Anda di halaman 1dari 24

Ratifikasi Kepdir 620 di

PT Indonesia Comnets
Plus
Jakarta, 25 Mei 2016

Isu Strategis

Ratifikasi telah dituangkan dalam Keputusan


RUPS Anak Perusahaan
tgl 19 Jan 2016
Direksi Perseroan diminta untuk meratifikasi
Pedoman Pengadaan Perseroan dengan Pedoman
Pengadaan Barang dan Jasa PT PLN (Persero)
(Keputusan Direksi PT PLN. (Persero) nomor
0620). Direksi Perseroan diminta untuk
membuat Petunjuk Teknis sesuai dengan proses
bisnis masing-masing Perseroan berkoordinasi
dengan Kepala Divisi Pengadaan Strategis

Rencana Tindaklanjut
Forum Pengadaan Sumatera

N
o

Deskripsi

Waktu

PIC

Sosialisasi Pedoman Pengadaan


PT PLN (Persero) kepada AP

09 Februari 2016
di PLN Kantor
Pusat

Undangan dari KDIVDAS

Penyiapan organisasi pengadaan,


Penunjukan Pejabat Perencanaan
dan Pejabat Pelaksana
Pengadaan

Paling lambat
Maret 2016

Dirut Anak Perusahaan

Menyusun SK Pejabat Pengadaan


Barang/Jasa Anak Perusahaan

Paling lambat
Maret 2016

Dirut Anak Perusahaan

Pendidikan dan Sertifikasi


Pengadaan

Minggu IV Maret
2016

Dirut Anak Perusahaan.


Sertifikasi berkoordinasi
dengan Pusdiklat.

Pembuatan Petunjuk Teknis


masing-masing AP

Minggu II April
2016

Dirut Anak Perusahaan; (Secara


official disampaikan KDIVDAS
yang diteruskan ke KSPI dan
KSHK).

Forum Petunjuk Teknis antar


Anak Perusahaan

Minggu I Mei 2016

Dirut Anak Perusahaan;


KDIVDAS; KSPI; KSHK.

Pelaksanaan Pengadaan di AP
berdasarkan ratifikasi Pedoman
Pengadaan PT PLN (Persero)

01 Juni 2016

Dirut Anak Perusahaan

Sosialisasi kepada
Vendor/Eksternal/Stake Holder

Paling lambat
Minggu IV Juni

Dirut Anak Perusahaan

Landasan Hukum

UU NO.13/2003
TENTANG
TENAGA KERJA

UU NO.20/2008
TENTANG
UMKM

UU NO. 18 TH
1999 TENTANG
JASA KONSTRUKSI

UU NO.5/99
LARANGAN
PRAKTEK
MONOPOLI

UU NO.11/2008
UNDANG
UNDANG
ITE

PERATURAN
PEMERINTAH
PEMBENTUKAN BUMN
NO.45/2005
PERPRES NO.54/2010
TENTANG
PENGADAAN
BARANG/JANA
KEP.MEN BUMN
NO.5/2008 (15/2012)
PEDOMAN UMUM
PBJ

PER.MEN
PERDAGANGAN
NO.49/2009
TENTANG SIUP

PEDOMAN
PENGADAANBARANG/J
ASA
PT ICON PLUS

PER.MEN PERINDUSTR.
48/2010 tentang
Produk Dlm Negri Pek
Infrastruktur

RKS / RFQ
/RFP

PP No 52 tahun 2000
tentang
PENYELENGGARAAN
TELEKOMUNIKASI

KERANGKA ATURAN

Siklus Pengadaan Secara Umum

A. Perencanaan Pengadaan
3. Lifetime berakhir, disposal
2. Perbaikan & pemeliharaan,
jaminan
1. Penyerahan Aset

D. Manajemen Aset /
Pasca Akuisisi
2. Mengkaji kinerja dan
pembayaran
1. Pemantauan kinerja &
menjaga hubungan

C. Manajemen Kontrak
3. Klarifikasi VFM, Sanggah, Penunjukan,
Tanda Tangan Kontrak

1. Identifikasi kebutuhan
2. Persetujuan
3. Membuat Rencana Pengadaan:
evaluasi anggaran tersedia,
Strategi Pengadaan &
Perjanjian/Kontrak
4. Membuat spesifikasi
5. Menentukan kriteria evaluasi
& syarat kontrak

B. Pemilihan Penyedia
1. Undangan Memasukkan Penawaran
2. Evaluasi Penawaran

Definisi

Pengguna Barang/Jasa adalah Direksi atau Pejabat


struktural di bawah Direksi yang mendapat kuasa, yang
menggunakan dan/atau menerima manfaat baik
langsung maupun tidak langsung dari barang/jasa yang
dihasilkan dari proses pengadaan barang/jasa
Direksi Pekerjaan adalah wakil Pengguna Barang/Jasa
untuk mengendalikan pelaksanaan pekerjaan
Pengawas Pekerjaan / Pengawas Lapangan (waspang)
adalah wakil Pengguna Barang/Jasa untuk membantu
Direksi Pekerjaan dalam mengawasi pekerjaan

