jaringan dengan memperbabyak
matriks kartilago dari dalam.
2. Pertumbuhan apposisional
(eksogen),terjadi karena diferensiasi selsel perikondrium (sel-mesenkim)

PERUBAHAN PADA JARINGAN


KARTILAGO

PERTUMBUHAN
Aposisi fibroblas lapisan khondrogenik
perikhondrium berubah menjadi khondrosit
Interstitial khondrosit membelah diri
REGENERASI
Pada mamalia tidak terjadi

TULANG

Makroskopis keras, padat dan kaku, terdiri dari:


Substansia compacta
Substansia spongiosa

Mikroskopis:
Diselubungi periosteum dan endosteum
Jaringan tulang primer serat kolagen belum
teratur
Jaringan tulang sekunder serat kolagen teratur
Komponen jaringan tulang sel, serat kolagen,
matriks yang mengalami pengapuran dan vaskuler

Pertumbuhan tulang rawan

OSTEON (TULANG)

Komponen tulang

Matriks:
Anorganik: garam-garam terutama Ca
(99% Ca tubuh) dan Fosfat
Organik: protein, glikosamin
Serat: serat kolagen memadatkan
kandungan tulang
Sel:
Osteosit
Osteoblas
Osteoklas

Sel-selTulang

Osteosit
Sel tulang dewasa
Osteoblas
Sel tulang dewasa (sel induk tulang)
Untuk sintesa kandungan tulang
Osteoklas
Sel raksasa, berasal dari transformasi
makrofag
Guna: resorpsi bahan tulang dan debris
Menghasilkan enzim penghancur serat

TULANG
Fungsinya :
Sebagai penunjang serta pelindung
utama tubuh
Merupakan tempat bagi sumsum
tulang
Gudang kalsium dan ion anorganik
lain dan secara aktif ikut
mempertahankan homeostasis
kalsium dalam tubuh

Tulang

Jaringan tulang merupakan


komponen sistem kerangka tubuh,
tersusun oleh :
Komponen sel yaitu : osteosit,
osteoblas dan osteoklas
Komponen matriks / substansia
interselularis

JARINGAN TULANG SEKUNDER

MIKROSKOPIS TULANG

SEDIAAN
SEDIAAN
GOSOK
GOSOK

OSTEOS
OSTEOS
IT
IT

STRUKTUR TULANG SEKUNDER

Pada tulang panjang, osteon tersusun memanjang

Ditengah osteon terdapat Canal Havers

Lamela Havers mengelilingi Canal Havers secara


konsentris

Osteon ditembus oleh Canalis Volkmann

Lamela yang tidak mengelilingi Canal Havers:


Lamela circumferentialis externa dibawah
periosteum
Lamela circumferentialis interna dekat rongga
sumsum tulang
Lamela interstitialis tidak tersusun konsentris

OSTEON

Osteohistogenesis
pertumbuhan & perkembangan tulang

Osteogenesis membranacea
Osteogenesis cartilaginea:
a. Ossifikasi perichondralis
b. Ossifikasi endochondralis

Osteogenesis
membranacea

Jaringan tulang langsung dibentuk dari


jaringan ikat mesenchym
fibroblas mesenchym berkembang
menjadi oseteoblas yang menghasilkan
osteocolagen yang segera ditimbun
garam-garam yang berasal dari
pembuluh darah. Sel terkurung dalam
lakuna

Osteogenesis cartilaginea:

Tidak langsung terjadi dari jaringan ikat


mesenchym melainkan melalui tahap
jaringan kartilago. Fibroblas mesenchym
berubah menjadi chondroblas yang
menghasilkan matrik cartilago.
Chondrosit terkurung dalam lakuna
cartilagenia.

PERUBAHAN STRUKTUR JARINGAN


TULANG

Perubahan terjadi setelah terbentuk jaringan tulang primer


dan sistem Havers primitif

Berlangsung sepanjang umur

Perubahan dimulai dari pembentukan rongga-rongga oleh


osteoklas

Apabila rongga telah membesar dimulai osteogenesis


dengan meletakkan sel-sel osteoprogenitor yang berubah
menjadi osteoblas

Osteoblas mengahsilkan matriks osteoid yang akan


dikalsifikasi

Osteogenesis dimulai sekeliling pembuluh darah


membentuk lembar demi lembar sehingga rongga yang
semula besar semakin sempit

Akhirnya terbentuk sistem Havers baru

Sistem Havers lama yang tidak erosi menjadi lamela

Kelp 1 kelas D

Perbedaan lps fibrosa dan lapisan


khondrogenik.
Tl rawan hialin dan elastin kemiripannya.
Tl pinggul apakah tlg rawan
Bgmn sel tulang mengalami pengapuran

Kelp2 kelas c

Kenapa pada anak2 sulit mengalami


regenerasi
Sumsum tulang aadakah sel
menghasilkan sel darah.
Kenapa tl bisa lentur

Kelp. 1 kelas 1

Gambaran histologi tl rawan


jelaskantaufik
Tlg kompakta, btknya bgmn (I
amir,borgo, bangun)
Bgmn osteon
Lamela apa saja dan apa fungsinya.