Anda di halaman 1dari 35

Karakteristik Penderita Parotitis di RSU.

Haji Medan
Tahun 2014-2016

Didi Fitriadi
Dwi Almeira Megafuri
Tengku Soraya Putri 111001308
Fakultas Kedokteran
Universitas Islam Sumatera Utara
Medan
2016

BAB 1

Latar belakang
Karsinoma penis merupakan kasus yang jarang dijumpai dan hanya
meliputi kurang dari 1% keganasan pada laki-laki.
Angka insidensi kanker penis bervariasi di Amerika Serikat 9,5%, Eropa
1/100.000 laki-laki, Shanghai China 0,9/100.000 laki-laki. Penelitian
dibandung oleh Suwandi selama 10 tahun (1976-1985) memperoleh data
bahwa keganasan penis merupakan 6% dari seluruh keganasan yang
didapat di Divisi Urologi RS Hasan Sadikin. Dan penelitian tranggono dan
Umbas selama 11 tahun (1994-2005) dijumpai 69 keganasan penis.

Dari hasil survey pendahuluan di RSU Haji Medan periode Januari 2012
hingga Desember 2013 diperoleh jumlah penderita karsinoma penis
sebanyak 40 orang.
Perumusan Masalah
Bagaimana karakteristik penderita karsinoma penis di RSUD Pirngadi
Medan pada tahun 2012-2013.
Tujuan Penelitian
Tujuan Umum
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik
penderita karsinoma penis di RSUD Pirngadi Medan pada tahun 20122013.

Tujuan Khusus
Untuk mengetahui karakteristik pedan tatalaksananya di RSU Haji Medan
tahun 2014-2016 berdasarkan :
1. USIA

2. JENIS KELAMIN

3. IMUNISASI

Manfaat Penelitian
Bagi peneliti sendiri, penelitian ini bermanfaat dalam memperluas
wawasan tentang penyakit parotitis dan sebagai bahan masukan untuk
penelitian selanjutnya.
Bagi RSU.Haji Medan, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi
informasi tentang karakteristik penderita karsinoma penis.

BAB 2
Definisi
Karsinoma penis merupakan suatu sel skuamosa dari epitel glans atau permukaan
dalam prepusium.
Epidemiologi
Presentase orang-orang yang bertahan hidup hingga lima tahun setelah terdeteksi
penyakit dengan kanker penis :
1. belum menyebar : 85%.
2. Menyebar didekat penis(penyebaran lokal) : 59%
3. Telah meyebar ke bagian tubuh lain : 11 %
Lebih dari 95% kanker penis adalah jenis karsinoma sel
skuamos.
Di negara-negara dimana sirkumsisi dilakukan pada bayi
mendapat angka kejadian karsinoma penis rendah.

Etiologi
Faktor resiko : Kebersihan yang buruk, fimosis, peradangan kronik, merokok.
Diduga iritasi smegma mengakibatkan inflamasi kronis keganasan penis.
Hubungan antara kanker serviks pada wanita yang memiliki
pasangan dengan kanker penis telah diamati, dan ada bukti
yang menunjukkan bahwa pasien yang terinfeksi HPV tipe 16,
18, 31, 33 dapat mencetuskan kanker penis hubungan
seksual

Klasifikasi dan Patogenesa


Karsinoma penis Kelainan kecil di permukaan
membesar dan merusak jaringan sekitarnya
mengadakan invasi limfogen menyebar ke kel.limfe
didaerah pelvis.
Fascia Buck di penis berfungsi sebagai rintangan
sementara uretra dan kandung kemih tidak terinvasi
apabila terinvasi sel kanker akan lebih mudah menginvasi
hematogen

Klasifikasi TNM Karsinoma Penis


T
Tx
T0
Tis
Ta
T1
T2
T3
T4
N
Nx
N0
N1
N2
N3
M
M0
M1

Tumor primer
Tumor primer tidak dapat diperiksa
Tidak ada bukti adanya tumor primer
Karsinoma Insitu
Karsinoma tidak invasif
Invasi ke jaringan subepitel
Invasi ke korpus spongiosum atau korpus kavernosum
Invasi ke uretra atau prostat
Invasi ke seluruh atau organ sekitarnya
Kelenjar Limfe
Metastasis kelenjar limfe regional tidak dapat diperiksa
Tidak terdapat metstasis ke kelenjar limf regional
Metastasis di dalam kelenjar limf inguinal superfisial
Metastasis multiple atau bilateral di kelenjar limf inguinal superfisial
Metastasis di kelenjar inguinal profunda atau di dalam pelvis (unilaeral atau bilateral)
Metastasis Jauh
Tidak ada metastasis jauh
Terdapat metastasis jauh

