Anda di halaman 1dari 21

Oleh

Luki Yunita, M.Pd


JURUSAN PENDIDIKAN IPA
UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2015

PENGANTAR
Benjamen s bloom, Taksonomi pendidikan,
mengklasifikasikan tujuan-tujuan pendidikan
secara komprehnsif, kata lain ketiganya secara
lengkap menjelaskan ranah-ranah manusia, yang
akan dikembangkan melalui pendidikan
Agar anak-anak menjadi orang-orang dewasa
yang utuh dan seimbang
Ranah-ranah manusia tsb diklasifikasikan secara
bertingkat

Taksonomi kognitif dikembang B.S Bloom


dkk dipublikasikan sejak 1956,The
Taxonomy of Educational objective, the
classification of Education Gools, Handbook
1: Cognitive Domain
Abad ke 20 para pakar menemukan bahwa
Handbook 1 dan taksonomi pendidikan
ranah afektif (Hanbook 2) termasuk yang
paling berpengaruh. Ranah Psikomotor
(Hanbook 3)
Ada taksonomi Merril (menyempurkan
taksonomi Robert Gagne) tak
sekomprehensif taksonomi B.S Bloom

1.

2.

Pendekatan kutub instruktif:


pemahaman yang dasarnya
kepatuhan, kepercayaan.
Pendekatan kutub partisipatif:
pemahaman yang diarahkan
mendorong kreativitas berfikir.

Kegiatan Pendidikan
Pengkajian
Pemahaman dan
Ketajaman intelektual
Penghayatan dan
Internalisasi nilai
kepekaan normatif
(moral dan ahklak)
Latihan dan pembiasaan
Kesigapan dan
keterampilan

Kognitif

Afektif

Psikomotorik

Perubahan
perilaku

Tingkatan dalam ranah


C1 Pengetahuan
kognitif:

Kemampuan untuk mengingat kembali terhadap materi-materi yang


pernah dipelajari
C2 Pemahaman
Kemampuan untuk menangkap pengertian mengenai sesuatu
C3 Penerapan
Kemampuan untuk menerapkan apa-apa yang pernah dipelajari ke
dalam situasi yang senyatanya
C4 Analisis
Kemampuan untuk merinci, menghubungkan, menguraikan rincian dan
saling berhubungan antara satu dan lain
C5 Sintesis
Kemampuan berfikir untuk menggabunngkan bagian-bagian secara
logis sehingga menjadi suatu pola atau bentuk baru
C6 Evaluasi
Kemampuan untuk menentukan baik-buruk, berharga-tidak berharga
mengenai suatu hal yang tepat sesuai dengan kriteria yang ada atau
menggunakan tolak ukur

Tingkatan Taksonomi Kognitif

Contoh Kata Kerja/kata kerja


operasional

1. Pengetahuan

Identifikasi, spesifikasi, menyatakan,


mendefinisikan, menyusun daftar,
memilih

2. Pemahaman

Menjelaskan, , membedakan, menarik


kesimpulan, memprediksi, memberi
contoh

3. Penerapan

Memecahkan, menggunakan,
mendemonstrasikan , modifikasi

4. Analisis

Membandingkan, menganalisis,
merinci, membuat diagram

5. Sintesis (x0

Merancang, mengembangkan,
merencanakan

5. Evaluasi

Menilai, mengukur, memutuskan,


menginterpretasi, menghubungkan

6. Kreativitas
Kelancaran, mengembangkan,

TAKSONOMI
KOGNITIF

- Pengetahuan
- Pemahaman
- Penerapan
- Analisis
- evaluasi
- kreatif

AFEKTIF

- Penerimaan
- Partisipasi
- Penilaian/
Penentuan sikap
- Organisasi
- Pembentukan
pola hidup

PSIKOMOTORIK
- Persepsi
- Kesiapan
- Gerak terbimbing
- Gerak terbiasa
- Gerakan
kompleks
- Penyesuaian
pola gerakan
- Kreativitas

ASPEK-ASPEK YANG DINILAI DALAM EVALUASI


PEMBELAJARAN (lanjutan)

Kognitif

Pengetahuan, contoh:

Indonesia sudah memiliki enam Presiden, urutannya


Presiden pertama sampai yang keempat adalah
A. Soekarno, Soeharto, Habibie, Gus Dur, .
B. Soekarno, Soeharto, Habibie, Mega .
C. Soekarno, Habibie, Soeharto, Gus Dur.
D. Soekarno, Soeharto, Gus Dur, Mega.
E. Soekarno, Soeharto, Gus Dur, Habibie.