Tugas Pengguna

Pengguna Barang/Jasa bertanggung jawab sebagai pihak yang


membutuhkan dan menggunakan barang/jasa, menetapkan
spesifikasi atau Kerangka Acuan Kerja (KAK) / Term of
Reference (TOR) yang jelas, memastikan volume kebutuhan,
dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan serta Manajemen
Perjanjian/Kontrak :

Menentukan dan memastikan volume kebutuhan barang/jasa


Memastikan ketersediaan anggaran
Menetapkan dan/atau mengesahkan Dokumen Pengadaan B/J (SPP, Dok
Kualifikasi, Spesifikasi Teknis / KAK/ TOR, Dokumen Pelelangan, HPS,
Pemenang Penyedia B/J.
Menandatangani Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (Surat Penunjukan
Pelaksana Pekerjaan / SP2K).
Menandatangani Perjanjian/Kontrak sesuai dengan ketentuan Batasan
Kewenangan Pengambilan Keputusan di Lingkungan ICON+ yang berlaku.
Menunjuk Direksi Pekerjaan dan/atau Pengawas Pekerjaan dan/atau Direksi
Teknis
(apabila
diperlukan)
dan
dapat
dicantumkan
dalam
Perjanjian/Kontrak.
Melakukan
pemeriksaan
dan
penerimaan
hasil
pelaksanaan
Perjanjian/Kontrak, yang dalam pelaksanaannya Pengguna Barang/Jasa
dapat membentuk Tim Pemeriksa dan Penerima Barang/Jasa.

Value for Money sebagai fungsi dari 6


Rights
Konsep Value for Money (VfM) yaitu mengutamakan hasil terbaik
untuk perusahaan dalam jangka panjang yg mempertimbangkan
Total Cost of Ownership serta memenuhi prinsip : tepat kualitas,
tepat kuantitas, tepat waktu, tepat tempat, tepat sosial-ekonomi dan
tepat harga.
Konsep operasional VfM :
Dalam merencanakan
pengadaan, mempertimbangkan
unsur yang paling dominan;
apakah kualitas, apakah waktu,
apakah harga,
Agar mendapatkan value yang
optimal sepadan dengan
biayanya

Supply Positioning Matrix

Tinggi
Sedikit Penyedia,
Kebutuhan Spesifik,
Pekerjaan Kompleks

Strategis
Critical/Bottleneck
Target :
mengamankan pasokan,
mengurangi risiko suplai.

Target :
mengurangi risiko dengan
effective supplier
management, Total Cost of
Ownership

Risiko
Suplai
Rutin
Banyak Penyedia,
Kebutuhan Standard,
Pekerjaan Tidak Kompleks

Leverage

Target :
mengurangi beban
administrasi

Target :
skala ekonomis, diskon

Rendah

Nilai / Volume

Tinggi

Tahapan Pelaksanaan
RKAP
1. Proker RKAP
2. Breakdown kebutuhan
pengadaan (TOR)

Analisis
Dokumen

HPS

ANALISIS
PENYEDIA

PENETAPAN
PEMENANG

MEMILIH
PENYEDIA
BARANG/JASA
ANALISIS
KEBUTUHAN

Dokumen Pengadaan
(3 Dok)

RENCANA
PENGADAAN
BARANG/JASA

DOKUMEN
PELELANGAN
/ RKS

KLARIFIKASI
DAN
NEGOSISIASI

HPE/RAB

USULAN
KE
PENGGUNA

DPT

Keterangan
Keputusan VFM Komite

PELELANGAN
TERBATAS
PELELANGAN
TERBUKA
PENUNJUKAN
LANGSUNG
PENGADAAN
LANGSUNG

Rekomendaasi VFM Komite,

PENGUMUMAN
PEMENANG

PENUNJUKAN
PEMENANG

Kontrak

Memperkuat struktur organisasi penyelenggara


pengadaan barang/jasa, secara struktural.
Disain Proyek
Engineering
(konseptualisasi)
TOR
Basic Disain
Detail Disain

Proses Pengadaan
Pejabat Perenc.
Pengadaan
Dok Renc
Pengadaan
Dok Pengadaan
- RKS
- HPE
- DPT