Klasifikasi Patologi Karsinoma Penis

Lesi Kulit Pra-Kanker


Leukoplakia
Balanitis xerotica
Giant condylomata acuminata
Karsinoma In Situ
Bowen Disease
Erythroplasia of queyrat
Karsinoma Penis Invasif
Squamous cell carsinoma
Verrucous carcinoma

Gambaran Klinis
Lokasi karsinoma yang paling sering adalah glans dan permukaan dalam
prepusium.
Keluhan pasien karsinoma penis : Keluhan benjolan, biasanya (-) nyeri,
kesulitan miksi.
Lesi primer : tumor yang kotor, berbau dan sering mengalami infeksi,
ulserasi, serta perdarahan
Selain itu harus diperhatikan gejala sistemik seperti malaise, anemia kronis
karena perdarahan
Karsinoma sel skuamosa pada penis tampak sebagai lesi papular, abu-abu, dan
berkrusta . Karsinoma penis dengan gambaran kutil, invasi minimal dan
kelainan sitologik disebut karsinoma verukosa.

Stadium Karsinoma Penis


Stage

Tis

N0

M0

Stage I

Ta

N0

M0

T1

N0

M0

T1

N1

M0

T2

N0

M0

T2

N1

M0

T1

N2

M0

T2

N2

M0

T3

N0

M0

T3

N1

M0

T3

N2

M0

T4

N lainnya

M0

T lainnya

N3

M0

T lainnya

N lainnya

M1

Stage II

Stage III

Stage IV

Menurut Klasifikasi Jackson (1966)

Tumor terbatas pada glans penis atau prepusium

II

Tumor sudah mengenai batang penis

III

Tumor terbatas pada batang penis tetapi sudah didapatkan

metastasis
IV

pada kelenjar limfe inguinal

Tumor sudah melampaui batang penis dan kelenjar limfe inguinal


sudah tak dapat dioperasi atau telah terjadi metastasis jauh

Diagnosa

Anamnesa yang lengkap dengan pasien untuk mengetahui gejala klinis serta faktorfaktor resiko yang mungkin dimiliki pasien

Pemeriksaan fisik pada alat genital


Pemeriksaan patologi dari biopsi lesi primer
Pemeriksaan pencitraan dibutuhkan untuk menentukan metastasis
Sebaiknya dilakukan juga biopsi kelenjar limfe inguinal.

TUMOR PRIMER

PENATALAKSANAAN
KONSERVATIF

Tis,Ta, T1

Operasi laser, eksisi lokal dengan


atau tanpa disunat ,tergantung
pada ukuran dan lokasi tumor.
Terapi topikal : 5-FU atau 5% krim
imiquimod

T1 dan T2
(hanya glans & dalam
infiltrasi>1mm)

Glansectomy dengan atau tanpa


amputasi ,
Laser eksisi
Neoadjuvant kemoterapi
radioterapi.

T2 (invasi corpora)

Parsial penektomi

T3 (invasi uretra)

Total penektomi dengan perineal


urethrostomy
Total penektomi dengan perineal
urethrostomy
Adjuvant kemoterapi diikuti
operasi
Alternatif : radioterapi eksternal

Pencegahan
1. Sirkumsisi neonatal telah diakui mengurangi kejadian kanker penis,
mungkin menghambat peradangan kronik.
2. Mencegah kanker serviks pada wanita dan penyakit yang terkait HPV
agar tidak terjadi resiko kanker penis pada laki-laki.
3. Tidak merokok, menjaga kebersihan alat genital.
Prognosis

Tergantung dari tingkat penyebaran sewaktu dimulai penanganan.


Pada T1 NO, ketahanan hidup 5 tahun dapat dicapai 90%, sedangkan T2
N0 antara 70% & 80%.