Pemahaman, contoh:

Gelombang merupakan fenomena perambatan


A. Fase
D. Amplitudo
B. Massa
E. panjang gelombang
C. Energi


Aplikasi,

Kognitif

contoh:

Diketahui satu segitiga ABC siku-siku dengan sisi miring


AC. Jika panjang sisi AB=5 cm dan panjang sisi BC=12 cm,
maka berapakah panjang sisi AC?
A. 14 cm
B. 12 cm
C. 9 cm
D. 15 cm
E. 13 cm


Analisis,

Kognitif

contoh:
Diskusi kelompok menyimpulkan bahwa
determinan kepemimpinan meliputi bagaimana
orang melaksanakan kepemimpinan itu,
bagaimana memposisikan dirinya sebagai
pemimpin, serta bagaimana situasi dan tempat
yang dapat mendorong bawahannya mampu
mengikuti kemauan pemimpin. Analisis unsurunsur yang ada pada determinan
kepemimpinan tersebut!
Ada Orang, Ada Posisi, dan Ada Situasi
Ada Orang dan Posisi
Ada orang dan situasi
Ada Posisi dan Situasi
Ada Orang, Ada Kepemimpinan, dan Jabatan


Sintesis,

contoh:
Dalam Bentuk Esay:
Sebutkan unsur-unsur urutan rencana belajar yang
paling tepat, dan tidak bertentangan dengan aturan di
sekolah?

Kognitif

Jawab :
Masuk kelas, berdoa, mempersiapkan diri,
memperhatikan penjelasan guru, mengikuti contoh,
dan mengerjakan latihan.

Evaluasi,

Contoh:
Jika diketahui I Kg besi dan I Kg Kapas. Manakah
yang lebih berat?
Jawab:
Sama


Evaluasi,

contoh:

Grafik di bawah ini menunjukkan hubungan jarak


waktu dari gerak sebuah benda. Evaluasi dari
pernyataan berikut yang benar adalah

S (m)

100
50

Kognitif
0

t (s)

A.Kecepatan benda dari t = 0 sekon sampai t = 4 sekon


dapat dihitung berdasarkan grafik pada 100 m oleh
waktu 2 sekon.
B.Kecepatan benda dari t = 0 sekon sampai t = 4 sekon
tidak dapat dihitung berdasarkan grafik pada 50 m oleh
waktu 2 sekon.
C.Benda bergerak dari t = 4 sekon sampai t = 6 sekon.
D.Benda melakukan gerak dengan jarak 75 m dalam
waktu 3 sekon.
E.Kecepatan benda dari t = 4 sekon sampai t = 6 sekon
tidak sama 25 m/s.

Bloom (1976), bahwa hasil belajar mencakup


prestasi belajar, kecepatan belajar, dan hasil afektif.
Andersen (1981) sependapat dengan Bloom bahwa
karakteristik manusia meliputi cara yang tipikal dari
berpikir, berbuat, dan perasaan. Tipikal berpikir
berkaitan dengan ranah kognitif, tipikal berbuat
berkaitan dengan ranah psikomotor, dan tipikal
perasaan berkaitan dengan ranah afektif
Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti
perasaan, minat, sikap, emosi, atau nilai. Ketiga
ranah tersebut merupakan karakteristik manusia
sebagai hasil belajar dalam bidang pendidikan.

Menurut Krathwohl (1961) bila ditelusuri


hampir semua tujuan kognitif mempunyai
komponen afektif. Dalam pembelajaran
sains, misalnya, di dalamnya ada komponen
sikap ilmiah. Sikap ilmiah adalah komponen
afektih
Tingkatan ranah afektif menurut taksonomi
Krathwohl ada lima, yaitu: receiving
(attending), responding, valuing,
organization, dan characterization.

Harrow

(1972) menjelaskan
ranah psikomotorik adalah
kriteria untuk mengukur
kemampuan keterampilan siswa.
Ranah psikomotorik adalah
kemampuan yang menyangkut
kelincahan dan keterampilan

NATURALIZATION
(P5)
ARTICULATION
(P4)

PRECISION
(P3)

MANIPULATING
(P2)
PERCEPTION
(P1)
MENIRU

MENYUSUN

MELAKUKAN
DENGAN
PROSEDUR

MELAKUKAN
TINDAKAN
MELAKUKAN
DENGAN BAIK SECARA ALAMI
DAN TEPAT

Psikomotor

Aspek yang
dinilai
Menyiapkan alat
Menggunakan alat ukur
Membaca hasil pengukuran
Membuat Analisis
Membuat kesimpulan

Nilai
4 3 2 1

Jml

Nil

Ket