Anda di halaman 1dari 33

-ANALISIS KORELASI-

NAMA LENGKAP PENYUSUN


(Kelompok 2)
1.Reni Pratiwiningtyas
2.Obey Angga Nursyahid
3.Aisyah Trees Sandy
4.Saleh kaliky
Telah di Presentasikan di kelas tanggal 3 Maret 2015

.
PRODUCTMOMENT
CORELATION

SPEARMAN
RANK
CORELATION

Skala Data
Interval

Skala Data
OrdinalRasio

Parametrik

Non
Parametrik

PRODUCT-MOMENT
CORELATION
Menyatakan derajat hubungan linier (searah bukan
timbal balik)
atau dua variabel atau lebih yang variabelnya berskala
interval.
SKALA
DATA
INTERVA
L

PARAMETR
IK

Kegunaan:

Untuk menyatakan ada tidaknya


hubungan antara variable x dan y.
Untuk menyatakan sumbangan
variabel satu terhadap yang lainnya
dinyatakan dalam persen (%)

1. Data berdistribusi normal.

Asumsi

2. Variabel yang dihubungkan


mempunyai data yang dipilih
secara acak.
3. Variabel yang dihubungkan
mempunyai pasangan yang sama
dari subyek yang sama pula.
4. Variabel yang dihubungkan
mempunyai data interval.

Contoh
diagram
pencar dapat
dilihat
(scatterplot)
Setiap
pasangan data
(x, y) diplotkan
sebagai titik
tunggal.

.
Rumus Perhitungan P-MC

Keterangan:
r
XY

=
=
=
SxSy =

Product-moment correlation
Nilai dari 2 variabel yang berkaitan
Rata-rata dari 2 variabel
Satndar deviasi dari 2 variabel

Langkahlangkah
menghitun
g
Koefisien
korelasi

1. Tulis Ho dan Ha dalam bentuk


kalimat.
2. Tulis Ho dan Ha dalam bentuk
statistik.
3.No.
Membuat
Tabel
penolong
X
Y
XY
X
Respond
en

.
Pedoman
1. Antara 0.800 s/d 1.000

: Hubungan sangat tinggi/kuat

2. Antara 0.600 s/d 0.800

: Hubungan tinggi/kuat

3. Antara 0.400 s/d 0.600

: Hubungan cukup

4. Antara 0.200 s/d 0.400

: Hubungan rendah/lemah

5. Antara 0.000 s/d 0.200

: Hubungan rendah sekali/lemah sekali

.
Contoh Studi Kasus

Hubungan Motivasi dengan Kinerja


Guru SD 01..........

.
Contoh Studi
Kasus

.
Contoh Studi
Kasus

.
Contoh Studi
Kasus

Contoh-> jika menggunakan SPSS


Output Analisis dengan menggunakan SPSS

SPEARMAN RANK CORELATION


UJI RANK SPEARMAN DIPERKENALKAN OLEH SPEARMAN PADA TAHUN 1904

SKALA DATA
ORDINAL

SKALA
DATA
RASIO

KEGUNAAN
Untuk menyatakan ada tidaknya hubungan

antara variable x dan y.


Untuk menyatakan sumbangan variable satu
terhadap yang lainnya dinyatakan -1,0,1

KORELASI BERDASARKAN ARAH HUBUNGANNYA DAPAT


DIBEDAKAN, MENJADI :
Korelasi Positif
Jika arah hubungannya searah
Korelasi Negatif
Jika arah hubunganya berlawanan arah
Korelasi Nihil
Jika perubahan kadang searah tetapi kadang berlawanan arah.

RUMUS PERHITUNGAN

6 d

2
i

n(n 1)
2

.
No
1.

Aturan
mengambil
keputusan

2.

3.

Parameter

Nilai

hitung dan tabel. tabel


dapat dilihat pada Tabel J
(Tabel Uji Rank Spearman)
yang memuat tabel, pada
berbagai n dan tingkat
kemaknaan

hitung
tabel

Ho ditolak Ha diterima

hitung <
tabel

Ho diterima Ha ditolak

Kekuatan korelasi hitung

0.000-0.199

Sangat Lemah

0.200-0.399

Lemah

0.400-0.599

Sedang

0.600-0.799

Kuat

0.800-1.000

Sangat kuat

+ (positif)

Searah, semakin besar


nilai xi semakin besar pula
nilai yi

- (negatif)

Berlawanan arah, semakin


besar nilai xi semakin kecil
nilai yi, dan sebaliknya

Arah Korelasi hitung

Interpretasi

CONTOH KASUS :
SKALA
DATA
ORDINAL

SPEARMAN RANK CORELATION

CASE
Ada 10 orang responden yang diminta untuk

mengisi daftar pertanyaan tentang Motivasi dan


Prestasi dalam sebuah kantor. Jumlah responden
yang diminta mengisi daftar pertanyaan itu 10
karyawan, masing-masing diberi nomor 1, 2, 3, 4,
5, 6, 7, 8, 9, 10. Nilai yang diberikan oleh
kesepuluh responden tentang Motivasi dan Prestasi
itu diberikan pada contoh berikut. Yang akan
diketahui adalah apakah ada hubungan antara
Motivasi dengan Prestasi.