Pengguna

Pelaks. Kontrak

Pejabat Pelaksana
Pengadaan

Pengguna
Barang / jasa

HPS

Penunjukan

Memilih
Penyedia Jasa

Tandatangan
Kontrak

Direksi atau
Struktural
1 level dibawahnya
yg diberi kuasa

Direksi Pekerjaan

Tepat Mutu
Tepat Waktu
Tepat Biaya
Tepat Guna

Pengguna

Proses Umum Pengadaan

Kebijakan Umum

1. Menyesuaikan dengan pedoman umum pelaksanaan


pengadaan barang/jasa BUMN dan International
good procurement practice
2. Meningkatkan Nilai Perusahaan sebagai Konsumen
3. Kemitraan berjangka panjang dan berkelanjutan
4. Meningkatkan
sistem
manajemen
Penyedia
Barang/Jasa
5. Mendorong produksi dalam negeri
6. Mendorong sinergi BUMN

Kebijakan Strategis

1. Memperkuat
struktur organisasi penyelenggara
pengadaan barang/jasa , secara
struktural
dituangkan dalam Bab II PU B/J :
1.

Divisi Perencanaan Pengadaan

2.

Divisi Pelaksana Pengadaan

2. Menerapkan konsep value for money (VFM)


pengambilan
keputusan
adalah
Dirut
dengan
mempertimbangkan tepat kualitas, tepat kuantitas,
tepat waktu, tepat tempat, tepat social-ekonomi, dan
tepat harga.
3. Memberikan keleluasaan kepada Pengguna terkait
dengan deskresi sesuai dengan Prinsip Business
Judgement Rule kewenangan Dirut terkait deskresi
untuk
memberikan
keleluasaan
pengambilan
keputusan.

Kebijakan Strategis
4. Untuk menyelenggarakan pengadaan yang lebih cepat,
fleksibel tanpa kehilangan momentum bisnis dengan
mengendalikan kemungkinan risiko yang terjadi serta
mengkuti best practice yang ada dalam proses
pengadaan barang/jasa ratifikasi Kepdir PLN 0620,
dengan fungsi VfM.
5. Mengidentifikasi dan merumuskan kebutuhan barang /
jasa menggunakan Supply positioning matrix
pemetaan kebutuhan pengadaan barang dan jasa dan
pemilihan metode yang tepat sesuai supply positioning
matrix.
6. Mempersiapkan

Daftar
Penyedia
Barang/Jasa
Terseleksi (DPT) sebagai Calon Penyedia Barang/Jasa
aturan penyelenggaraan DPT (vendor management)
7. Menyederhanakan
metode
pemilihan
Penyedia
barang/jasa
melalui
pengendaliaan
risiko
dan
negosiasi meminimalkan pengadaan gagal / ulang
dengan proses negosiasi.

ALUR PROSES PENGADAAN BARANG/JASA

Lingkup Pengadaan

1.
2.
3.
4.
5.

Pengadaan
Pengadaan
Pengadaan
Pengadaan
Pengadaan

Barang (supply only)


Jasa konstruksi (supply & erect)
Jasa Konsultansi
Jasa lainnya
Khusus

Aktivitas Pengadaan ICON+ :


. Pembangunan jaringan
. Sewa jaringan
. Pengadaan HW/SW IT & Telco, termasuk lisensi
. Jasa Implementasi dan tenaga kerja

Penunjukan Langsung (1/2)


1.

2.
3.

4.

5.

6.

Barang/Jasa Konstruksi/Jasa Lainnya yang akan diadakan bersifat


spesifik hanya dapat dilaksanakan dengan penggunaan teknologi
khusus/pemegang Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan/atau
hanya ada satu Penyedia Barang/Jasa (agen tunggal) yang mampu
melaksanakan dan/atau mengaplikasikannya, yaitu pabrikan, atau
agen tunggal pabrikan dan tidak boleh melalui pedagang perantara
(broker)/distributor; kecuali sudah direkomendasikan oleh pabrikan
atau agen tunggal pabrikan
Pengadaan barang spesifik yang tak dapat digantikan oleh produk
lain atau tidak kompatibel.
Pekerjaan Keadaan Darurat (Emergency) dan/atau pemberian
bantuan untuk Bencana Alam. Pernyataan keadaan darurat
diputuskan minimal oleh pejabat satu tingkat dibawah Direksi.
Proses pengadaan barang/jasa yang dilaksanakan melalui metode
Lelang terbuka atau terbatas dan dinyatakan gagal akan tetapi
memiliki
dampak
risiko
bencana
sehingga
mengancam
keberlangsungan bisnis perusahaan.
Pemeliharaan dalam bentuk jangka panjang/LTSA (Long Term
Service/Supply Agreement), dapat termasuk pengadaan suku cadang
dan/atau suku cadang spesifik langsung dari Pabrikan/Principal.
Barang/Jasa lainnya lanjutan yang secara teknis merupakan satu
kesatuan yang sifatnya tidak dapat dipecah-pecah dari pekerjaan
yang sudah dilaksanakan sebelumnya yang mengakibatkan secara

Penunjukan Langsung (2/2)


1.

