Anda di halaman 1dari 12

METODOLOGI

KEPERAWATAN
EVALUASI

KELOMPOK 4 :

Eka Nailatul Wafiroh


(P27820114004)
Nurike Dwi P
(P27820114009)
Nofita Wati
(P27820114013)
Amalia Firdausy Putri
(P27820114015)

Asuhan Keperawatan
Pengkajian
A. 11 Pola Fungsional Gordon
1. Pola Persepsi Manajemen Kesehatan
Ds : Keluarga mengatakan kesehatan merupakan hal yang
penting, jika ada keluarga yang sakit maka akan segera
dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat.
Do : Klien mandi 1 kali sehari dan tidak dapat melakukan
cuci tangan dengan benar.
2. Pola Nutrisi Metabolik
Ds : Keluarga mengatakan biasanya klien tidak mau
makan.
Do : Klien mengalami penurunan berat badan, dan pasien
tidak nafsu makan, makan hanya 3 sendok, tapi sebelum
sakit diare mau menghabiskan 1 porsi makan, dan
minumnya tidak terlalu banyak.

Lanjutan ...
3. Pola Eliminasi
Ds : Klien BAB lebih dari 4 kali sehari, dan BAK jarang.
Do : BAK
:5x/hari
BAB
:5x/hari warna kuning kehijauan
bercampur lendir
4. Pola Latihan dan Aktivitas
Ds : Pasien merasa lemah dan mengeluh kesakitan.
Do : Klien mengalami gangguan aktivitas karena
kondisi tubuh yang lemah dan adanya nyeri akibat
distensi abdomen, aktivitas klien dibantu keluarga/
orang lain.
5. Pola Istirahat dan Tidur
Ds : Pasien sering mengeluh tentang sulit untuk tidur
Do : Klien mengalami gangguan istirahat dan tidur
karena adanya distensi abdomen yang akan
menimbulkan rasa tidak nyaman.

Lanjutan ...

6. Pola Persepsi dan Kognitif


Ds : Pasien mengatakan sudah mengenal dengan orangorang disekilingnya
Do : Klien masih dapat menerima informasi namun kurang
berkonsentrasi karena nyeri pada abdomennya.
7. Pola Persepsi dan Konsep Diri
Ds : Klien ingin sembuh dengan cepat.
Do : Klien mengalami gangguan konsep diri karena
kebutuhan fisiologisnya terganggu sehingga aktualisasi diri
tidak tercapai pada fase sakit.
8. Pola Peran dan Hubungan
Ds : Pasien sudah saling mengenal orang-orang
disekitarnya.
Do : Klien memiliki hubungan yang baik dengan keluarga.
9. Pola Seksual Reproduksi
Ds : Klien berjenis kelamin perempuan, tidak mengalami
gangguan genetalia.
Do : Klien tidak mengalami gangguan seksual- reproduksi.

Lanjutan ...
10. Pola Koping Toleransi Stress
Ds : Jika pasien tidak enak badan, maka akan
mengeluh kesakitan
Do : Klien mengalami kecemasan yang
berangsur-angsur dapat menjadi pencetus
stress.
11. Pola Nilai & Kepercayaan
Ds : Keluarga semua beragama islam, keluarga
yakin semuanya sudah diatur oleh Allah SWT.
Do : Klien tidak dapat melaksanakan sholat
seperti biasanya karena posisi klien dalam
keadaan tirah baring.

Pemeriksaan fisik dan


pemeriksaan Head To
toe
Pemeriksaan Head to toe
Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum :
klien lemah, panas,
muntah dan diare
Kesadaran :
Composmentis
TTV :
Tensi 80/50 mmHg,
nadi 112x/mnt, suhu
390 0C, RR 22x/mnt

a. Kepala : Bentuk kepala bulat,


warna rambut hitam, tidak ada
benjolan,kulit kepala bersih.
b. Mata : Simetris, tidak ada
sekret, konjungtiva merah
muda, sclera putih, mata
cowong.
c. Mulut : Mukosa bibir kering,
tidak ada stomatitis, lidah
bersih.
d. Hidung :Simetris, tidak ada
sekret, tidak ada pernafasan
cuping hidung, tidak ada polip.
e. Telinga :Simetris, tidak ada
benjolan, lubang telinga bersih,
tidak ada serumen.

Lanjutan pemeriksaan
head to toe
Dada
a. Inspeksi : dada simetris, bentuk
bulat datar, pergerakan dinding dada
simetris, tidak ada retraksi otot
bantu pernapasan.
b. Palpasi : Tidak ada benjolan
mencurigakan
c. Perkusi : paru-paru sonor, jantung
dullnes
d. Auskultasi : Irama nafas teratur,
suara nafas vesikuler, tidak ada
suara nafas tambahan.
e. Perut
Inspeksi : simetris
Auskultasi : Peristaltik meningkat
40x/mnt
Palpasi : Turgor kulit tidak langsung
kembali dalam 1 detik
Perkusi : Hipertimpan,perut
kembung

f. Punggung : Tidak ada


kelainan tulang belakang
(kyfosis, lordosis, skoliosis)
tidak ada nyeri gerak.
g. Genetalia : jenis kelamin
perempuan, tidak odem,
tidak ada kelainan kulit
perineal kemerahan
h. Anus : Tidak ada benjolan
mencurigakan,kulit daerah
anus
kemerahan.
i. Ekstremitas : Lengan kiri
terpasang infus, kedua kaki
bergerak bebas, tidak ada
odem.

Menggunakan diagnose aktual


C. Diagnosa
Gangguan keseimbangan cairan b/d output
yang berlebihan.