BAB 3 METODE PENELITIAN


Jenis Penelitian
Deskriptif dengan menggunakan desain studi kasus
secara retrospektif.
Lokasi dan Waktu
Penelitian
Dilakukan di RSUD Dr. Pirngadi medan.
Dimulai dari bulan september.
Populasi dan Sampel
Populasi Semua penderita karsinoma penis RSUD
Dr. Pirngadi medan tahun 2012- 2013.
Sampel Semua penderita karsinoma penis yang
tercatat dalam rekam medik di RSUD Dr. Pirngadi
Medan tahun 2012-2013.
16
Menggunakan teknik total sampling.

Kerangka Konsep
Rekam Medik RSUD
Pirngadi
Penderita Karsinoma
Penis

(Karakteristik)
1. Usia
2. Lokasi lesi tumor
3. Histopatologi jaringan
4. Stadium (TNM)
5. Tata laksana

Defenisi Operasional
Defenisi Operasional
Usia

Rentang kehidupan yang diukur dengan tahun,

Sumber
Rekam medik

terhitung mulai dari saat dilahirkan.


Lokasi lesi
tumor

Lokasi lesi tumor adalah letak atau tempat

Rekam medik

dimana terdapat lesi tumor

17

Histopatologi

Pemeriksaan terhadap perubahan-perubahan

jaringan

abnormal pada jaringan.

Stadium

Suatu keadaan dari hasil penilaian dokter saat

Rekam medik

Rekam medik

mendiagnosis suatu penyakit kanker yang diderita


Penderita

Seseorang yang menderita (sakit), dimana kanker

Karsinoma

terdapat pada bagian penis.

Penis
Tata laksana

Pengobatan dan tindakan yang dilakukan.

Rekam medik

Rekam medik

18

Metode
Pengumpulan Data

Menggunakan data sekunder.


Persiapan berupa surat izin penelitian survey
awal ditempat dilakukan penelitian pengambilan
data.

Pengolahan dan
Analisis Data
Pengolahan = Editing, Coding, Tabulating.
Analisis dilakukan secara univariat, disajikan dalam
bentuk tabel distribusi frekuensi.

BAB 4
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dari hasil penelitian yang dilakukan di RSUD Dr.


Pirngadi Medan dari Bulan Novemver 2014 tentang
Karakteristik Penderita Karsinoma Penis dan
Tatalaksananya di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun
2012-2013 maka didapatkan hasilnya sebagai berikut :

Berdasarkan Usia

Distribusi penderita karsinoma penis di RSUD Dr.Pirngadi


Medan Tahun 2012-2013
Usia (Tahun)

Frekuensi

Persentase

40%

(%)

35%
30%

31-40

14

35%

41-50

10

25%

51-60

15

38%

>60

2%

25%
20%
15%
10%
5%

Jumlah

40

100%

0%

31-40

41-50

51-60

>60

Berdasarkan Lokasi Lesi Tumor

Distribusi penderita karsinoma penis di RSUD Dr.Pirngadi


Medan Tahun 2012-2013
Lokasi Lesi

Frekuensi

Tumor
Terbatas pada

Persentase

70%

(%)

60%

0%

50%
40%

preputium
Ke arah ujung

14

36%

distal penis

0%

26

64%

40

100%

penis
Jumlah

20%
10%

Ke arah
proksimal

30%

Berdasarkan Histopatologi

Distribusi penderita karsinoma penis di RSUD Dr.Pirngadi


Medan Tahun 2012-2013
Histopatologi

Frekuensi

Persentase
(%)

Skuamous Sel

34

85%

13%

2%

40

100%

Karsinoma
Keratinizing
SCC
Basaloid
Carsinoma

Jumlah

90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%

Berdasarkan Stadium

Distribusi penderita karsinoma penis di RSUD Dr.Pirngadi


Medan Tahun 2012-2013
Stadium

Frekuensi

Persentase

70%

Stage 1

(%)
0%

60%

Stage 2

14

36%

40%

Stage 3

23

58%

30%

Stage 4

6%

Jumlah

40

100%

50%

20%
10%
0%

Stage 1

Stage 2

Stage 3

Stage 4

Berdasarkan Tata Laksana

Distribusi penderita karsinoma penis di RSUD Dr.Pirngadi


Medan Tahun 2012-2013
Tata laksana

Frekuensi

Persentase
(%)