Penyedia Barang/Jasa adalah BUMN,


Anak Perusahaan BUMN
Perusahaan Terafiliasi BUMN, sepanjang barang dan/atau jasa
dimaksud adalah merupakan produk atau layanan BUMN, Anak
Perusahaan BUMN, Perusahaan Terafiliasi BUMN, dan/atau usaha kecil
dan mikro/koperasi , sepanjang kualitas, harga, dan tujuannya dapat
dipertanggungjawabkan serta dimungkinkan dalam peraturan
sektoral;
Penunjukan Langsung kepada Penyedia Barang/Jasa sebagaimana
dimaksud, diprioritaskan kepada Anak Perusahaan PLN atau
Perusahaan Terafiliasi PLN;
Penunjukan berulang (repeat order) :

2.

3.

4.

Penyedia Barang/Jasa yang telah memenangkan Pelelangan Terbatas/Pelelangan


Terbuka terhadap barang/jasa yang secara terus menerus dibutuhkan sepanjang harga
yang ditawarkan menguntungkan dengan kualitas barang sama atau lebih baik dan
dilengkapi dengan kajian yang disahkan oleh Direksi atau pejabat satu level dibawah
direksi yang diberi kuasa;
Hanya dapat dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut;
Perpanjangan Perjanjian / Kontrak Jangka Panjang dapat dilakukan 1 (satu) kali dengan
jangka waktu maksimal sama dengan Perjanjian/Kontrak Jangka Panjang sebelumnya.

Pengadaan Barang/Jasa Konstruksi/Jasa Lainnya dengan nilai


Pengadaan tertentu akan ditetapkan oleh Direksi dengan terlebih
dahulu mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris.

Pengadaan Langsung

a. Pengadaan Langsung adalah Pengadaan Barang/Jasa


yang ada di pasaran untuk memenuhi kebutuhan
operasional yang diyakini bahwa harga tersebut
merupakan hasil persaingan di pasar, berteknologi
sederhana dan berisiko kecil dengan nilai maksimal Rp.
200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah);
b. Pengadaan Langsung dengan nilai maksimal Rp
30.000.000,- (Tiga Puluh Juta Rupiah) untuk memenuhi
kebutuhan operasional rutin dapat dilakukan dengan
pembelian langsung menggunakan :
Surat Permintaan (SPR)
Sistem penggantian (Reimburse), mekanismenya diatur dalam
ketentuan tersendiri.
Persekot, diatur dalam ketentuan tersendiri

Pengadaan Khusus

a. Regulasi dari Pemerintah/lembaga yang berwenang dan


atau otoritas pengelola kawasan, gedung atau lainnya
b. Pengadaan yang bersumber dari luar dana internal PT.
Indonesia Comnets Plus, yang diharuskan memakai
aturan pengadaan pemberi dana tersebut
c. Pengadaan barang/jasa yang telah ditentukan dan
ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
d. Pengadaan barang/jasa yang terkait dengan kebutuhan
keanggotaan perusahaan didalam asosiasi/organisasi
yang terkait dengan bisnis perusaahan
e. Pengadaan barang/jasa yang dilakukan melalui ecommerce dengan perkiraan nilai diatas batas
pengadaan langsung
Pengadaan lainnya yang belum diatur dalam prosedur ini hanya dapat dilakukan
melalui Keputusan Rapat Direksi sesuai dengan kewenangan didalam Anggaran Dasar

PENGADAAN GAGAL
1. Negosiasi yang dilakukan tidak berhasil mencapai kesepakatan
2. Tidak ada penawaran yang memenuhi persyaratan Administrasi dan
teknis
3. Terjadi

perubahan

rencana

kerja

dan

mengakibatkan

perubahan

kebutuhan barang/jasa
4. Negosiasi yang dilakukan tidak berhasil menurunkan harga penawaran
maksimal sama dengan HPS
5. Adanya indikasi kuat terjadi persaingan usaha yang tidak sehat
6. Adanya indikasi terjadinya korupsi, kolusi dan Nepotisme (KKN)
7. Sanggahan dari calon penyedia Barang/jasa ternyata benar
8. Berdasarkan rekomendasi dari value for money committee atas usulan
pejabat

pelaksana

pengadaan,

pengguna

pengawasan, atau pejabat lain yang terkait


9. Akibat adanya penetapan pengadilan

barang/jasa,

pejabat

Thank you
PT Indonesia Comnets Plus
Wisma MuliaBuilding 50-51th fl. Gatot Subroto 42
Jakarta, Indonesia
T (021) 5253019
F (021) 5253659
www.iconpln.co.id