BERDASARKAN HAL TERSEBUT MAKA:


Judul penelitian adalah : Hubungan antara Motivasi dengan Prestasi.
Variabel penelitiannya adalah : nilai jawaban dari 10 responden tentang

Motivasi (Xi) dan Prestasi (Yi)


Rumusan masalah: apakah ada hubungan antara variabel Motivasi dan
Prestasi?
Hipotesis:
Ho: tidak ada hubungan antara variabel Motivasi dan Prestasi.
Ha: ada hubungan antara variabel Motivasi dan Prestasi

KRITERIA PENGUJIAN HIPOTESIS


Ho ditolak

bila harga hitung >

dari tabel
Ho diterima bila harga hitung

dari tabel

PERTIMBANGAN MENENTUKAN ALFA:

Ketelitian yang akan digunakan ,


tergantung jumlah sampel
Rumus menentukan jumlah sampel

6. Perhitungan untuk pengujian Hipotesis

JAWABAN RESPONDEN YANG TELAH TERKUMPUL DITUNJUKKAN PADATABEL


1BERIKUT INI:
TABEL 1. NILAI MOTIVASI DAN PRESTASI

Nomor
Jumlah Skor Jumlah skor
responden
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

9
6
5
7
4
3
2
8
7
6

8
7
6
8
5
4
2
9
8
6

KORELASI SPEARMAN RANK BEKERJA DENGAN DATA ORDINAL. KARENA JAWABAN RESPONDEN
MERUPAKAN DATA ORDINAL, MAKA DATA TERSEBUT DIUBAH TERLEBIH DAHULU DARI DATA
ORDINAL DALAM BENTUK RANKING YANG CARANYA DAPAT DILIHAT DALAMTABEL 2.

Bila terdapat nilai yang sama, maka cara membuat peringkatnya adalah: Misalnya pada Xi

nilai 9 adalah peringkat ke 1, nilai 8 pada peringkat ke 2, selanjutnya disini ada nilai 7
jumlahnya dua. Mestinya peringatnya kalau diurutkan adalah peringkat 3 dan 4. tetapi
karena nilainya sama, maka peringkatnya dibagi dua yaitu: (3 + 4) : 2 = 3,5. akhirnya dua
nilai 7 pada Xi masing-masing diberi peringkat 3,5. Selanjutnya pada Yi disana ada nilai 8
jumlahnya tiga. Mestinya peringkatnya adalah 2, 3 dan 4. Tetapi karena nilainya sama
maka peringkatnya dibagi tiga yaitu: (2 + 3 + 4) : 3 = 3. Jadi nilai 8 yang jumlahnya tiga
masing-masing diberi peringkat 3 pada kolom Yi. Selanjutnya nilai 7 diberi peringkat
setelah peringkat 4 yaitu peringkat 5. Lanjutkan saja

TABEL 2. TABEL PENOLONG UNTUK MENGHITUNG


KOEFISIEN KORELASI SPEARMAN RANK
Nomor
Responden

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Nilai
Nilai
Peringkat Peringkat
Motivasi Prestasi dari
(Xi)
(Yi)
Resp. I (Xi) Resp. II (Yi)

9
6
5
7
4
3
2
8
7
6

8
7
6
8
5
4
2
9
8
6

1
5,5
7
3,5
8
9
10
2
3,5
5,5

3
5
6,5
3
8
9
10
1
3
6,5

bi

bi2

-2
0,5
0,5
0,5
0
0
0
1
0,5
-1
0

4
0,25
0,25
0,25
0
0
0
1
0,25
1
7

Selanjutnya harga bi2yang telah diperoleh dari hitungan

dalam tabel kolom terakhir dimasukkan dalam rumus


korelasi Spearman Rank :
= 1 6.7: (10 x 102-1 )= 1 0,04 = 0,96

Sebagai interpretasi, angka ini perlu dibandingkan dengan tabel

nilai-nilai(dibaca: rho) dalamTabel 3. Dari tabel itu terlihat bahwa


untuk n = 10, dengan derajat kesalahan 5 % diperoleh harga 0,648
dan untuk 1 % = 0,794. Hasilhitung ternyata lebih besar
daritabel
Derajat kesalahan 5 %.. 0,96 > 0,648
Derajat kesalahan 1 %.. 0,96 > 0,794
Hal ini berarti menolak Ho dan menerima Ha.

KESIMPULAN DARI KASUS 2


Terdapat hubungan yang nyata/signifikan antara Motivasi (Xi)

dengan Prestasi (Yi). Dalam hal ini hipotesis nolnya (Ho)


adalah:tidak ada hubungan antara variabel Motivasi (Xi)
dengan Prestasi (Yi). Sedangkan hipotesis alternatifnya (Ha)
adalah:terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara
variabel Motivasi (Xi) dengan Prestasi (Yi). Dengan demikian
hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima.
Atau dengan kata lain bahwa variabel Motivasi mempunyai
hubungan yang signifikan dengan Prestasi.

TABEL 3: TABEL NILAI-NILAI(RHO), KORELASI SPEARMAN


RANK
N

Derajat
signifikansi
5%

1%

Derajat
signifikansi
5%

1%

16

0,506

0,665

1,000

0,886

1,000

18

0,475

0,625

0,786

0,929

20

0,450

0,591

0,738

0,881

22

0,428

0,562

0,683

0,833

24

0,409

0,537

10

0,648

0,794

26

0,392

0,515

12

0,591

0,777

28

0,377

0,496

14

0,544

0,715

30

0,364

0,478

DAFTAR PUSTAKA
Nazir,.2003. Metode Penelitian. Ghalia

Indonesia: Jakarta.
Sugiono.2004. Statistik Nonparametrik Untuk
Penelitian, CV ALFABETA: Bandung.