Partial
Penektomi

14

36%

70%
60%
50%

Kemoterapi

40%

Total

30%

Penektomi

26

64%

Kemoterapi

20%
10%

Jumlah

40

100%

0%
Partial Penektomi - Kemoterapi

Pembahasan Hasil Penelitian


Dari hasil penelitian mengenai Karakteristik
Penderita Karsinoma Penis dan Tatalaksanya di RSUD
Rr. Pirngadi Medan Tahun 2012-2013 yang dilakukan
pada bulan November 2014, maka pembahasannya adalah
sebagai berikut :

Distribusi penderita karsinoma penis berdasarkan usia menunjukkan


usia penderita lebih banyak pada 41-59 tahun laki, berbeda dengan
kepustakaan yang menyebutkan bahwa usia penderita karsinoma penis
paling banyak terjadi pada laki-laki usia 60-80 tahun. Hal ini dikarenakan
penelitian ini hanya dilakukan di satu rumah sakit dan hanya dalam
kurun waktu 2 tahun. Mungkin hasilnya akan berbeda jika dilakukan di
banyak tempat dan membandingkan angka kejadian selama 10 tahun.

Dari hasil penelitian menunjukkan lokasi lesi pada karsinoma penis


paling banyak ditemukan ke arah proksimal penis sebanyak 26 penderita
(64%), dan pada bagian ujung distal hanya sebanyak 14 penderita (36%).
Hal ini tidak sesuai dengan kepustakaan yang menyatakan karsinoma sel
skuamosa pada penis tampak sebagai lesi papular, abu-abu, dan berkrusta
paling sering di glans penis atau prepusium, hal ini dikarenakan mungkin
pada penderita karsinoma penis datang dalam keadaan lesi yang sudah
meluas

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan histopatologi pada


penderita karsinoma penis paling banyak yaitu squamous sel
karsinoma (SCC) sebanyak 34 penderita (85%), dan keratinizing
SCC sebanyak 5 penderita (13%), dan basaloid sel karsinoma
sebanyak 1 penderita (2%). Hal ini sesuai dengan kepustakaan yang
menyatakan mayoritas dari keganasan neoplasma penis adalah
karsinoma sel skuamous.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan stadium pada penderita


karsinoma penis paling banyak pada stadium 3 sebanyak 23
penderita (58%), stadium 2 sebanyak 14 penderita (36%), stadium
4 sebanyak 3 penderita (6%), hal ini menunjukkan bahwa pasien
karsinoma penis di RSUD Dr. Pirngadi Medan datang dengan
stadium lanjut.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan tatalaksana pada


penderita karsinoma penis lebih banyak yang dilakukan total
penektomi dan kemoterapi sebanyak 26 penderita (64%), dan partial
penektomi dan kemoterapi sebanyak 14 penderita (36%). Hal ini
dikarenakan paling banyak penderita karsinoma penis datang dengan
stadium lanjut

Penelitian ini menggunakan data sekunder


berupa catatan medik pasien. Penelitian
dengan menggunakan data sekunder
terkadang kurang akurat karena terdapat
beberapa data pasien yang kurang lengkap,
sehingga data tersebut dianggap sebagai
missing case dan tidak bisa diikutsertakan
dalam penelitian.

Bab 5
Kesimpulan
1.Jumlah penderita karsinoma penis di RSUD DR. Pirngadi Medan
adalah 40 pasien.
2.Hasil penelitian berdasarkan kelompok umur ditemukan
terbanyak pada kelompok umur 41-59 tahun sebanyak 27 pasien
(68%), dan terendah pada kelompok umur >60 tahun sebanyak 1
pasien (2%).
3.Hasil penelitian berdasarkan lokasi lesi tumor ditemukan
terbanyak di arah proksimal adalah 26 penderita (64%), dan
terendah di ujung distal adalah 14 penderita (36%).

4.Hasil penelitian berdasarkan histopatologi, jumlah penderita


dengan squamous sel karsinoma adalah 34 penderita (85%),
keratinizing scc adalah 5 penderita (13%), sedangkan basaloid sel
karsinoma adalah 1 penderita (2%).

5.Hasil penelitian berdasarkan stadium, jumlah penderita dengan stadium 3


sebanyak 23 penderita (58%), stadium 2 sebanyak 14 penderita (36%), dan stadium
4 sebanyak 3 penderita (6%).

6.Hasil penelitian berdasarkan tata laksana, jumlah penderita yang mendapat


penatalaksanaan dengan total penektomi dan kemoterapi adalah 26 penderita (64%),
dan parsial penektomi dan kemoterapi adalah 14 penderita (36%).

