Anda di halaman 1dari 19

BAHAN AJAR M.K.

KAPAL PERIKANAN II

FISHING VESSEL
MONITORING SYSTEM

(VMS)

RISALAH VMS
Pengoperasian sistim pengawasan kapal atau dikenal
dengan VMS, diawali dengan penggunaan sarana
komunikasi yang berbasis digital dengan menggunakan
sarana satelit.
Pada tahun 1991, tidak kurang dari 60.000 unit sistim
komunikasi maritime Inmarsat C digunakan di seluruh
dunia, terutama sebagai sarana penerimaan dan
pengiriman berita-berita, melaui telex, X-25 dan e-mail,
termasuk pengiriman berita melalui facsimile, Laporan
dan data-data, status, kapal yang meliputi posisi dan
haluan setiap saat diperlukan.

RISALAH
Konstruksi cara kerja seperti pada gambar sbb.:

RISALAH
Selanjutnya dalam perkembangannya, sistim
komunikasi ini dilengkapi dengan fungsi sebagai
berikut :
Prioritas pengiriman berita-berita bahaya (berita
distress/SOS)
Jaringan komunikasi dalam kelompok armada
Komunikasi berita antar kapal
Pemantauan dan pemetaan cruise track
Penyebaran berita cuaca
Penyebaran koreksi peta-peta elektronik
Komunikasi komersial

RISALAH
Pada gambar berikut menujukkan fungsi berita
bahaya dari perangkat GMDSS.

RISALAH
Gagasan penggunaan alat komunikasi satelit sebagai alat
pemantau kapal dimulai dari Komisi perikanan Uni Eropa
pada awal tahun 1992 melalui proyek percontohan
bersama dengan Amerika Serikat. Dalam pilot project ini
didemonstrasikan hasil pemantauan satelit berupa posisiposisi kapal, dan ini merupakan alat yang efektip untuk
sarana surveillance
Sejak 1 Juli 1998, digagas bahwa kapal yang mempunyai
panjang 24 meter atau lebih dan beroperasi di Laut lepas
atau di perairan Negara ke-3 dalam skala industri
menggunakan transponder.

RISALAH
Pada 1 Januari 2000 dianjurkan untuk semua kapalkapal yang beroperasi di Laut lepas atau di perairan
Negara ke-3 dalam skala industri menggunakan
transponder.
Pelaksanaan pemantauan kapal perikanan ini dimulai
melalui pilot proyek dan atau perjanjian antar organisasi
perikanan dalam suatu negara.
Untuk memudahkan, pada tahun 2001, komponen alat
ini dibuat lebih kompak dan lebih kecil, sehingga
penempatannya di kapal tidak rumit.

RISALAH
Transponder dan komponen lainnya yang lebih
kompak :

RISALAH
Prinsip kerja VMS, adalah penyediakan laporan
atau data status kapal (posisi, kecepatan dan
haluan) kapal secara periodik atau berdasarkan
interval waktu yang dikehendaki. Disamping itu
dapat juga mengakses berita cuaca disekitar
perairannya.

CARA KERJA VMS


VMS sebagai sistim yang efektip untuk pemantauan
kapal penangkap ikan antara lain dapat melakukan
pemantauan hal-hal sebagai berikut :
Memantau kegiatan penangkapan ikan pada perairan
yang tertutup atau dilarang melakukan kegiatan
penangkapan ikan
Mempertahankan jumlah perijinan atau quota pada
derah penangkapan ikan tertentu
Memantau kapal-kapal yang melakukan pendaratan
pada pelabuhan yang tidak dikehendaki.

CARA KERJA
Ilustrasi unit VMS, kapasitas tiap stasiun pemantau

CARA KERJA
Transponder (atau GPS transmitter) atau blue boxes,
dipasang pada kapal perikanan.
Transponder ini secara otomatis akan memancarkan data
kepada satelit dan satelit ini yang akan meneruskan data
kepada pusat pengolah data atau stasiun Bumi.
Data yang diterima di stasiun Bumi dilakukan pengolahan
data dan cross-check dengan data pendukung lainnya.
Dari pusat pengolah data dikirim melalui internet pada
stasiun pemantau lainnya.

CARA KERJA
Hasil pantauan terhadap kapal perikanan pengguna
transponder akan nampak pada layar monitor.
Dalam layar monitor, memungkinkan operator
mengakses data status kapal (posisi, haluan &
kecepatan), nama kapal, nama pemilik, termasuk
dokumen perijinan.
Untuk mengetahui kapal-kapal lain yang tidak
menggunakan transponder dan berinteraksi pada daerah
penangkapan ikan yang sama harus dikonfirmasikan
dengan citra (satelit, pesawat udara, atau laporan dari
lapangan)

BIAYA VMS
Dalam VMS, transponder atau blue box harganya mulai
dari $1,800 sampai $5,800, dengan biaya transmissi
sebesar $1.00 sampai $5.00 per hari.
Biaya transmissi mungkin akan bertambah sesuai dengan
jarak operasional kapal tersebut dengan pusat pengolah
data.

VMS DI INDONESIA
Dipusatkan di Kantor Departemen Kelautan dan Perikanan
Jakarta dan stasiun pembantu di Sulawesi Utara dan Bali

FAKTA LAPANGAN

FAKTA .

KOMPONEN MCS

Selanjutnya :

Fishing Vessel
Monitoring Aid
(VMA)