SARAN
Bagi Rumah Sakit
Diharapkan kepada pihak Rumah Sakit Pirngadi Medan Sumatera
Utara agar dapat meningkatkan pelayanan mutu kesehatan agar
pasien dengan karsinoma penis dapat sembuh secara total dan
meningkatkan angka harapan hidup pasien.
Bagi peneliti
Diharapkan kepada peneliti sebagai calon dokter yang nantinya akan
terlibat langsung dalam penanganan kasus karsinoma penis untuk
lebih meningkatkan lagi ilmu pengetahuan peneliti dan selanjutkan
dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat selama perkuliahan.
Bagi pembaca
Diharapkan kepada semua pembaca agar lebih memperhatikan dan
merubah gaya hidup untuk mencegah terjadinya karsinoma penis,
khususnya untuk kelompok yang rentan dan juga penanganan
dilakukan sedini mungkin untuk mencegah terjadinya metastase
yang lebih berat dikemudian hari.

DAFTAR PUSTAKA
1. Sjamsuhidayat, R. Buku Ajar Ilmu Bedah Sjamsuhidayat, 3th editions. Jakarta: EGC. 2010;
905-7.
2. Taris , Emir . Epidemiologi dan etiologi kanker. Majalah Kedokteran Nusantara Volume 39.
3. Price, SA. Patofisiologi konsep klinis proses-proses penyakit. 6th editions. Jakarta.
EGC.2005 :1328
4. Rakhman Arief R Mochammad, Umbas Rainy. Penanganan Terkini Metastasis kelenjar getah
Bening pada Karsinoma Sel Skuamus (KSS) Penis. Departemen Urologi RS Dr.Cipto
mangunkusumo. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2014.
5. Snell, Richard S. Anatomi Klinik untuk mahasiswa kedokteran. Ed 6. Jakarta: EGC, 2006;
392-397.
6. Sloane, Ethel. Anatomi dan Fisiologi Untuk Pemula. Jakarta: EGC. 2004: 351.
7. Purnomo, Basuki B. Dasar-Dasar Urologi. Malang. CV Sagung Seto. 2011. 2, 20, 274-5.
8. Eroschenko, Viktor P. Atlas Histologi diFiore dengan korelasi fungsional. Alih bahasa, Brahm
U. Pendit ; editor edisi bahasa Indonesia, Didiek Dharmawan, Nella Yesdelita. Ed.11. Jakarta.
EGC, 2010: 448-9.
9. Junqueira C.L, Carneira J, Kelly Robert O. Histologi Dasar. Edisi 8. Jakarta EGC; 432.
10. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/38930/4/Chapter%20ll.pdf diakses 13 Juni
2014.
11. McAninch W Jack. Tanagho A Emil. Smiths General Urology . 7th Edition. A Lange Medical
Book. 2008. 383-.
12. Pizzacaro G, Algaba F, Solsona E, et all. Guidelines on penil cancer. European associatian of
urology; 2010.

13. Poppel Van H, Watkin N. A, et all. Clinical Practice Guidlines Penile Cancer.
Annals of Oncology ; 2013 (
http://www.esmo.org/Guidelines-Practice/Clinical-Practice-Guidelines/Urogenital
-Cancers/Penile-Carcinoma
) diakses 10 Juni 2014.
14. Chandrashoma P, Taylor Clive R. Ringkasan Patologi Anatomi. Edisi 2. Jakarta
EGC. 2006; 692-3.
15. Robins. Patologi. Edisi 7. Jakarta. EGC. 2007. 736-737.
16. Sonpavde G, Pagilaro C. L, , et all. Current Therapy and Future Directions of
Penie Cancer. Annals of Oncology ; 2013
(http://annonc.oxfordjournals.org/content/early/2013/01/03/annonc.mds635.full)
diakses 10 Juni 2014.
17. Walsh PC. Campbells Urology Volume 4. Ed 8. Philadelphia. Saunders, 2002.
18. http://www.urology-textbook.com/penis-anatomy.html diakses 20 Juni 2014.
19. http://lungtp.com/reproduction/e_ekeccdd.html diakses 20 Juni 2014
20. Notoatmodjo Soekidjo. Metodologi Penelitian Kesehatan. Edisi Revisi. Jakarta. PT
Rineka Cipta, 2005.